Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part 7


__ADS_3

Mereka berdua memeriksa halaman belakang dengan jeli tanpa ada yang terlewat satupun. Hingga tiba di sebuah pohon apel yang kotor di bawahnya yang dipenuhi dengan biji-biji apel yang berserakan.


Karena merasa janggal Raja Xiao Ren pun mendongak ke atas dan melihat jika ada seorang yang tengah duduk di dahan pohon sambil melamun entah apa yang dia lamunkan. Raja Xiao Ren mengetahui siapa itu tanpa ragu langsung berteriak.


"Putri Xiao Lin Mei!! apa yang kau lakukan disana...."


Putri Xiao Lin Mei yang saat itu hampir saja terlelap terkejut mendengar suara ayahnya memanggil dengan spontan dia memeluk dahan yang tepat berada di sampingnya agar tidak terjatuh dari ketinggian. Ditatapnya wajah Raja Xiao Ren dengan seksama, dia merasakan bahwa kalau dia tidak segera turun dari atas akan ada hal buruk menimpanya.


"I-iya ayah Lin Mei turun," ujarnya.


Karena ketakutan akhirnya Putri Xiao Lin Mei memilih turun. Dengan sekali lompatan Putri Xiao Lin Mei mendarat dengan sempurna dan seperti dugaan sebelumnya begitu mendarat Putri Xiao Lin Mei langsung disambut dengan jeweran ditelinganya.


"Dasar anak nakal, siapa yang mengajarimu untuk memanjat pohon ha?" geram Raja Xiao Ren sambil mengencangkan jewerannya.


Putri Xiao Lin Mei berteriak kesakitan merasa telinganya akan putus jika Raja Xiao Ren tidak kunjung melepaskannya.


"Aduh aduh... ampun ayahanda Lin Mei janji gak akan ngelakuin hal itu lagi. Ampun tolong lepasin sebelum telinga Lin Mei lepas." rengeknya kesakitan.


"Kalau lepas bisa diganti dengan telinga gajah!" ketus Pangeran Xiao Jinshi.


"Lagipula kami semua sudah pusing mencari keberadaan mu yang tidak ada di dalam kamar, kami sudah mencari dimanapun akan tetapi kamu tidak ada. Sedangkan orang yang kita cari malah sedang asyik duduk di atas pohon sambil tidur."


Putri Xiao Lin Mei yang mendengar cerita itu begitu terkejut, dia tidak menyangka bahwa karena ulahnya mampu membuat seisi istana gempar karenanya. Dia juga sempat berpikir siapa yang menyebarkan omong kosong itu kalau dirinya diculik.


Putri Xiao Lin Mei lupa bahwa dari tadi belum masuk kedalam kediamannya sama sekali karena terlalu asik berada di atas pohon apel itu.


"Apa yang kamu lakukan disini? bukankah ayah sedang menghukum mu," sambil menjewer Putri Xiao Lin Mei.


"I-itu...."


"Dan juga kenapa pakaianmu seperti seorang pria?"


Putri Xiao Lin Mei baru menyadari jika pakaiannya belum ganti dalam hati dia merutuki kebodohannya, jangan sampai dia ketahuan karena pakaian ini. Akhirnya dengan gugup diapun menjawab,


"J-jadi begini ayah t-tadi sewaktu Lin Mei bangun tidur pelayan Zhang Yue tidak ada di sampingku. Lin Mei mencari keberadaannya untuk meminta dibawakan makanan akan tetapi pelayan itu tidak ada."


"J-jadi karena sudah kelaparan dan Lin Mei melihat ada pohon apel tanpa berpikir panjang langsung ganti pakaian dan memanjatnya."


Terdengar helaan nafas panjang dari Raja Xiao Ren, "baiklah sekarang kamu masuk dan masa hukuman kamu ayah tambah."


Putri Xiao Lin Mei yang ingin membantah tidak jadi karena melihat raut wajah ayahnya yang tidak ingin dibantah. Karena tidak ingin menambah masalah Putri Xiao Lin Mei Pun masuk kedalam rumah di ikuti oleh Raja Xiao Ren dan Pangeran Xiao Jinshi.


Raja Xiao Ren dan Pangeran Xiao Jinshi tidak langsung pergi dari tempat itu, mereka di sana sebentar untuk memperingatkan Putri Xiao Lin Mei agar tidak pergi keluar karena ada penyusup yang sedang menjadi buronan, mereka takut kalau Putri Xiao Lin Mei disakiti ketika tidak ada salah satu dari mereka dan beruntung nya Putri Xiao Lin Mei mengerti dan tidak membantahnya.


*****


Hari demi hari telah berlalu masa hukuman Selir Mei Ran sudah selesai sekarang selir sudah keluar dari istana dingin dan bergegas menuju kamarnya memeriksa apakah ada barang yang hilang atau tidak.


