
Semua orang yang berada di sekitar Starla menghentikan pertarunganya saat mereka melihat pedang milik gadis cantik tersebut berhasil mendarat tepat di perut lawannya.
Bahkan para murid dan tetua yang ikut adil dalam peperangan itu menatap tak percya, kini gadis cantik yang mereka anggap lugu dan masih polos seketika berubah menjadi sosok iblis pencabut nyawa yang sangat mengerikan.
Dengan noda darah yang menghiasi gaun serta sebagian wajahnya membuat Starla sangat berbeda dari biasanya, belum lagi aura yang di pancarkannya terasa sangat mengerikan.
Entah sudah berapa ratus nyawa yang ia bunuh dalam hidupnya, hingga membuat aura pembunuhan yang ia miliki terasa sangat kental.
Tanpa memperdulikan reaksi yang di tunjukan oleh semua orang di sekitarnya, Starla kembali melanjutkan perjalanannya untuk mencari keberadaan Aldy dan Angel.
Selang beberapa saat kemudian, akhirnya ia menemukan keberadaan keduanya, terlihat Angel sedang berusaha melindungi Aldy yang sudah tak sadarkan diri.
Entah kenapa saat Starla melihat wajah sendu milik Aldy membuatnya merasa bersalah, "Maafkan aku" gumamnya pelan.
Setelah mengatakan itu, Starla melesat kearah Angel yang mulai kewalahan, tanpa babibu ia mulai mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga. Musuh yang semula mengerumuni keduanya dengan cepat berkurang derastis.
Angel yang menyadari kehadiran Starla kini mulai memfokuskan diri untuk menghentikan pendarahan yang di derita oleh Aldy. Akibat dari pertarungannya bersama Aldy dan beberapa musuh yang sebelumnya menyerang dirinya, tenaga dalam serta energi yang ia miliki sudah berkurang setengahnya.
"Bertahanlah...kumohon..." katanya dengan nada yang sedikit bergetar.
Starla yang menyadari kondisi Aldy yang semakin melemah mempercepat pertarungannya.
"Pedang Ice Penghancur Langit" teriaknya.
Seketika puluhan pedang es tercipta yang langsung mengitari tubuhnya, dan detik berikutnya puluhan dengan es tersebut meluncur dengan kecepatan tinggi kearah mereka, tanpa kesulitan pedang-pedang es itu menancap tepat di perutnya.
Setelah itu barulah Starla berjalan kearah Aldy dan Angel, dengan energi serta tenaga dalam murni yang ia miliki, Starla mampu menghentikan pendarahan hebat tersebut hanya dalam beberapa tarikan nafas.
"Kau sangat mengerikan" kata Angel saat melihat penampilan Starla yang sangat berantakan.
"Aku terlalu mengkhawatirkan kalian"
__ADS_1
"Terimakasih"
"Sebaiknya kita pergi dari sini, tempat ini sepertinya sudah terkepung oleh pasukan musuh"
Kemudian Starla membantu Angel untuk membawa tubuh Aldy yang masih tak sadarkan diri, meninggalkan kerumunan mayat yang semakin bertambah itu.
Sedangkan di tempat lain, Eluna dan beberapa tetua sedang berusaha meninggalkan Sekte Angsa Emas tanpa memperdulikan nasib anggotanya.
"Bagaimana dengan pemuda bersegel surgawi itu" tanya Patriach Kuncoro.
"Aku tidak mengetahuinya Ayah..."
"Hm, seharusnya kau membawa ketiga temanmu itu, bagaimanapun bakat mereka jauh diatas rata-rata! Ku pikir ketiganya akan berguna memperkuat Organisasi Tengkorak Hitam"
"Aku tidak terlalu memperdulikan mereka Ayah, bagaimanapun kita harus mendapatkan Aaron, pemuda bertubuh segel surgawi itu"
Semua cerita yang ia buat tentang dirinya mengenai semua hal adalah omong kosong belang, Eluna hanya menjalankan perintah dari Ayahnya untuk membawa Aaron ke Benua Sundaland.
