Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part 22


__ADS_3

"Wah lihat itu. Benarkah itu Putri Xiao Lin Mei? Aku tidak menyangka jika berbuat kotor seperti itu."


"Benar sekali, aku tidak menyangka jika putri kebanggaan kita seperti itu."


Terdengar bisik bisik kembali menghujat Putri Xiao Lin Mei membuat gadis itu beringsut mundur. Raja Zhang Jiang Wu mendekap calon istrinya memberikan ketenangan.


Xiao Yue Shi mendekat kearah mereka dan membisikkan sesuatu yang membuat Zhang Jiang Wu meradang.


...****************...


Cukup sudah Zhang Jiang Wu tidak mampu lagi menahan amarahnya ketika melihat gadisnya dihina seperti ini dengan cepat dia menarik tangan Xiao Yue Shi hingga membuat sang empunya terkejut dan hampir terjatuh. Bukan hanya itu saja Zhang Jiang Wu juga menarik rambut gadis itu sampai membuatnya meringis kesakitan.


Semua pengunjung hanya melihat saja tidak ada yang berani menolong Xiao Yue Shi. Putri Xiao Lin Mei sendiri membiarkan perbuatan Zhang Jiang Wu tanpa berniat melerainya.


"Ingat ini. Aku, Zhang Jiang Wu raja dari kerajaan Kegelapan tidak akan pernah melepaskan satu orangpun yang berani mengusik kehidupan ku dan orang yang aku sayang tidak perduli laki-laki atau perempuan," tegasnya.


"Dan kalian ingat ini semua. Orang yang kalian bilang j*l*ng itu adalah calon permaisuri kerajaan Kegelapan," sambungnya.


Setelah berkata demikian dia mengajak Xiao Lin Mei pergi dari tempat itu. Dia tidak mau gadisnya dihina oleh mereka. Putri Xiao Lin Mei menurut dia menggandeng lengan Zhang Jiang Wu sengaja untuk memanas manasi anak ular itu dan yah itu berhasil saat ini wajah Xiao Yue Shi sudah jelek seperti ****** wajan.


Hening


Tidak ada satupun yang bersuara. Mereka tidak pernah menyangka jika yang baru saja mereka hina adalah seorang raja yang terkenal dengan kekejamannya. Mereka semua hanya bisa merutuki kebodohan masing-masing dan bersiap siap kalau dituntut oleh pihak kerajaan.


Lain halnya dengan Xiao Yue Shi, gadis itu menggeram marah. Bagaimana mungkin hidup jal*ng itu sempurna dia tidak terima ini semua dan bertekad akan merebut semua milik gadis itu termasuk calon suaminya.


Dengan keberanian tingkat tinggi dia mendekati Zhang Jiang Wu. Dengan lancang dia mendorong Xiao Lin Mei hingga hampir saja terjatuh kalau saja tidak ada yang menangkapnya.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Ah iya aku tidak apa-apa. Terimakasih atas bantuannya," jawabnya sambil membenarkan bajunya yang sedikit berantakan.


Putri Xiao Lin Mei berterimakasih kepada orang tersebut lalu menatapnya dan sesaat dia tertegun melihat siapa orangnya.


Putri Xiao Yue Shi tersenyum miring melihat pemandangan itu dia akan memanfaatkan kejadian itu sebaik mungkin dengan licik dia memanasi Zhang Jiang Wu yang juga tertegun.


"Yang mulia, lihatlah gadis itu berselingkuh di hadapanmu. Bukankah itu sebuah penghinaan?"


"Aku, Selingkuh dengan dia? Oh ayolah lelucon apa ini. Apakah kita terlihat seperti sepasang kekasih, Zhang Fei?" Putri Xiao Lin Mei tertawa mendengarnya merasa lucu dengan rubah didepannya ini.

__ADS_1


Iya, orang yang membantu Putri Xiao Lin Mei tadi adalah Pangeran Zhang Fei yang kebetulan ingin mampir ke kedai tersebut tidak disangka malah bertemu dengan hal yang cukup mencengangkan.


"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Putri Xiao Yue Shi geram.


"Hentikan lelucon ini. Wahai yang mulia raja Zhang Jiang Wu calon suami ku, apakah anda tidak mengenali 'sahabat' anda sendiri?" tanya Xiao Lin Mei tersenyum.


Bukannya membantu menjelaskan Pangeran Zhang Fei malah membuat suasana semakin panas, dengan sengaja dia memeluk Putri Xiao Lin Mei dihadapan singa yang siap menerkam membuat Xiao Lin Mei ingin sekali memukul wajah orang ini. Jika saja bukan orang penting bagi Jiang Wu sudah dipastikan dia akan berakhir sebagai sasaran pukulannya saat ini juga.


"Zhang Fei si*alan lepaskan tanganmu darinya," teriaknya.


"Coba saja kalau bisa," ejeknya.


