Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Pelatihan 4


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain, Starla dan kelompoknya masih terus berhadapan dengan pemimpin monster berbentuk Kalajengking yang memiliki ukuran sebesar mobil tersebut.


" Aldy, gunakan element es mu untuk membekukan sengatan yang terdapat di ekornya " teriak Starla yang langsung dianggukan oleh Aldy, sedangkan Starla dan yang lainnya masih berusaha memotong kaki-kaki serta capitan yang ada di sisi kanan dan kiri wajahnya.


Merasa kesal karena serangan mereka tidak membuahkan hasil, Starla kemudian meminta semuanya menggabungkan kekuatan mereka dan menyerang secara bersamaan.


" Tarian Angsa Emas "


" Sambaran Tiga Halilintar "


" Tebasan Angin Petaka "


" Ice Penghancur Semesta "


Satu persatu dari mereka melayangkan serangan beruntun kearah Kalajengking besar tersebut, yang seketikan membuatnya berteriak kesakitan.


Starla yang menyadari hal itu segera memberikan serangan terakhir, " Halilintar Menyambar Rembula "


DUAR.....


Bertepatan dengan jurus yang mengenai Kalajengking tersebut, sebuah ledakan besar terjadi, Starla dan yang lainnya terpental jauh kebelakang.


Saat asap akibat ledakan itu mulai menghilang, mereka di kejutkan dengan mayat Kalajengking tersebut yang sudah tak berbentuk lagi.


Aldy dan yang lainnya menelan ludahnya dangan kasar sambil melirik kearah Starla.


Beberapa saat telah berlalu, merasa kondisi mereka sudah membaik, Starla memutuskan untuk segera pergi dari hutan tersebut menuju gerbang dimensi.


Dan sesampainya mereka disana, Starla dan yang lainnya melihat kelompok Aaron sudah terlebih dahulu menyelesaikan misi dan sedang mendiskusikan sesuatu sambil menunggu kelompok yang lainnya.


" Bagaimana kau secepat ini menghabisi monster sialan itu " ucap Starla tidak senang.


" Em.. mungkin karena sebuah faktor keberuntungan " jawab Aaron cepat.


Starla hanya menganggukan kepalanya, sebelum kemudian keduanya mulai berbincang lebih jauh, saat Aaron menanyakan tentang Turnamen Antar Academy, Starla sama sekali tidak terlihat terkejut.


" Apa kau sudah mengetahuinya terlebih dahulu? " tanya Aaron.


" Hm! Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Ayahku mengenai hal ini "

__ADS_1


***


Beberapa jam telah berlalu, satu persatu kelompok sudah kembali dari menyelesaikan misi mereka.


Setelah kelompok terakhir kembali, Kepala Academy menyampaikan berita tentang Turnamen Antar Academy yang mengalami perubahan.


Jelas mereka yang belum mendengarnya sangat terkejut, tetapi sekaligus senang dengan kabar tersebut.


Setelah selesai menyampaikan hal itu, mereka kemudian di bubarkan, karena hari sudah menjelang sore.


Aaron,Starla dan Aldy berjalan beriringan menuju parkiran mobil.


" Aaron, bisa kau menemaniku ke pusat perbelanjaan, aku ingin membeli sesuatu ," pintanya dengan mata yang berbinar.


" Baiklah " Aaron kemudian melirik kearah Aldy dan memberi isyarat agar ikut dengan keduanya.


" Eh! Aku boleh ikut " ucap Aldy senang.


" Tidak "


" Iyah "


Aaron dan Starla berbicara secara bersamaan yang membuat Aldy merasa bingung, ia menaikan kedua alisnya.


Kemudian ketiganya pun memasuki mobil masing-masing sebelum kemudian meninggalkan Academy menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Seribu Petir.


Sesampainya disana, mereka mulai berkeliling mencari kebutuhan masing-masing, yang awalnya Aaron dan Aldy tidak berniat berbelanja, jadi ikut membeli sesuatu yang menarik perhatian keduanya.


Setelah selesai berbelanjan, Aldy meminta Aaron dan Starla untuk mampir terlebih dahulu kesalah satu restoran yang berada disana.


" Aku akan menjamin kalian, jika makanan di tempat ini benar-benar sangat enak "


Aaron hanya menganggukan kepalanya, sedangkan Starla bergumam kecil.


Tiba- tiba...


Bruk....


Seseorang menabrak Aaron, " Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja " ucap lembut suara tersebut sambil menundukan kepalanya.

__ADS_1


" Tak apa..ini bukan salahmu "


Aaron bisa melihat jika gadis yang mungkin seusia dengannya itu adalah salah satu pelayan di restoran ini, terlihat dari pakaian serta name tag yang tergadung di pakaiannya sudah menjelaskan semuanya.


Deg....


Saat gadis tersebut mengangkat wajahnya, sesuatu terjadi di dalam hati Aaron, ia merasakan sesuatu yang berlum pernah ia raskaan sebelumnya.


Tubuhnya mulai membeku dan detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


' Ada apa denganku, apa aku sakit ' tanyanya heran.


" Ariani..."


Tanpa sadar tangan Aaron mulai menyentuh kepala gadis yang baru saja menabraknya itu dan membelai lembut rambutnya.


Sedangkan gadis tersebut, mengerutkan dahinya karena pemuda tampan di hadapannya itu memanggil dirinya dengan nama Ariani.


" Maaf tuan, saya bukan Ariani! Nama saya Angel " ucapnya dengan gugup.


Seakan tersadar dari lamunannya dengan cepat Aaron menjauhkan tangannya dari rambut gadis tersebut, sebelum kemudian ia meminta maaf.


Tanpa Aaron sadari, sebuah tatapan membunuh tertuju kearahnya, merasa ada aura yang sedang mengintimidasinya Aaron segera melirik sekilas kearah sumber aura tersebut.


Disana ia menemukan Starla sedang menatap dirinya dengan tajam, melihat hal tersebut Aaron menelan ludahnya dengan kasar.


Aldy yang melihat suasana canggung tersebut mulai berusaha mencairkan suasana.


" Tolong hidangkan makanan terbaik yang dimiliki restoran ini " ucap Aldy sambil berjalan menuju meja yang masih kosong, dan diikuti Aaron, kemudian Starla.


Gadis pelayan tersebut hanya menganggukan kepalanya, sebelum kemudia ia melangkahkan kakinya pergi.


" Ron..apa kau mengenal gadis itu? Dan siapa gadis bernama Ariani tersebut " tanya Starla dengan senyum manisnya.


Namun Aaron yang melihat senyum tersebut hanya menelan ludahnya dengan kasar, dan tubuhnya seketika merinding.


" Ti...tidak..aku tidak mengenalnya " ucap Aaron gugup.


Sejak ia bertemu dengan pria sepuh yang ada di dalam mimpinya, kejadian-kejadian aneh pun mulai menimpa dirinya.

__ADS_1


Seperti jurus-jurus hebat yang tanpa sadar ia lakukan, dan saat Aaron melihat gadis pelayan itu, ia merasa jika dirinya penah melihatnya di suatu tempat.


Hati kecil Aaron merasa jika memang dia dan gadis pelayan itu memiliki suatu hubungan. Tetapi semakin ia berusaha mengingatnya, semakin sakit rasanya.


__ADS_2