Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 29


__ADS_3

"Bagaimana kalian akan menjelaskan ini semua? Terutama kamu, Putri Xiao Yue Shi."


"Tolong maafkan putriku, Suamiku. Dia begitu marah karena tidak terima cincin miliknya dicuri oleh Putri Xiao Lin Mei."


Selir Mei Ran mencoba membela Putri Xiao Yue Shi dengan memutar balikkan fakta. Padahal sudah jelas bahwa Putri Xiao Yue Shi berniat membunuh saudarinya Putri Xiao Lin Mei. Perkataan perempuan itu jelas membuat Raja Zhang Jiang Wu meradang itu sama saja dia menuduh tunangannya telah mencuri barangnya.


Dengan langkah besar dan tegas Raja Zhang Jiang Wu menghampiri Selir Mei Ran


Plakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Selir Mei Ran membuat sudut bibirnya berdarah. Tamparan Raja Zhang Jiang Wu tidak main-main dia tidak perduli siapa itu Selir Mei Ran, jika ada yang mengusik miliknya jangan salahkan jika dia bertindak lebih dari ini.


Putri Xiao Lin Mei bergegas mendekati pria itu lalu berusaha menenangkannya.


"Kendalikan dirimu. Jangan berbuat hal yang sia-sia," tutur Putri Xiao Lin Mei. Raja Zhang Jiang Wu menarik nafas panjang untuk menetralkan emosi nya lalu menatap mereka berdua tajam.


"Apakah yang anda maksud cincin ini?" Raja Zhang Jiang Wu menunjukkan cincin yang tersemat di jari Putri Xiao Lin Mei dan juga jarinya.


"Sepertinya kita perlu menceritakan asal muasal cincin ini. Bagaimana menurutmu?" Tanya Raja Zhang Jiang Wu sambil tersenyum jahil ke arah Putri Xiao Lin Mei.


Jangan ditanyakan bagaimana perasaan Putri Xiao Lin Mei saat ini dia membesar kan bola matanya sebagai isyarat untuk diam. Dia mengingat dengan baik peristiwa semalam yang membuatnya sulit tertidur semalaman hingga menjelang pagi, jika dia tidak mempunyai janji dengan pria itu sebelumnya sudah pasti hati ini masih bersantai di paviliunnya.


Raja Zhang Jiang Wu berdehem lalu mengembalikan ekspresi nya. Dia tidak ingin kehilangan wibawanya dihadapan ke-tiga tersangka itu, cukup orang terdekatnya saja yang mengetahui tingkahnya yang satu ini.


"Cincin yang kalian lihat ini adalah aku sendiri yang membelikannya khusus untuk Putri Xiao Lin Mei semalam. Jadi, mustahil sekali jika perkataan Selir itu benar. Bahkan kami baru saja menunjukkan didepan kalian hari ini," tutur Raja Zhang Jiang Wu.


"Sudah jelas sekarang. Prajurit seret Selir Mei Ran serta Putri Xiao Yue Shi ke sel terpisah, jangan biarkan satu orang pun yang mengunjunginya."


Setelah menurunkan perintah mutlak Raja Xiao Ren meninggalkan sel tersebut disusul oleh tiga orang lainnya.


...****************...


"Di mana mereka? kenapa belum kembali."


Pangeran Zhang Fei bergumam dengan cemas, sedari tadi dia berjalan kesana-kemari menunggu kedatangan Putri Xiao Lin Mei serta yang lainnya. Dia takut terjadi sesuatu pada mereka atau tertangkap oleh kumpulan hama itu.


Putri Xiao Lin Mei memasuki kediamannya bersama dengan Gege dan juga kekasihnya, seperti dugaannya Pangeran Zhang Fei sudah lebih dulu menyelesaikan tugasnya daripada mereka yang lebih menguras tenaga dan emosi jiwa.


"Bagaimana, Zhang Fei. Kamu menemukan apa?" Putri Xiao Lin Mei bertanya sesaat dihadapan Pangeran Zhang Fei.

__ADS_1


Lelaki itu mengeluarkan sebuah kotak yang dia temukan tadi dan menunjukkannya kepada mereka. Putri Xiao Lin Mei menerimanya lalu membuka isinya dan dia dibuat tertegun.


"Botol ini?"


Putri Xiao Lin Mei memegang botol kaca itu dengan gemetar. Ingatannya kembali pada saat dia disiksa karena menguping pembicaraan jahat mereka dan yah, dia juga melihat ada seseorang yang menyerahkan botol ini.


