
Sebelum saya memulai cerita ini saya ingin sedikit bercerita biar gak ada kesalahpahaman di novel ini. Seperti yang author jelaskan di deskripsi dan mungkin teman teman ada yang sudah baca cerita dengan judul yang sama yakni REINKARNASI PUTRI BAR BAR karya: Rf°Ulin Mustawa25~. Dan ya itu emang akun author yang lama dan akun itu sudah tidak bisa di buka lagi karena ada sedikit masalah dengan akun tersebut.
Dan insya allah niatnya author ingin bikin lagi atau lebih tepatnya membuat ulang cerita Alya atau Putri Xiao Lin Mei di akun yang baru ini. Mudah mudahan bisa sampai tamat.
Terimakasih buat teman teman semua yang masih setia menanti, maaf kalau up nya gak teratur.
Baiklah mungkin cukup sampai di sini pemberitahuannya semoga semua sehat selalu. Selamat membaca.
****
Alya adalah seorang yang terkenal dengan parasnya yang cantik dengan kulit kuning langsat, memiliki bulu mata yang lentik serta memiliki mata yang tajam bak elang yang mampu membuat orang di sekitarnya bergidik ngeri.
Tapi hal itu tidak mengurangi pesona kecantikannya dan justru membuat dia menjadi incaran mahasiswa di kampusnya untuk menjadikan nya pacar.
Akan tetapi Alya tidak tertarik sedikit pun kepada mereka semua. Ia lebih tertarik untuk hidup sendiri daripada menjalin hubungan dengan orang lain.
****
Seperti biasa, setiap Alya berjalan pasti ada saja kelakuan para fans nya yang membuat dirinya harus berlarian untuk menghindari kejaran mereka.
"Huft... Sial sekali hari ini."
"Kenapa mereka suka sekali menggangguku. Tidak capek apa? Setiap hari gangguin terus."
"Lebih baik aku cepat cepat pergi dari tempat ini sebelum mereka menemukan ku." Ujar Alya merenggut kesal.
Ia pun lantas berlari menuju parkiran tempat di mana mobil kesayangan nya berada. Dengan mengedap ngendap seperti pencuri. Tanpa menunggu lama Alya pun masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya.
"Huft akhirnya bisa lepas dari mereka. Aku harap mereka berhenti mengejar-ngejar ku capek banget kalau harus lari-larian begini terus."
Alya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali bernyanyi mengikuti irama musik yang dia setel untuk mengurangi rasa penatnya setelah seharian ini disibukkan dengan urusan kampusnya.
Ketika sampai di sebuah tikungan dari arah yang berlawanan ada sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi Aliya yang kaget melihat truk di depannya pun langsung banting setir ke arah kanan.
Tapi nahas ada sebuah pohon yang berada tepat di depan mobilnya dan Aliya tidak sempat menghindarinya.
"Aaaaaaaa!!!!"
BRAKK
"Tuhan jika memang ini sudah takdirku aku ikhlas tolong jaga mama sama papa jika aku tiada. Ma... pa... maafin Alya kalau membuat kalian kecewa, Alya sayang kalian." ucap nya.
Kondisi Alya terlihat cukup parah dengan darah yang mengucur di kepalanya dan tubuhnya terjepit kemudi mobil. Susah payah Alya menjaga kesadarannya akhirnya menyerah, kepalanya terasa sakit begitu juga dengan nafasnya yang sudah tidak beraturan hingga pandangannya menjadi gelap.
******
Di lain tempat ada seorang perempuan yang terbaring tak berdaya di atas ranjangnya dia adalah Putri Xiao Lin Mei, yang merupakan putri dari kerajaan yang di segani oleh masyarakat setelah kerajaan kegelapan.
__ADS_1
Kerajaan tersebut bernama kerajaan awan, sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja yang terkenal bijaksana dan tidak pandang bulu dalam menangani masalah di kerajaannya ia adalah Raja Xiao Ren.
