Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 41


__ADS_3

Terdengar langkah kaki memasuki aula, pakaiannya layaknya seorang putri raja membuat semua orang tertegun.


Zhang Yue, seorang pelayan yang sudah diangkat menjadi keluarga kerajaan itu menjadi pusat perhatian peserta sidang. Saat ini dia mengenakan hanfu yang diberikan oleh Putri Xiao Lin Mei, wajahnya dipoles dengan riasan tipis membuatnya tampak cantik dari biasanya.


Gadis itu berjalan menuju Raja Xiao Ren dengan membawa sebuah kotak, dengan perasaan yang tidak menentu Raja Xiao Ren mengambil lalu membukanya. Disana ada sebuah buku menyerupai buku harian, lalu membacanya dengan seksama.


Menatap buku itu Selir Mei Ran membola. Bagaimana mungkin buku itu ada ditangan mereka.


"Xiao Lin Mei, apa yang kamu lakukan di kamar ku. Beraninya kau," Selir Mei Ran menggeram marah.


"Seharusnya kamu yang diam di sini, Mei Ran!" Teriak Raja Xiao Ren tiba-tiba.


Raja Xiao Ren turun dari singgasananya lalu menghampiri putrinya dengan membawa buku tersebut. Dengan wajah penuh amarah Raja Xiao Ren melemparkan buku tersebut tepat dihadapan selirnya membuat Putri Xiao Lin Mei berjingkat kaget.


"Astaga, bapak gue serem banget kalo ngamuk," batinnya.


"Ck Xiao Lin Mei, bapak Lo makan apaan sih bisa serem gitu mukanya kayak herder," batinnya.


Putri Xiao Lin Mei masih membatin hingga tidak menyadari jika Raja Xiao Ren sudah sedari tadi menatapnya.


"Ekhemm."


Sebuah deheman sukses membuat Putri Xiao Lin Mei kembali tersadar.


"Putri Xiao Lin Mei, apakah benar tulisan itu," ujarnya datar.


"Benar, Ayah. Lin Mei tidak mengada-ada, terlebih lagi tentang hal sebesar ini."


Putri Xiao Lin Mei menjawab dengan yakin tanpa ada keraguan. Raja Xiao Ren semakin tidak terkendali, wajahnya menjadi muram.


"Katakan yang jelas jal*ng. Jangan bertele-tele!"


Belum sempat Putri Xiao Lin Mei beraksi sudah didahului dengan tamparan Raja Xiao Ren. Bisa ditebak bagaimana murkanya sang ayah kali ini, Putri Xiao Lin Mei menjadi tidak tega, namun mau bagaimana lagi ini lah kenyataannya.


Selir Mei Ran terhuyung, dia menatap kearah suaminya dengan tidak percaya. Laki-laki itu berani menamparnya.


Putri Xiao Lin Mei menyentuh lengan sang ayah dan menggelengkan kepalanya, lalu memintanya menahan diri.


Putri Xiao Yue Shi tidak terima ibunya diperlakukan seperti itu berteriak marah, dia memaki-maki Putri Xiao Lin Mei dan menuduhnya mempengaruhi sang ayah.


"Kau j*l*ng si*l*n apa yang kau lakukan kepada ayahku hah!" Teriak Putri Xiao Yue Shi menggila.


Mendengar tuduhan diarahkan kepadanya Putri Xiao Lin Mei menatap datar gadis dihadapannya.


"Heh, aku? Harusnya kamu tanya sendiri dengan ibu tersayangmu itu. Tapi, aku yakin sampai berbusa pun tidak akan membuka mulut. Jika seperti itu baiklah dengan senang hati aku beritahu biar semuanya juga tahu kebusukan Selir Mei Ran yang terhormat."


"Ibumu, Selir Mei Ran sudah menjalin hubungan gelap dengan menteri Huang Zhong hingga menghasilkan anak, dan kamu tahu siapa anak itu?"

__ADS_1


Putri Xiao Lin Mei menjeda sebentar, dia melirik menteri Huang Zhong serta Selir Mei Ran yang pucat pasi.


"Anak itu adalah kamu! Putri Xiao Yue Shi atau mungkin disini aku memanggilmu Huang Yue Shi."


Jederr


Bagaikan tertikam belati semua orang terkejut mendengar penjelasan Putri Xiao Lin Mei.


Kini giliran Pangeran Xiao Jinshi yang maju menguatkan dakwaan Putri Xiao Lin Mei terhadap Selir Mei Ran serta Huang Zhong.


"Benar, ayahanda. Setelah diselidiki lebih lanjut ternyata pria itu bekerjasama dengan Xiao Han Shi atau lebih tepatnya memanfaatkan kebencian Selir Mei Ran untuk merongrong kerajaan."


"Jadi, kamu juga mengetahuinya?"


