Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part 11


__ADS_3

Liu Yaoshan sekarang sedang menunggu kedatangan Raja Xiao Ren untuk memberikan kabar mengenai peristiwa yang dialami oleh pangeran dan juga putri.


Dengan ketua perampok itu yang masih tidak sadarkan diri Liu Yaoshan duduk di kursi dengan tenang. Sambil sesekali memandang kearah ketua tersebut dengan tatapan tidak suka.


Cukup lama dia menunggu hingga terdengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan mendekat kearahnya membuatnya menoleh ke sumber suara.


Melihat siapa yang datang diapun berdiri lalu membungkuk untuk memberi salam kepada Raja Xiao Ren.


"Salam yang mulia semoga panjang umur."


Raja Xiao Ren mempersilahkannya duduk. Tanpa basa basi diapun bertanya mengenai tujuannya datang kemari.


"Apa gerangan yang membuat orang kepercayaan Raja Zhang Jiang Wu datang kemari?"


"Ampun yang mulia, hamba diperintahkan oleh Raja Zhang Jiang Wu dan Pangeran untuk memberitahu yang mulia bahwa ada sekelompok orang jahat yang ingin mencelakai Putri Xiao Lin Mei."


Mendengar putra putrinya hampir saja celaka Raja Xiao Ren sangat terkejut dan sangat marah.


"Siapa yang berani mencelakai putra dan putriku!!" geram Raja Xiao Ren.


BRAKK!!!


Suara gebrakan meja terdengar begitu nyaring di tempat itu yang kebetulan memang hanya ada mereka bertiga. Suara tersebut mampu membuat sang ketua tadi tersadar dari pingsannya.


"Apakah dia tidak mengetahui hukuman apa yang akan mereka terima jika berani mencelakai keluarga istana!" seru Raja Xiao Ren.


Sang ketua yang belum menyadari dimana dia berada saat ini tubuhnya menjadi gemetar ketakutan mendengar nada bicara Raja Xiao Ren yang dingin. Hal yang sama juga tengah dirasakan oleh Liu Yaoshan, meskipun sudah sering berkunjung akan tetapi setiap berhadapan dengan Raja Xiao Ren selalu menunduk takut.


Raja Xiao Ren baru menyadari kehadiran orang lain diantara mereka.


"Siapa dia?"


"Ampun yang mulia, dia adalah ketua perampok tersebut. Hamba diutus untuk membawanya kemari supaya bisa dimintai keterangannya."


"Beraninya kamu...."


"Salam yang mulia."


Belum sempat menyelesaikan perkataannya Raja Xiao Ren dikejutkan dengan kehadiran prajurit yang diperintahkan untuk menjaga Pangeran Xiao Jinshi dan Putri Xiao Lin Mei.


Namun prajurit itu tidak datang sendirian melainkan dengan beberapa orang dibelakangnya, yang lebih mengejutkan kondisi mereka terluka cukup parah.


"Kenapa kamu kembali bukankah aku telah memerintah kan untuk menjaga pangeran dan putri."


"Ampun yang mulia hamba disuruh pangeran untuk membawa mereka kemari."


Prajurit itu menunduk ketakutan tidak berani menatap raja secara langsung.


"Kamu seret mereka kepenjara bawah tanah dan jangan biarkan satu orangpun yang mengunjunginya sebelum kita tahu siapa yang menyuruhnya."


"Baik yang mulia."


Prajurit itu segera melaksanakan perintah Raja Xiao Ren belum sampai satu langkah dia berhenti karena teringat sesuatu.


"Kenapa berhenti."


"Ampun yang mulia hamba membawa pesan dari pangeran jika saat ini keadaannya sudah aman akan tetapi...."


Raja Xiao Ren geram dengan prajurit itu dan menggebrak meja dihadapannya.


BRAKKK


"Jangan bertele-tele. Cepat!! Katakan dengan benar," geram


Kemarahan Raja Xiao Ren membuat prajurit itu menunduk ketakutan dan semua yang ada di sana tidak ada yang berani membuka mulut. Terlebih lagi para perampok itu yang saat ini sudah keringat dingin.


"A—ampun yang mulia Raja Zhang Jiang Wu terluka cukup parah akibat melindungi putri Xiao Lin Mei dari serangan itu," gugupnya.

