Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 42


__ADS_3

Beberapa tahun yang lalu.


Di sebuah rumah bordil yang terkenal di kota itu terdapat banyak sekali lalu lalang orang-orang dengan berbagai macam latar belakang mulai dari rakyat biasa hingga kalangan bangsawan.


Disudut ruangan yang tidak terlalu ramai pelanggan ada seorang mengenakan pakaian rakyat biasa dengan topeng diwajahnya. Ketampanan serta wibawa dari pria itu tidak luntur meskipun dia tidak menunjukkan wajah aslinya. Pria itu adalah Raja Xiao Ren, raja baru kerajaan Awan dia memasuki rumah ini bukan tanpa alasan, dia sedang menyelidiki kasus korupsi yang sedang dia tangani.


Tapi, sialnya bukan informasi yang dia dapat melainkan jebakan, ya Raja Xiao Ren dijebak oleh salah satu gadis penghibur di sana dan nama gadis itu adalah Mei Ran. Gadis itu memasukkan perangsang ke dalam minuman yang dia pesan, namun beruntungnya Raja Xiao Ren masih memiliki kontrol yang baik.


Raja Xiao Ren meninggalkan rumah itu dengan menahan hawa panas disekujur tubuhnya, dengan kecepatan tinggi dia memacu kudanya agar cepat sampai ke istana.


Kuda yang ditunggangi oleh Raja Xiao Ren sudah sampai di istana karena tidak tahan dia langsung mencari istrinya dia berteriak-teriak memanggil istrinya dengan menahan hawa panas disekujur tubuhnya.


"Shi An Mei, dimana kamu?"


"Aku ada di sini, Rajaku. Kenapa memanggilku, aku selesai menidurkan putra kita," jawab Permaisuri Shi An Mei.


Shi An Mei, perempuan berparas cantik berbudi pekerti luhur mempunyai sopan santun serta hati yang lembut dan perempuan yang berhasil memikat Raja Xiao Ren yang terkenal dengan rumor anti berdekatan dengan wanita manapun selain ibunya. Shi An Mei pula lah yang telah merubah perangai dingin Raja Xiao Ren menjadi lembut dan perhatian meskipun itu hanya berlaku dengan keluarga kecilnya saja.


Permaisuri Shi An Mei yang selesai menidurkan Pangeran Xiao Jinshi pun terkejut melihat keadaan sang suami yang tengah gelisah.


"Ada apa?" Tangan sang permaisuri meraih lengan sang suami.


Bagaikan tersengat listrik Raja Xiao Ren pun langsung menarik istrinya ke kamar lalu menindihnya.


"Bantu aku," ucapnya dengan suara lirih.


Merasa ada yang tidak beres dengan suaminya Permaisuri Shi An Mei pun mengangguk, setelah mendapatkan izin dari istrinya Raja Xiao Ren pun menerjang tubuh sang istri untuk menghilangkan pengaruh obat tersebut. Dan terjadilah hal yang tidak diinginkan oleh Raja Xiao Ren jika melakukannya dengan orang lain, namun diinginkan jika melakukan bersama istrinya.


Selang satu tahun dari kejadian itu datanglah seorang gadis menangis menuduh Raja Xiao Ren telah menodainya, awalnya sang istri marah besar mengetahui sang suami bermain dengan wanita lain, namun setelah dijelaskan Permaisuri Shi An Mei pun mengerti.


"Raja ku, nikahi lah gadis itu."


"Tidak, Mei'er. Aku tidak akan menikahi gadis itu." Raja Xiao Ren menolak keras saran istrinya.


"Sampai kapanpun aku hanya mencintaimu," ujar Raja Xiao Ren lirih.

__ADS_1


Raja Xiao Ren tidak ingin mengkhianati istrinya sekalipun itu dia sendiri yang memintanya. Permaisuri Shi An Mei pun mengusap lembut pundak suaminya.


"Rajaku, lihatlah ke-dua anak-anak kita dengan seksama," pinta Permaisuri Shi An Mei.


"Coba bayangkan, bagaimana jadinya jika aku yang bertukar posisi dengan gadis itu. Bayangkanlah anak-anak mu yang berada di posisi nya, tidak diketahui siapa ayahnya lalu tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ayah. Kasihan sekali bukan?"


"Maka dari itu menikahlah dengan gadis itu, demi anaknya."


"Bagaimana mungkin aku bisa menikahinya, Mei'er. Aku tidak ingin menyakitimu." Raja Xiao Ren mendekap erat istrinya.


Permaisuri Shi An Mei merasa beruntung mempunyai suami yang begitu menyayangi keluarga kecilnya dan begitu mencintainya. Dia pun sebenarnya berat meminta sang suami menikah lagi, namun ini harus dia lakukan agar anak itu bisa memiliki kasih sayang seorang ayah.


