Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 52. END


__ADS_3

Sehari setelah pernikahan mereka akhirnya Raja Zhang Jiang Wu memboyong sang istri yakni Putri Xiao Lin Mei ke kerajaannya, di Kerajaan Kegelapan.


Isak tangis dan hari mewarnai kepergian Putri Xiao Lin Mei, bahkan sesaat di dalam kereta yang mereka tumpangi sedari tadi Putri Xiao Lin Mei masih terdiam. Raja Zhang Jiang Wu yang menyadari diam nya sang istri pun mengusap lembut surai panjang nya.


"Ada apa, Al?"


"Aku sedih harus berpisah dengan mereka," ujarnya lirih.


"Kita tidak kemana-mana, Al. Mereka masih bisa menemukanmu, nanti kalau ada waktu kita berkunjung ke tempat ayahmu," tutur Raja Zhang Jiang Wu.


Putri Xiao Lin Mei pun mengangguk mengerti. Raja Zhang Jiang Wu mengacak gemas rambut sang istri hingga sang empunya kesal dengan perbuatan sang suami.


"Jiang Wu! Kebiasaan suka ngacak-ngacak rambut orang," teriaknya sebal.


Melihat sang istri kesal bukan malah membujuk pria itu malah semakin menjadi, bahkan saat ini dia semakin menggoda Putri Xiao Lin Mei.


"Aduh, istri siapa ini? Gemas sekali."


"Istri cantik punya Raja Zhang Jiang Wu yang terkesan galak sama orang, tapi nyebelin kalo sama istrinya," timpalnya dengan raut wajah kesal.


Raja Zhang Jiang Wu semakin gemas dengan tingkah istri kecilnya, pria itu mencubit gemas pipi mulus Putri Xiao Lin Mei dan mendekapnya erat. Dia bersyukur akhirnya Putri Xiao Lin Mei tidak bersedih lagi dengan kepindahan ini.


Raja Zhang Jiang Wu melepas rengkuhannya, lalu menyentuh pundak sang istri dengan tatapan lembut pria itu berkata;


"Al, aku sangat bahagia sekali dengan hubungan kita sekarang. Aku berharap kamu terus seperti ini, ya? Temani aku sampai maut memisahkan kita," ucap Raja Zhang Jiang Wu jujur.


"Aku juga merasa bahagia, aku akan selalu berusaha menemanimu sampai nanti takdir yang memisahkan kita," ucapnya lembut.


Gadis itu membelai lembut wajah tampan sang suami. Merasakan sentuhan itu ada yang lain dalam diri Raja Zhang Jiang Wu yang minta dituntaskan, dengan cepat dia meraih tangan Putri Xiao Lin Mei membuat gadis itu kaget dengan kelakuan tiba-tiba suaminya.


"Alya." Suara berat laki-laki itu sempat menghipnotis Putri Xiao Lin Mei.


"A apa?"

__ADS_1


"Kamu harus tanggungjawab."


Putri Xiao Lin Mei mengerti maksud dari tatapan suaminya ini, namun mereka tidak mungkin melakukannya di kereta seperti ini. Raja Zhang Jiang Wu pun menggeram kesal saat mengetahui situasinya tidak tepat, akhirnya Raja Zhang Jiang Wu mengambil inisiatif dengan memeluk gadisnya erat berharap bisa meredakan keinginannya.


Sebenarnya Putri Xiao Lin Mei merasa kasihan dengan suaminya, namun mau bagaimana lagi mereka tidak mungkin melakukannya di kereta, bisa bahaya jika ada orang yang melihat. Meskipun dia pernah membaca novel-novel yang adegannya dilakukan dalam mobil tapi ini kan berbeda, zaman ini sangat menjunjung aturan dan etika leluhur jika sampai mereka kebablasan akan mencoreng nama baik kerajaan.


"Sabar ya sayangku. Ini ujian," ujarnya terkikik geli.


"Hmmm," jawabnya singkat.


"Jangan cemberut gitu dong." Putri Xiao Lin Mei bergerak agar bisa menatap wajah frustasi suaminya.


"Shhh Alya jangan bergerak, atau aku benar-benar akan menerkam mu di sini."


"Okey okey aku diam," ujarnya menahan senyum.


Akhirnya kereta mereka berjalan dengan tenang tanpa terdengar suara surgawi dari dalam karena mereka sedang menahan diri agar tidak melakukannya.