Di sampingnya ada pelayan pribadinya yang sedang menangis tersedu sedu. Pelayan tersebut merasa sedih karena Putri Xiao Lin Mei tidak sadarkan diri dan ia merasa gagal dalam menjalankan tugasnya. Dengan terisak-isak pelayan tersebut berkata;
"Puteri, ku mohon bangunlah puteri." Ucap pelayan tersebut.
Alya pun membuka matanya dan dibuat kaget dengan kondisi di sekitarnya yang berbeda dengan sebelumnya, dia mengira sedang di culik oleh orang jahat spontan berteriak yang membuat pelayan disampingnya terkejut.
" Aaaaa mama tolong aku di culik." teriaknya.
" Putri apakah putri baik baik saja. Apa perlu hamba panggil kan tabib." Tanya Zhang Yue beruntun.
Sedangkan yang di tanyai sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tidak mendengarkan pertanyaan pelayan tersebut.
" Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa sampai di sini, bukannya aku sudah meninggal gara gara kecelakaan tadi? Dan apa ini kenapa dekorasi nya kuno sekali apa aku sedang syuting." Ucap Aliya dalam hati.
Alya masih bingung dengan keadaan sekitarnya yang sangat berbanding terbalik dengan kehidupannya di masa depan, dekorasi yang terkesan kuno namun menurutnya sangat elegan.
Ruangan yang di dominasi dengan warna emas dan di hiasi dengan ukiran bernuansa China kuno. Dia berjalan menuju jendela dan langsung di suguhkan dengan sebuah taman yang di penuhi dengan bunga-bunga yang sangat indah dan di tengah tengah taman terdapat kolam ikan.
Alya terlalu asyik dengan dunianya sendiri tanpa menyadari bahwa pelayan sedang menatapnya dengan penuh kekhawatiran.
"Putri apakah anda baik baik saja kenapa anda melamun. Apakah ada yang sakit biar hamba panggil kan tabib istana." Ujar Zhang Yue panik.
Pertanyaan beruntun dari pelayan di depan nya tersebut membuat Alya tersentak kaget.
"Ampun putri hamba sudah begitu lancang kepada putri hamba pantas di hukum," ujar pelayan itu bersujud di kaki Putri Xiao Lin Mei.
"Berhenti, apa yang kamu lakukan?"
"Hamba telah melakukan kesalahan dan pantas untuk dihukum."
"Bangunlah aku tidak berhak untuk di perlakukan seperti itu," Putri Xiao Lin Mei membantu pelayan itu berdiri.
"Tapi...."
"Tapi apa untuk penghormatan, memuliakan? Aku tidak butuh itu semua manusia itu sama tidak ada perbedaan hanya orang yang g*la hormat saja yang mempunyai pikiran bahwa dirinya berhak dan harus dihormati." tegas Putri Xiao Lin Mei.
Pelayan tersebut merasa aneh sekaligus takjub dengan perubahan sikap Putri Xiao Lin Mei.
" Oh ya ngomong ngomong siapa kau kenapa memanggilku putri bukanya seharusnya saya sudah meninggal karena kecelakaan tadi?" tanya Aliya beruntun.
"Apakah putri benar-benar tidak mengingat hamba." Tanya Zhang Yue dan hanya di jawab dengan gelengan kepala oleh Alya.
Dan hanya di jawab dengan anggukan oleh Aliya. Melihat respon junjungan nya itu membuat pelayan itu bersedih dan menyesal andai saja dia tidak meninggal kan Putri Xiao Lin Mei pergi ke kediaman Selir Mei Ran pasti kejadian ini tidak terjadi.
Putri Xiao Lin Mei pasti tidak akan menanggung siksaan dari Selir Mei Ran sendirian. Karena jika dia berada di samping Putri Xiao Lin Mei dia juga akan ikut di siksa oleh selir itu untuk meringankan siksaannya.
__ADS_1
Entah apa yang membuat Selir Mei Ran sangat membenci junjungan nya tersebut sehingga tega berbuat jahat kepadanya. Padahal selama ini Putri Xiao Lin Mei selalu menuruti perintah dari Selir Mei Ran.