__ADS_1


Sekarang bukan hanya Raja Xiao Ren yang terkejut melainkan Liu Yaoshan.


"Apa!!" teriaknya.


"Mohon maaf yang mulia hamba telah lancang. Hamba mohon pamit kembali ke istana guna memberi kabar ke ratu mengenai keadaan Raja Zhang Jiang Wu."


"Baiklah kamu boleh pergi dan kamu!" tunjuk Raja Xiao Ren.


"Hamba yang mulia."


"Kamu seret mereka semua kepenjara bawah tanah dan jangan biarkan seorangpun datang mengunjunginya."


"Baik yang mulia."


Dengan dibantu temannya prajurit itu membawa mereka pergi dari tempat itu.


****


Rombongan kereta Pangeran Xiao Jinshi akhirnya sampai disebuah penginapan, kedatangan mereka langsung disambut langsung oleh pemilik nya yang saat itu kebetulan sedang mengawasi pekerjaan anak buahnya.


"Selamat datang di penginapan kami, ada yang bisa kami bantu?" ucapnya ramah.


"Siapkan kami kamar yang terbaik!!"


Pemilik penginapan itu menuntun rombongan kerajaan menuju kamar VIP yang berada dilantai dua, Raja Zhang Jiang Wu.


Setelah sampai dikamar dengan hati-hati Putri Xiao Lin Mei berusaha membantu Raja Zhang Jiang Wu duduk. Dia merasa berhutang budi padanya seandainya jika Raja Zhang Jiang Wu tidak menghalau serangan tadi mungkin dia bisa celaka atau mungkin m*t* di tangan mereka.


Hal itu sangat mungkin terjadi karena pada saat itu Putri Xiao Lin Mei dalam posisi terduduk dan mereka mengincar dirinya.


"Duduk disini sebentar aku akan keluar," ujarnya.


Saat Putri Xiao Lin Mei berdiri tangannya dicekal oleh Raja Zhang Jiang Wu. Dengan suara serak dia berkata.


"Mau kemana? Jangan pergi ...."


Mau tidak mau Putri Xiao Lin Mei menoleh ke arah penolongnya itu.


Putri Xiao Lin Mei berusaha menjelaskan kepada Raja Zhang Jiang Wu akan tetapi dia tidak memperbolehkannya pergi dari tempat itu. Akhirnya Pangeran Xiao Jinshi mengalah untuk mencarikan bahan yang dimaksud.


"Biar aku saja yang mencari kamu temani 'yang mulia' itu di sini," kelakarnya.


Mendengar panggilan itu membuat Raja Zhang Jiang Wu kesal.


"Pangeran Xiao Jinshi!"


"Ahaha maaf, jadi bahan apa yang kamu butuhkan?"


"Minyak kelapa serta beberapa kain yang bersih, oh iya jangan lupa juga tolong bawakan air hangat untuk membersihkan lukanya," terang nya.


Beruntung sekali dahulu di kehidupan sebelumnya Alya pernah membaca artikel jika minyak kelapa itu bisa digunakan sebagai obat alami.


Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa minyak kelapa mampu menghilangkan rasa sakit akibat luka dan juga bisa mencegah infeksi akibat bakteri.


Jadi dia bisa memanfaatkan minyak tersebut untuk menyembuhkan luka Raja Zhang Jiang Wu.


"Baiklah gege akan meminta pelayan untuk mencarikan bahan-bahan tersebut kamu tunggu disini dan jaga dia."


Pangeran Xiao Jinshi keluar kamar untuk mencari bahan obat yang diminta oleh Putri Xiao Lin Mei.


Sedangkan di dalam kamar mereka berdua sama sama terdiam tanpa ada yang memulai pembicaraan, hal tersebut membuat suasana di tempat itu tidak nyaman.


Putri Xiao Lin Mei merasa canggung dengan situasi ini. Dirinya tidak memiliki keberanian untuk membuka percakapan terlebih dengan orang yang tidak dikenalnya.


Raja Zhang Jiang Wu menyadari bahwa gadis kecilnya itu tidak nyaman dengan situasi ini diapun bertanya.


"Ada apa denganmu, kenapa melamun?"

__ADS_1


"Ah iya kenapa?"