Suasana di kerajaan Kegelapan kali ini terlihat meriah, sepanjang jalan menuju istana banyak warga yang berjejeran melihat rombongan kerajaan melewati mereka.


Putri Xiao Lin Mei melihat pemandangan ini dengan takjub, dia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya dan ini benar-benar seperti mimpi.


Kereta yang mereka tumpangi sudah sampai di depan gerbang istana, Raja Zhang Jiang Wu menuntun sang istri turun dengan pelan dipandanginya raut wajah kekaguman darinya dia pun menahan senyumnya.


Pemandangan istana kali ini tidak jauh beda dengan di luar tadi, bahkan semakin meriah banyak hiasan-hiasan cantik memenuhi istana, seakan-akan itu benar-benar ditujukan untuk dirinya.


"Tuhan, jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku. Izinkan aku untuk merasakan kebahagiaan ini walau sejenak," batinnya.


Putri Xiao Lin Mei mengusap air matanya yang hendak menetes. Raja Zhang Jiang Wu mengusap pelan pipi sang istri.


"Al," panggil Raja Zhang Jiang Wu.


Putri Xiao Lin Mei menoleh ke arah sang suami, dan dihadiahi kecupan di dahinya. Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh sang istri pria itu berucap;

__ADS_1


"Kamu tidak sedang bermimpi sayang. Ini semua benar-benar nyata, sekarang semua penderitaan yang kamu alami dahulu terbayarkan dengan kebahagiaan ini, jangan pernah menyangkalnya, berbahagialah Alya."


"Jiang Wu, terimakasih sudah menerimaku apa adanya. Bahkan meskipun aku bukan pemilik asli tubuh ini kamu masih mau menerimaku, kamu tahu aku benar-benar sangat mencintaimu, you will always be the king in my heart. I Love you so much."


"Alya, meskipun aku tidak tahu apa yang kamu katakan. Tapi, yang perlu kamu tahu aku juga sangat-sangat mencintaimu, Permaisuri ku. Tidak perlu berterimakasih atas apa yang sudah aku lakukan, itu sudah sepantasnya dilakukan oleh pria yang mencintai gadisnya sebagai bukti kesungguhannya."


Raja Zhang Jiang Wu berkata dengan lembut serta pandangan mata yang meneduhkan.


Tanpa mereka sadari pemandangan itu tidak luput dari perhatian Ratu Ming Xia serta Pangeran Zhang Fei yang kebetulan berada di kerajaan Kegelapan khusus untuk menyambut permaisuri baru kerajaan ini.


"Zhang Fei, bibi sangat bahagia akhirnya putraku menikahi gadis pujaannya," ujar Ratu Ming Xia meneteskan air mata bahagia.


"Aku juga ikut berbahagia, Bibi. Aku tahu betul bagaimana perjuangan Jiang Wu selama ini, bahkan setelah dicampakkan pria itu masih tetap mencintainya walau sempat merasakan pahitnya kekecewaan," timpal Pangeran Zhang Fei.


Pangeran Zhang Fei sangat mengetahui perjuangan pria itu mempertahankan cintanya, meskipun sang gadis sempat menolak kehadirannya akhirnya takdir luar biasa menghampiri mereka.


Kebahagiaan yang dirasakan oleh sepasang pengantin baru itu menular ke kerabat sekitarnya, mereka bersyukur bisa menjadi saksi sejarah sekaligus saksi perjalanan kisah cinta mereka yang penuh drama dan air mata.


Usaha yang selama ini dilakukan Raja Zhang Jiang Wu untuk merebut hati seorang jiwa lain yang terjebak di tubuh sang putri ternyata membuahkan hasil. Pria itu bukan hanya mendapatkan cinta dari Alya, namun juga mendapat restu dari kedua orangtua gadis itu.


Kebersamaan serta keteguhan yang mereka lalui akhirnya telah sampai pada titik akhir sebuah perjuangan yakni kebahagiaan. Ini bukanlah akhir dari segalanya, namun ini merupakan awal dari perjuangan yang sebenarnya yakni mempertahankan keutuhan cinta mereka.


*


*


*


*


...🥀Tamat🥀...


...Alhamdulillah akhirnya setelah sekian purnama novel ini tamat. Terimakasih sebelumnya kepada teman-teman yang sudah support aku dalam menyelesaikan novel ini....

__ADS_1


__ADS_2