
Raja Zhang Jiang Wu memerintahkan prajuritnya membereskan sisa-sisa kekacauan itu dan meminta orang kepercayaannya untuk menyelidiki pelakunya. Dia berjanji tidak akan pernah melepaskan orang itu.
"Jiang Wu maafkan aku, kalau saja aku tidak di sini mungkin mereka tidak akan mengacau istanamu."
"Kamu tidak perlu meminta maaf ini musibah. Sekarang kamu istirahat sudah malam."
"Tapi, lukamu...."
"Tidak apa-apa aku bisa menanganinya sendiri. Kamu pasti lelah istirahatlah aku tahu beberapa hari ini kamu tidak cukup tidur karena memikirkan ini." Mengusap lembut pucuk kepala Putri Xiao Lin Mei.
Putri Xiao Lin Mei mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju tempat yang dia pakai selama di sini. Benar kata Raja Zhang Jiang Wu dirinya cukup lelah dengan segala kemungkinan yang belum pasti.
Sesampainya di kamar Putri Xiao Lin Mei membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum istirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Putri Xiao Lin Mei bangun agak terlambat karena semalaman dia kepikiran dengan rentetan kejadian yang membahayakan orang di sekitarnya.
Dia sempat berpikir untuk menjauh dari orang-orang di sekitarnya supaya tidak ada yang menjadi korban lagi cukup sahabatnya itu saja yang hampir meregang nyawa karenanya.
Dia sempat mengutarakan niatnya itu kepada Raja Zhang Jiang Wu namun ditentang keras olehnya bahkan sekarang dia mendiamkan Putri Xiao Lin Mei.
Seperti saat ini Putri Xiao Lin Mei sedang berusaha membujuk Raja Zhang Jiang Wu yang sedang merajuk, sudah berbagai cara dia lakukan demi namun tidak membuahkan hasil hingga membuatnya hampir menyerah.
Saat ini Putri Xiao Lin Mei masih dalam usaha membujuk Raja Zhang Jiang Wu. Mereka tidak sengaja berpapasan saat dia hendak menyapa laki-laki itu hanya memandangnya tanpa mau membalasnya. mendapatkan perilaku seperti itu Putri Xiao Lin Mei mengejarnya dan mencekal lengan nya.
"Tunggu kita bicara dahulu."
"Lepaskan jika ingin membahas soal itu aku tidak akan mengijinkannya." Sambil berlalu meninggalkan Putri Xiao Lin Mei.
Laki-laki itu tidak memandang sama sekali wanita dihadapannya itu. Dia masih kecewa dengannya dirinya seperti tidak ada harganya bagi Putri Xiao Lin Mei.
Rasa kecewa itu bahkan lebih besar daripada kecewa ketika Putri Xiao Lin Mei mengusirnya dulu.
"Jiang Wu mengertilah, bukannya aku berniat meninggalkan kalian hanya saja kehadiranku akan membuat kalian celaka. Jika terus seperti ini aku tidak sanggup lebih baik aku mati saja daripada melihat kalian menderita karena ku."
"Kamu sudah berjanji untuk tidak meninggalkan kami lagi dan sekarang mau mengingkarinya? Kalau begitu pergilah tapi jangan salahkan aku jika kamu hanya akan melihat jasad ku."
__ADS_1
Putri Xiao Lin Mei tidak berdaya hatinya sakit saat laki-laki itu mengusirnya dia bahkan enggan untuk menatapnya. Selama ini dia tidak pernah memperlakukannya seperti itu dia selalu menunjukkan wajah yang ramah ketika dengannya.
"Aku melakukan itu karena aku cinta sama kamu Jiang Wu! Aku tidak mau egois membiarkan kalian bertaruh nyawa sedangkan aku hanya sebagai benalu di kehidupan kalian."
Putri Xiao Lin Mei berteriak keras dia tidak perduli jika ada yang melihat tingkahnya atau tidak yang jelas pengakuan tersebut membuat seulas senyum terbit dari bibir Raja Zhang Jiang Wu.
"Cukup kemarin saja kalian bertarung mati-matian melawan mereka dan hampir kehilangan nyawa kalian. Aku tidak mau lagi melihat salah satu diantara kalian yang terluka karena aku."
Grepp
Raja Zhang Jiang Wu memeluk Putri Xiao Lin Mei karena tidak bisa menahan perasaannya lagi. Didekapnya tubuh rapuh itu dengan erat terdengar isak tangis Putri Xiao Lin Mei yang mampu mengiris hatinya.
"Terima kasih, aku juga sangat mencintaimu. Kita lewati ini semua bersama-sama berjanjilah kamu tidak akan pernah berkata seperti itu lagi," ujarnya menahan sesak.
