
Jauh di ujung Benua Sundaland, tepatnya di sebuah pulau bernama Pulau Tengkorak, terdapat 8 pria sepuh yang sedang berkumpul.
"Saudara Wisnu, kenapa kau datang sendiri? Dimana Senior Kebenaran berada?" Tanya salah satu dari mereka.
"Senior Kebenaran tidak bisa hadir dalam pertemuan ini, dia mengatakan sedang ada urusan yang jauh lebih penting dari pada harus berkumpul dan membahas masalah yang tidak penting" jawab pria sepuh yang di ketahui bernama Wisnu tersebut.
"Seperti biasa, Senior Kebenaran selalu menyombongkan diri, dan menganggap dirinya lah yang paling kuat" kata seorang pria sepuh dengan janggut putih yang menghiasi wajahnya.
"Saudara Poison, bisa kau tarik kata-katamu, jika Senior Kebenaran mendengar perkataanmu, akan aku pastikan kau dan sektemu akan lenyap dari Benua Sundaland" ucap Wisnu dengan mengeluarkan aura miliknya yang seketika membuat pulau tersebut bergetar beberapa saat.
Namun hal tersebut tak membuat Sang Poison gentar, dia hanya terdiam tak menjawab perkataan yang di lontarkan oleh Wisnu.
"Sudahlah, kita berkumpul disini ingin membahas sesuatu untuk kemajuan Benua Sundaland, apa kalian ingin kejadian ribuan tahun lalu terulang kembali? Berapa banyak nyawa sodara-sodara kita yang gugur dalam inseden tersebut" kali ini seorang pria sepuh dengan pakai biksu membuka suara untuk menengahi pertengkaran kecil yang terjadi diantara mereka.
Selama beberapa saat suasana menjadi hening, sebelum kemudian salah satu diantara mereka mulai membuka pertemuan tersebut, "Seperti yang kita ketahui bersama, satu tahun lagi akan di adakan Turnamen Pendekar Tanpa Tanding...."
Pria sepuh itu mulai menjabarkan tentang Turnamen Pendekar Tanpa Tanding yang di adakan 100 tahun sekali, yang nantinya akan menggantikan mereka yang saat ini menyandang gelar sebagai 9 Pendekar Tanpa Tanding.
Hal tersebut sudah menjadi tradisi di Dunia Persilatan, karena bagaimana pun mereka yang menyandang gelar kehormatan itu akan ada masa dimana mereka akan pensiun dan di gantikan oleh generasi muda.
Tentu hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan, karena mencari yang benar-benar layak menjadi bagian dari 9 Pendekar Tanpa Tanding sangatlah sulit, belum lagi ada konflik internal yang terjadi selama acara berlangsung.
"Untuk meminimalisir kecurangan yang bisa saja terjadi, aku memiliki usul agar acara Turnamen Pendekar Tanpa Tanding di adakan hanya di satu tempat, yaitu di Sunda Empire..." jelasnya panjang lebar.
"Dan lagi, Organisasi Gerhana Matahari, Delima House, Penginapan Seribu Teratai dan Restoran Seribu Satu Rasa akan menjadi sponsor utama dalam turnamen ini" lanjutnya lagi.
Pria sepuh yang mendengar penjelasan tersebut hanya mengangguk tanda mengerti, kecuali salah seorang diantara mereka yang terlihat merubah raut wajahnya dari waktu ke waktu.
__ADS_1
"Kenapa hanya diadakan di satu tempat, kenapa kita tidak mengikuti metode lama?" Tanyanya.
"Saudara Iblis apa kau ingin melakukan kudeta lagi seperti 100 tahun yang lalu" sindir Wisnu sambil tersenyum sinis.
"Apa maksud dari perkataanmu Saudara Wisnu, bisa kau menarik ucapanmu"
Merasa tak terima dengan tuduhan tersebut pria sepuh itu langsung mengarahkan aura pembunuhan miliknya yang membuat pulau itu kembali bergetar.