Bahkan penyerangan yang terjadi kepada Benua Element pun tak luput dari ikut campur tangan mereka, Black Princess dan Crow Jiro adalah salah satu petinggi dari Organisasi Tengkorak Hitam.
"Lalu, bagaimana dengan gadis pemilik tubuh suci itu?" tanya salah satu tetua.
"Bukankah darahnya mampu meningkatkan praktik dengan sangat pesat"
"Untuk saat ini kekuatan yang dimiliki gadis suci itu masih belum stabil, jika kita membawanya bersama kita, itu akan sangat merepotkan kita" ujar Patriach Kuncoro.
Selang beberapa saat kemudian akhirnya mereka telah sampai di sebuah goa yang tak jauh dari sekte Angsa Emas. Goa tersebut berisi gerbang dimensi menuju suatu tempat yang ternama Tanah Kematian, tempat Organisasi Tengkorak Hitam mendirikan markasnya.
"Tunggu, sebaiknya aku tetap bersama mereka untuk mengetahui dimana lokasi Aaron berada, aku yakin hanya dalam beberapa hari saja kabar tentang penyerangan Sekte Angsa Emas akan tersebar ke seluruh Benua Sundaland" kata Eluna yang seketika menghentikan langkah mereka.
"Dewi Eluna, Kaisar Agung sudah menunggu kedatangan kita, apa kau lupa tentang pertunanganmu dengan putra Kaisar Pedang"
__ADS_1
Patriach Kuncoro menjelaskan jika putra dari Kaisar Pedang sudah lama menantikan kelanjutan pertungan tersebut.
"Ayah, tapi...bukankah saat ini yang lebih penting adalah Aaron?".
Mendengar penuturan dari putrinya tersebut Patriach Kuncoro hanya menghela nafas panjang, "Aku tau ada alasan lain yang membuatmu ingin tetap bersama mereka..."
Kemudian Patriach Kuncoro menyurun para tetua yang lainnya untuk lebih dulu memasuki gerbang dimensi, karena ia ingin berbicara empat mata dengan putri cantiknya.
Setelah mereka semua menghilang, dan hanya meninggalkan sepasang Ayah dan anak gadisnya, Patriach Kuncoro kembali menatap kearah Eluna.
"Apa kau mencintai pemuda yang bernama Aldy itu" kata Patriach Kuncoro yang seketika membuat Eluna membulatkan matanya.
"Aa....Ayah...bagaimana kau mengetahuinya"
"Dengar, aku ini adalah Ayahmu....Ayah kandungmu, dari caramu menatapnyapun Ayah sudah mengetahui jika kau memiliki perasaan khusua kepadanya"
Eluna terdiam, selama ini ia berusaha menyembunyikan rasa sukanya kepada Aldy dengan mengatakan jika dirinya menyukai Aaron.
Namun sepertinya cara itu tidak bekerja kepada Ayahnya, terbukti hanya dalam waktu sesingkat itu, Ayahnya mengetahui tentang perasaannya yang sebenarnya.
"Sebaiknya kau lupakan pemuda itu, mungkin saat ini dia sudah menemui ajalnya"
"Apa yang Ayah katakan"
"Saat perjalanan kesini Ayah melihat Kaisar Pedang dan putranya sedang memperhatikan Aldy dari atas langit"
#**NOTE
BAKALAN ADA UP CRAZY MALAM INI ADA BESOK...BANTU NOVEL INI DENGAN CARA MENEKAN TOMBOL LIKE DAN VOTENYA...
Selamat hari raya idul adha๐
__ADS_1
Minal aidin wal faidzin semua, mohon maaf lahir dan batin.
Maafin kalo autor pernah nyakitin hati kalian๐๐๐๐**