"Sebelum kehilangan tanganmu lebih baik lepaskan sekarang."


"Sebelum mencoba menggertak ku lebih baik urus saja anak ular itu," ujarnya sambil menunjuk Xiao Yue Shi yang terpaku.


"Sudah dengar sendiri 'kan? Yang kamu katakan selingkuhan itu adalah sahabatku sendiri. Jadi, jangan coba-coba merayuku atau kamu akan habis ditangan ku sendiri," ujarnya penuh penekanan.


Setelah mengatakan hal itu dia mendorong Xiao Yue Shi tanpa perasaan lalu menghampiri Xiao Lin Mei dan juga melepaskan dengan paksa rangkulan tangan sahabatnya.


"Kamu urus dia," ucapnya lalu berjalan meninggalkan Pangeran Zhang Fei yang mengumpat kesal.


Di dalam kereta Putri Xiao Lin Mei hanya terdiam melihat sepanjang jalan yang mereka lewati sedangkan Zhang Jiang Wu tidak berkata apapun dia memilih menutup matanya lelah.


Putri Xiao Lin Mei menghela napas panjang, semakin hari dia merasa lelah. Dia merindukan kehidupan damainya, meskipun sering merasa terabaikan namun tidak ada yang bisa menghinanya karena sudah pasti orangtuanya tidak akan tinggal diam melihat putri kesayangannya direndahkan.


Raja Zhang Jiang Wu membuka matanya, dia melihat Putri Xiao Lin Mei yang gelisah.


"Jangan terlalu dipikirkan perkataan adik mu."


"Iya, pinjam pundak mu sebentar aku ingin tidur sebentar. Nanti kalau sudah sampai bangunkan saja," ujarnya lalu menyenderkan kepalanya ke bahu laki laki itu.


"Tidurlah, semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir," ujarnya sambil mengelus-elus rambut panjangnya.


Tidak ada jawaban Putri Xiao Lin Mei sudah terlelap di pundak Zhang Jiang Wu.


"Tidur yang nyenyak."


Cup

__ADS_1


Zhang Jiang Wu mengecup pucuk kepala Xiao Lin Mei lalu mengeratkan pelukannya agar tidak terjatuh.


...****************...


Istana Kegelapan.


Beberapa saat setelah kepergian Raja Zhang Jiang Wu mengantar Putri Xiao Lin Mei datanglah rombongan kerajaan Bintang dengan membawa beberapa barang berharga. Mereka berusaha menyenangkan sang Raja dengan hadiah tersebut.


Rombongan mereka diterima langsung oleh Ratu Ming Xia mewakili putranya yang sedang tidak ada di tempat. Dengan sebaik mungkin ratu menjamu tamu dadakannya kedatangannya yang tiba-tiba ini membuatnya tidak mempunyai waktu untuk bersiap-siap dalam penyambutan.


"Maafkan kami jika kurang berkenan dengan sambutan kami."


"Tidak apa-apa, Ratu. Ini salah kami yang tidak memberikan kabar terlebih dahulu sebelum berkunjung," timpal Raja Zhao Yun.


Ratu Ming Xia pun mempersilahkan mereka menyantap hidangan yang disajikan. Lalu ratu membawa ke ruang pertemuan. Sesampainya di sana Ratu Ming Xia pun lantas menanyakan tujuan mereka datang secara tiba-tiba lalu Raja Zhao Yun menjelaskan bahwa ini inisiatif istrinya Wei Yuan menurutnya ini agar hubungan kekerabatan antar dua kerajaan terjalin semakin erat.


Ratu Ming Xia mendengarkan dengan seksama penjelasan Raja Zhao Yun, dirinya bisa menarik kesimpulan bahwa ada maksud tersembunyi dari pertemuan ini.


"Mohon maaf, Raja Zhao Yun. Kami tidak bisa menerima ini semua," ujar Ratu Ming Xia sopan.


"Apa maksud Ratu?"


"Mohon maaf sebelumnya. Anak saya tidak bisa menerima putrimu. Dia sudah mempunyai pilihannya sendiri."


"Apakah gadis yang diceritakan oleh putri ku kemarin?" tanya Raja Zhao Yun.


"Benar, aku sudah menjodohkan putraku dengan anak Raja Xiao Ren dan mereka sendiri sudah menyetujuinya. Jadi, maaf aku tidak bisa menerimanya," ujar Ratu Ming Xia dengan rasa bersalah.


Raja Zhao Yun mengerti ternyata gadis itu adalah bukan orang sembarangan. Pantas saja Raja Zhang Jiang Wu memilihnya selain karena hubungan kekerabatan mereka sudah terikat sebelumnya di sini dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima keputusan tersebut.


Karena sudah selesai Raja Zhao Yun pun kembali lagi ke kerajaannya dengan membawa kembali semua barang-barang itu.


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ….


__ADS_2