"Dengan kamu menikahinya, itu sudah membuatku bangga mempunyai suami yang bertanggungjawab, Rajaku. Ingatlah aku akan selalu mencintaimu bahkan jika ada wanita lain diantara kita," ujar Permaisuri Shi An Mei.


Dengan bujukan istrinya akhirnya Raja Xiao Ren dengan berat hati menerima saran istrinya itu dan menikahi gadis itu yang tidak lain adalah Mei Ran.


*******


Putri Xiao Lin Mei terdiam mendengarkan cerita Raja Xiao Ren begitupula dengan Pangeran Xiao Jinshi. Dia tidak menyangka jika selir itu berbuat sejauh ini untuk meraih kekuasaan. Mereka berdua mengagumi Permaisuri Shi An Mei yang berbesar hati mengizinkan suaminya menikah lagi. Istri mana yang akan kuat jika meminta suami menikah lagi terlebih lagi ada anak diantara mereka dan yang dilakukan oleh permaisuri Shi An Mei ini sungguh sungguh mengagumkan.


"Ayah, kamu mendapatkan perempuan seperti ibu darimana? Sungguh tabah sekali hatinya."


"Ayah dan ibumu adalah sahabat lama. Kami menikah bukan karena politik melainkan atas dasar suka sama suka."


"Wow, hampir sama sepertiku dan Jiang Wu," ujar Putri Xiao Lin Mei takjub.


"Benar, tapi ku harap kisah kalian tidak sama dengan ayah. Ayah tidak ingin putri kesayangan ayah tersakiti dengan adanya perempuan lain. Karena ayah sangat mengetahui, dibalik keikhlasan yang ditujukan oleh ibu mu saat meminta ayah menikah lagi pasti jauh di lubuk hati yang terdalam tidak menginginkan hal itu terjadi."


"Ayah berpesan kepada kalian, jika nanti sudah menikah jangan sampai membuka celah orang ketiga diantara rumah tangga kalian. Saling mencintai, menyayangi dan menghargai adalah kunci utama dalam sebuah hubungan."


Raja Xiao Ren menatap serius kedua anaknya, dia merasa waktu begitu cepat berlalu. Seingatnya dia baru saja menggenggam tangan mungil mereka lalu mengajarkan banyak hal kepada mereka bersama istrinya sekarang anak-anaknya itu sudah tumbuh besar dan sebentar lagi Putri kecilnya itu akan menikah.


"Ayah kenapa?"


"Tidak apa-apa. Ayah hanya bersedih, waktu begitu cepat berlalu dan putri kecilku akan segera menikah."

__ADS_1


"Nak, meskipun kamu bukan putri Xiao Lin Mei tapi kamu tetaplah putri kecilku yang selalu aku sayangi."


Putri Xiao Lin Mei menatap wajah sendu sang ayah. Tidak dipungkiri dia begitu menyayangi ayahnya di dunia ini, dia merasa bersyukur Tuhan memberikan jawaban atas do'a nya selama ini walaupun harus mengalami kematian yang menyakitkan serta melintasi dimensi.


"Aku sangat menyayangi kalian," ujar Putri Xiao Lin Mei tulus.


"Gege juga menyayangi kalian."


Mereka pun berpelukan dengan penuh kasih sayang. Setelah itu mereka berpamitan kepada sang ayah.


********


Diperjalanan.


Baik Putri Xiao Lin Mei maupun Pangeran Xiao Jinshi tidak ada yang berbicara sama sekali sepanjang perjalanan mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Gege, bagaimana? Apakah kita perlu memberi mereka pelajaran?" Tanya Putri Xiao Lin Mei.


"Itu dipikrkan nanti saja sekarang kembalilah ke paviliun mu dan istirahatlah. Nanti sore aku akan menemuimu," putus Pangeran Xiao Jinshi.


"Baiklah, kalau begitu aku menunggumu."


Setelah itu mereka pun berpisah menuju kediamannya masing-masing.


Pangeran Xiao Jinshi bukannya tidak ingin membicarakan hal itu hanya saja tempatnya tidak tepat dan dia tidak ingin ada yang mengetahui.


Putri Xiao Lin Mei yang sudah sampai di kediamannya pun langsung merebahkan tubuhnya yang terasa lelah tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.


Sambil menunggu sore hari gadis itu memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, permasalahan kali ini cukup membuatnya kurang istirahat karena memikirkan jalannya sidang dan keputusan yang akan diambil oleh ayahnya. Tanpa menunggu waktu lama gadis itu terlelap dengan tubuh yang luar biasa lelahnya.


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung ....


__ADS_2