Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
5 Keluarga Bangsawan


__ADS_3

Sunda Empire adalah salah satu dari 3 kerjaaan yang ada di Benua Sundaland, terletak di tengah-tengah kerajaan besar lainnya yaitu Bromo Empire dan Semeru Empire.


Di Sunda Empire terdapat 5 keluarga bangsawan yang memiliki kedudukan tertinggi, bahkan jika ke 5 keluarga bangsawa itu bersatu makan akan dengan mudah menggulungkan raja yang saat ini memimpin Sunda Empire.


Ke 5 keluarga bangsawan itu antara lain Bangsawan Arjuno, Bangsawan Sindoro, Bangsawan Argapura, Bangsawan Baluran dan yang terakhir Bangsawan Petir.


Masing-masing dari keluarga bangsawan tersebut memiliki keahlian di bidang tertentu, salah satu contohnya adalah keluarga bangsawan Arjuno yang terkenal akan ilmu beladirinya.


Seluruh keturunan dari Keluarga Arjuno memiliki kedudukan tinggi di militer Sunda Empire.


"Hanya aku yang berbeda" kata Tuan Muda Raden sambil tersenyum kecut.


Setelah selesai menyantap hidangan, Tuan Muda Raden mengundang Aaron,Sekar Wangi dan Angel untuk singgal ke kediamannya.


Sepanjang perjalanan bangsawan muda itu terus menceritakan tentang dirinya dan keluarganya, ia terlihat seolah ingin memiliki teman untuk berbagi.


Aaron yang pernah mengalami hal serupa sangat tersentuh dengan cerita Tuan Muda Raden.


"Jadi itu alasan keluargamu membuangmu di 1kota perbatasan ini" tanya Sekar Wangi yang langsung mendapat anggukan dari pemuda tampan tersebut.


Selang beberapa saat kemudian kereta kuda yang mereka tunggangi telah sampai di sebuah bangunan megah, terlihat ada puluhan prajurit yang menjaga di setiap sudutnya.


"Selamat datang di kediaman sederhanaku" sambut Tuan Muda Raden.


"Ah, terimakasih atas sambutannya, apa kau di sini tinggal seorang diri"


"Yah, aku tinggal seorang diri, namun terkadang Ibuku berkunjung untuk sekedar mengecek keadaanku"


Ketiganya mengangguk pelan, sebelum kemudian mereka memasuki kediaman Tuan Muda Raden.


Sesuai janji yang di katakan oleh Aaron, ia mengajarkan beberapa teknik pedang yang ia miliki.


Dan disinilah mereka sekarang, tepat berada di lapangan milik Tuan Muda Raden biasa berlatih dengan beberapa prajuritnya.

__ADS_1


"Caramu memasang kuda-kuda dan memegang gagang pedang masih salah" kata Aaron.


Kemudian Aaron mencotohkan kuda-kuda yang benar dan cara memegang gagang pedang.


Setelah mendapat petunjuk dan penjelasan dari Aaron, Tuan Muda Raden bisa merasakan manfaatnya.


"Sekarang coba kau menyerangku dengan sekuat tenanga" pinta Aaron.


"Um~baiklah, tapi...."


"Jangan terlalu serius" kata Tuan Muda Raden pelan.


Aaron hanya tersenyum menanggapi perkataan bangsawan muda itu, sebelum kemudian Tuan Muda Raden segera menyerang Aaron.


Aaron terus berada diposisi bertahan sambil sesekali memberikan pejelasan kepada Tuan Muda Raden, dan Aaron pun tidak lupa untuk memberitahukan bagaimana memberikan serangan balik saat dalam keadaan terpojok.


Angel hanya bisa terkagum kagum saat melihat kemampuan yang di tunjukan oleh Aaron.


Terlebih lagi saat Aaron dengan sabar membimbing dan menjelaskan setiap detailnya kepada Tuan Muda Raden.


Tak terasa malam semakin larun, kemampuan Tuan Muda Raden naik dengan pesat dibawah bimbingan Aaron.


"Terimakasih atas bimbingan saudara Aaron" ucap Tuan Muda Raden sambil menunduk hormat.


"Aku memiliki beberapa jurus yang mengharuskan pemakainya menggunakan pedang, jika Tuan Muda berkenan aku akan menunjukkannya" kata Aaron.


"Benarkah, kalau begitu tolong tunjukkan kepadaku" jawab Tuan Muda Raden, dia ingin mengetahui seberapa hebat permainan pedang pemuda di hadapannya ini.


"Nama jurus ini adalah Penghancur Ombak, perhatikan baik-baik " Aaron kemudian mengambil pedang miliknya , setelah memasang kuda-kudanya dia mulai memperagakannya.