"Apakah kamu mengetahuinya?"


"Iya, aku ingat. Botol ini adalah racun yang mereka gunakan untuk ibunda dan meracuniku."


Deg.


Pangeran Xiao Jinshi tertegun mendengar pengakuan sang adik. Pikirannya tidak bisa menerima informasi yang baru saja dia ketahui itu.


"Lin Mei, jadi ibunda ...."


"Benar, Gege. Ibunda meninggal bukan karena sakit melainkan diracun."


Pangeran Xiao Jinshi terkejut, dia pikir kematian ibunya karena hal yang wajar. Ternyata sudah direncanakan oleh orang lain.


Pangeran Xiao Jinshi merasa gagal menjadi kakak yang baik, dia memeluk adiknya dengan erat, dapat dia dengar tangisan pilu dari Putri Xiao Lin Mei.


Bukan hanya Pangeran Xiao Jinshi, Raja Zhang Jiang Wu pun tak kalah terkejut mendengar fakta ini. Meskipun bukan ibunya namun kedekatan yang terjalin antara dia dan mendiang permaisuri cukup erat.


Semua orang kembali dibuat tercengang, ternyata mereka sudah terlalu jauh.


"Kenapa tidak berbicara dari awal, Lin Mei."


"Apa kalian ingat setelah kematian ibunda aku menjadi tertutup kepada semua orang?"


"Itu aku lakukan bukan tanpa alasan. Mereka selalu mengancam akan menghabisi nyawa kalian jika aku berani membuka mulut. Bagaimana mungkin aku bisa melihat keluarga ku, orang-orang yang ku sayangi menderita karena aku," tutur Putri Xiao Lin Mei terisak-isak.


Dadanya kembali sesak saat mengingat pemilik tubuhnya disiksa dan diracun secara perlahan-lahan hingga mati dalam kesepian.


"Maafkan kami yang telat menyadarinya, Lin Mei."


Pangeran Xiao Jinshi sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi.


"Tidak ada yang perlu disalahkan, semuanya sudah terlanjur terjadi lagipula ini sudah keputusanku untuk menyelamatkan kalian semua," tuturnya.

__ADS_1


"Meskipun begitu karena kami juga kamu harus menderita selama itu. Maafkan aku karena sempat salah paham dan merasa kecewa dengan mu," ucap Raja Zhang Jiang Wu tulus.


"Tidak apa-apa."


"Semua sudah jelas. Sekarang tinggal memikirkan bagaimana rencana selanjutnya," sela Pangeran Zhang Fei yang sedari tadi terdiam.


"Jangan terburu-buru, masih ada waktu besok. Kita biarkan saja mereka mendekam dipenjara, biarlah mereka merasakan bagaimana sakitnya kesengsaraan. Kalau perlu kita bermain-main dengan mereka," tutur Putri Xiao Lin Mei dengan senyum devil nya.


Mereka semua hanya menggelengkan kepala melihat senyuman itu. Putri Xiao Lin Mei yang berada dihadapannya ini cukup membuat mereka terkagum-kagum sekaligus ngeri. Bayangan dia bermain-main dengan tubuh korbannya membuat siapapun yang melihatnya akan bergidik ngeri.


Setelah acara diskusi itu mereka membubarkan diri dari paviliun anggrek meninggalkan sang tuan rumah sendirian.


Putri Xiao Lin Mei menatap langit-langit paviliunnya dengan sendu.


"Putri xiao lin mei, Permaisuri shi an mei, kalian bisa tenang sekarang. Aku sudah memulai mengembalikan hak yang seharusnya kalian terima," gumamnya.


...****************...


Sedangkan di lain tempat terdapat dua orang yang sedang membicarakan sesuatu yang penting ruangan yang minim cahaya membuat wajahnya tidak jelas menambah kesan misterius. Di depan orang itu ada lagi seseorang berpakaian hitam layaknya prajurit membungkuk hormat.


"Bagaimana? Apakah ada pesan baru dari dia?"


"Tidak ada, Tuan. Hari ini orang itu belum memberikan kabar apapun."


"Baiklah, terus awasi dia jangan sampai berbuat macam-macam. Jika berulah habisi saja dia."


"Baik, Tuan."


Sosok yang diajak berbicara itu pergi meninggalkan sang 'tuan' sendirian.


Sepeninggal orang tadi sang tuan itu tertawa menyeramkan membuat bulu kuduk merinding siapapun yang mendengarnya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung ….


__ADS_2