Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part 4


__ADS_3

Mereka saling berbincang satu sama lain sambil sesekali tertawa karena tingkah Putri Xiao Lin Mei. Terjadi perdebatan kecil di antara mereka karena Putri Xiao Lin Mei masih berusaha merayu raja dan pangeran untuk memperbolehkannya keluar istana.


Setelah perdebatan kecil tadi Raja Xiao Ren pamit pergi untuk membahas permasalahan yang sempat tertunda bersama Pangeran Xiao Jinshi. Akan tetapi Putri Xiao Lin Mei meminta Pangeran Xiao Jinshi untuk tinggal ditempat itu sebentar karena ada yang ingin dia bicarakan dengan gege nya itu. Akhirnya Raja Xiao Ren menuruti permintaannya dan pergi mengerjakan hal lain.


"Mei mei kenapa meminta gege di sini," tanya Pangeran Xiao Jinshi sambil mengelus surai panjang Putri Xiao Lin Mei.


Putri Xiao Lin Mei atau Alya memejamkan matanya menikmati perlakuan Pangeran Xiao Jinshi. Sudah lama dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seseorang keluarga. Alya hanya hidup dengan pembantu yang sudah dia anggap seperti keluarga sendiri. Kedua orangtua Alya sibuk dengan urusannya masing masing tanpa memperdulikan dirinya


Tanpa dia sadari air matanya menetes tanpa permisi mengingat kehidupannya di masa lalu.


"Kenapa menangis, apa ada yang sakit?! Biar gege panggil kan tabib dulu kamu di sini."


"Aku tidak apa apa gege. Cuma sedikit pusing sebentar lagi sembuh kok." jawab Putri Xiao Lin Mei.


"Tidak apa apa bagaimana?! Nanti kalau terjadi apa apa bagaimana." ujar Pangeran Xiao Jinshi.


"Gege tenang saja mei mei tidak kenapa kenapa." ucap Putri Xiao Lin Mei menenangkan.


Pangeran Xiao Jinshi pun bernafas lega mendengar bahwa Putri Xiao Lin Mei tidak kenapa-kenapa.


"Baiklah kalau begitu sekarang mei mei lebih baik istirahat, bicaranya besok saja yang terpenting sekarang kesehatan mei mei. Gege pergi dulu masih ada pekerjaan yang harus gege urus dengan ayah." tutur Pangeran Xiao Jinshi.


"Perginya nanti saja temani aku disini." pinta Putri Xiao Lin Mei manja.


Pangeran Xiao Jinshi menurut dan kembali duduk di samping Putri Xiao Lin Mei. Mereka saling bercerita dan sesekali bercanda satu sama lain.


Putri Xiao Lin Mei sangat senang bisa bertemu orang sebaik Pangeran Xiao Jinshi meskipun kesan pertama bertemu dia terlihat cuek, akan tetapi setelah berbicara dengannya terlihat sekali bahwa dia sangat menyayangi adiknya.


Setelah dirasa cukup lama dan waktu sudah semakin larut Pangeran Xiao Jinshi menyuruh Putri Xiao Lin Mei untuk beristirahat. Karena rasa kantuk yang menyerangnya akhirnya Putri Xiao Lin Mei pun menurut dan mulai memejamkan matanya.


Pangeran Xiao Jinshi masih setia berada di tempat itu tida berniat untuk beranjak dari tempat itu. Justru sekarang Pangeran Xiao Jinshi tengah memandangi wajah Putri Xiao Lin Mei lekat. Dalam hati dia sangat bersyukur Putri Xiao Lin Mei telah kembali, dia tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Raja Xiao Ren jika adiknya itu juga pergi menyusul mendiang ibunda permaisuri.


Baginya Putri Xiao Lin Mei adalah adik kesayangannya, harta yang sangat berharga peninggalan Permaisuri Shi An Mei yang harus dia jaga dan dia sayangi.


"Mei mei terimakasih sudah mau berjuang hidup, gege sangat menyayangimu." bisiknya sambil mengelus rambut panjang Putri Xiao Lin Mei.


Setelah mengatakan hal tersebut Pangeran Xiao Jinshi mengantuk dan tertidur dengan posisi terduduk di samping Putri Xiao Lin Mei yang sudah terlelap terlebih dahulu.


****


Di lain tempat ada seseorang laki-laki yang memakai hanfu berwarna hitam mempunyai aura agung yang memperlihatkan bahwa dia bukan orang dari kalangan biasa. Laki-laki tersebut tengah berbincang dengan orang kepercayaannya.


"Bagaimana keadaan perempuan itu?"


"Menurut berita yang hamba dengar dia baik baik saja yang mulia."


"Kamu awasi terus dia, jangan sampai lengah dia sangat penting untuk kita."


"Baik yang mulia hamba mohon undur diri." pamit nya.

__ADS_1


Setelah orang kepercayaannya pergi laki-laki misterius itu bergumam, "aku akan mendapatkan dirimu bagaimanapun juga. Aku tidak akan membiarkanmu jatuh ke pelukan orang lain."


Jangan lupakan dengan senyum menyeringainya orang tersebut yang sangat mengerikan seperti orang yang tengah merencanakan kejahatan terhadap orang lain.


****


Demi menjaga agar Putri Xiao Lin Mei bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan orang luar Raja Xiao Ren meminta tidak memperbolehkan siapapun menjenguk Putri Xiao Lin Mei oleh karena itu Raja Xiao Ren memerintahkan kedua prajurit tersebut untuk berjaga di depan pintu masuk kediaman Putri Xiao Lin Mei.