" Akhirnya aku bebas, sekarang aku harus mengecek kamarku semoga saja barang itu masih berada disana."


Tentu saja Selir Mei Ran mengetahui bahwa ada seseorang yang berusaha menerobos kediamannya. Akan tetapi, dia tidak bisa berbuat apa apa karena masih di dalam masa hukuman dan tentu saja dia tidak mau kalau dengan dia kabur dari istana dingin serta lari dari hukuman justru akan membuat Raja Xiao Ren semakin memandangnya buruk dan membuat rencananya hancur berantakan.

__ADS_1


Akhirnya dengan terpaksa dia menunggu selama seminggu baru bisa mengecek keadaan paviliunnya.


Saat sudah sampai Selir Mei Ran lan melihat keadaan kamarnya tidak ada yang berubah semuanya masih tersimpan dengan rapi seperti tidak pernah terjadi kekacauan sebelumnya. Hanya saja dia tidak melihat vas bunga yang ditaruh di atas meja.


Cukup lama Selir Mei Ran memeriksa keadaan kamarnya setelah dirasa tidak ada barang yang hilang akhirnya dia bisa bernafas dengan lega. Sebelumnya dia cukup khawatir jika penyusup itu suruhan seseorang yang ingin menghancurkan semua rencananya.


"Aku harus menghancurkan barang ini sebelum ada yang mengetahuinya dan berbalik menyerang ku." gumamnya.


Selir Mei Ran lekas menyembunyikan barang itu dan meletakkan di tempat semula sebelum akhirnya dia pergi dari kamarnya untuk mengurus sesuatu.


"Oh jadi dia menyembunyikannya di tempat itu," ucap seseorang lalu pergi dari tempat itu.


*****


Saat ini Putri Xiao Lin Mei tengah disibukan dengan kertas dan juga pena. Hari ini dia menjadi anak baik dengan menjalankan hukumannya menyalin peraturan istana sesuai perintah Raja Xiao Ren.


Meskipun cukup melelahkan akan tetapi, dia kerjakan semuanya supaya bisa cepat selesai dan masa hukumannya di kurangi. Dia sudah mendengar bahwa Selir Mei Ran sudah bebas dari hukumannya tapi dia mengabaikannya dan lebih fokus menyalin peraturan istana ini secepatnya.


Saking asiknya menyalin Putri Xiao Lin Mei tidak sadar jika Pangeran Xiao Jinshi sudah berada di dekatnya.


"Serius sekali." ucapnya mengagetkan.


Putri Xiao Lin Mei terkejut mendengar suara itu dan menoleh ke belakang. Dia melihat Pangeran Xiao Jinshi yang juga tengah menatapnya dengan tersenyum.


"Ada apa? Kenapa tersenyum seperti itu?" tanya nya heran.


"Mei mei mau tidak ikut gege?"


"Kan mei mei ingin berjalan jalan keluar istana. Gege mau ajak mei mei ke suatu tempat."


Mendengar tawaran dari Pangeran Xiao Jinshi yang menggiurkan membuat Putri Xiao Lin Mei senang. Akan tetapi, dia mengingat jika harus menjalani hukuman tambahan Raja Xiao Ren.


Dengan berat hati Putri Xiao Lin Mei menolak ajakan Pangeran Xiao Jinshi meskipun didalam hati dia sangat menginginkan pergi keluar istana.


"Gege tahu sendiri kan kalau aku sedang dihukum oleh ayah. Tidak mungkin aku bisa keluar istana tanpa izin ayah terlebih dahulu. Lagipula aku belum selesai menyalin peraturan istana." terang nya.


"Mengenai ayah kamu tidak perlu khawatir, gege sudah meminta izin ayah agar memperbolehkan kita keluar istana. Dan ada kabar gembira buat kamu."


"Apa itu?" tanya Putri Xiao Lin Mei penasaran.


"Ayah sudah memutuskan bahwa hukuman kamu selesai hari ini." ucap Pangeran Xiao Jinshi.


Putri Xiao Lin Mei yang mendengar kabar itu senang bukan main. Akhirnya dia bisa terbebas dari hukuman nya dan bisa keluar istana seperti keinginannya kemarin.


" Gege tidak berbohongkan?" tanyanya memastikan.


Pangeran Xiao Jinshi mengangguk membenarkan sambil tersenyum. Respon Pangeran Xiao Jinshi itu membuat Putri Xiao Lin Mei berteriak kegirangan sambil melompat seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.


Pangeran Xiao Jinshi bahagia melhat Putri Xiao Lin Mei senang senyuman di wajah Pangeran Xiao Jinshi tak pernah luntur sedari tadi. Tidak sia sia dia meminta keringanan kepada Raja Xiao Ren kemarin malam.