"Kenapa melamun?" ulang Raja Zhang Jiang Wu.


"Maaf aku tidak bermaksud mengabaikan mu hanya saja terlalu banyak masalah yang menghantui pikiranku," ungkapnya.


"Boleh aku bertanya?"


"Boleh, mau tanya apa?"


"Apakah masalah itu yang menjadi alasanmu memintaku untuk pergi menjauhi mu?" tanya Raja Zhang Jiang Wu.


"Aku tidak ing ... Aaaa kepalaku sakit."


Mendadak rasa sakit di kepala Putri Xiao Lin Mei hadir kembali dan sekelebat bayangan laki laki tersebut kembali hadir tapi kali ini dengan wajah yang terlihat jelas, wajah Raja Zhang Jiang Wu yang saat itu sedang mencoba menghiburnya akan tetapi dia dengan tega mengusirnya.


Selain itu ada juga ingatan sebelum Raja Zhang Jiang Wu datang menghampirinya, Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi terlebih dahulu datang untuk mengancamnya supaya menjauhi Raja Zhang Jiang Wu jika tidak ingin melihat Raja Zhang Jiang Wu serta keluarganya celaka.


Raja Zhang Jiang Wu panik melihat gadis kecilnya kesakitan diapun mencoba menghampirinya.


"Apakah ada yang sakit?"


Tanpa menjawab pertanyaan Raja Zhang Jiang Wu, Putri Xiao Lin Mei langsung memeluknya.


Raja Zhang Jiang Wu membalas pelukan Putri Xiao Lin Mei terdengar suara isakan dari gadis kecilnya itu membuatnya semakin bingung.


"Maaf."


Hanya satu kata yang mampu dia ucapkan perasaan menyesal karena telah mengusirnya membuatnya merasa bersalah.


"Kenapa minta maaf, kamu tidak bersalah."


" Maafkan aku yang telah mengusir mu waktu itu dan telah membuatmu kecewa, padahal niatmu baik untuk menghiburku tapi aku malah mengusir mu," isak nya.


"Sttt ... sudah jangan dipikirkan lagi semua sudah berlalu, aku tidak apa apa."


Raja Zhang Jiang Wu berusaha menenangkan gadis kecilnya yang masih merasa bersalah atas kejadian di masalalu.


*****


Pangeran Xiao Jinshi sudah mendapatkan apa yang diminta oleh Putri Xiao Lin Mei. Dibantu oleh pelayan pangeran berjalan menuju kamar.


Sebenarnya bisa saja Pangeran Xiao Jinshi menyuruh orang lain untuk mencarinya, akan tetapi dia ingin memberikan ruang untuk mereka berdua supaya bisa menyelesaikan permasalahan mereka.


Pangeran Xiao Jinshi masuk ke kamar dengan membawa bahan obat. Setelah masuk dia dikejutkan dengan Putri Xiao Lin Mei yang menangis dalam pelukan Raja Zhang Jiang Wu.


"Ada apa ini!?"


Pangeran Xiao Jinshi meletakkan bahan tersebut di atas meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Melihat kedatangan Pangeran Xiao Jinshi, Raja Zhang jiang Wu melepas pelukannya begitu juga dengan Putri Xiao Lin Mei.


Putri Xiao Lin Mei berlari menghampiri Pangeran Xiao Jinshi dan memeluknya erat.


"Mei Mei kenapa?" tanya Pangeran Xiao Jinshi.


"Lin Mei minta maaf," lirihnya.


"Minta maaf soal apa? Mei mei tidak ada berbuat salah dengan gege."


Pangeran Xiao Jinshi memberi isyarat Raja Zhang Jiang Wu dengan menatapnya untuk mengetahui apa yang terjadi. Raja Zhang Jiang Wu yang memang tidak mengetahui apa penyebabnya menggeleng tidak tahu.


"Coba jawab, mei mei kenapa minta maaf seperti ini?" ujarnya.


Pangeran Xiao Jinshi melepas pelukannya lalu mengusap air mata yang membasahi pipi adiknya tersebut.


"Sebenarnya ...."

__ADS_1


Bersambung ....


Terimakasih sudah mampir di karya author mohon maaf kalau author jarang up. Jangan lupa tinggalkan jejak, terimakasih.


__ADS_2