"Iya, aku berjanji maafkan aku yang lemah ini, maafkan aku yang selalu menyusahkan ini."
Air matanya mengalir dengan deras dia tidak bisa menyembunyikan lagi perasaannya. Putri Xiao Lin Mei sadar meskipun mereka baru mengenal tapi laki-laki itu sudah mampu menembus relung hatinya.
Dia yang dengan sukarela mengorbankan nyawanya dan juga berbesar hati memaafkan kesalahannya meskipun jika dia mau bisa saja dia pergi dan mencari tambatan hati yang baru. Namun, itu tidak dia lakukan dan itu membuat Putri Xiao Lin Mei terkesan dengan Raja Zhang Jiang Wu.
"Sttt jangan pernah menganggap dirimu rendah seperti ini. Ingat kamu itu istimewa dan juga kamu itu merupakan harta berharga yang kita punya. Aku tidak akan biarkan satu orangpun yang berusaha melukaimu walaupun hanya seujung kuku, karena aku sangat-sangat mencintaimu." Sambil mengusap air matanya.
Begitupun dengan Putri Xiao Lin Mei dia merasa lega sekaligus bahagia. Dia tidak pernah menyangka jika Raja Zhang Jiang Wu merasakan hal yang sama dengannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apakah ayah yakin dengan perjodohan ini? Bagaimana jika Lin Mei tidak setuju."
"Ayah juga bingung bagaimana mengatakannya kepada adikmu."
Terdengar helaan nafas panjang dari Raja Xiao Ren kepalanya berdenyut memikirkan nasib putrinya yang tidak pernah jauh dari masalah.
Seperti hari ini tiba-tiba saja ada seorang utusan dari kerajaan tetangga dan isinya membahas tentang perjodohan.
Dia memanggil Pangeran Xiao Jinshi untuk membahas masalah ini sebelum diberitahukan kepada putrinya. Kalau boleh jujur Raja Xiao Ren tidak menginginkan anak-anak nya terikat perjodohan seperti ini dia ingin mereka memilih sendiri pasangan hidupnya.
"Sebaiknya kita tunggu mei mei pulang saja, biar kan mei mei sendiri yang memutuskan," usulnya.
__ADS_1
Raja Xiao Ren mengangguk membenarkan dia tidak ingin putrinya itu kecewa dengannya jika dia terburu-buru dalam mengambil keputusan.
"Adikmu masih betah di sana?"
"Sepertinya begitu yah. Tapi, entahlah...."
Setelah tadi meluapkan kegembiraan mereka Raja Zhang Jiang Wu mengajak Putri Xiao Lin Mei ke kediamannya. Saat ini mereka sedang bermanja-manja seperti tidak pernah terjadi kekacauan sebelumnya.
"Jiang Wu..."
"Kenapa hmm." Sambil mengekus surai panjang Putri Xiao Lin Mei.
"Emm entahlah aku sendiri bingung dengan perasaanku saat ini," ujarnya ragu.
"Ragu kenapa?"
"Aku merasa seperti akan terjadi sesuatu dengan hubungan kita."
Putri Xiao Lin Mei tidak menyembunyikan lagi perasaannya yang tiba-tiba merasa gelisah raut wajahnya terlihat cemas dan itu tidak luput dari penglihatan Raja Zhang Jiang Wu.
"Tenanglah sayang apapun itu rintangannya kita jalani sama-sama."
Blush
Putri Xiao Lin Mei merasa panas di wajahnya jantungnya berdetak lebih kencang. Kalimat yang diucapkan oleh Raja Zhang Jiang Wu mampu membuatnya berdebar. Dia menyembunyikan rona pipinya di dada bidang laki-laki itu membuat sang pelaku terkekeh geli.
"Argh s*al kenapa dia begitu manis dan juga kenapa jantungku berdebar seperti ini. Lemah sekali kau Alya hanya dengan ucapan laki-laki bisa membuatmu begini," rutuknya dalam hati.
Di saat mereka menikmati kebersamaan itu tiba-tiba ada seorang yang tidak tahu aturan menganggu kegiatan mereka dengan masuk tanpa permisi membuat mereka melonjak kaget.
Brakkk
Raja Zhang Jiang Wu menggeram kesal ingin sekali dia mengutuk siapa saja yang berani menganggu nya. Saat dia melihat ke arah sang pelaku kekesalannya semakin memuncak.
"Kamu...."
"Jiang Wu kamu tidak apa-apa? Bagaimana keadaanmu apakah ada yang terluka? Terus, siapa mereka kenapa mereka berani menyerang mu?" Cecar seseorang.
__ADS_1
Bersambung.....