Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Turnamen Antar Academy 2


__ADS_3

Pertandingan pun terus berlanjut, dari ribuan peserta kini hanya tersisa 500 perserta yang berhasil bertahan di babak pertama ini, bagi sebagian orang babak pertama ini sangat mudah untuk di lewati, termasuk Aaron dan Aldy, keduanya masih terlihat santai menghadapai setiap peserta yang menjadi lawan keduanya.


Aldy menghela nafas panjang sebelum kemudian menatap kearah Aaron, " Sungguh membosankan " ucapnya pelan.


Aaron melirik sekilas kearah Aldy, menurutnya Aldy terlalu meremehkan peserta yang menjadi lawan-lawannya, tanpa dia sadari masih banyak lawan yang sangat merepotkan kedepannya.


Strala,Eluna,Justin mereka adalah sebagian kecil yang akan menjadi lawan yang sangat merepotkan, dan masih banyak lagi peserta yang belum menunjukan semua kemampuannya.


" Kau akan segera mendapatkan lawan yang sangat merepotkan kedepannya " ucap Aaron pelan.


Aldy yang mendengar hal itu menelan ludahnya dengan kasar, satu hal yang dia khawatirkan, cepat atau lambat dirinya akan berhadapan dengan Aaron dan ke 9 murid terbaik dari Academy Perisai.


Karena hari masih panjang, kembali mereka di buat menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 100 peserta, namun berbeda dengan sebelumnya kini peserta di anjurkan untuk bertarung dalam kelompok, 1 kelompong terdiri dari 5 peserta, dan mereka akan bertarung dengan kelompok lainnya.


Juri mengatakan jika mereka ingin melihat, seberapa baik mereka bertarung dalam sebuah kelompok dan menurunkan ego satu sama lain, agar bisa menjadi pemenangnya. Mereka juga di suruh memilih salah satu peserta yang di tunjuk sebagai ketua kelompok.


Aaron dan Strala masuk kedalam kelompok yang sama, serta dengan 3 orang lainnya, yaitu 2 orang gadis dan 1 orang pemuda.


" Sungguh suatu kehormatan bagiku bisa satu kelompok dengan senior Starla " ucap salah satu gadis sambil menundukan kepalanya.


" Apa kau mengenalku " tanya Starla heran.


Gadis itu menganggukan kepalanya, dia mengatakan jika keluarganya sudah lebih dari puluhan tahun bernaung kepada Zeus Grup. " Aku sangat mengenal seluruh silsila keluarga dari pendiri Zeus Grup." ucapnya sambil tersenyum lebar.


Kedua orang lainnya yang mendengar hal itu segera merubah sikapnya menjadi lebih sopan kepada Starla.


" Bagaimana jika senior Starla saja yang menjadi ketuanya " usul mereka bertiga yang langsung mendapat gelengan keras dari gadis cantik tersebut.


" Jangan aku, bagaimana jika Aaron saja, dia memiliki kekuatan yang jauh berada diatas ku " kata Starla sambil menunjuk kearah Aaron.


Ketiganya langsung melirik kearah Aaron dengan tatapan merendahkan, bagaimana bisa seseorang seperti Aaron memiliki kekuatan diatas murid terbaik dari Academy Perisai, mungkin itu yang ada di dalam pikiran mereka.


Namun Starla menyakinkan mereka semua agar mempercayai perkataanya.


Jadilah mereka setuju dengan perkataan Starla.

__ADS_1


Satu demi satu kelompok menunjukan kebolehannya, setelah menunggu cukup lama akhirnya giliran kelompok Aaron pun tiba.


Kelompok Aaron dan lawannya segera memasuki arena pertandingan, sorak dan tepuk tangan memenuhi seisi stadion.


" Celaka, 3 diantara mereka berada di level 100 " ucap salah satu gadis yang berada disamping Aaron.


" Sungguh memalukan jika kita harus gugur di babak ini " sahut yang lain.


Sedangkan Aaron dan Starla hanya diam memperhatikan kelimanya, " Starla apa kau bisa mengalahkan pemuda yang memakai palu besar itu " tanya Aaron sambil berbisik.


" Itu mudah..." jawab Strala.


