
Aaron dan Angel kemudian berbicara mengenai apa yang terjadi selama ini dengan keduanya.
Setelah cukup lama berbincang dan saling bertukar pikiran satu sama lain akhirnya sesuatu di dalam diri mereka menjadi jauh lebih baik.
Tak lama kemudian Starla dan Eluna kembali menemui keduanya, namun entah kenapa suasana canggung tercipta.
" Apa kalian sudah berbicara satu sama lain " tanya Eluna yang langsung di anggukan oleh keduanya.
Kemudian Aaron, Starla dan Eluna kembali kedalam hotel karena mereka akan berlatih dan mempersiapkan diri.
Angel pun juga kembali ke hotel tampat dirinya menginap. Karena memang besok adalah hari dimana Turnamen Antar Academy akan di selenggarakan.
Keesokan harinya, rombongan Academy Perisai segera berbegas menuju stadion tempat berlangsungnya Turnamen Antar Academy.
Masih sekitar 1 jam lagi turnamen akan dimulai, tetapi sudah sebagian besar tempat duduk sudah terisi penuh oleh penonton, tidak sedikit dari mereka yang rela datang pagi-pagi buta untuk mendapatkan tiket agar bisa memasuki stadion dan menonton secara langsung.
Setelah menunggu beberapa saat, seluruh peserta turnamen diminta untuk berbaris rapih di tengah-tengah lapangan.
Salah satu panitian yang bertanggung jawab atas acara Turnamen Antar Academy terlihat sedang memberikan sedikit sambutan kepada para penonton dan beberapa tamu penting.
" Sebelum turnamen ini dibuka, izinkan saya menyampaikan beberapa peraturan untuk para peserta yang mengikuti Turnamen Antar Academy "
Kemudian pria sepuh itu menyampaikan jika seseorang dikatakan kalah apa bila melewati garis pembatas, peserta yang mengaku kalah dan peserta yang terluka parah, dia juga mengatakan jika semua peserta harus sportif dan tidak ada niatan untuk mencelakai peserta yang lainnya, jika hal itu terjadi pihak panitia akan mendiskualifikasi peserta tersebut.
" Tanpa menunggu lebih lama, mari kira mulai acarnya.."
Teriakan dan tepuk tangan terus mengema di seluruh sudut stadion, dan para peserta di persilakan untuk kembali keruang tunggu.
Karena jumlah peserta yang terlalu banyak, pihak penyelenggara memutuskan membaginya dalam 30 kelompok besar, yang masing-masing kelompok terdiri dari 100 lebih peserta.
__ADS_1
Tentu pemilihan itu di acak oleh para panitia untuk menghindari kecurangan yang bisa jadi dilakukan oleh peserta lainnya.
Aaron berada di kelompok 10 sedangkan Eluna di kelompok 21, dan Starla berada di kelompok 3, para peserta yang berada di kelompok 1 di persilahkan untuk kembali memasuki arena pertarungan.
Ada sekitar 100 peserta yang memasuki kelompok satu, namun pandangan Aaron teralihkan ke salah satu gadis cantik yang memakai pita berwarna biru yang menghiasi rambut panjangnya.
Sedangkan di tengah lapangan, 100 lebih peserta berbaris rapih menghadap satu sama lain, mereka diminta untuk bertarung dengan peserta yang berada di hadapannya.
Saat wasit memberikan aba-aba para peserta segera melesat kearah lawan mereka, pertarungan sengit pun tak dapat di hindari, tidak sedikit dari peserta yang terjatuh hanya dalam beberapa serangan, itu dikarenakan lawan mereka lebih kuat atau faktor keberuntungan.
Sementara tatapan para penonton memandang takjub kearah lapangan tersebut, dari ratusan peserta dalam waktu singkat berubah menjadi puluhan peserta.
Semakin lama jumlah peserta yang gugur semakin banyak.
Namun kini perhatian para penonton tertuju kepada seorang gadis cantik dengan pita berwarna biru yang berada di samping rambutnya , sejak wasit memberikan aba-aba dia terlihat tidak sedikitpun bergerak dari tempatnya.
Gadis bepita biru itu melakukan mantra tangan, dan seketika muncul tornado kecil yang berada di sampingnya, kemudian dia mengalirkan energi serta element ice miliknya secara bersamaan.
Secar perlahan tornado itu mulai membesar dan dari lubang tornado tersebut, muncul seekor ular besar berwarna putih yang memiliki level 80 , lawannya yang melihat itu menelan ludahnya dengan kasar.
" Bukankah terlalu berlebihan menggunakan teknik perubahan element di babak pertama ini "
" Bukan, itu bukan teknik perubahan element, melainkan teknik yang menyamai dengan perubahan element "
" Tapi bagaimana bisa..."
Bisik-bisik penonton memenuhi seisi stadion tersebut, saat menyadari jika teknik yang di gunakan oleh gadis bercadar biru itu bukan teknik yang sama dengan teknik perubahan element.
Tidak sedikit dari mereka yang berdecak kagum saat melihat teknik tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Aaron merasa jika teknik tersebut sangat tidak asing, ia berusaha mengingatnya, namun dirinya tak berhasil menemukan dari mana teknik itu berasal.
" Serang dia " kata gadis tersebut yang langsung di anggukan oleh ular putih tersebut.
Segera saja ular putih itu melesat kearah targetnya, dan menyerang dengan membabi buta.
Dia mengayunkan ekor miliknya kearahnya, namun dengan cepat lawannya itu dapat menghindarinya.
Merasa geram, lawannya itu melesat dan memberikan beberapa tebas kepada tubuh besar ular tersebut, yang membuat ular itu mengerang kesakitan.
Dan dengan cepat, ular itu kembali mengayunkan ekor miliknya dan segera melilit tubuh kecil tersebut.
Para peserta lain yang melihat hal itu menghindar sejauh mungkin dari pertarungan tersebut, mereka takut akan terkena imbasnya.
" Aku..aku menyerah " ucapnya sambil mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Gadis berpita biru itu segera memerintahkan untuk melepaskan lilitanya dan kemudian berjalan kearah lawannya yang terlurai lemas tak berdaya itu.
" Maafkan aku... aku terpaksa melakukan hal ini karena aku ingin memenangkan turnamen ini, agar bisa bersama seseorang yang sangat berarti dalam hidupku " ucapnya pelan.
Sebelum kemudian ia mengalirkan energi miliknya untuk menyetabilkan kondisi lawannya.
Setelah selesai gadis berpita biru itu segera berjalan keluar menuju ruang tunggu.
#**Note
Votenya dong...
20 besar 5 Chep..😅**
__ADS_1