Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part 2


__ADS_3

" Apa!! Tuan putri tidak sadarkan diri. Kita harus segera memberitau yang mulia Raja." Ujar prajurit tersebut panik.


" Serahkan kepada kami, kamu cepat panggilkan tabib supaya tuan putri bisa di obati." Sambung prajurit tersebut.


Tanpa berkata apa apa lagi Zhang Yue langsung bergegas pergi untuk memanggil tabib istana. Setelah kepergian pelayan itu kedua prajurit itu lantas pergi melapor kepada Raja Xiao Ren.


****


Di alam bawah sadar Alya.


Alya bermimpi berada di suatu tempat yang sangat menyejukkan, udaranya bersih, tempatnya juga terlihat sangat indah sampai sampai ia di buat terpesona oleh keindahan tempat ini.


Dengan hati yang riang Alya menelusuri tempat tersebut dengan sesekali bersenandung.


Alya berjalan menuju gazebo yang terletak tak jauh dari kolam ikan yang di kelilingi dengan bunga teratai yang sangat indah. Alya sangat mengagumi tempat itu dan merasakan perasaan damai.


Sebenarnya Alya masih bingung, kenapa dia bisa ada di tempat ini. Bukankah dirinya telah meninggal dalam kecelakaan tadi.


" Dimana aku, apa aku berada di tempat yang seharusnya aku tempati?" batin Alya.


Saat tengah asik dengan pikirannya Alya dikejutkan dengan suara seorang perempuan.


" Selamat datang Alya, mohon maaf kalau aku harus membawamu dengan cara seperti ini." Ucap perempuan tersebut.


Alya menoleh ke sumber suara, di sana ada seorang perempuan yang memakai hanfu merah muda serta rambut yang tergerai dengan indah memancarkan aura seorang putri yang lemah lembut.


" Siapa kamu, kenapa aku bisa sampai di sini?" tanya Alya.


" Perkenalkan aku adalah Putri Xiao Lin Mei pemilik asli dari tubuh yang kamu tempati sekarang." ucap nya.


" Lantas apa yang terjadi kenapa Putri bisa meninggal." tanya Alya.


Putri Xiao Lin Mei pun menceritakan peristiwa yang menyebabkan dirinya meninggal.


****


Pada hari itu Putri Xiao Lin Mei baru saja kembali dari kediaman ibunda dan kebetulan kediaman Permaisuri melewati kediaman Selir Mei Ran. Ketika sudah sampai di sana Putri Xiao Lin Mei melihat ada yang mencurigakan.


Dia melihat ada beberapa orang yang tengah berbisik-bisik sambil melihat kesana kemari. Seolah-olah mereka sedang merencanakan sebuah kejahatan.


Karena penasaran Putri Xiao Lin Mei berniat untuk menghampirinya. Agar lebih mudah untuk membuntuti mereka Putri Xiao Lin Mei pun menyuruh Zhang Yue untuk pulang terlebih dahulu.


" Zhang Yue kamu pulanglah dahulu aku masih ingin di sini sebentar. Aku ingin memastikan apa yang sedang mereka bicarakan." perintah Putri Xiao Lin Mei.


" Tapi putri sebaiknya jangan kesana hamba takut kalau putri akan celaka." ujar Zhang Yue takut.


" Tenanglah aku bisa jaga diri, sekarang kamu pulang saja dahulu nanti aku akan kembali." Bujuk Putri Xiao Lin Mei.


Setelah di bujuk akhirnya Zhang Yue mau pulang terlebih dahulu.


" Baiklah putri hamba pamit undur diri, putri hati hati jangan sampai putri terluka." Ucap Zhang Yue.


" Iya terimakasih sudah perhatian kepadaku. Kamu juga hati hati di jalan." Jawab Putri Xiao Lin Mei.


Setelah Zhang Yue pergi Putri Xiao Lin Mei pun menguping pembicaraan mereka. Dengan mengendap endap dia berjalan untuk mencari tempat persembunyian.


Setelah menemukan tempat yang dirasakan cocok dia pun langsung bersembunyi di tempat itu dan mendengarkan pembicaraan mereka dengan seksama.


