
Keesokan harinya ke 100 murid Academy Perisai berlatih dengan giat, karena memang Ayah dari Starla sudah mempersiapkan ruang bawah tanah untuk mereka berlatih.
Aaron, Starla, Justin, Eluna dan Smirt berada di ruangan yang sama.
" Ku dengar jika kalian adalah 5 murid terbaik di Academy Perisai " ucap wanita cantik yang di perkirakan berusia 30 tahun tersebut.
Dengan penampilannya yang seperti bodyguard, dan rambut di kuncir ekor kuda, membuatnya terlihat sangat berwibawa sekaligus cantik dalam waktu bersamaan.
" Kalian semua maju satu persatu untuk berduel dengan saya, kalian bebas menggunakan senjata apapun, kalian juga bebas meminta bantuan hewan pendamping kalian, saya akan memberi kalian waktu 15 menit untuk mengalahkanku... "
" Kalian paham " ucapnya dengan nada tegas dan langsung dianggukan oleh kelimanya.
" Siapa yang maju terlebih dahulu " katanya lagi, sontak semua orang langsung saling menunjuk satu sama lain.
Melihat hal itu wanita sepuh tersebut memijit keningnya, dia jadi teringat saat ia berada di posisi mereka.
" Kamu, maju..." ucapnya sambil menunjuk kearah Smirt.
Smirt kemudian maju beberapa langkah, sedangkan Aaron dan yang lainnya berinisiatif mengambil jarak dari keduanya.
" Apa kau siap ? "
" Siap Ms. Monica "
Ms. Monica dan Smirt mengambil jarak cukup jauh, saat aba-aba sudah dimulai, keduanya melesat secara bersamaan.
Dengan kedua pisau kecil milik Smirt, ia bergerak dengan sangat gesit, memberikan serangan demi serangan kepada Ms. Monica, namun dengan mudah Ms. Monica menahan serangan tersebut dengan sangat mudah.
" Gerakanmu sangat cepat, namun itu saja masih belum cukup " di sela-sela keduanya bertarung, Ms. Monica tak lupa memberi masukan-masukan kepada Smirt.
Smirt menggenggam pisau kecil miliknya lebih erat, sebelum kemudian ia kembali melesat dan memberika beberapa serangan secara vertikal.
Melihat kecepatan Smirt mulai bertambah, Ms. Monica meningkatkan kewaspadaanya.
Ia terus menghindari setiap serangan yang menuju kearahnya, saat salah satu pisau milik Smirt hampir mengenainya, Ms. Monica dengan cepat menahan pergelangan tangan Smirt dan memberikan pukulan keras yang seketika membut pisau yang berada di genggaman tangan Smirt terjatuh.
__ADS_1
Smirt menatap tak percaya kearah wanita sepuh di hadapannya itu, sebelum kemudian ia memutar tubuhnya dan memberikan serangan lainnya dengan menggunakan pisau yang satunya.
Pisau kecil tersebut sukses memberikan goresan kecil di wajah cantik Ms. Monica.
" Bagus Smirt...tunjukan semua kemampuanmu " katanya lagi, Ms. Monica terlihat semakin bergairah saat serangan Smirt berhasil melukainya.
" Putaran Badai " teriaknya yang seketika tubuh Smirt berputar dengan kecepatan penuh dan berhasi membentuk sebuah perisai angin.
Debu-debu yang berada di sekitar ruangan seketika berterbangan ke berbagai arah, sebelum kemudian menyatu dengan perisai angin miliknya.
Secara perlahan , tubuh Smirt mulai mendekat kearah Ms. Monica.
Ms. Monica yang melihat hal itu tersenyum lebar. Sebelum kemudian dirinya membuat senjata dari element air miliknya.
" Tebasan Bintang Penakluk "
Ms. Monica melesat kearah Smirt, memberikan tebasan pada perisai miliknya dan berusaha untuk menghancurkannya.