"Benar, Ayah. Maafkan aku harus menyembunyikan hal ini."


"Semuanya sudah jelas. Selir Mei Ran, Putri Xiao Yue Shi, kalian aku copot gelar bangsawan kalian dan akan dihukum meminum racun seperti yang kalian berikan kepada Permaisuri Shi An Mei serta Putri Xiao Lin Mei, ditambah hukuman penggal."


"Dan kamu, Huang Zhong. Aku menghukum mu dengan hukuman pancung serta seluruh keluargamu."


"Sedangkan kalian." Tunjuk Raja Xiao Ren ke arah ketua pembunuh bayaran serta beberapa anggotanya yang tertangkap.


"Kalian akan dihukum gantung."


"Sidang selesai, semuanya boleh bubar."


"Gege," lirih Putri Xiao Lin Mei.


"Tenang saja, ayah tidak akan marah. Lebih baik kita susul."


Putri Xiao Lin Mei serta Pangeran Xiao Jinshi pergi terlebih dahulu lalu diikuti oleh Raja Zhang Jiang Wu serta Pangeran Zhang Fei dibelakang.


Setelah kepergian anggota kerajaan penasehat istana memerintahkan prajurit untuk memasukkan mereka ke sel tahanan bawah tanah yang terpisah satu sama lain agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.


Semua orang pun meninggalkan ruangan itu dengan perasaan campur aduk.


*******


Raja Xiao Ren kembali ke kediamannya terlebih dahulu meninggalkan anak-anaknya. Perasaannya saat ini tidak menentu dia tidak mau melampiaskan emosinya kepada putra putrinya. Jadilah saat ini dia melampiaskan semua amarahnya di kamarnya.


Raja Xiao Ren membanting semua barang disana, kamar yang selalu rapi saat ini terlihat berantakan dengan pecahan vas bunga di mana-mana.


Putri Xiao Lin Mei dan Pangeran Xiao Jinshi yang baru saja tiba dikediaman sang ayah dibuat terkejut dengan suara keributan yang berasal dari kamar sang ayah.


"Gege, bagaimana ini ayah pasti marah besar dengan kita."


"Kita tunggu saja di sini, biarkan ayah meredakan amarahnya dulu. Jangan kita ganggu," ujar Pangeran Xiao Jinshi.

__ADS_1


"Baiklah."


Merekapun menunggu di kursi yang tidak jauh dari kamar sang ayah dengan harap harap cemas. Saking cemasnya Putri Xiao Lin Mei sesekali melirik pintu kamar ayahnya.


Pangeran Xiao Jinshi pun juga merasakan hal yang sama dengan adiknya, dia merasa takut jika sang ayah akan kecewa kepada dirinya karena telah menyembunyikan hal yang besar.


"Ekhem, ada apa kalian kemari?"


Sebuah suara bariton mampu membuat jantung mereka berdua hampir lepas, Putri Xiao Lin Mei menoleh ke sumber suara dengan perasaan takut-takut begitupun dengan Pangeran Xiao Jinshi.


"Tidak ada yang mau bicara?" ujar Raja Xiao Ren datar.


Pangeran Xiao Jinshi pun menyenggol sang adik mengisyaratkan agar berbicara, Putri Xiao Lin Mei membesarkan bola matanya lalu balas menyenggol lengan sang kakak tidak mau mengalah. Mereka saling menyenggol satu sama lain membuat Raja Xiao Ren memutar bola matanya malas.


"Jika tidak ada yang penting kembalilah."


Raja Xiao Ren melangkahkan kakinya meninggalkan dua anaknya yang masih bertengkar.


"Tunggu dulu," ujar Putri Xiao Lin Mei.


"Ada apa?" Tanpa membalikkan badan.


"Ekhem, itu kami meminta maaf kepada ayah. Kami tidak bermaksud untuk membohongimu hanya tidak ingin melihat ayah bersedih setelah semua yang terjadi selama ini."


"Benar. Ayah, mohon maafkan kami. Kami tidak bermaksud."


"Apa kalian menyadarinya?" Berbalik menatap putra dan putrinya yang menunduk.


"Kamu sadar dan kamu minta maaf."


Raja Xiao Ren mendengarkan nada ketulusan dari kedua anaknya, lalu menghela nafas panjang. Dia menyentuh pundak mereka lalu mengangkat kepalanya mereka.


"Dengarkan ayah. Ayah tidak marah kepada kalian, hanya marah kepada diri ayah karena tidak bisa menjaga kalian dengan baik. Karena tanpa disadari ayah sendiri sudah memasukkan mereka ke keluarga kita."


"Sebenarnya ayah sudah lama menduga hal ini. Karena selir itu masuk ke istana dengan cara yang janggal."


"Maksud ayah?"


"Jadi begini ...."


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2