" Kamu sudah pastikan bahwa Shi An Mei meminum teh yang sudah di beri racun kan." ucap orang tersebut.


Putri Xiao Lin Mei semakin dibuat penasaran dengan tingkah mereka apalagi nama permaisuri di sebut dalam pembicaraan mereka.


" Saya sudah pastikan dengan mata kepala saya sendiri ibunda, bahwa perempuan itu sudah meminum teh yang kita berikan melalui pelayan." Ujar nya.


" Bagus bagus dengan begitu kita bisa menguasai kerajaan ini setelah kita menyingkirkan penghuni istana ini ha ha ha." ucap orang tersebut.


Mereka tertawa puas karena telah berasil menjalankan rencana mereka untuk memb*n*h Permaisuri Shi An Mei secara perlahan-lahan.


Putri Xiao Lin Mei tidak menyangka bahwa mereka adalah penyebab ibundanya sakit sakitan. Bahkan yang lebih parahnya mereka ingin menguasai istana ini.


Karena terkejut dengan pernyataan itu Putri Xiao Lin Mei tidak sengaja menyenggol vas bunga di belakangnya hingga membuatnya ketahuan.


Prang!!!!


" Siapa di sana?" tanya gadis tersebut.


Karena merasa tidak ada sahutan dengan geram dia berteriak memanggil prajurit untuk menangkapnya.


" Prajurit!! Cepat cari penyusup itu dan seret dia kemari." teriak gadis tersebut.


Tanpa menjawab prajurit itu langsung mencari ke arah sumber suara. Putri Xiao Lin Mei pun merasa panik dan ingin pergi untuk menghindari prajurit itu tapi nahas peajurit terlebih dahulu menangkap nya.


" Lepaskan aku lepaskan.Maaf kan saya, saya tidak sengaja memecahkan vas bunga kesayangan mu, tolong lepaskan aku." ucap Putri Xiao Lin Mei sambil tersebut terus memberontak.

__ADS_1


" Mohon maaf putri kami hanya menjalankan tugas." ucap prajurit itu.


Prajurit itupun mendorong Putri Xiao Lin Mei sampai di hadapan perempuan yang memerintahkan tadi.


" Dasar anak tidak tahu di untung!! Kamu itu seperti ibundamu menyusahkan orang," hardik perempuan itu dan menampar Putri Xiao Lin Mei.


PLAK!!!


Putri Xiao Lin Mei hanya mengelus pipinya yang terasa panas.


" Ibunda sepertinya dia mengetahui semua rencana kita, apa yang harus kita lakukan?" ucap Gadis tersebut.


" Benar juga katamu dia harus kita bungkam agar tidak mengadu kepada ayahmu. Pelayan!! ambilkan saya cambuk." Teriak orang tersebut.


"Tolong ampuni saya selir, saya mohon jangan siksa saya." tangis Putri Xiao Lin Mei.


" Sebelum kamu mengadu kepada yang mulia lebih baik terimalah hukuman dari kita." ucap Selir Mei Ran.


Ternyata orang yang berbicara tadi adalah Selir Mei Ran dan Juga Putri Xiao Yue Shi yang berencana membunuh ibundanya.


Selir Mei Ran sangat berambisi untuk merebut tahta kerajaan. Dia rela melakukan apapun demi mewujudkan keinginannya itu, walau harus memb*n*h orang dia rela melakukannya asalkan tahta kerajaan menjadi miliknya.


Datanglah pelayan dengan membawa cambuk seperti yang di perintahkan oleh Selir Mei Ran.


Air mata Putri Xiao Lin Mei mengalir semakin deras membasahi pipinya. Dia semakin ketakutan melihat pelayan itu membawa cambuk.


" Hari ini aku akan memberimu pelajaran. Rasakan ini!!" teriak Selir Mei Ran lalu mencambuk nya.


Ctar..... Ctar..... Ctar......


" Argh!!! sakit ibu selir ampun." teriak gadis itu.


" Kau berani memanggil ku dengan gelar murahan itu rasakan ini." ucap Selir Mei Ran.


