Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Menjadi Lebih Kuat


__ADS_3

Sekar Wangi menatap kagum kearah Delima, "Seperti rumor yang beredar jika Ratu Delima sangat cantik dan baik hati" katanya dengan mata yang berbinar.


"Jangan bercanda, apa kau tau seberapa mengerikannya dia saat sedang cemburu" sambung Banyu Geni sambil terkekeh geli.


"Eh..."


"Aku bahkan pernah di lempar dari atas bukit saat ada seorang gadis yang mengatakan perasaannya kepadaku"


Banyu Geni jadi teringat di mana masa-masa mudanya saat dirinya di perebutkan oleh Delima,Sekar Arum, Kak Frea dan Ariani.


Sedangkan Delima yang mendengar akan hal tersebut langsung menatap tajam kearah Banyu Geni yang membuatnya mengahingkan pandangannya.


"Delima, apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau mengetahui tempat ini?"


"Hm! Beberapa tahun yang lalu aku bertemu pecahaan jiwa Senior Green Dragon, dan dia mengatan semuanya dimana kau dan istrimu di makamkan..."


"Aku hanya ingin berkunjung dan meminta maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat" lanjutnya lagi sambil menundukan kepalanya.


Setelah mengetahui jika Arirang dan Delima sudah menikah, Banyu Geni memutuskan meninggalkan Benua Sundaland untuk selamanya, karena ia tidak ingin membuat pernikahan adik seperguruannya dan gadis yang sangat ia cintai berantakan akibat kehadirannya.


Walaupun ia harus menahan rasa sakit itu seorang diri, Banyu Geni bahkan sempat berlatih seharian penuh untung menghilangkan rasa sakitnya, namun hal itu justru membuat kondisi fisiknya memburuk.


"Senior Green Dragon, di mana kau bertemu dengannya?"


Delima memiringkan kepalanya seolah sedang mengingat sesuatu, "Hm! Kalau tidak salah di Dimensi Kristal"


"Aku harap Senior Green Dragon masih berada di sana"


Setelah berbincang cukup lama sambil melepas rindu akhirnya Banyu Geni mengembalikan raga Aaron, "Delima bisa kau bimbing reinkarnasiku untuk menjadi lebih kuat" pintanya kepada Delima.


"Tentu, akan ku bawa di ke sekte milikku"

__ADS_1


"Terimakasih"


Setelah mengatakan hal itu perlahan Aaron mendapatkan kembali kesadarannya, "Suatu kehormatan bagiku bisa bertemu tokoh terkenal Benua Sundaland" ucap Aaron sambil menunduk hormat.


"Bangunlah, jangan bersikap seperti itu kepadaku, panggil aku dengan sebutan nama saja"


Aaron hanya mengangukan kepalanya pelan tanda mengerti, sebelum kemudian Delima mengayunkan tangannya dan seketika muncul sebuah kalung berbentuk burung phoenix dan sebuah cincin yang memiliki ukiran naga di sekelilingnya.


"Ambilah, ini adalah barang-barang peninggalan Banyu Geni, aku di tugaskan untuk memberikannya kepada reinkarnasinya suatu saat nanti"


"Terimakasih"


Tanpa ketiganya sadari hari sudah menjang malam, kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat, dan keesokan harinya Delima membangunkan Aaron pagi-pagi buta sekali.


"Kenapa kau membangunkanku sepagi ini" ucapnya dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.


"Mulai hari ini kau berlatih dalam bimbinganku, Banyu Geni menginginkanmu menjadi jauh lebih kuat"


Dan sejak saat itu Aaron berlatih di bawah bimbingan Delima, satu persaru kitab kuno yang berada di cincin semesta milik Banyu Geni dia pelajari.


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, Aaron sudah menjadi orang yang jauh berbeda dari pertama kali ia mendatangi tempat tersebut.


Delima selalu dibuat terkejut dengan kemampuan Aaron yang begitu mengerikan, "Seperti yang di harapkan dari reinkarnasi Banyu Geni.." gumamnya pelan sambil tersenyum tulus.


Menurut Delima, kepribadian Aaron sangat mirip dengan Banyu Geni, bahkan dari cara berbicara dan menatapnya pun sama persis dengan pemuda yang dulu mengisi hatinya.


Semua jurus dan ilmu yang berada di kitab-kitab kuno tersebut dapat dengan muda Aaron kuasai, dan sesekali Sekar Wangi pun terlihat menemani Aaron berlatih tanding, ia sangat terkejut dengan perkembangan Aaron hanya dalam kurun waktu setengah tahun, saat ini tingkat praktik Aaron berada di Pendekar Raja tahan awal.


Walaupun tingkat praktik Aaron berada di Pendekar Raja tahap awal, namun Delima dan Sekar Wangi mengetahui kekuatan Aaron jauh diatas itu, bahkan ia mampu melawan Pendekar Langit dengan gerbang ke 1 dengan mudah.


Rambut Aaron yang semula pendek kini mulai memanjang, namun hal itu tak membuat ketampannanya mengurang sedikitpun, dengan otot-otot yang menghiasi tubuhnya membuat gadis mana pun akan jatuh hati kepadanya.

__ADS_1


Saat Aaron sedang berlatih pedang seorang diri, tiba-tiba Delima melesat dan menarik pedang miliknya.


Aaron yang kini memiliki insting yang tajam dapat dengan mudah menangkis setiap serangan yang mengarah kepadanya.


"Tarian Gadis Rembulan"


Ayunan pedang Delima semakin cepat dan gesit, hingga membuat Aaron terpaksa mundur secara perlahan, "Keluarkan semua kemampuan terbaikmu Aaron, saat ini aku hanya menggunakan 10% kemampuanku"


"Baikalah jika itu yang kau inginkan..."


"Jurus Pedang Seribu Malam"


Sekali lagi Aaron meningkatkan kekuatanya dan melesat kearah Delima, pedang yang di gunakan Aaron bergerak dengan sangat cepat, pedang miliknya seakan sedang menari, terlihat lembut tetapi sangat mematikan.


Delima terus menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh Aaron, saat Delima semakin terdesak, Aaron menggunakan jurus pedang dari salah satu kitab kuno.


"Pedang Penghancur Samudera "


Saat Aaron meneriaki jurus tersebut, pedang yang di ayunkanya semakin gesit dan membuat Delima semakin kewalahan.


Sekar Wangi yang melihat kejadian tersebut segera menarik pedang miliknya, dan kemudian melesat kearah Aaron.


Aaron yang tidak menyadari kehadiran Sekar Wangi terkena serangannya hingga membuatnya mundur beberapa langkah.


"Sekar apa yang kau...."


Kata-katanya terhenti di tenggorokannya, ia menatap tak percaya kearah gadis cantik tersebut, "Aaron, walaupun kau sedang dalam keadaan bertarung, kau juga harus tetap fokus kepada sekelilingmu, musuh akan selalu menyerang jika lawannya memberikan celah sedikitpun..."


#**Note


Bonus Chep**...

__ADS_1


__ADS_2