
Semua orang telah pergi begitu pula dengan Pangeran Xiao Jinshi yang memutuskan untuk kembali ke kediamannya setelah diusir Putri Xiao Lin Mei dengan alasan ingin beristirahat.
"Argh!!! Kenapa jadi aku ikutan di hukum sih." kesal nya.
"Baiklah kalau aku tidak mendapat izin aku akan pergi sendirian hitung-hitung sambil mencari bukti keterlibatan mereka." ujarnya.
****
Pagi ini Putri Xiao Lin Mei tidak melihat keberadaan pelayan yang kemarin berada di samping nya. Entah kemana perginya pelayan tersebut dia tidak mau memikirkannya yang terpenting sekarang dia harus bisa keluar dari tempat ini dan mencari barang bukti supaya bisa membongkar kejahatan mereka.
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya hari ini Putri Xiao Lin Mei pergi ke kediaman Selir Mei Ran secara diam diam. Setelah bersiap siap dia segera bergegas pergi sebelum ada yang mencurigainya jika dia kabur dari kediaman dan tidak melaksanakan hukuman yang telah diberikan oleh Raja Xiao Ren.
Putri Xiao Lin Mei berpakaian seperti seorang pria dengan memakai baju berwarna hitam yang sangat pas ditubuhnya tak lupa dengan memakai topeng yang akan membantunya supaya tidak ada yang mengenalnya.
Tujuan pertama Putri Xiao Lin Mei adalah kediaman Selir Mei Ran. Dengan semangat yang membara dia pun pergi menuju kediaman Selir Mei Ran. Kebetulan penjagaan di sana tidak terlalu ketat membuatnya tidak terlalu kesulitan untuk menerobos masuk kedalam paviliunnya.
"Aku harus memulai dari mana ya?" gumamnya.
Putri Xiao Lin Mei kebingungan harus memulai dari mana lama sekali dia berpikir sehingga dia melihat sebuah lemari di sudut ruangan yang tak jauh dari meja tempat biasa Selir Mei Ran berdandan.
Putri Xiao Lin Mei berjalan menuju lemari usang tersebut dan membukanya secara perlahan agar tidak menimbulkan suara.
Krieetttt
"Sial kenapa bunyi sih. Aduh celaka bagaimana kalau ada yang mendengarnya." panik Putri Xiao Lin Mei.
Prajurit yang kebetulan sedang berjaga dan melintas didepan kediaman Selir Mei Ran mendengar suara aneh dari dalam dan langsung masuk kedalam karena berpikiran bahwa ada penyusup yang masuk serta berusaha untuk mencuri barang berharga milik Selir Mei Ran yang saat ini tengah ditinggalkan pemiliknya.
"Siapa disana?!"
Putri Xiao Lin Mei yang tengah panik menjadi semakin panik ketika mendengar ada suara dari luar tanpa sengaja menyenggol vas bunga yang terletak diatas meja menimbulkan suara gaduh membuat prajurit tadi semakin yakin bahwa ada penyusup.
"Penyusup!!! Tolong... ada penyusup!!!"
Teriakan prajurit tadi membuat prajurit yang lain segera berdatangan dan langsung mendobrak pintu. Keadaan kamar Selir Mei Ran saat ini kosong akan tetapi ada pecahan vas bunga serta pintu lemari yang terbuka lebar prajurit tadi langsung berpencar ke segala arah untuk mencari penyusup itu serta menyeretnya kehadapan Raja Xiao Ren.
__ADS_1
Salah satu dari mereka pergi menghadap ke Raja Xiao Ren untuk melaporkan penyusup yang memasuki kediaman Selir Mei Ran.
*****
Saat ini Putri Xiao Lin Mei berada di bawah pohon yang tumbuh di belakang kediamannya untuk istirahat sejenak setelah berlarian dari kediaman Selir Mei Ran.
"Huft capek sekali hari ini masih pagi sudah disuruh olahraga gara gara prajurit s*al*n itu." gerutunya.
Putri Xiao Lin Mei masih asyik duduk di bawah pohon tanpa mengetahui keributan yang telah dia perbuat sambil sesekali mengipasi wajahnya karena gerah setelah berlarian.
Krucuk....
Perut Putri Xiao Lin Mei sudah berdemo menandakan bahwa sudah waktunya untuk makan karena tadi pagi dirinya terlalu bersemangat untuk menyelinap sehingga melupakan sarapan.
"Lapar sekali, Zhang Yue pergi kemana sih belum kembali juga dari kemarin?" sambil mengusap perutnya yang terus berbunyi.
"Ah sudahlah daripada aku ma*i kelaparan lebih baik aku cari saja sendiri." gumamnya.
Dia melihat sekitar mencari sesuatu yang bisa dia makan dan mendongak ternyata pohon tempat dia bersandar adalah pohon apel. Karena sudah terlalu lapar dan juga kalau terlalu lama jika harus menunggu Zhang Yue kembali dan memasakkan nya makanan akhirnya Putri Xiao Lin Mei nekat memanjat pohon apel itu.