Dia paling tidak suka jika ada yang memanggilnya selir, karena menurutnya itu gelar yang sangat memalukan. Dia bertekad untuk membungkam siapa saja yang memanggilnya dengan gelar murahan itu.


Ctar..... Ctar...... Ctar......


" Argh!!! Tolong ayah, gege tolong Lin Mei, sakit... hiks hiks hiks." Teriak Putri Xiao Lin Mei.


Sekedar informasi saat ini Raja Xiao Ren dan Pangeran Xiao Jinshi sedang tidak ada di istana. Mereka sedang mengunjungi kerajaan tetangga untuk membahas kerjasama antar kerajaan.


Maka dari itu selama Raja Xiao Ren tidak ada di istana Putri Xiao Lin Mei di percaya untuk menjaga istana dan juga permaisuri yang tengah jatuh sakit.


Belum selesai sampai di situ Putri Xiao Yue Shi yang juga membenci Putri Xiao Lin Mei lantas mengambil air yang sudah di campur garam dan tanpa perasaan langsung menyiramkan di atas luka Putri Xiao Lin Mei yang membuatnya meringis kesakitan.


Byurr!!!!


" Bagus sekali putriku akhirnya kamu berani untuk melakukan apa yang telah ibunda ajarkan kepadamu." Puji Selir Mei Ran bangga.


Putri Xiao Yue Shi hanya menanggapinya dengan senyuman yang mengerikan.


" Argh!!!! Sakit sekali aku sudah tidak kuat." ringis Putri Xiao Lin Mei.


" Rasakan itu!! Bagaimana sakit kan rasanya? Awas saja kalau kamu mengadu ke yang mulia aku tidak akan segan segan untuk melakukan hal yang lebih dari ini. Aku akan menghabisi mu dan juga membuat ayahandamu dan gege kesayanganmu itu menderita, kamu camkan itu." ucap Selir Mei Ran.


Merekapun langsung pergi meninggalkan Putri Xiao Lin Mei yang sedang terkapar kesakitan di tanah.


Dan sejak saat itu selir Mei Ran terus mendatangi kediaman Putri Xiao Lin Mei untuk menggertak dan menyiksanya tanpa sepengetahuan Raja Xiao Ren dan juga Pangeran Xiao Jinshi.


Mereka juga melakukan hal yang sama yang telah mereka lakukan kepada Permaisuri Shi An Mei. Yakni meracuni putri Xiao Lin Mei secara perlahan lahan.


Dan semenjak kejadian itu juga Putri Xiao Lin Mei menjadi sosok yang tertutup pada keluarganya dan sering mengurung diri di paviliunnya. Perubahan itu terlihat jelas oleh Raja Xiao Ren dan juga Pangeran Xiao Jinshi.


Namun mereka hanya berpikir Putri Xiao Lin Mei sedang bersedih atas kepergian Permaisuri Shi An Mei. Karena beberapa hari setelah kejadian Putri Xiao Lin Mei kepergok menguping pembicaraan Selir Mei Ran, permaisuri di nyatakan meninggal karena sakit yang di deritanya.


Hari demi hari berlalu kesehatan Putri Xiao Lin Mei semakin menurun tabib istana sudah berusaha mengobati Putri Xiao Lin Mei dan menemukan gejala yang sama dengan mendiang Permaisuri Shi An Mei dahulu.


Hingga suatu hari Putri Xiao Lin Mei di temukan tidak sadarkan diri setelah kedatangan Selir Mei Ran dan juga Putri Xiao Yue Shi, entah apa yang telah mereka lakukan yang pasti setelah kedatangan mereka Putri Xiao Lin Mei di temukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.


****


" Seperti itu kejadiannya, sejak hari itu juga mereka selalu menyiksaku setiap ayahanda dan gege tidak ada di istana. Tetapi jika Ayahanda dan gege berada di sekitarku mereka berbuat sangat baik terhadap ku seolah olah mereka menyayangiku padahal itu semua mereka lakukan agar aku tidak mengadukan kepada ayah dan gege." ujar Putri Xiao Lin Mei.