" Pemuda yang memakai dua pedang itu biar aku yang menjadi lawannya " kata Aaron, kemudian dia juga tak lupa untuk memberitahukan ke yang lainnya agar mencari lawan yang dapat mereka kalahkan.


Semuanya mengangguk sepakat, " Satu lagi, jika ada diantara kita yang terdesak, sebisa mungkin salah satu diantara kita membantunya " lanjut Aaron.


Saat wasit memberikan aba-aba, mereka secara bersamaan melesat dan menyerang satu sama lain.


Aaron dan lawannya memilih bertarung diatas udara, keduanya melesat secara bersamaan sambil mengarahkan senjata masing-masing.


Saat keduanya sudah bertukar serangan beberapa jurus, Aaron mundur kebelakang untuk mengambil jarak, dia menyipitkan matanya sekilas.


" Dia terlihat tidak biasa menggunakan dua pedang itu dengan baik.. " gumamnya pelan.


" Apa mungkin ini sebuah jebakan..." Aaron memperhatikan pemuda itu dengan penglihatan khususnya dan benar saja beberapa saat kemudian Aaron tersenyum kecil saat menemukan sesuatu di balik jubah milik pemuda itu.


Aaron kembali melesat kearah pemuda tersebut dan menyerangnya dengan membabi buta, terlihat jelas jika pemuda itu sulit menangkis setiap serangan yang Aaron berikan karena pola serangannya yang tak bisa dia tebak.


Dan saat jarak keduanya semakin dekat, Aaron dengan cepat memberikan beberapa pukulan kearah pemuda itu yang membuatnya mundur kebelakang beberapa meter.


Pemuda tersebut memegang daerah yang terkena pukulan Aaron dan menatapnya tak percaya.


' Bagaimana bisa dia mengetahui senjata rahasiaku ' ucapnya dalam hati.


Segera saja dia mengalirkan energi miliknya keseluruh tubuhnya.

__ADS_1


' Dia bukan orang sembarangan, aku harus lebih berhati-hati lagi '


Aaron sengaja memberikan pukulan kearah bahu pemuda itu karena di dalamnya terdapat sebuah jarum - jarum kecil yang mengandung racun yang sangat mematikan.


Pemuda itu berniat menggunakan senjata tersebut saat Aaron sedang lengah, namun rencananya itu telah gagal karena Aaron lebih dulu mengetahuinya.


Pemuda itu membuang kedua pedang miliknya, dan mengambil senjata miliknya yang berupa cambuk berwarna hitam keunguan.


Dia mentap Aaron dengan tajam sebelum kemudian dirinya melesat kearah Aaron dengan memutar-mutarkan cambuk miliknya dan mengarahkannya kepada Aaron.


Namun Aaron dengan mudah menghindarinya dan memberikan serangan balik.


" Apa kau pikir hanya dirimu yang bisa menggunakan racun " kata Aaron, dia mengambil sesuatu dari dalam jubahnya dan melemparkannya kearah pemuda tersebut.


Pemuda tersebut mengerutkan dahinya saat menyadari Aaron melempar sesuatu kearahnya, namun terlambat baginya untuk menghindarinya karena beberapa saat kemudian tubuhnya tiba-tiba terasa lemah.


" Kau! Kau menggunakan racun...."


Pemuda itu terkejut saat mengetahui jika sesutau yang Aaron lempar adalah sebuah racun yang berbentuk serbuk dan tak memilik bau yang membuatnya tak dapat mendeteksinya.


Perlahan tubuhnya mulai lemas, namun dengan cepat ia mengalirkan seluruh energi miliknya untuk menyetabilkan kondisinya.


Dalam waktu singkat kondisinya mulai pulih kembali, namun akibat dari racun tersebut dirinya tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya.


" Kau harus membayarnya " teriaknya murka.


#**Note


Sudahkah Kalian memberikan Rating Bintang 5 Ke Novel Ini..


Dari sini kita bisa tahu kelanjutan perjalanan Banyu Geni mencari ke 7 Hewan Suci..


Karena kisah itu akan terulang kembali oleh Aaron, dia harus mencari harta peninggalan Banyu Geni, Kitab 7 Element dan 9 Pusaka Immortal Langit...


Gak sabarkan?? Kuy Di Vote**

__ADS_1


__ADS_2