****
Sedangkan saat ini pelayan pribadi Putri Xiao Lin Mei tengah panik setelah mendengar berita adanya penyusup yang menyelinap di kediaman selir dengan tergesa gesa dia menuju Paviliun Anggrek dan mendapati bahwa Putri Xiao Lin Mei tidak ada di tempat menjadi semakin panik.
Pelayan Zhang Yue sudah mencari keberadaan Putri Xiao Lin Mei ke seluruh penjuru paviliun tiap sudut ruangan sudah dia periksa termasuk di kamar mandi, akan tetapi hasilnya tetap nihil.
Tidak punya pilihan lain akhirnya pelayan itu meminta bantuan prajurit istana yang tengah berjaga untuk melaporkan hilangnya tuan putri kepada Raja Xiao Ren.
Raja Xiao Ren yang mendapatkan laporan dari prajurit itu terkejut bukan main dia takut kalau penyusup itu juga mencelakakan putrinya. Diapun memerintahkan prajurit itu untuk mencari keberadaan Putri Xiao Lin Mei di setiap sudut istana serta keseluruh kerajaan tanpa ada yang terlewatkan.
Sedangkan yang menjadi sumber kekacauan tengah asyik duduk di atas pohon sambil menutup matanya menikmati suasana di pagi hari. Entah sudah berapa apel yang dia makan yang pasti halaman yang tadinya bersih sekarang menjadi kotor karena biji apelnya dia buang sembarangan.
Putri Xiao Lin Mei mengabaikan hal itu dan terus memakan apel tersebut hingga dia merasa kenyang.
****
__ADS_1
"Ayah aku mendengar bahwa ada penyusup, apakah itu benar?" tanya Pangeran Xiao Jinshi.
"Benar sekali penyusup itu masuk ke kediaman Selir Mei Ran yang saat ini kosong dan ayah tidak mengetahui apa yang telah dia ambil, yang pasti waktu itu keadaan kamarnya sudah berantakan." terang Raja Xiao Ren.
"Ayah sudah mengerahkan seluruh prajurit untuk menangkapnya, jadi kamu tidak perlu khawatir. Sekarang yang perlu kita khawatirkan adalah keadaan adikmu."
"Putri Xiao Lin Mei? Memangnya ada apa dengan Lin Mei ayah kenapa kita harus khawatir bukankah sekarang Lin Mei sedang di kediamannya?"
"Tadi ayah mendapat laporan dari prajurit bahwa saat ini adikmu tidak ada di kediamannya, ayah takut kalau penyusup itu mencelakai adikmu dan menculiknya."
Mendengar berita itu Pangeran Xiao Jinshi terkejut dan berdoa semoga saja apa yang di katakan oleh Raja Xiao Ren tidak menjadi kenyataan.
"Kalau begitu aku ikut mencarinya. Aku takut kalau terjadi apa apa dengan Lin Mei." pintanya.
"Baiklah kau boleh ikut. Sekarang lebih baik kita pergi ke kediaman adikmu saja siapa tahu dia sudah kembali." ajak Raja Xiao Ren.
Pangeran Xiao Jinshi mengangguk menyetujui perkataan Raja Xiao Ren dan mengikuti langkah Raja Xiao Ren di belakangnya.
Di jalan Pangeran Xiao Jinshi tidak bisa berfikir dengan jernih, hati dan pikirannya tertuju pada adiknya yang masih lemah dan kemungkinan terburuk bahwa adiknya tengah di sandera oleh penyusup itu.
Merekapun masuk kedalam paviliun yang memang sepi karena saat ini pelayan Zhang Yue juga tengah mencari keberadaan tuan putri bersama prajurit yang lainnya.
Dengan menelusuri setiap sudut paviliun itu dan hasilnya nihil Putri Xiao Lin Mei tidak berada di kediamannya. Sebelum beranjak pergi dari tempat itu entah kenapa hati Pangeran Xiao Jinshi tergerak untuk memeriksa halaman belakang.
Mereka berdua memeriksa halaman belakang dengan jeli. Hingga tiba di sebuah pohon apel yang kotor di bawahnya yang dipenuhi dengan biji-biji apel yang berserakan.
Karena merasa janggal Raja Xiao Ren pun mendongak ke atas dan melihat jika ada seorang yang tengah duduk di dahan pohon sambil melamun entah apa yang dia lamunkan. Raja Xiao Ren mengetahui siapa itu tanpa ragu langsung berteriak.
"Putri Xiao Lin Mei!! apa yang kau lakukan disana...."
Bersambung....
Terimakasih sudah mampir ke karya author, jangan bosan bosan yah buat mampir. Author hanya mau ngingetin biar tidak ketinggalan up nya jangan lupa buat favorit, terus biar author semangat up nya jangan lupa di like dan komentar.
Salam hangat dari author 😘
__ADS_1