Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Fenomena Tubuh Suci 2


__ADS_3

Jauh dari tempat Aaron dan yang lainnya berada, tepatnya di daerah kekuasaan Semeru Empire, seorang pria sepuh dengan janggut panjang berwarna putih sedang menatap kearah langit yang terus menunjukan fenomena aneh.


Sebenarnya ia pernah melihat fenomena serupa, tepatnya 100 tahun yang lalu, menurut perkiraannya fenomena aneh itu terjadi 100 tahun sakali.


"Sesuatu yang besar akan terjadi pada Benua ini" gumamnya pelan.


Tak lama kemudian seorang pemuda tampan dengan jubah berwarna putih berjalan kearah pria sepuh tersebut.


"Hormat saya Patriach, ada apa Patriach memanggil Sura"


"Jakasura, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepadamu" katanya sambil melangkah tepat di hadapan pemuda bernama Jakasura itu.


"Kau adalah satu-satunya harapan Sekte Pedang Suci, aku harap kau bisa membawa sekte ini mencapai kejayaan seperti mendiang kakek buyutmu..."


Jakasura adalah murid suci Sekte Pedang Suci generasi saat ini, ia adalah keturunan langsung dari sang Raja Seribu Pedang terdahulu, yaitu Jaka Ambang.


Tidak heran jika keturunannya memiliki kekuatan yang amat besar di usianya yang baru menginjak 18 tahun.


"Aku harap kau bisa mengikuti jejek kakek buyutmu Sura" ucapnya.


"Sura akan berusaha semaksimal mungkin Patriach"


Pria sepuh itu pun tersenyum tulus sebelum kemudian ia melakukan mantra tangan, dan seketika sebuah kitab muncul di tangannya.


"Ambilah, ini adalah Kitab Seribu Pedang, dengan ini kau bisa menjadi yang terkuat dari yang terkuat"


Kitab Seribu Pedang adalah kitab yang di dimiliki oleh Sekte Pedang Suci secara turun temurun, dan berkat kitab itu jugalah Sekte Pedang Suci masuk dalam jajaran 13 sekte terkuat Benua Sundaland.


"Patriach ini-" Jakasura jelas terkejut dengan hal itu, karena ia mengetahui hanya orang-orang terpilih yang bisa mempelajari Kitab Seribu Pedang.


Bahkan pria sepuh di hadapannya itu tidak mempelajari Kitab Seribu Pedang.


"Ini amanah dari Kakek buyutmu, dia berpesan agar memberikan kitab ini kepada keturunanya yang memiliki tanda lahir matahari" ucapnya sambil menyentuh lengan Jakasura yang memiliki tanda lahir berupa simbol matahari.


"Patriach, Sura tidak akan mengecewakan semuanya...Sura berjanji"


Tanpa menunggu lebih lama, pemuda tampan itu segera meninggalkan pria sepuh tersebut, ia benar-benar tidak sabar ingin berlatih dengan Kitab Seribu Pedang. Jakasura bertekat ingin memenangkan Turnamen Pendekar Tanpa tanding yang akan di adakan 1 tahun dari sekarang.


****


Sedangkan tidak jauh dari tempat Sekte Pedang Suci, terdapat gunung yang menjulang tinggi ke langit, diatasnya terdapat sebuah bangunan besar yang menyerupai istana kerajaan.

__ADS_1


Sedikit orang yang mengetahui tempat tersebut, karena letaknya yang susah di jangkau oleh manusia biasa.


"Sudah hampir 1 tahun Sekar Wangi berkelana mencari keberadaan Bunga Edelweis Sembilan Warna, apa ada dari kalian yang mengetahui keberadaannya saat ini" tanya seorang wanita sepuh dengan gaun berwarna putih.


"Matriach Raras, salah satu mata-mata yang kita kirim mengabarkan jika Sekar Wangi saat ini sedang bersama seorang pemuda tampan"


"Apa seorang pemuda? Siapa pemuda itu?"


"Maaf Matriach, mata-mata kami tidak mengetahui siapa pemuda itu"


Matriach Raras terdiam, terlihat ia sedang memikirkan sesuatu, "Bawa pasukan secukupnya dan jemput Sekar Wangi sekarang juga" titahnya.


Namun selang beberapa saat kemudian seorang gadis muda berparas cantik terlihat sedang berlari menuju ruang aula, Sesampainya disana, ia segera memberi hormat kepada semua orang.