" Dasar selir gila, str*s, gak ng*t*k, tidak punya hati. Dasar selir pohon pisang!! Punya jantung tapi gak punya hati. Pengen ku c*bit ginjalnya pake tang. Masa hanya karena harta yang gak seberapa dia ingin membunuh keluarganya sendiri s*nt*ng emang tu orang." umpat Alya.


Keluar sudah segala bentuk puisi yang di persembahkan Alya untuk Selir Mei Ran yang bermental pohon pisang (punya jantung tapi gak punya hati) puisi yang membuat siapa saja yang mendengarnya dan mengetahui artinya akan mendapatkan ceramah gratis selama tujuh hari tujuh malam nonstop.


Dan beruntung sekali bukan Raja Xiao Ren yang menjadi sasaran kata kata mutiara Alya. Kalau sampai itu terjadi sudah di pastikan Alya akan menikmati kematian untuk yang kedua kali.


****


Alya sudah tidak bisa mengontrol emosinya ia tidak habis pikir mengapa ada orang seperti Selir Mei Ran yang tega menghancurkan keluarga orang lain hanya demi harta.

__ADS_1


Jika hati sudah tertutupi oleh ego dan ambisi maka hati nurani sudah di pastikan mati rasa. Jangankan orang lain keluarga sendiri yang masih memiliki ikatan darah yang sama saja bisa di bu*n*h hanya demi kepuasan yang hanya sementara.


" Bukan hanya g*la ternyata emang gak tau diri, hanya seorang selir aja lagak nya udah ngalah ngalahin permaisuri, minta di geprek tu orang kayak nya." Geram Alya.


(Author: "Et dah alya alya mrepet mulu lo dah kaya mak mak yang gak dapet uang belanja dari lakinya, yang kalo udah mrepet persis kaya petasan banting gak bisa berhenti."


Alya: "Lo mah ngerusak suasana thor. Lagi ice mochi juga pake di ganggu."


Xiao Lin Mei: "Permisi teteh, akang, mbak yu, kang mas numpang lewat."


Author be like: "Anak siapa sih mereka? Kok jadi gini amat.) iklan bentaran.


" Ekhem maaf mengganggu acara mengumpatmu tapi kamu harus kembali sebelum para penghuni istana di buat gempar oleh mu karna tidak kunjung sadarkan diri." ucap Putri Xiao Lin Mei.


(Author: "Nah loh di tegurkan mamam tuh."


Alya:(҂-̀_-́)


Xiao Lin Mei: "Aku kalem aku diam.") maaf yah authornya lagi pengen nongol mulu, yaudah sok mangga di lanjut.


Menyadari bahwa sedang di perhatikan oleh Putri Xiao Lin Mei Alya pun langsung terdiam sambil merutuki kebodohan nya karna telah berbicara tidak sopan.


" Ekhem maaf putri aku sudah berkata tidak sopan." ucap Alya malu.


" Tidak apa apa, justru aku suka dengan sifatmu yang ceria seperti ini. Tolong bantu aku bongkar kejahatan mereka." ujar Putri Xiao Lin Mei.


" Putri kamu tidak usah khawatir aku berjanji akan membuat mereka merasakan apa yang kamu rasakan. Oh iya ibu mu meninggoy eh maaf meninggal nya kenapa ya kalo boleh tempe eh, tahu?" tanya Alya.


"Menurut berita yang ku dengar ibunda meninggal karena sakit. Tetapi aku tidak semudah itu percaya dengan berita itu. Aku yakin ini ada hubungan nya dengan racun yang di berikan oleh Selir itu." ucap Putri Xiao Lin Mei.


"Sepertinya menarik. Baiklah aku akan membantumu mengungkap kejahatan pohon pisang itu." gumam Alya.


" Terimakasih Alya sekarang aku sudah bisa tenang, aku percaya kamu pasti bisa membalaskan dendam ku. Aku titip ayahanda sama gege Xiao Jinshi padamu tolong jaga mereka." pinta Putri Xiao Lin Mei.


" Iya aku akan menyayangi mereka seperti keluargaku sendiri." ucap Alya.


*****


Di sisi lain.


Saat ini Raja Xiao Ren sedang besama dengan Pangeran Xiao Jinshi, entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat mereka terlihat begitu serius.


