Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Bab 16


__ADS_3

Saat ini kediaman Phoenix diserang oleh beberapa pembunuh bayaran, entah siapa kali ini yang ditargetkannya yang pasti saat ini baik Putri Xiao Lin Mei ataupun Raja Zhang Jiang Wu sedang bahu membahu mengatasi serangan mereka. Jumlah mereka saat ini cukup banyak dari penyerangan tempo hari.


Suasana di kediaman Phoenix mendadak mencekam, suara pedang beradu membuat siapa saja yang berada ditempat itu bergidik.


Sebelumnya saat mereka berbincang-bincang ada sekelompok orang yang memaksa masuk meskipun sudah dicegah oleh penjaga, namun jumlah mereka terlalu banyak mengakibatkan penjaga tersebut tumbang.


Baik Putri Xiao Lin Mei maupun Raja Zhang Jiang Wu masih membatu ditempat mereka tatkala mereka melihat kearah pintu. Hingga sebuah bentakan mampu menyadarkan mereka.


"Cepat serahkan gadis itu!"


"Siapa lagi mereka. Tidak habis-habisnya mereka memburuku," keluh Putri Xiao Lin Mei.


Mendengar keluhan Putri Xiao Lin Mei sang rajapun berbisik menenangkan nya.


"Kamu tenang saja, aku akan membereskan mereka semua," bisik Raja Zhang Jiang Wu.


Putri Xiao Lin Mei yang mendengar bisikan laki-laki tersebut langsung mencegahnya, "Tapi kan tubuhmu belum pulih."


Putri Xiao Lin Mei menggenggam erat lengan Raja Zhang Jiang Wu, dia tidak mau kejadian seperti tempo hari terulang lagi.


"Aku tidak mau kamu terluka lagi lebih baik kita pergi dari sini." Putri Xiao Lin Mei menarik lengan Raja Zhang Jiang Wu namun ditahan olehnya.


Putri Xiao Lin Mei menatap matanya, entah kenapa sorot matanya itu seperti candu baginya. Sorot matanya seperti menyiratkan sesuatu yang tidak dia pahami, apapun itu yang jelas dia sangat mengagumi mata itu.


Raja Zhang Jiang Wu menangkup pipi perempuan yang telah mengisi hatinya tersebut. Diapun balas menatap manik mata Putri Xiao Lin Mei, sebuah mata yang penuh dengan kekhawatiran. Berusaha meyakinkan jika mereka akan baik-baik saja.


Dia dapat menebak jika gadisnya itu takut jika kejadian buruk kembali terulang lagi.


"Kamu tenang saja, aku bisa mengatasinya. Percaya padaku, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu barang sedikitpun," ujarnya lembut.


Perkataan Raja Zhang Jiang Wu membuat jantungnya berdegup kencang.


"Perasaan apa ini?" Batinnya sambil memegang dadanya.

__ADS_1


"Mungkinkah aku sudah jatuh hati dengan pria yang telah menyelamatkanku ?" Begitulah benaknya saat ini.


Cup


Sebuah kecupan mendarat di kening Putri Xiao Lin Mei membuatnya tersadar dari lamunannya.


"Tunggu aku kembali, aku akan melindungimu dengan seluruh jiwa ragaku."


Putri Xiao Lin Mei mengangguk mempercayai ucapan sahabat serta penolongnya itu. Hatinya merasa hangat tatkala kalimat itu terlontar dari mulut Raja Zhang Jiang Wu. Selama hidupnya Alya tidak pernah mendapatkan perhatian khusus seperti itu, wajar saja itu semua karena orangtuanya terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga waktu mereka berkumpul hampir tidak ada.


"Sudah pertunjukan kasih sayangnya?" ujar penyusup itu jengah.


Mereka mengalihkan pandangannya ke arah para penyusup yang sudah siap dengan senjata ditangannya.


"Sekarang tolong nona ikut kami dengan baik-baik supaya pekerjaan kami cepat selesai," sambungnya.


"Mau membawanya?"


Raja Zhang Jiang Wu mengambil pedang yang terletak tidak jauh dari posisinya saat ini.


"Kamu tunggu disini. Ingat, jangan keluar jika aku belum kembali."


"Hati-hati," lirihnya.


Dijawab dengan anggukan setelah Raja Zhang Jiang Wu memancing mereka ke luar.


