Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part 14


__ADS_3

Di Istana Kegelapan.


Saat ini Putri Xiao Lin Mei sedang berada di istana Kerajaan Kegelapan seorang diri, entah dimana saat ini kakaknya berada. Akan tetapi, pada saat mendapatkan kabar jika orang kepercayaan Raja Zhang Jiang Wu akan datang menjemput raja mereka untuk dibawa pulang ke istana, Pangeran Xiao Jinshi memintanya ikut mengantar Raja Zhang Jiang Wu pulang.


Sedari tadi Putri Xiao Lin Mei merasa gelisah, perasaan takut akan murka Ratu Ming Xia masih menghantui pikirannya.


Dirinya sudah beberapa hari berada disini, selama itu juga Raja Zhang Jiang Wu tidak sadarkan diri. Ratu Ming Xia sendiri susah untuk ditemui dia sudah mengira jika Ratu Ming Xia sedang menghindarinya.


"Aduh, bagaimana ini? Jika Ratu Ming Xia marah," batinnya.


"Aku takut sekali jika gara-gara ini dia akan menghukum ku," batinnya.


Putri Xiao Lin Mei terus berjalan kesana kemari untuk mengurangi rasa takutnya itu.


Saking kalutnya dia sampai tidak sengaja menabrak seseorang hingga membuat orang tersebut mengadu kesakitan.


Brukkk


"Aduh, maafkan aku. Aku tidak sengaja menabrak mu."


Putri Xiao Lin Mei berkata tanpa memandang orang yang dia tabrak, karena sibuk membersihkan bajunya yang kotor.


"S*al! Baju mahal ku kotor."


Orang tersebut berdecak kesal menatap pakaiannya yang kotor karena terjatuh. Saat menatap sang pelaku matanya membesar, amarah dalam dirinya semakin memuncak. Dengan geram dia memaki-maki Putri Xiao Lin Mei.


"Dasar putri pembawa sial! Sudah membuat kak Jiang Wu celaka, sekarang dengan tidak tahu malu menampakkan diri di sini," maki orang tersebut.


Putri Xiao Lin Mei mengabaikan omongan orang yang tidak dikenalnya itu. Merasa diabaikan orang itu semakin murka. "Hei j*l*ng! Kamu t*li ya?!"


Mendengar ucapan orang tersebut Putri Xiao Lin Mei mengepalkan tangannya erat-erat sampai kukunya memutih. Rasanya ingin sekali dia menampar mulut sampahnya karena dia tidak menyukai jika ada yang merendahkannya terlebih lagi oleh orang yang tidak dikenalinya.


Tangannya sudah terangkat untuk menampar perempuan itu tapi, belum sampai terlaksana Ratu Ming Xia sudah terlebih dahulu datang dengan teriakan yang menggelegar.


"Putri Zhao Yunlei!!"


"Jaga sopan santun mu kepada calon permaisuri kerajaan ini," tegasnya


Serentak mereka menoleh ke sumber suara. Tampak Ratu Ming Xia berdiri dengan tatapan tajam, menatap ke arah orang yang diketahui bernama Putri Zhao Yunlei.


Baik Putri Xiao Lin Mei maupun Putri Liu Yue sama-sama terkejut dengan ucapan sang ratu di kerajaan ini, setengah tidak percaya Putri Zhao Yunlei mencoba menanyakan maksud perkataannya.


"Mohon maaf yang mulia ratu, apa maksud Anda? Kenapa Anda memilih pembawa sial itu untuk mendampingi kak Jiang Wu."


Putri Xiao Lin Mei sudah tidak mampu menahan amarahnya lagi.


"Siapa yang kamu maksud pembawa sial hah!"


"Kamu lah putri pembawa sial," ucap Putri Zhao Yunlei sinis.


"Cukup!!"


Bentakan Ratu Ming Xia mampu membuat mereka berhenti berdebat. Di tatapnya satu persatu.

__ADS_1


"Putri Xiao Lin Mei, masuklah putraku ingin berbicara kepada mu," perintahnya.


Putri Xiao Lin Mei terkejut bukan kepalang mendengar perkataan dari ratu. Dia berpikir Ratu Ming Xia akan memarahinya tentang peristiwa itu.


"Bibi tidak berbohong, 'kan? Jiang Wu sudah sadar."


Ratu Ming Xia tersenyum sejenak lalu mengangguk membenarkan, Putri Xiao Lin Mei tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Dengan tergesa-gesa dia berpamitan dengan Ratu Ming Xia dan bergegas ke tempat Raja Zhang Jiang Wu dirawat bahkan dia melupakan niatnya untuk menanyakan maksud perkataan dari Ratu Ming Xia.


Putri Zhao Yunlei memandang kepergian gadis itu dengan raut wajah kesal. Dia tidak terima jika gadis itu yang menjadi pendamping dari lelaki pujaannya, sudah cukup lama Putri Zhao Yunlei memendam perasaan terhadap Raja Zhang Jiang Wu.


"Kenapa putri masih berdiri di sana, bukankah mengurusi kerajaan putri jauh lebih penting daripada mengurusi kehidupan putraku?" Ucap Ratu Ming Xia sinis.