Hingga ada dua prajurit yang menerobos masuk kedalam.


" Ampun yang mulia kami tidak bermaksud untuk berbuat lancang." Ucap prajurit itu.


" Katakan apa yang membuatmu begitu lancang menerobos masuk." ucap Raja Xiao Ren dingin.


Mendengar nada bicara Raja Xiao Ren yang dingin membuat kedua prajurit itu gemetar ketakutan karena mengetahui kesalahan nya menerobos masuk keruangan nya. Dengan gemetar salah satu prajurit itu menjawab.


" Mohon maaf yang mulia hamba hanya ingin memberi kabar bahwa Putri Xiao Lin Mei sekarang tidak sadarkan diri lagi." ujar Prajurit itu gemetar.


" Apa maksudmu bukankah Putri Xiao Lin Mei memang tidak sadarkan diri dari kemarin." ucap Pangeran Xiao Jinshi menimpali.


" Mohon maaf pangeran tadi tuan putri sempat tersadar namun, setelah itu putri mengeluh sakit kepala sebelum tidak sadarkan diri." Jawab Prajurit itu.


" Kalian kembalilah ke tempatmu pantau terus keadaan Putri Xiao Lin Mei jangan sampai lengah kalau terjadi apa apa dengan putri Xiao Lin Mei maka kepalamu menjadi taruhannya." ancam Raja Xiao Ren.


" Ba baik yang mulia hamba akan melaksanakan tugas hamba sebaik mungkin." ujar kedua prajurit itu.


" Baiklah ku pegang janji kalian kalau sampai terjadi apa apa kalian akan mendapatkan hukuman dan ingat, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku." ujar Raja Xiao Ren dingin.


"Pergilah aku dan Pangeran Xiao Jinshi akan mengunjunginya sebentar lagi. Oh iya, jangan lupa panggilkan tabib untuk memeriksa keadaan nya." ucap Raja Xiao Ren.


" Kami akan menjaga putri sebaik mungkin dan juga pelayan putri sedang dalam perjalanan memanggil tabib yang mulia, kami mohon undur diri." ucap prajurit itu bersamaan.


Setelah kepergian prajurit wajah yang tadi datar menjadi cemas mereka takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan menimpa Putri Xiao Lin Mei.


Bagi mereka Putri Xiao Lin Mei adalah harta yang sangat berharga peninggalan Permaisuri Shi An Mei. Dan mereka berjanji dalam hati mereka akan mencari tahu siapa pelakunya yang telah membuat Putri Xiao Lin Mei tidak sadarkan diri.


" Ayah lebih baik kita bergegas mengunjungi Mei Mei aku takut kalau terjadi sesuatu dengan Mei Mei." Ucap Pangeran Xiao Jinshi panik.


" Baiklah kalau begitu untuk masalah tadi kita bahas nanti. Keselamatan adikmu jauh lebih penting." jawab Raja Xiao Ren.


Merekapun akhirnya bergegas menuju pavilliun anggrek tempat tinggal Putri Xiao Lin Mei.


Semenjak permaisuri Shi An Mei meninggal Putri Xiao Lin Mei menjadi murung dan selalu sakit sakitan entah apa yang sebenarnya terjadi kepada putri Xiao Lin Mei.


Dan yang paling membingungkan adalah kondisi tubuh nya yang selalu menurun padahal tabib istana sudah mengobatinya tapi tidak ada perubahan yang signifikan terhadap kondisi tubuhnya.


Raja Xiao Ren sudah mencari tabib untuk kesembuhan Putri Xiao Lin Mei akan tetapi tubuh Putri Xiao Lin Mei seperti menolak obat yang di berikan tabib. Akhirnya Raja Xiao Ren hanya pasrah dan memohon kesembuhan Putri Xiao Lin Mei.


Bersambung.

__ADS_1


Terimakasih sudah berkenan mampir di cerita author semoga suka dengan cerita ini. Oh ya biar author semangat up nya jangan lupa pencet like nya, komentar juga boleh banget mumpung masih gratis, kalo ada rejeki lebih boleh lah vote nya sama kasih gift apapun itu terserah yang penting ikhlas.


__ADS_2