
Keesokan harinya, mereka semua kembali ke stadion tempat berlangsungnya Turnamen Antar Academy, bahkan Angel pagi-pagi buta sudah berada di depan Hotel Zeus.
Sepanjang perjalanan ketiga gadis itu tak henti-hentinya berdekatan dengan Aaron, dan sesekali menggodanya yang membuat Aaron hanya menghela nafas dari waktu ke waktu.
' Aku baru mengetahui alasan Ayah takut dengan Mamah...' ucapnya dalam hati.
' Wanita itu adalah makluk yang sangat mengerikan '
Sedangkan Aldy menggelengkan kepalanya saat melihat kalakukan ketiga gadis cantik itu yang menurutnya terlalu bar-bar.
Sesampainya disana mereka segera berkumpul dengan kelompok masing-masing, dari ribuan peserta yang mengikuti Turnamen Antar Academy, kini hanya tersisa sekitar 200 peserta yang masih bertahan.
Dari pihak Academy Perisai sendiri sudah terhitung setengahnya yang gugur dalam pertarungan sebelumnya.
Faktor utama yang menyebabkan suatu kekalah adalah saat mendapat lawan yang tidak sebanding.
Kemudian salah satu panitia penyelenggara Turneman Antar Academy membuka acara tersebut dengan sedikit berbasa basi.
" Baikalah, Turnamen Antar Academy segera dimulai "
Setelah itu sorak dan tepuk tangan melambung keudara memenuhi seisi stadion.
Kelompok pertama yang berkesempatan maju adalah kelompok Eluna, sebagai ketua kelompok ia harus menunjukan bahwa dia layak menjadi seorang pemimpin.
Eluna kemudian berdiskusi dengan kelompoknya untuk membuat sebuah strategi yang nantinya akan mereka gunakan untuk mengalahkan lawannya.
Senyum kemenangan tercetak jelas di wajah mereka saat mendengar strategi yang menurut mereka sangat hebat.
" Kau tidak hanya jenius dalam praktik, tetapi juga kau jenis dalam membuat strategi "
" Jika dirimu yang sehebat ini saja hanya berada di posisi ke 5, bagaimana jika yang berada di posisi pertama...aku tidak bisa membayangkan seberapa hebatnya dia "
" Kau benar, aku sungguh penasaran dengan keempat orang yang mampu mengalahkanmu Eluna "
Satu persatu rekannya memuji kejeniusan yang dimiliki oleh gadis cantik tersebut, dan tak lama kemudian dari arah sebrang terdapat 1 kelompok yang terdiri dari 2 gadis dan 3 pria.
" Level 100 "
Kelompok Eluna menelan ludahnya saat menyadari jika lawan mereka saat ini berada diatas level 100 semua.
__ADS_1
" Ubah rencana, aku akan bertarung dengan kedua gadis itu, dan kalian harus bekerja sama untuk mengalahkan ketiga pria itu..."
" Jangan bercanda Eluna..."
" Apa kau ingin bunuh diri, menghadapi kedua gadis itu sendirian "
" Apa kau tidak punya rencana lain! "
" Tidak! Tenang saja, selagi kalian dengan cepat mengalahkan ketiga pria itu, aku akan baik-baik saja "
Mendengar hal itu mereka terdiam beberapa saat sebelum kemudian keempatnya mengangguk secara bersamaan.
Saat wasit memberikan aba-aba dengan cepat Eluna melesat kearah kedua gadis yang menjadi incarannya.
Ayunan pedang miliknya bergerak dengan sangat cepat yang membuat kedua gadis itu sedikit terkejut karena tidak menyangka jika Eluna akan melawan keduanya seorang diri.
" Bodoh "
" Bukankah kau terlalu meremehkan kami..."
" Bersiaplah untuk kalah "
Dengan susah payah Eluna menahan dan menangkis setiap serangan yang dilancarkan kearahnya, tak butuh waktu lama baginya untuk terpojok oleh serangan konbinasi dari kedua gadis itu.
' Sial..Sial... jika seperti ini aku akan kalah ' umpatnya dalam hati.
' Aku tidak punya pilihan lain selain melakukan hal itu...'
Eluna mundur beberapa meter untuk mengambil jarak dari lawannya, sebelum kemudian ia mengalirkan sedikit tenaga dalam miliknya kearah pedangnya.
Perlahan tapi pasti pedang miliknya mulai memancarkan cahaya dan mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.
Kedua gadis itu membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat apa yang sedang dilakukan oleh Eluna.
Bahkan kini pandangan semua penonton tertuju kearah Eluna dengan tatapan tak percaya.
" Perubahan energi senjata "
" Tidak mungkin "
__ADS_1
" Bagaimana bisa "
Para penonton saling berdiskusi diantara mereka karena melihat hal yang sangat menakjubkan sedang terjadi dihapan mereka.
Perubahan energi senjata adalah tingkat dimana seseorang mampu membuat senjata miliknya menjadi lebih kuat dan tajam, bahkan bisa 100 kali lipat dari biasanya.
Masalahnya perubahan energi senjata memerlukan energi yang sangat besar, hanya orang-orang yang sudah mencapai level diatas 200 yang mampu melakukannya.
Sedangkan yang dilakukan oleh Eluna adalah mengalirkan tenaga dalam yang di milikinya sebagai seorang pendekar.
Jelas hal itu mengejutkan banyak pihak karena melihat Eluna masih berusia belasan tahun.
Setelah pedangnya di selimuti cahaya kebiruan, Eluna dengan cepat melesat kearah kedua gadis cantik tersebut.
" Tebasan Mata Gagak " teriaknya sambil mengarahkan pedang miliknya kedepan.
Dan yang berikutnya terjadi adalah sebuah gelombang energi tercipta dari pedang milik Eluna yang kemudian melesat kearah kedua gadis cantik itu.
Seketika kedua gadis yang mencoba menghindar tersebut terpental jauh kebelakang sampai menabrak dinding pembatas.
Keduanya langsung memuntahkan cairan kental dari mulut mereka sebelum kemudian tak sadarkan diri.
Hening...
Selama beberapa saat tidak ada suara yang terdengar di indra pendengaran Eluna.
Eluna mengalihkan pandangannya kearah rekan-rekannya berada tak jauh darinya, mereka masih terdiam membisu menatap kearahnya.
Ketiga pria yang menjadi lawannya secara bersamaan menjatuhkan senjata milik mereka sendiri sebelum kemudian mengangkat kedua tangannya, yang menandakan jika mereka semua menyerah.
Sorak dan tepuk tangan langsung memenuhi seisi stadion.
Wasit pun mengumumkan jika kelompok Eluna yang menjadi pemenangnya.
Senyum bahagia tercetak jelas di wajah Eluna dan yang lainnya.
" Kau membuat kami terkejut Eluna "
" Mungkin jika bukan karena kau menunjukan sesuatu yang luar bisa kita akan kalah "
__ADS_1
Kelimanya saling berpelukan sebelum kemudian berjalan secara bersamaan menuju ruang tunggu.