Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 48


__ADS_3

Satu Minggu kemudian Putri Xiao Lin Mei dinyatakan sembuh oleh tabib, sebenarnya dia sudah sembuh setelah lima hari sakit, namun saat Putri Xiao Lin Mei menagih janjinya pria itu selalu beralasan jika dirinya belum sembuh benar.


Saat ini gadis itu benar-benar mencari keberadaan Raja Zhang Jiang Wu untuk menagih janjinya. Dan kebetulan sekali mereka berpapasan. Dengan semangat yang membara dia memanggil pria itu.


"Jiang Wu!" Teriak Putri Xiao Lin Mei.


"Ada apa, aku tidak tuli."


"Jangan pura-pura lupa. Mana janjimu, katanya ingin membawaku keluar."


"Astaga anak ini. Masih ingat juga ternyata aku kira dia sudah lupa," Raja Zhang Jiang Wu memijat pelipisnya.


Raja Xiao Ren yang kebetulan sedang bersama Raja Zhang Jiang Wu pun menjadi terheran-heran, karena sudah beberapakali putrinya itu terus menempel dengan Zhang Jiang Wu. Dia menatap calon suami putrinya itu dengan penuh tanda tanya.


"Kamu janji apa dengannya?" Tanya Raja Xiao Ren.


"Biasa, Paman. Apalagi jika bukan keluar istana, anak itu kan paling suka jika diajak keluar," jawab Raja Zhang Jiang Wu.


"Pergilah sebelum dia mengamuk, bisa hancur istana ini."


"Ayah, aku mendengar nya," ujar Putri Xiao Lin Mei.


Putri Xiao Lin Mei menatap sebal sang ayah yang seolah-olah mengatakan dia hanya bisa merusak barang.


"Nanti malam kita pergi," ujar Raja Zhang Jiang Wu.


"Nanti nanti nanti. Sebenarnya niat tidak sih, sudah lah kalau begitu tidak usah pergi saja sekalian."


Putri Xiao Lin Mei pergi dengan menghentakkan kakinya kesal terdengar umpatan-umpatan dia lontarkan meskipun lirih.


Raja Zhang Jiang Wu memijat pelipisnya pusing menghadapi tingkah laku gadis itu. Semenjak kejadian kemarin perilakunya benar-benar berubah, dia menjadi lebih kekanak-kanakan. Dia menoleh ke arah Raja Xiao Ren sebentar lalu berlari mengejar Putri Xiao Lin Mei yang sudah terlebih dulu pergi.


"Al, tunggu." Menarik tangan Putri Xiao Lin Mei.


Raja Zhang Jiang Wu memang lebih suka memanggil gadis itu dengan nama di dunia asalnya, karena menurutnya dengan dia memanggil Alya akan membuat gadis itu berhenti berpikiran jika dia mencintai Putri Xiao Lin Mei.


Putri Xiao Lin Mei yang masih kesal dengan pria itu menarik kasar tangannya.


"Apa? Jangan tarik tarik," ujarnya kesal.


"Jika tidak begini kamu tidak mau berhenti."

__ADS_1


"Sekarang bersiaplah, sebentar lagi aku akan membawamu ke tempat itu. Aku akan meminta izin ayah mu dulu agar tidak dituduh menculik anaknya." Perintahnya.


"Kamu tidak berbohong bukan?" Ucap Putri Xiao Lin Mei menelisik.


"Tidak akan, sekarang pergilah ke paviliun mu."


"Baiklah-baiklah, aku pegang janjimu."


Putri Xiao Lin Mei pun berlari dengan girang meninggalkan Raja Zhang Jiang Wu. Pria itu menatap kepergiannya dengan tersenyum lembut.


"Kamu sudah membuktikan kesungguhan mu. Sekarang giliran aku yang akan membuktikan kesungguhan ku Alya. Semoga setelah ini kamu tidak meragukan ku lagi," batinnya.


Pria itu bergegas menemui Raja Xiao Ren, meskipun tadi sudah memberikan izin, namun rasanya tidak lengkap jika dia belum mengatakan maksudnya secara langsung.


...****************...


Sesuai dengan janjinya saat ini Raja Zhang Jiang Wu benar-benar mengajak Putri Xiao Lin Mei ke sebuah tempat yang tidak akan pernah gadis itu lupakan, saking gembiranya bahkan gadis itu selalu tersenyum sumringah disepanjang perjalanan.


Mereka berdua memutuskan untuk menaiki kuda dikarenakan perjalanan yang ditempuh kali ini cukup sulit medannya, namun sebelum itu dia ingin membawa sang putri untuk menemui seseorang terlebih dahulu.


"Jiang Wu, kamu akan membawaku kemana?" Tanya Putri Xiao Lin Mei penasaran.


"Sebentar lagi kamu akan tahu."