Ratu Ming Xia bukannya tidak mengetahui jika gadis itu menyukai putranya. Namun, dirinya sangat tidak menyukai tata krama gadis itu.


"Lebih baik putri pergi dari sini. Putri urus saja kerajaan Putri yang kacau karena ulah mu."


Putri Zhao Yunlei menggeram kesal, mendengar Ratu Ming Xia merendahkannya. Dengan menahan amarah dia beranjak pergi dari tempat itu.


"Saya peringatkan sekali lagi. Jangan pernah kamu menginjakkan kaki di sini dan jangan pernah berharap putraku akan menyukaimu," teriaknya.


...*************************...


"Bagaimana keadaannya, Pangeran?"


"Sudah lebih baik. Ayahanda tidak perlu khawatir, mei mei sedang menjaganya."


Raja Xiao Ren menghela napas panjang untuk meredakan sesak dihatinya. Setelah mendengar berita anak-anaknya celaka dirinya merasa telah gagal dalam menjaga mereka.


"Shi'er maafkan aku, karena kelalaian ku menjaga anak-anak hampir saja mereka celaka," batinnya.


"Ayah ... Ayah!!"


Lamunannya mendadak buyar kala Pangeran Xiao Jinshi berteriak memanggil Raja Xiao Ren.


"Ayah tidak tuli."


"Ayah kenapa melamun? Jangan bilang ayah sedang memikirkan cara agar bisa menikah lagi," kelakarnya sambil menahan tawa.


"Dasar anak kurang ajar, sini kamu!" Raja Xiao Ren berlari mengejar Pangeran Xiao Jinshi yang berlari terlebih dahulu untuk memberikan pelajaran kepadanya.


"Sini kamu anak nakal!!"


Setelah drama kejar-kejaran akhirnya telinga Pangeran Xiao Jinshi menjadi korban dari jeweran maha dahsyat dari sang ayah. Saking dahsyatnya jeweran itu membuat Pangeran Xiao Jinshi berteriak kesakitan.


Karena tidak tega anaknya kesakitan akhirnya Raja Xiao Ren melepaskan jewerannya.


"Dengar gosip darimana kamu? Ayah tidak pernah mau menikah lagi," omelnya.


Pangeran Xiao Jinshi masih mengatur napasnya lelah sambil sesekali mengusap telinganya yang terasa panas.


"Tidak ada, aku hanya menebak saja. Lagipula sudah dari tadi memanggil ayah tapi ayah malah melamun," ujar Pangeran Xiao Jinshi.


"Huft baiklah."

__ADS_1


"Lantas kenapa kamu berada disini tidak menemani adikmu?"


"Sengaja," ujarnya santai.


Pangeran Xiao Jinshi berkata tanpa beban. Dengan santainya dia meminum minuman yang di sediakan oleh pelayan untuk Raja Xiao Ren. Tak lupa dia memakan makanan yang ada di meja tanpa seizin yang punya.


Raja Xiao Ren hanya memperhatikan tingkah seenaknya Pangeran Xiao Jinshi. Dalam hati berpikir sejak kapan putranya yang terkenal dingin itu menjadi tidak tahu malu seperti ini.


"Ekhem, sepertinya perjalananmu cukup melelahkan, ya Pangeran? Sehingga membuat mu begitu kelaparan," Sindirnya.


Uhukk


Pangeran Xiao Jinshi terbatuk-batuk mendengar sindiran keras ayahnya.


"Seperti itulah, kita berdua terus berjaga-jaga untuk memastikan keamanan Jiang Wu sampai bantuan datang sehingga kita makan dengan tidak benar."


"Terus bagaimana dengan adikmu, apakah dia juga ikut berjaga sepertimu?"


Pangeran Xiao Jinshi menceritakan keadaan Putri Xiao Lin Mei termasuk dengan dugaannya mengenai penyerangan tersebut.


Mereka berdua terlibat dalam perbincangan yang serius hingga tak terasa hari sudah mulai gelap. Pangeran Xiao Jinshi berpamitan kepada Raja Xiao Ren dan kembali ke kediamannya.


...****************...


Di kegelapan malam ada beberapa orang yang tengah berkumpul, mereka semua mengenakan pakaian serba hitam. Tak lupa juga sebuah topeng yang menutupi identitas mereka.


"Aku mau kalian bikin dia celaka hari ini juga."


Mereka semua mengangguk.


"Ingat, jangan sampai ketahuan orang lain." Dia berkata sambil melemparkan sebuah kantong yang berisi uang.


Mereka menerima kantong itu dengan senang hati. Sudah cukup lama mereka menerima tugas yang cukup menantang.


Mereka merupakan serikat pembunuh bayaran yang cukup terkenal di kota itu. Banyak orang rela mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit hanya untuk memb***h orang lain.


"Pergilah lakukan dengan benar kalau kalian ingin tambahan uang dariku."


Mereka semua pergi melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin.


Kini tinggal orang tersebut sendirian. Dia memandang gelapnya malam dengan senyuman yang tersungging.


"Hari ini aku pastikan kamu akan lenyap dari muka bumi ini. Hahahaha."


*


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2