"Sekarang cepat rapikan ini semua dan kamu siap siap. Gege tunggu di depan." ucap Pangeran Xiao Jinshi.

__ADS_1


"Baiklah aku akan bersiap siap," ujarnya sambil memunguti alat menulisnya.


Putri Xiao Lin Mei langsung menuju kamar mandi dan bersiap siap.


Setelah siap mereka memutuskan untuk segera berangkat menggunakan kereta kuda setelah berdebat panjang karena Putri Xiao Lin Mei kekeuh ingin menaiki kuda dan dengan tegas Pangeran Xiao Jinshi menolak keinginan adiknya itu dengan alasan tidak ingin terluka dan tubuh yang masih lemah, akhirnya mau tidak mau Putri Xiao Lin Mei menuruti permintaan gegenya.


*****


Di kerajaan kegelapan.


Kerajaan kegelapan merupakan sebuah kerajaan yang cukup masyhur diantara kerajaan yang lainnya. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang sangat tampan dan juga umurnya yang masih muda membuatnya begitu digilai oleh para putri bangsawan, dia adalah Raja Zhang Jiang Wu seorang pria yang tampan memiliki alis yang tebal, rahang yang tegas serta mempunya mata tajam.


Meskipun begitu Raja Zhang Jiang Wu belum menikah dan mempunyai keturunan. Karena itu juga ibundanya Ratu Ming Xia memintanya untuk segera mencari calon istri dan mempunyai anak agar kelak ada yang mewarisi tahta kerajaan.


Seperti yang terjadi saat ini mereka sedang duduk bersama di ruang kerja Raja Zhang Jiang Wu untuk berdiskusi akan tetapi entah bagaimana awalnya Ratu Ming Xia tiba tiba saja memintanya untuk segera menikah.


"Jiang Wu umurmu sudah cukup untuk menikah. Apakah kamu tidak ingin menikah dan memberikan ibu ini cucu?" tanya Ratu Ming Xia.


"Ibu tolong jangan membahas masalah itu, aku tidak ingin mendengarnya lagi."


"Kenapa? Usiamu juga sudah cukup untuk berkeluarga. Apakah perlu aku jodohkan dengan putri dari kerajaan sebelah?" tanya ratu.


Pertanyaan yang di lontarkan oleh Ratu Ming Xia itu membuatnya merasa tidak nyaman dan memilih untuk pamit terlebih dahulu dengan alasan ingin mengecek pekerjaan yang lain.


"Ibu aku pamit dahulu ada kerjaan yang harus kuselesaikan." pamitnya.


"Hmm baiklah nanti biar ibu yang atur semuanya, kamu tinggal mengikuti apa kata ibu." jawabnya.


Sekarang Raja Zhang Jiang Wu berada di kamarnya pikirannya terus melayang memikirkan permintaan ibu suri.


Di satu sisi dia ingin segera menikah tapi dia tidak ingin di jodohkan dengan orang yang tidak dia kenali sebelumnya dan di satu sisi lainnya dia terus memikirkan seorang gadis yang selama ini masih dia tunggu kehadirannya. Seorang gadis yang baru pertama kali berjumpa dan telah berhasil mencuri hatinya.


"Bagaimana keadaanmu, apakah kamu baik baik saja gadis kecil?" gumamnya.


Setelah lelah dengan pemikirannya sendiri Raja Zhang Jiang Wu pun memutuskan untuk keluar istana untuk menjernihkan pikirannya.


****


Di sebuah tempat yang cukup sepi ada beberapa orang yang tengah merencanakan sesuatu. Mereka semua memakai pakaian serba hitam tak lupa dengan senjata tajam yang selalu dia bawa setiap mendapatkan tugas yang amat penting.


Dua orang diantara mereka ada yang berpakaian lebih mencolok dengan cadar yang menutupi wajah mereka dan memberi instruksi kepada anggota yang lain.


"Kalian ingat baik baik saya ingin 'dia' lenyap hari ini juga dan jangan sampai gagal! Kalau sampai gagal kalian akan menerima akibatnya." ucapnya.


"Baik kami akan melaksanakan tugas ini dengan baik dan memastikan 'dia' lenyap." tegas sang ketua.


"Baiklah aku tunggu kabar baiknya. Pergilah dan ambil ini nanti kalau tugas sudah selesai aku akan kasih bonus buat kalian," ujarnya sambil melempar kain yang berisi koin emas.


Mereka menerima uang itu dengan senang hati dan pergi dari tempat itu.


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih sudah berkenan mampir di tulisan receh author ini. Seperti biasa author gak bosan bosan buat mengingatkan untuk like and vote serta komentar, oh iya ketinggalan jangan lupa favorit biar kalau up dapet notif. Sudah gitu aja author mau balik lagi ke dunia nyata see u dada babay semua.


__ADS_2