Di sepanjang perjalanan Putri Xiao Lin Mei hanya menatap pohon-pohon yang menjulang tinggi dia benar-benar tidak bisa menebak kemana arah tujuan pria itu, namun tidak dipungkiri bahwa hatinya saat ini bergembira.


Raja Zhang Jiang Wu memperhatikan raut wajah gembira Putri Xiao Lin Mei, dia pun juga ikut berbahagia gadis nya tidak murung lagi seperti kemarin-kemarin.


Setelah beberapa saat kuda yang mereka tunggangi akhirnya berhenti di sebuah pantai yang tampak sepi, maklum saja perjalanan yang ditempuh lumayan sulit hingga jarang ada manusia yang menjamah tempat itu.


Raja Zhang Jiang Wu menuntun Putri Xiao Lin Mei turun dari kudanya, sedari tadi mata gadis itu melebar dan melirik ke sana kemari.


Pemandangan indah pantai disertai pasir yang bersih tanpa sampah membuat Putri Xiao Lin Mei begitu terpukau, jauh sekali dengan kondisi pantai di jaman nya dulu yang ada sampah plastiknya.


"Kamu suka?" Tanya Raja Zhang Jiang Wu. Pria itu membenarkan anak rambut yang menutupi wajah gadis itu.


"Sangat, bagaimana bisa kamu tahu jika aku suka sekali dengan pantai?" Tanya gadis itu dengan antusias.


"Tidak ada yang mustahil bagi raja ini," ujarnya sombong.


"Cih, sombongnya."

__ADS_1


Putri Xiao Lin Mei hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sombong pria itu. Gadis itu berlari meninggalkan Raja Zhang Jiang Wu menuju pantai, raut wajahnya tidak bisa disembunyikan. Raja Zhang Jiang Wu pun menyusul sang gadis mereka bermain kejar-kejaran layaknya anak kecil, sambil sesekali bermain air ditepi pantai.


"Jadi ini alasanmu menyuruhku membawa pakaian ganti?"


"Benar sekali. Tidak ku sangka ternyata kamu menyukainya," jawabnya.


"Bagaimana aku tidak menyukainya. Dulu, setiap liburan papa sama mama selalu mengajakku ke pantai," ujarnya menunduk.


Tiba-tiba dia merasakan usapan lembut di pundaknya. Dia menatap pria yang juga tengah menatapnya dengan lembut.


Secara tiba-tiba pria itu mengambil tangannya lalu berjongkok tepat dihadapan Putri Xiao Lin Mei, membuat sang putri mematung dibuatnya.


"Al, mungkin kamu mengira jika aku masih mencintai nya. Tapi, yang dikatakan olehnya itu benar adanya. Alya, hanya denganmu aku bisa merasakan kebahagiaan serta ketakutan secara bersamaan, hanya kamu yang bisa membuat jantungku berdebar kencang.


Alya putri permata, izinkan aku untuk menjadi pendamping serta pelindung mu menggantikan ke dua orangtuamu. Izinkan aku untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersamamu. Alya putri permata, maukah kamu menjadi bagian dari hidupku, membangun istana cinta bersamaku, menjadi istri dari anak-anakku serta menjadi permaisuri ku selamanya?"


Gadis itu terkejut mendengar pengakuan tiba-tiba ini, dia tidak pernah menyangka sebelumnya jika cintanya akan benar-benar terbalaskan. Pria itulah yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menolongnya, pria itu yang telah merawatnya meskipun dia bisa sekali mengabaikannya dan pria itulah yang sudah berhasil mencuri hatinya, ya dia adalah Raja Zhang Jiang Wu seorang raja yang disegani rakyatnya terkenal dengan rumor tidak tersentuh oleh wanita. Hari ini pria itu melepaskan sejenak gelar yang dia sandang selama ini dia rela bersimpuh dihadapan wanitanya demi mengejar kebahagiaannya.


Putri Xiao Lin Mei terpaku dengan air mata kebahagiaan yang menetes tanpa permisi, dia pun mengangguk pelan.


"Ya, aku mau. Aku mau menjadi istrimu, ibu dari anak-anak mu serta permaisurimu."


"Benarkah?"


Putri Xiao Lin Mei mengangguk, mengiyakan pertanyaan laki-laki itu.


Raja Zhang Jiang Wu sangat bahagia mendengar jawaban dari gadisnya, dia berdiri lalu menyematkan cincin yang dia pesan kemarin ke jari manis gadis itu. Lantas membawa tubuh gadis itu ke pelukannya.


"Terimakasih sudah menerimaku. Aku sangat mencintaimu," ucap Raja Zhang Jiang Wu.


"Aku juga sangat-sangat mencintaimu, My king."


Setelah mengungkapkan perasaan satu sama lain, merekapun menatap langit senja dengan raut bahagia yang tercetak jelas di wajah mereka.


Hari ini senja menjadi saksi penyatuan hati dua insan yang saling mencinta, dan tempat ini menjadi saksi bisu kebahagiaan mereka.


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung ....


__ADS_2