Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 32


__ADS_3

Putri Xiao Lin Mei terengah-engah bagaimana tidak dia berlari dengan kencang meninggalkan pelayannya sendirian. Dengan cepat dia memasuki kamarnya dan mengobrak-abrik belanjaannya kemarin. Terdapat beberapa baju perhiasan dan yang lainnya.


Putri Xiao Lin Mei bernafas lega saat semua barang hasil merampoknya dari Pangeran Xiao Jinshi kemarin malam masih utuh tidak ada yang berkurang.


Tak lama terdengar bunyi pintu dibuka paksa. Siapa lagi kalau bukan Zhang Yue yang ditinggal begitu saja oleh Putri Xiao Lin Mei. Gadis itu masih mengatur nafasnya yang memburu.


"Nona, kenapa meninggalkanku. Sebenarnya apa isi dari bungkusan itu sampai membuat nona berlarian seperti tadi." Zhang Yue bertanya setelah mengatur nafasnya.


"Oh, tidak banyak. Hanya beberapa potong pakaian serta perhiasan yang aku beli kemarin dari pasar."


"Cobalah pakaian ini, pasti cocok denganmu." Putri Xiao Lin Mei menyerahkan hanfu berwarna hijau kepada Zhang Yue.


Zhang Yue tersentak saat sebuah pakaian disodorkan kepadanya, dia menggeleng lemah.


"Terimakasih, Nona. Maaf hamba tidak bisa menerimanya."


"Kenapa?"


"Hamba merasa tidak pantas memakai pakaian itu terlebih hamba hanya seorang pelayan di sini."


"Terima saja, aku tidak menerima penolakan. Lagipula kamu bukan orang asing bagiku, kehadiranmu cukup membantuku dan kamu sudah aku anggap seperti saudariku sendiri."


Mendengar Putri Xiao Lin Mei yang berkata seperti itu, Zhang Yue merasa tersentuh ternyata nona nya sangat perhatian kepadanya bahkan sudah dia dianggap seperti keluarganya sendiri. Dengan sungkan dia menerima pakaian itu.


Gadis muda berambut panjang itu terlihat menyukai pakaian yang diberikan oleh Putri Xiao Lin Mei terlihat dari senyumannya yang tidak pernah luntur. Zhang Yue yang tadinya sungkan menerima pemberian Putri Xiao Lin Mei sekarang sudah tidak lagi.


"Zhang Yue...."


"Iya, Nona."


"Terimakasih atas pengabdian mu selama ini. Kamu sudah sudah sangat berjasa bagiku."


"Nona tidak perlu berterimakasih ini sudah menjadi kewajiban ku menjaga dan memastikan keselamatan nona."


Zhang Yue melakukan semuanya dengan ikhlas tidak memerlukan imbalan apapun, karena menurutnya keselamatan tuan putri adalah yang utama jadi apabila ada yang mengganggunya dengan senang hati akan memasang badan untuk nona nya.


"Zhang Yue nanti kamu ikut denganku menemui ayah ada yang ingin aku bicarakan dengannya."


"Baik, Nona."


Putri Xiao Lin Mei merapikan kembali barang-barang tersebut dan memasukkannya ke lemari. Dia berpikir akan meminta sesuatu kepada ayahnya semoga saja akan dikabulkannya.


...****************...


Di sinilah mereka saat ini berada di kediaman Raja Xiao Ren yang lumayan luas. Putri Xiao Lin Mei menepati janjinya dengan mengajak Zhang Yue menghadap ayahnya Raja Xiao Ren.


Tanpa pemberitahuan dari Kasim seperti biasanya kali ini Putri Xiao Lin Mei meminta mereka untuk diam saja, dia ingin memberi kejutan kepada ayahnya. Tadi putri Xiao Lin Mei sudah bertanya dengan Kasim posisi ayahnya. Jadi dengan mudah dia menemukannya.


Sepertinya hari ini ayahnya sedang bersantai terlihat sudah duduk manis dengan teh di hadapannya. Hari yang langka bagi Raja Xiao Ren yang selalu sibuk.


Kebetulan saat ini ayahnya sedang berada di tempat yang biasanya dipakai untuk menjamu tamunya. Padahal hari ini seingatnya tidak ada tamu yang berkunjung tapi untuk apa ayahnya berada di sini Putri Xiao Lin Mei cukup bingung.


Putri Xiao Lin Mei mengendap-endap beruntung sekali posisi mereka membelakanginya jadi dengan mudah dia tidak akan mudah diketahui. Putri Xiao Lin Mei tersenyum jahil dia meminta Zhang Yue untuk tidak menimbulkan suara.

__ADS_1


Putri Xiao Lin Mei mulai menghitung mundur.


"Satu ... Dia ... Ti ...."


"Ada apa."


"Huaaa...."


Gubrakk


"Ayah, kamu mengejutkanku." Putri Xiao Lin Mei menggosok pantat nya yang sakit.


"Apakah ini yang dinamakan dengan kurma. Hiks, niat hati kau ngerjain eh malah jatuh," batinnya menangis.


Raja Xiao Ren membantu putrinya berdiri, lalu memeriksa tubuhnya melihat ada yang terluka atau tidak dan beruntungnya tidak ada yang terluka.