"Bukankah semua itu adalah sebuah kebenaran, bagaimana bisa salah satu dari sekte terkuat Benua Sundaland melakukan tindakan securang itu untuk mendapatkan salah satu posisi dari 9 Pendekar Tanpa Tanding"
Karena terus-teruskan di pojokan pria sepuh itu langsung berdiri dari duduknya dan menarik pedang yang berada di balik punggungnya, "Jaga bicaramu Saudara Wisnu, apa kau pikir aku takut denganmu hanya karena kau adalah orang kepercayaan dari Senior Kebenaran"
BRAKKKKKK
Belum sempat Wisnu membalas makian pria sepuh itu, pria sepuh lainnya yang sejak awal memilih diam menggebrak meja yang ada di hadapan mereka hingga membuat meja tersebut hancur berantakan.
Melihat kemaraha pria sepuh yang kini menatap tajam kearah keduanya, membuat nyari mereka menciut, sebelum kemudian keduanya sama-sama meminta maaf agar suasana menjadi sedikit lebih baik.
Setelah beberapa saat akhirnya suasana menjadi lebih tenang, dan ke 8 pria sepuh itu melanjutkan kembali pertemuan yang membahas tentang berlangsungnya Turnamen Pendekar Tanpa Tanding.
Selesai berdiskusi panjang lebar akhirnya mereka semua sepakat untuk mengadakan turnamen di satu titik yaitu di Sunda Empire.
Sedangkan tidak jauh dari Pulau Tengkorak seorang wanita sepuh dengan gaun berwana hitam melayang di udara, walaupun jarak antara dirinya dan pertemuan 8 Pendekar Tanpa Tanding sangat jauh, namun ia dengan mudah bisa mendengar semuanya dengan sangat jelas.
"Hm, Turnamen Pendekar Tanpa Tanding? Menarik" gumamnya sambil tersenyum tipis sebelum kemudian ia segera bergegas menjauh dari tempat tersebut.
Dengan sekali tarikan nafas, wanita paru baya itu sudah menghilang bagai di telan bumi, seolah ia tidak pernah berada di sana sebelumnya.
__ADS_1
****
Sekar Wangi yang selesai memetik Bunga Edelweis 9 Warna berjalan kearah rumah kecil yang berada di atas bukit, namun perlahan langkah kakinya terhenti saat melihat pemandangan yang entah kenapa membuat hatinya terasa sakit.
Tanpa sadar bunga yang ia pegang terjatuh bebas ketanah, kedua matanya menatap kosong kearah Aaron yang kini sedang berpelukan dengan seorang gadis cantik, terlihat jelas jika keduanya sangat dekat.
Cairan bening perlahan turun membasa pipinya, "Kenapa...apa yang terjadi denganku" gumamnya.
"Kenapa rasanya sakit sekali saat melihat Aaron berpelukan dengan gadis lain?"
Belum sempat Sekar Wangi menyadari perasaannya tiba-tiba Aaron sudah berdiri di hadapannya, tanpa berkata apapun pemuda tampan itu menarik salah satu lengan milik Sekar Wangi dan membawanya masuk ke dalam rumah bersama dengan Delima.
Delima yang menyadari akan kehadiran gadis cantik bercadar itu tersenyum canggung, "Maaf, ini tidak seperti yang kau pikirkan?" Ucapnya pelan.
Kemudian Aaron mulai menjelaskan semuanya, tentang dirinya, dan hubungan yang ia miliki dengan Delima.
Jelas hal tersebut membuat Sekar Wangi terkejut, terlebih lagi saat mengetahui jika Delima adalah sosok yang sangat melegenda di Benua Sundaland.
"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Sang Legenda seperti Ratu Delima" kata Sekar Wangi sambil membungkuk hormat.
#**Note
1000 Vote \= 1 Chep
500 Like \= 1 Chep
Berlaku Kelipatan**.
__ADS_1