Jurus Penghancur Ombak adalah salah satu jurus yang berada di kitab kuno peninggalan Banyu Geni, jurus tersebut mengandalkan kecepatan dan kelenturan pemakainya, jadi sebenarnya jurus itu lebih cocok di gunakan oleh seorang pemula atau yang belum terlalu ahli dalam menggunakan pedang.


Tuan Muda Raden begitu terpana dengan permainan pedang Aaron yang begitu indah, terlihat sangat lembut namun setiap gerakan yang di peragakan oleh Aaron memiliki pola yang sulit di tebak, bahkan dirinya tak menemukan celah sedikitpun dari jurus tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai memperagakannya Aaron memberikan pedang miliknya kepada Tuan Muda Raden.


"Gunakan pedang ini, jika kau menggunakan pedang milikmu sendiri itu akan menghancurkannya"


Salah satu kelemahan dari Jurus Penghancur Ombak adalah pedang yang harus di gunakan memiliki kualitas yang tinggi, jika jurus tersebut di gunakan dengan pedang kualitas rendah maka hal itu akan membuatnya tidak bekerja dengan maksimal.


Tuan Muda Raden mengangguk pelan sebelum kemudian ia mencoba gerakan yang baru saja di perlihatkan oleh Aaron.


Diluar perkiraan Aaron, Tuan Muda Raden mampu menguasai jurus Penghancur Ombak hanya dengan sekali coba dan itu sangat sempurna.


"Apa saya melakukan kesalahan? " tanyanya pelan, dia bisa melihat jika Aaron sedikit terkejut saat dirinya memperagakan jurus Penghancur Ombak.


Aaron menggelengkan kepalanya kuat-kuat, " Tidak, kau bahkan melakukannya dengan sangat baik".


"Terimakasih telah memperlihatkan jurus tersebut, saya sangat menyukainya" Tuan Muda Raden bisa merasakan jika jurus Penghancur Ombak yang di berikan Aaron adalah ilmu tingkat tinggi, yang bahkan dirinya belum pernah melihat jurus tersebut. Jurus terbaik dari Keluarganya saja tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan jurus Penghancur Ombak.


Kemudian Aaron kembali mengambil pedang miliknya dari tangan Tuan Muda Raden, "Berikutnya adalah jurus yang aku ciptakan sendiri, mungkin tidak akan sehebat jurus Penghancur Ombak, namun jurus ini sangat cocok untuk melawan musuh yang jumlahnya lebih banyak, aku namakan  jurus Pemecah Samudra, perhatikan baik-baik " 


Kembali Aaron memasang kuda-kuda kemudian dirinya mulai memperagakannya, pedang yang di gunakan oleh Aaron bergerak meliuk-liuk seperti sedang membentuk sebuah pola ,dan yang berikutnya terjadi adalah sebuah gelombang energi pedang yang sangat besar tercipta dari pedang tersebut, Aaron mengarahkannya kearah gundukan tanah yang berada di depannya dan seketika gundukan tanah tersebut meledekat.


Tuan Muda Raden yang melihat hal tersebut membulatkan matanya tak percaya bahkan mulutnya terbuka lebar saat melihat jurus yang baru saja Aaron perlihatkan, 'Jika yang seperti ini saja bukan apa-apa lantas seperti apa yang menurutnya lebih baik' tanya Tuan Muda Raden dalam hati.


"Sekarang giliranmu" kata Aaron sambil kembali memberikan pedang miliknya.


Tuan Muda Raden mengambil pedang tersebut dari tangan Aaron kemudian dia mulai memperagakannya, namun saat pertama kali mencobanya ia gagal, karena dirinya melupakan beberapa bagian yang sangat penting dari jurus Pemecah Samudra.


Dengan sabar Aaron mengajari Tuan Muda Raden, satu demi satu Aaron menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh bangsawan muda itu.


Dan setelah mencoba beberapa kali gagal, akhirnya Tuan Muda Raden mampu menguasai jurus Pemecah Samudra dengan sempurna.


Tanpa terasa hari sudah menjelang pagi, bulan yang semula bersinar terang kini di gantikan oleh sang mentari yang baru terbit dari timur.


Sekar Wangi dan Angel yang sejak tadi memperhatikan keduanya berlatih kini sudah tertidur pulas dengan saling menyandar satu sama lain.

__ADS_1


Melihat hal itu Tuan Muda Raden menggarukan kepalanya yang tidak gatal.


"Sekali lagi saya mengucapkan banyak terimakasih karena saudara Aaron sudah mau mengajari pria lemah ini"


__ADS_2