Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 51


__ADS_3

Hari demi hari sudah berlalu, sesuai rencana satu minggu lagi acara besar akan dilakukan di kerajaan Awan yakni acara pernikahan Putri Xiao Lin Mei dan Raja Zhang Jiang Wu dari kerajaan Kegelapan serta penobatan Pangeran Xiao Jinshi menjadi raja kerajaan Awan yang selanjutnya menggantikan Raja Xiao Ren.


Berita penobatan serta pernikahan yang akan dilaksanakan oleh pihak kerajaan Awan tersebar luas, rakyat kerajaan begitu bahagia mendengar berita ini. Mereka merasa bersyukur setelah mengalami kesulitan akhirnya kerajaan memberikan kabar bahagia tersebut dan mendoakan semuanya berjalan sesuai rencana.


Persiapan demi persiapan sudah dilakukan dengan matang, banyak pelayan berlalu lalang mempersiapkan dekorasi untuk pernikahan serta penobatan keduanya.


Saat ini Putri Xiao Lin Mei sedang bersama sang kakak sebelum hari bersejarah itu terjadi. Sedari tadi dia terus memperhatikan pelayan yang sibuk menata dekorasi untuk acara mereka.


"Gege, aku pusing melihat mereka," keluh Putri Xiao Lin Mei.


Bagaimana tidak sepanjang hari mereka terus saja berjalan kesana-kemari seolah-olah tidak punya lelah. Pangeran Xiao Jinshi hanya menggeleng pelan mendengar aduan adiknya.


"Biarkan saja, sekarang kita persiapkan diri untuk acara Minggu depan," ujar Pangeran Xiao Jinshi.


"Gege tidak ingin menikah juga? Kan seru bayangin jika kita menikah bersama-sama."


"Tidak, gege belum ada pemikiran ke arah sana. Lagipula gege belum siap jika harus menduakan adik kesayanganku."


"Tapi, aku yang akan menduakan mu," timpalnya disambut gelak tawa Pangeran Xiao Jinshi.


"Dasar," ucap Pangeran Xiao Jinshi.


Merekapun bercengkrama sebelum hari yang mendebarkan bagi mereka mengabaikan lalu lalang para pelayan yang sibuk dengan persiapan acara.


...****************...


Seperti yang sudah direncanakan, hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi kerajaan Awan serta kerajaan Kegelapan yang mana hari ini secara resmi mereka akan menjadi keluarga dalam artian sesungguhnya bukan karena embel-embel persahabatan seperti sebelumnya.


Selain itu juga hari ini kerajaan Awan akan melakukan prosesi penobatan raja baru mereka yang akan dipimpin secara langsung oleh orang yang sudah diamanahkan sebelumnya dalam prosesi ini.


Di atas singgasana Raja Xiao Ren memperhatikan prosesi tersebut dengan seksama, di mana saat ini putranya Pangeran Xiao Jinshi sedang melakukan sebuah ritual turun temurun yang akan dilakukan oleh setiap calon raja baru.


Semua orang mengikuti prosesi penobatan tersebut dengan khidmat.


Setelah semua rangkaian upacara sudah selesai Raja Xiao Ren turun dari tahtanya menuju putranya. Dia melepaskan mahkota yang selama ini berada di kepalanya, lalu memakaikan langsung di kepala sang putra sebagai simbol jika tampuk kekuasaan kerajaan awan resmi dia serahkan kepada sang putra.


Lalu dia menyerahkan stempel kerajaan kepada raja baru, stempel itu menyimbolkan jika saat ini setiap keputusan yang berkaitan dengan kerajaan Awan sudah berganti menjadi tanggungjawabnya.


Raja Xiao Jinshi menerima stempel tersebut dengan sopan.


"Dengan ini secara resmi saya telah menyerahkan segala sesuatu yang menyangkut kerajaan ini kepada putra ku, Xiao Jinshi. Saya harap dibawah kepemimpinannya kerajaan Awan menjadi semakin maju kedepannya," ucap mantan Raja Xiao Ren lantang.


"Dengan restu ayahanda saya siap menerima tampuk kepemimpinan kerajaan Awan dan berusaha sebaik mungkin menjalankan tugas," jawab Raja Xiao Jinshi tak kalah lantang.

__ADS_1


Setelah janji itu terlontarkan suara tepukan bergemuruh, saat ini semua orang bersuka cita menyambut raja baru mereka. Mereka berharap dengan dinobatkannya raja baru membawa perubahan yang lebih baik bagi kerajaan Awan.


Setelah prosesi penobatan raja baru sudah selesai Raja Xiao Jinshi duduk di singgasana yang sebelumnya dipakai oleh sang ayah. Sedangkan Raja sebelumnya Xiao Ren duduk di kursi khusus yang terletak di samping singgasana.


Acara selanjutnya yakni adalah pemberkatan pernikahan Raja Zhang Jiang Wu serta Putri Xiao Lin Mei.


Raja Zhang Jiang Wu maju terlebih dahulu menuju altar menunggu sang calon istri yang masih berada di tempat lain, pria itu mengenakan baju pengantin berwarna merah cerah dengan corak emas membuatnya tampak gagah.