Mereka bertarung dengan kekuatan yang tidak seimbang. Tubuh Raja Zhang Jiang Wu beberapa kali terkena sayatan pedang, meskipun tidak terlalu parah itu sudah cukup membuat Putri Xiao Lin Mei khawatir. Tanpa persetujuan dari sahabat masa kecilnya itu dia langsung bergabung debgan tangan kosong.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ratu Ming Xia yang saat itu akan beristirahat dikejutkan dengan suara pertarungan, merasa ada yang tidak beres diapun bergegas menghampiri sumber suara tersebut dengan wajah panik. Namun, sesaat sampai di lokasi tubuhnya membeku dia melihat begitu banyak orang berpakaian hitam dengan pedang di tangannya. Mereka semua menyerang kediaman putranya yang kondisinya sedang lemah, memikirkan hal itu membuat Ratu Ming Xia bergetar ketakutan dia takut jika putranya kali ini tidak selamat.


Sebuah tepukan di pundak mengejutkannya, ratu menoleh ke belakang dengan gemetar. Setelah mengetahui siapa orangnya dia bisa bernafas lega.

__ADS_1


"Yang Mulia kenapa anda berada disini. Pergilah, tempat ini sudah tidak aman lagi," ujar laki-laki berhanfu hitam.


Laki-laki tersebut bernama Liu Yaoshan, dia merupakan pengawal setia raja dia sudah lama mengabdi di kerajaan kegelapan bahkan ayahnya dahulu merupakan panglima kepercayaan raja terdahulu. Panglima Liu Xizhiang telah gugur dalam medan pertempuran ketika melawan pemberontak di daerah perbatasan.


Dan saat ini dialah yang meneruskan tampuk kepemimpinan ayahnya atas kepercayaan Raja Zhang Jiang Wu.


"Yaoshan tolong kamu bantu Jiang Wu, selamatkan dia. Aku tidak mau dia kembali terluka," ujar Ratu Ming Xia dengan derai air mata.


"Ratu tenang saja, hamba akan membantu yang mulia raja. Sekarang Ratu pergilah bersama Jiazen selamatkan diri anda untuk masalah ini biar yang menjadi urusan hamba," terangnya.


"Jiazen kemarilah."


Pria itu memanggil salah satu temannya yang kebetulan saat itu akan bergabung dengan pertempuran didepannya.


Tak lama kemudian datanglah seorang laki-laki, kemudian Liu Yaoshan memintanya untuk membawa ibu Ratu ke tempat yang aman. Tanpa banyak bertanya laki-laki tersebut langsung membawa Ratu Ming Xia pergi dari tempat itu.


Setelah memastikan keamanan Ratu Ming Xia, Liu Yaoshan segera bergabung ke arena pertempuran.


Pertarungan tampak sengit diantara dua kubu, mereka tidak ada yang mau mengalah satupun. Suara pedang beradu yang memekakkan telinga terus terdengar.


Putri Xiao Lin Mei saat ini sedang berhadapan dengan seorang pria yang memakai topeng.


Pria tersebut mengacungkan pedang ke lehernya dan berhasil ditangkis, tak mau ketinggalan Putri Xiao Lin Mei juga memelintir tangan perampok tersebut kebelakang membuatnya berteriak kesakitan. Tanpa mengidahkan orang tersebut Putri Xiao Lin Mei memukul pundaknya berkali-kali. Seakan-akan belum puas putri itu merebut pedangnya dan langsung menebasnya tanpa belas kasihan.


Putri Xiao Lin Mei menatap pedang di tangannya, melihat bercak darah di pedang itu membuatnya semakin bersemangat menumpas mereka semua. Dengan semangat yang berkobar dia menghadapi mereka semua dengan percaya diri.


Sedangkan di sisi lain dengan kekuatan Raja Zhang Jiang Wu yang melemah membuatnya tidak maksimal dalam pertarungan tersebut. Dia mencoba menangkis semua serangan yang ditujukan kepadanya sambil sesekali menyerangnya.


Disaat hampir terpojok datanglah Liu Yaoshan bersama pasukan yang lain membantu mereka berdua. Kedatangan bantuan itu membuat pertarungan mereka semua semakin sengit namun, tidak membutuhkan waktu yang lama perlahan tapi pasti jumlah penyerang semakin menipis dan dengan mudah ditundukkan.


Raja Zhang Jiang Wu menghela nafas lega, akhirnya dia bisa membereskannya walaupun ada cedera sedikit. Tapi, itu tidak berpengaruh apa-apa baginya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2