
Aaron berjalan mendekati kearah jasad Patricah Komodo dan mengambil sebuah mendali yang menunjukan sebagai seorang pemimpin.
Lalu ia menyuruh beberapa tetua untuk membersihkan semua kekacawan yang baru saja terjadi, dengan cepat mereka segera bergegas mematuhi semua perkataan yang di perintahkan oleh Aaron.
Selang beberapa saat kemudian, Aaron kembali menyuruh para tetua untuk berkumpul di ruang aula, kini Aaron sedang duduk di singasana yang dulu dimiliki Patriach Komodo.
Wibawa dan aura yang di pancarkan oleh pemuda tampan berambut pendek itu menunjukan dirinya adalah pemimpin baru dalam kelompok tersebut.
Bahkan Sekar Wangi yang kini duduk di sampingnya menatapnya dengan penuh kekaguman.
"Apa kau sudah puas menatap wajah tampanku" tanya Aaron tanpa menoleh sedikitpun kearah Sekar Wangi.
Sekar Wangi yang tertangkap basah sedang memperhatikan Aaron langsung mengalihkan pandangannya dengan wajah yang memerah.
"Kau..bisa kau jelaskan tentang Perampok Sebelas Komodo" kata Aaron sambil menunjuk wanita sepuh dengan gaun berwarna hitam pekat.
"Baik Tuan Muda"
Kemudian wanita sepuh itu mulai menjelaskan tentang berdirinya kelompok Perampok Sebelah Komodo yang sudah ada sejak 300 tahun yang lalu, awalnya mereka yang bergabung dalam kelompok tersebut adalah buronan yang melarikan diri dari 3 Kekaisaran.
Namun siapa sangka selama ratusan tahun bersembunyi jumlah anggota Perampok Sebelas Komodo mencapai ribuan orang, tentu tidak semuanya adalah buronan 3 Kekaisaran.
Bahkan para perampok gunung pun ikut bergabung dalam kelompot tersebut, hingga membuat mereka semakin kuat.
Dengan sumber daya yang berhasil mereka kumpulkan dari cara merampok, akhirnya sedikit demi sedikit Perampok Sebelas Komodo menjadi salah satu pilar kekuatan aliran hitam, bahkan sekte besar sekalipun mengakuin keberadaan kelompok tersebut.
Dari 11 Pemimpin Sebelas Komodo yang terdahulu, hanya tersisa Tetua Ed yang masih bertahan hidup, itulah mengapa sekarang dia menjadi pemimpin dan memiliki kendali dari kelompok Perampok Sebelas Komodo, walaupun dia tidak menjabat sebagai Patriach.
Aaron yang mendengar penjelasan itu menganggukan kepala tanda mengerti, "Baiklah, sebagai pemimpin yang baru, saya akan menunjuk salah satu diantara kalian menjadi Patriach"
Sontak saja hal tersebut menuai berbagai reaksi, ada yang merasa menang dan ada yang merasa bingung? Bingung kenapa tidak Aaron sendiri yang menjabat sebagai Patriach.
__ADS_1
"Aku tidak bisa selamanya berada disini, namun jika ada suatu masalah yang harus membuatku turun tangan, kalian bisa mencariku di Hutan Kabut Kematian atau Sekte Es Abadi"
Kembali para tetua saling berpandangan, bukankan 2 tempat tersebut adalah bagian dari 9 tempat terlarang, bagaimana bisa pemuda seperti Aaron yang masih berusia belasan tahun tinggal di tempat tersebut, mungkin itu yang berada di pikiran mereka.
"Aku akan melemparkan koin ini keatas, dan bagi siapapun yang mendapatkannya, dia akan menja Patriach yang baru"
Para tetua yang mendengar hal itu langsung berdiri dari tempat duduknya tanpa di minta, mereka segera berada dalam posisi bersiap, namun ada satu orang yang masih duduk, tanpa perduli dengan sesuatu yang akan terjadi.