10 menit telah berlalu, perisai milik Smirt mulai terdapat retakan-retakan kecil setelah mendapat serangan bertubi-tubi dari Ms. Monica.
" Pusaka Penghancur Jiwa "
Saat Ms. Monica memberikan serangan terakhir, perisai milik Smirt hacur seketika yang membuat ledakan besar terjadi.
Tubuh Smirt terpental jauh kebelakang sampai membentur dinding beton, ia memuntahkan darah segar sebelum kemudian tak sadarkan diri.
" 12 menit..." ucapnya pelan sebelum kemudian ia berjalan kearah Smirt dan menggendong tubuhnya.
" Kalian tunggu disini, jangan kemana-mana " katanya dengan tegas.
Setelah Ms. Monica menghilang dari pandangan keempatnya, mereka segera bernafas dengan lega.
" Apa kau lihat tadi, kekuatannya benar-benar sangat mengerikan " ucap Justin yang langsung dianggukan oleh semuanya.
" Bahkan Ms. Monica mampu membuat perisai milik Smirt hancur hanya dalam waktu beberapa menit saja " lanjutnya lagi.
__ADS_1
Perisai yang di buat oleh Smirt adalah perisai terkuat di seluruh murid Academy Perisai, karena Smirt membuat perisai tersebut dengan menggunakan 2 element miliknya, yaitu angin dan tanah.
Bahkan Starla dan Aaron pun mengakui kehebatan Smirt dalam membuat perisai.
Tidak mudah untuk kedunya menghancurkan perisai milik Smirt ketika bertarung dengannya saat Pertarungan Academy Perisai beberapa bulan yang lalu.
Selang beberapa saat kemudian, Ms. Monica sudah kembali, namun kali ini di wajahnya terdapat perban kecil yang menutupi luka kecil akibat dari serangan Smirt.
" Baikah, siapa selanjutnya..." tanyanya lagi dengan melipat kedua tanganya.
Starla, Eluna dan Justin secsra bersamaam mundur kebelakang beberpa langkah, dan menyisaka Aaron yang kini terdiam saat ia menyadari jika ketiga temannya meninggalkan dirinya sendiri.
" Bersiap dalam hitungan ketiga " ucap Ms. Monica sambil memasang kuda-kuda.
Aaron yang mendengar hal itu terus mengumpat dalam hati, karena ia merasa telah di jebak oleh ketiga temannya.
Ia hanya menghela nafas panjang sebelum kemudian ikut memasang kuda-kuda.
Saat aba-aba sudah dimulai, Aaron terlebih dahulu melesat kearah Ms. Monica dan memberikan beberapa pukulan yang seketika membuat Ms. Monica mundur beberapa langkah.
" Kau...." Ms. Monica menatap tak percaya kearah Aaron, karena sebelumnya ia tidak melihat jika pemuda tampan itu bergerak dari tempatnya.
Namun sebuah senyuman menghiasi wajahnya, " Menarik..." ucapnya pelan.
Keduanya mulai menyerang satu sama lain, dengan pedang api miliknya Aaron, ia terus mengayunkannya kearah Ms. Monica sehingga membuatnya berada di posisi bertahan.
' Berapa level pemuda ini, aku merasa jika kekuatannya tidak berbeda jauh dengan diriku '
Terdapat raut keterkejutan di wajah Ms. Monica setelah bertukar serangan selama beberapa menit dengan pemuda tampan tersebut.
Ms. Monica meningkatkan kekuatannya sekali lagi dan berusaha memberikan serangan balik kepada Aaron.
Namun dengan mudah Aaron dapat menghindari setiap serangannya.
" Hebat..." ucanya.
__ADS_1
" Terimakasih atas pujiannya "
" Baiklah mari kita mulai serius " Ms. Monica membuat senjata dari element miliknya sebelum kemudian ia kembali melesat kearah Aaron.