Selir Mei Ran seakan akan mempunyai dendam kepada Putri Xiao Lin Mei dengan membuatnya tidak bisa hidup dengan tenang, memikirkan hal tersebut membuat Zhang Yue merasa kasihan dengan Putri Xiao Lin Mei yang harusnya mendapatkan kasih sayang dari ibunda nya harus mendapatkan siksaan.
" Hamba adalah Zhang Yue pelayan yang di percayakan Pangeran Xiao Jinshi untuk menjaga tuan putri."
" Siapa itu Pangeran Xiao Jinshi?" tanya Aliya kebingungan.
" Apakah tuan putri benar benar tidak mengingat semuanya." tanya Zhang Yue memastikan.
Berharap bahwa Putri Xiao Lin Mei tidak melupakannya justru respon Putri Xiao Lin Mei itu membuat pelayan itu menunduk kecewa.
" Tolong ampuni hamba Putri andai saja waktu itu tidak menuruti perintah putri untuk meninggalkan putri di kediaman yang mulia Selir Mei Ran pasti hamba akan membantu mengurangi penderitaan anda atas siksaan nya," ujar pelayan itu sambil bersimpuh di hadapan Putri Xiao Lin Mei.
" Hei apa yang kamu lakukan! Bangunlah, sudah ku katakan jangan bersimpuh seperti itu." ucap Alya.
Dirinya paling tidak bisa melihat orang lain bersujud menurutnya itu sangat berlebihan dan dia tidak pantas untuk mendapatkan perlakuan seperti itu.
" Ini memang sudah sepantasnya saya lakukan putri karena hamba hanyalah seorang bawahan yang harus menghormati majikannya." Sahut pelayan itu tegas.
Melihat pelayan itu berada di posisi bersimpuh membuatnya tidak tega.
" Berdirilah kamu tidak perlu seperti ini." Ucap Alya.
Alya yang awalnya berniat untuk membantunya berdiri ia urungkan karena tiba tiba saja kepalanya mendadak pusing.
" Aaaa... sakit sekali kepalaku," teriaknya sambil memegangi kepalanya.
Karena tidak kuat dengan rasa sakit yang ia rasakan akhirnya Alya pun tidak sadarkan diri. Zhang Yue menjadi panik melihat Putri Xiao Lin Mei pingsan.
" Putri bangun putri apa yang terjadi." Ujar pelayan tersebut mengguncang tubuh Putri Xiao Lin Mei.
" Lebih baik saya memanggil tabib istana dan memberitahukan kepada yang mulia raja tentang keadaan Putri Xiao Lin Mei." Gumam nya.
Tanpa basa basi lagi pelayan itu langsung meminta bantuan kepada prajurit yang memang di tugaskan untuk berjaga jaga di depan kediaman Putri Xiao Lin Mei untuk memberitahu keadaan Putri Xiao Lin Mei kepada Yang Mulia Raja Xiao Ren.
" Prajurit tolong sampaikan kepada yang mulia bahwa keadaan Putri Xiao Lin Mei yang sempat tersadar sekarang kembali tidak sadarkan diri. Sementara saya akan memanggil tabib untuk memeriksa keadaan tuan putri." Ujar pelayan itu.
" Apa!! Tuan putri tidak sadarkan diri? Kita harus segera memberitau yang mulia Raja." Ujar prajurit tersebut panik.
" Serahkan kepada kami, kamu cepat panggilkan tabib supaya tuan putri bisa di obati." Sambung prajurit tersebut.
Tanpa berkata apa apa lagi Zhang Yue langsung bergegas pergi untuk memanggil tabib istana. Setelah kepergian pelayan itu kedua prajurit itu lantas pergi melapor kepada Raja Xiao Ren.
Bersambung.
Terimakasih sudah berkenan mampir mohon maaf kalo lama. Jangan lupa like, coment, favorit and vote.
__ADS_1