"Hormat Matriach dan para senior sekalian, saya ingin menyampaikan jika diluar sedang terjadi fenomena aneh"


"Fenomena aneh? Fenomena seperti apa?"


Gadis itu menjelaskan jika fenomena yang sedang terjadi adalah fenomena bulan yang tiba-tiba berubah warna menjadi biru terang, sebelum kemudian kembali lagi menjadi putih, dan tak lama setelah itu hujan salju turun dengan derasnya.


Semua orang yang berada di ruangan tersebut segera berdiri dari tempat duduknya, "Fenomena Suci" kata mereka secara bersamaan.


Tanpa menunggu lebih lama mereka semua segera bergegas keluar untuk melihat fenomen tersebut.


"Siapa pemilik tubuh suci ini?" gumam Matriach Rarah pelan.


Semua orang yang melihat fenomena aneh yang sedang terjadi hanya bisa menghela nafas panjang, karena mereka mengetahui jika akan ada bencana besar yang segera melanda Benua Sundaland.


Tak terkecuali para Pendekar Tanpa Tanding yang sedang menatap kearah butirah salju tersebut.


Tapi berbeda dengan seorang pria sepuh yang memakai jubah berwarna hitam kemerahan, ia menatap fenomena itu sambil tersenyum tipis.


"Tubuh Suci" gumamnya pelan.


"Aku akan mendapatkanmu..."


Terlihat jika pria sepuh itu sangat mengetahui betul tentang fenomena tubuh suci dan manfaatnya, tanpa berpikir lebih lama dirinya segera terbang dengan kecepatan tinggi menuju tempat fenomena itu berasal.


Tak butuh waktu lama bagi pria sepuh tersebut untuk mencari keberadaan dari sang pemilik tubuh suci, karena jakarnya yang tidak terlalu jauh membuatnya mudah untuk di temuka.


Disana ia melihat seorang gadis cantik yang berusia 17 tahun sedang meraung tak jelas, dari raut wajahnya terlihat dirinya sedang menahan rasa sakit akibat dari perubahan tubuhnya.

__ADS_1


"Aku menemukanku"


Saat pria sepuh itu ingin mendekati pemilik tubuh suci tersebut, tiba-tiba sebuah pukulan mendarat tepat mengenai perutnya, hingga membuat dirinya terpental jauh kebelakang.


"Kakek tua, apa kau juga menginginkanku" ucapnya dengan tersenyum dingin.


Jelas hal tersebut membuat pria sepuh itu sangat terkejut, karena beberapa saat yang lalu dirinya melihat jika gadis pemilik tubuh suci tersebut sedang menahan rasa sakit.


"Kau..."


"Apa kau berfikir, kau orang pertama yang mendatangiku"


Kemudian gadis cantik yang tidak lain adalah Starla itu menatap kebeberapa arah yang terdapat beberapa jasad dengan tubuh yang tidak utuh lagi.


"Sial...."


Pria sepuh itu mengumpat dalam hati, karena sebelumnya ia tidak menyadari jika di sekeliling gadis tersebut terdapat beberapa jasad, terlebih lagi ia mengenali salah satu dari mereka.


"Saudara Hesa? Tidak mungkin..."


Perlahan ia mundur beberapa langkah, tidak pernah sekalipun terlintas dalam kepalanya jika salah satu tetua dari sektenya mati dengan tubuh yang terbelah menjadi dua bagian.


Kekuatan yang di miliki Hesa tidak jauh berada di bawahnya.


"Kau...kau harus membayar semua ini"


"Kau boleh mencobanya" kata Starla dengan dingin.


Starla tiba-tiba menghilang, sebelum kemudian kembali muncul tepat di samping pria sepuh tersebut dan memberikan beberapa pukulan, namun serangan itu mampu di tangkis dengan mudah olehnya.


"Hm! Trik anak kecil"


Kemudian pria sepuh itu menarik pedangnya dan mulai menyerang Strala.


Starla yang sudah memiliki kekuatan beberapa kali lipat dari sebelumny mampu menahan dan menangkis serangan tersebut dengan mudah.


"Apa kau tau, setiap orang yang bertarung denganku sudah di pastikan akan kehilangan nyawanya" katanya dengan penuh percaya diri.


"Benarkah, jika begitu aku akan menjadi orang pertama yang akan mengambil nyawamu.."


#**Note

__ADS_1


Likenya yang merata yahh...🙄**


__ADS_2