Tak lama kemudian datanglah Putri Xiao Lin Mei yang digandeng oleh Zhang Yue, pakaian yang dikenakannya sama dengan Raja Zhang Jiang Wu hanya saja dia kali ini memakai tudung yang menutupi wajahnya, sebenarnya dia tidak mengetahui kenapa harus ditutupi wajahnya, ia hanya mengikuti saja perias tadi.


Mereka berdua menjadi pusat perhatian kali ini, rakyat yang menonton pun dibuat terpesona dengan keduanya.


Raja terdahulu Xiao Ren yang merupakan ayah dari Putri Xiao Lin Mei pun turun menyambut kedatangan sang putri, lalu menggandengnya menuju sang mempelai pria. Setelah sampai di depan calon suami putrinya Raja terdahulu Xiao Ren pun berbicara sepatah dua patah kata menyerahkan tanggungjawab sang putri ke lelaki yang akan menjadi suaminya sebentar lagi setelah selesai pria tersebut kembali ke tempatnya.


Di depan sana ada orang yang ditugaskan memimpin jalannya prosesi ini. Kedua mempelai hanya mengikuti setiap instruksi darinya, tanpa membantah.


Sama dengan penobatan tadi, acara tersebut berjalan dengan lancar dan khidmat.


Setelah semua rangkaian selesai sang mempelai mengadakan upacara minum teh sebagai simbol penghormatan kepada yang lebih tua.


...****************...


Beberapa rangkaian acara yang panjang dan melelahkan itu akhirnya sudah usai, saat ini Putri Xiao Lin Mei sudah kembali ke paviliunnya yang sudah disulap sedemikian rupa oleh para pelayan istana.


Sebenarnya hari ini ada penyambutan raja baru, namun karena dia sudah kelelahan akhirnya pamit ke kamar terlebih dahulu meninggalkan suaminya di sana.


"Ini juga bajunya kenapa berat sekali. Aku heran kenapa mereka suka sekali memakai pakaian yang berat," keluhnya.


Putri Xiao Lin Mei terus mengeluh tanpa menyadari jika ada sepasang mata yang terus memperhatikannya sedari tadi.


"Apa yang membuatmu kesal, Ratu ku?" ujarnya tiba-tiba.


"Astaga."


"Kebiasaan, suka sekali mengejutkanku."


Putri Xiao Lin Mei menatap sebal pria yang sudah resmi menjadi suaminya saat ini. Pria itu membuka penutup wajah gadis itu dengan perlahan-lahan lalu ditatapnya wajah cantik Putri Xiao Lin Mei.


Jangan ditanya bagaimana keadaan jantung Putri Xiao Lin Mei saat ini, bahkan wajahnya sudah merah merona. Pria itu membaringkan tubuh Putri Xiao Lin Mei pelan-pelan.


"Jiang Wu, k kamu mau apa?"


"Melakukan yang seharusnya," ujarnya dengan suara berat.

__ADS_1


Putri Xiao Lin Mei mendadak ngeblank pikirannya berkelana jauh saat mendengar ucapan pria itu, namun tiba-tiba dia menjerit saat gaunnya ditarik paksa oleh pria itu. Pria itu sudah dipenuhi kabut nirwana.


"Jiang Wu," ujarnya lirih.


"Apakah boleh?" dijawab anggukan oleh gadis itu.


"Pelan-pelan," ujarnya lirih.


"Akan aku usahakan."


Akhirnya pria itu benar-benar melakukan tugasnya sebagai pengantin baru. Dia memperlakukan Putri Xiao Lin Mei dengan lembut bahkan mampu membuat sang gadis terbang.


Mereka melakukannya bukan hanya sekali, namun berkali-kali hingga Putri Xiao Lin Mei terkapar lemas di peraduan mereka.


"Terimakasih atas segalanya, aku mencintaimu." Raja Zhang Jiang Wu mengecup dahi sang istri sebelum menyusulnya ke alam mimpi.


...****************...


"Ayah, menurutmu apa yang saat ini mereka lakukan?" tanya Raja Xiao Jinshi.


"Apalagi jika bukan melakukan itu. Pria itu sudah lama menunggu hari ini, sudah pasti akan tidak menahan diri," jawabnya enteng.


"Jinshi," panggil Raja terdahulu Xiao Ren.


"Iya, Ayah."


"Hari ini kamu sudah resmi menggantikan ayah. Ayah harap kamu bisa menjalankan tugas ini dengan baik."


"Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu, Ayah. Terimakasih atas kepercayaannya."


Raja Xiao Jinshi bertekad untuk menjadi pemimpin yang baik untuk rakyatnya, dan akan lebih mementingkan rakyatnya daripada dirinya sendiri. Dia sadar jika menjadi seorang pemimpin yang adil itu tidak mudah, seadil-adilnya seorang pemimpin kepada rakyatnya pasti akan ada yang tidak sesuai, namun dia akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap adil.


Akhirnya penyatuan mereka benar-benar sempurna, lika liku perjalanan yang telah mereka lalui mempu menguatkan cinta mereka.


Dua insan yang telah lama menunggu, tangis, bahagia, suka dan duka telah mereka lalui dengan ikhlas hingga akhirnya takdir membawa mereka ke dalam sebuah ikatan suci, yakni ikatan pernikahan.


Sebuah akhir dari perjalanan cinta serta menegakkan kebenaran, namun ini bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari babak baru dalam sebuah kehidupan.


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung ….


__ADS_2