Cetakk


Raja Xiao Ren menjentikkan jarinya ke dahi Putri Xiao Lin Mei keras hingga membuat sang empunya mengasuh kesakitan.


"Haih, sial sekali hari ini."


"Salah sendiri mengerjai orang tua. Kualat kamu," omel Raja Xiao Ren.


Putri Xiao Lin Mei mengerucut sebal sedangkan Zhang Yue menahan senyumnya saat melihat nona nya dimarahi Raja Xiao Ren.


Dengan kekesalan yang sudah memuncak Putri Xiao Lin Mei mengambil tempat duduk ayahnya lalu menenggak habis minuman Raja Xiao Ren membuat ke dua orang itu melongo dengan kelakuannya.


Ekhemm


Glekk


Putri Xiao Lin Mei membeku mendengar ucapan sang ayah, dia menatap wajah Raja Xiao Ren yang tersenyum dengan senyuman yang sangat tidak sedap untuk dilihat. Setiap melihat senyuman itu dia merasa bencana sebentar lagi datang.


"Ti tidak. Hehe maafkan putri mu yang cantik ini," ujarnya cengengesan.


"Hmmm."


"Ada apa?"


"Em jadi begini Lin Mei ingin meminta sesuatu kepada ayah." Putri Xiao Lin Mei berkata dengan ragu.


"Lin Mei ingin menjadikan Zhang Yue sebagai saudariku."


Deg


Zhang Yue yang sedari tadi menunduk mengangkat kepalanya menatap sang putri. Apakah pendengarannya bermasalah, tidak mungkin bukan majikannya itu meminta dirinya menjadi saudara. Jadi, ini alasannya dia diminta ikut menghadap.


"Nona sa–"


"Baiklah, ayah setuju," pungkas Raja Xiao Ren memotong ucapan Zhang Yue yang belum selesai.


Putri Xiao Lin Mei terkejut dia pikir akan ditolak mentah-mentah karena posisi Zhang Yue yang hanya seorang pelayan ternyata ayahnya tidak seperti itu.

__ADS_1


"Ayah, menyetujui. Benarkah? Yey terimakasih ayah."


Putri Xiao Lin Mei girang memeluk erat sang ayah seperti anak kecil.


"Apapun untuk putri ayah." Membalas pelukan sang putri.


Zhang Yue masih mematung tidak pernah menyangka sebelumnya jika akan terjadi hal seperti ini. Diangkat menjadi keluarga oleh Putri Xiao Lin Mei sangatlah mustahil baginya, sudah diperbolehkan bekerja di istana saja sudah bersyukur dia tidak pernah berharap lebih dari ini. Sekarang Putri Xiao Lin Mei memintanya langsung menjadi saudarinya? Bagaimana mungkin.


Pikiran Zhang Yue mendadak kosong memikirkan ini semua dia melamun hingga tidak mendengar panggilan orang disekitarnya. Sebuah tepukan dipundaknya membuat kesadarannya kembali.


"Ah, iya. Maaf aku melamun."


"Apa yang kamu pikirkan. Apakah tidak suka menjadi saudaraku?"


"Bukan begitu, aku merasa tidak pantas." Zhang Yue menunduk.


Raja Xiao Ren mendekati Zhang Yue dipegangnya pundak gadis itu lalu mengangkat dagunya.


Zhang Yue menatap mata Raja Xiao Ren dengan gugup, tidak pernah dia menatap matanya secara langsung seperti ini.


"Ingat ini, pantas ataupun tidak itu tergantung dari sisi mana kita melihat. Tidak peduli bagaimana latar belakang mu sebelumnya. Tapi, yang 'ayah' lihat adalah kejujuran serta ketekunan yang kamu perlihatkan selama ini.


Ini semua tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mu yang rela menjadikan tubuhmu sebagai tameng dari kejahatan mereka. Itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa kamu memang pantas menerima ini," tutur Raja Xiao Ren.


"Terimakasih banyak. Terimakasih sudah menerimaku," ujar Zhang Yue terisak-isak.


"Zhang Yue," panggil Putri Xiao Lin Mei.


Raja Xiao Ren menyingkir saat Putri Xiao Lin Mei berjalan mendekati Zhang Yue.


Zhang Yue menoleh ke arah nona nya ah ralat saudarinya yang baru.


"Aku sangat berterimakasih kepada mu. Aku seperti melihat ibunda dalam dirimu, ketelatenan serta kesabaranmu serta keikhlasan mu melindungi ku. Dengan berada di dekatmu aku selalu merasa ibunda masih ada di sampingku. Terimakasih sudah bertahan sejauh ini."


"Ayah, terimakasih sudah mempertemukan ku dengan gadis sebaik Zhang Yue. Jika saja tidak menemukan dia mungkin aku sudah meregang nyawa karena putus asa."


"Tidak perlu berterimakasih, semua sudah jalannya seperti ini."


Merekapun saling berpelukan dengan Zhang Yue yang berada ditengah.


Raja Xiao Ren sangat bersyukur dirinya tidak salah memilih gadis itu dan menjadikannya pelayan di istana membantu Putrinya.


Di saat ini semua orang berbahagia dengan persetujuan Raja Xiao Ren atas keinginan Putri Xiao Lin Mei. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara seseorang pria.


"Ada apa ini?"


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2