Raut wajahnya seolah tidak mununjukan keterkarikan untuk menjadi seorang Patriach, dan hal itupun sukses membuat Aaron tersenyum tipis.
Saat hitungan ketiga, koin yang berada di tangan Aaron terbang bebas keudara, para tetua yang melihat hal itupun segera berebut untuk mendapatkan koin tersebut. Bahkan ada sebagain dari mereka yang berbuat curang, namun hal itu tak di gubrisi oleh Aaron.
Aaron kemudian menjentikan jarinya, dan seketika koin yang hampir berhasil di rain itu terbang kearah seorang wanita sepuh yang sejak tadi terdiam di tempatnya.
Koin itu pun jatuh tepat di atas telapak tangannya, dan para tetua yang melihat kejadian itu pun mengumpat dalam hati, karena mereka merasa sedang di permainkan, namun seperti biasa tidak ada satupun diantara mereka yang berani protes.
Sedangkan wanita sepuh itu membulatkan matanya tak percaya, kemudian ia menatap kearah Aaron, "Tuan muda ini-" kata-katanya terhenti saat melihat Aaron berjalan kearahnya.
"Saya Dewi Sambi Tuan Muda" ucapnya sambil menundukan kepalanya, entah kenapa ia tak berani menatap kedua bola mata indah milik Aaron.
"Nama yang bagus, baikalah seperti kesepakatan bersama, Senior Dewi Sambi akan menjadi Matriach Perampok Sebelas Komodo yang baru"
Setelah mengatakan itu seluruh penghuni aula langsung bertepuk tangan, walaupun ada sebagian yang merasa enggan dan menganggap Dewi Sambi tidak pantas menjadi pemimpin mereka.
Aaron yang menyadari raut wajah beberapa tetua itu langsung menghentakan kakinya, yang seketika membuat bangunan tersebut sedikit bergetar, "Siapapun yang berniat busuk dan tidak mematuhi peraturan Senior Dewi Sambi akan merasakan kejamnya neraka" kata Aaron dengan dingin.
Para tetua yang semula menunjukan raut tidak senang langsung menelan ludah mereka dengan kasar, merekapun serentak menundukan kepala.
"Senior Dewi Sambi, bisa kau tunjukan dimana ruang harta berada" tanya Aaron.
"Baik Tuan Muda, silakan lewat sini"
__ADS_1
Kemudian Aaron berdiri dari singasananya dan berjalan mendahuli Dewi Sambil, kemudian di ikuti oleh Sekar Wangi.
Kabar tentang Aaron yang sudah menjadi pemimpin baru kelompok Perampok Sebelas Komodo sudah tersebar luas, hingga membuat para penjaga dan pelayan yang berpapasan dengannya menundukan kepalanya dan memberi hormat.
Beberapa saat kemudian barulah ketiganya sampai di depan sebuah pintu yang di jaga ketat oleh 2 komodo besar berwarna hijau.
"Hormat kepada Tuan Muda" ucap keduanya secara bersamaan.
Aaron hanya mengangguk menanggapinya sebelum kemudian memerintahkan salah satu Komodo untuk membuka pintu tersebut.
Perlahan langkah kaki ketiganya memasuki ruangan harta tersebut, dengan dinding berlapis baja serta lukisan yang bernilai tinggi, berjejer rapi menghiasi ruangan harta itu.
Di tengah-tengahnya, terdapat puluhan gunung koin emas dan beberapa kitab dan senjata, Sekar Wangi yang baru pertama kali melihat hal itu menelan ludahnya dengan kasar.
Walaupun dirinya berasal dari salah satu sekte terkuat dan memiliki posisi yang tinggi, namun ia tidak pernah sekalipun memasuki ruang harta, karena memang hanya para tetua lah yang di perbolehkan memasuki ruangan harta yang berada di sektenya.
#**Note
Kasih Saran Dong, bagusan judulnya :
The Elements
Kembalinya Pendekar Phoenix
3.Sang Legenda Pendekar Phoenix
Ini sendiri....kasih masukan 🆙️🤣😂**
__ADS_1