Begitu juga yang dialami oleh Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi. Mereka saat ini sedang di hadang oleh prajurit yang telah di tugaskan Raja Xiao Ren.


Selir Mei Ran tidak terima dengan perlakuan kedua prajurit rendahan itupun lantas memakinya.


"Dasar prajurit rendahan! Berani sekali kalian menghalangi jalanku. Kalian ingin di hukum ha?!" geram Selir Mei Ran.


"Mohon maaf selir kami hanya menjalankan tugas dari yang mulia untuk tidak memperbolehkan siapapun untuk masuk kedalam."


"Omong kosong!! Jangan percaya ibunda, pasti Xiao Lin Mei yang menyuruh mereka menghadang kita karena j**a*g itu mengetahui bahwa kita akan datang ke sini dan ingin menggertaknya." ujar Putri Xiao Yue Shi.


Mendengar perkataan Putri Xiao Yue Shi tersebut Selir Mei Ran menggeram marah.


"Si*l*n berani sekali j*l*ng kecil itu awas saja kamu. Xiao Lin Mei keluar kamu!! Cepat aku tahu kamu ada di dalam. Xiao Lin Mei!!"


Selir Mei Ran terus berteriak memaki Putri Xiao Lin Mei sambil memberontak dari cengkeraman prajurit tadi.


"Mohon maaf sebelumnya kalau selir dan tuan putri ingin membuat keributan disini lebih baik kalian keluar sekarang juga," ujar prajurit sambil menyeret Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi.


Selir Mei Ran tidak terima dengan perlakuan prajurit itu. Dia terus memberontak sambil mengeluarkan sumpah serapah yang dia tujukan kepada kedua prajurit tersebut dan juga Putri Xiao Lin Mei yang tidak tahu menahu mengenai permasalahan ini.


Putri Xiao Lin Mei memperhatikan wajah Pangeran Xiao Jinshi dengan seksama mengabaikan keributan yang terjadi di luar sana.


Cukup lama Putri Xiao Lin Mei memperhatikan wajah Pangeran Xiao Jinshi hingga tidak sadar jika Pangeran Xiao Jinshi sudah terbangun karena mendengar keributan di luar.


"Mei mei kenapa bangun, apa kamu terganggu dengan suara itu? Kamu istirahat saja biar gege yang mengurus mereka," Pangeran Xiao Jinshi beranjak pergi.


"Gege tunggu, aku ikut."


"Tapi..."


" Aku mohon."


"Baiklah pelan pelan saja jalannya tubuh kamu masih lemah."


Dengan memapah Putri Xiao Lin Mei merekapun langsung keluar menghampiri sumber keributan. Mereka melihat Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi yang tengah adu mulut dengan prajurit sambil memaki maki prajurit tersebut.


Mereka masih belum menyadari jika sedang di perhatikan oleh tuan rumah. Pangeran Xiao Jinshi dan Putri Xiao Lin Mei memilih untuk memperhatikannya tanpa berniat untuk memisahkan mereka.


Akan tetapi setelah mendengar tuduhan mereka Pangeran Xiao Jinshi menjadi geram dan ingin membungkam mulut kotor mereka.


"Ada apa ini, kenapa ribut-ribut?!"

__ADS_1


Sebuah suara menghentikan perdebatan mereka semua.


Sontak semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Di sana ada Raja Xiao Ren yang saat itu ingin kembali melihat keadaan Putri Xiao Lin Mei setelah mengurus pekerjaannya.


"Aku bertanya sekali lagi. Kenapa kalian di sini dan membuat keributan?!" tegas Raja Xiao Ren.


"Mohon ampun yang mulia. Kami hanya menjalankan tugas yang telah yang mulia berikan kepada kami." ujar prajurit.


"Lantas apa yang membuat kalian adu mulut?"


"Jadi begini yang mulia tadi sewaktu kami memberitahu siapa yang memerintahkan kami Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi tidak mempercayainya dan menuduh bahwa Putri Xiao Lin Mei yang memerintahkan kami dan juga memaki Putri Xiao Lin Mei j*l*ng."


"Tidak yang mulia! Prajurit itu telah berbohong mana mungkin saya melakukan hal itu. Saya sangat menyayangi Putri Xiao Lin Mei sama seperti saya menyayangi Putri Xiao Yue Shi tidak ada yang berbeda." ucap Selir Mei Ran.


Putri Xiao Lin Mei masih berdiam diri di samping Pangeran Xiao Jinshi tidak ada niat untuk menyela perkataan Selir Mei Ran. Bahkan Putri Xiao Lin Mei terkesan seperti tidak menganggap keberadaan mereka dan memilih memainkan ujung kukunya yang panjang.


"Apakah benar apa yang dikatakan oleh Selir Mei Ran itu prajurit?"


"Mohon ampun yang mulia, apa yang hamba bicarakan itu benar adanya. Kami mendengar dengan jelas bahwa Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi berkata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang bangsawan."


"Itu semua tidak benar ayah, kami tidak melakukan itu semua, prajurit itu telah berbohong." dusta Putri Xiao Yue Shi.


Putri Xiao Lin Mei sudah muak mendengar ucapan Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi. Putri Xiao Lin Mei berjalan kearah mereka dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca. Semua orang yang berada di sana hanya memperhatikan apa yang akan dia lakukan.


Putri Xiao Lin Mei melihat dengan seksama pelaku yang telah membuat pemilik asli tubuh ini menderita. Di tatapnya dari atas hingga kebawah dan tanpa berkata apapun Putri Xiao Lin Mei langsung menampar mereka berdua.


Cukup sudah perbuatan yang mereka lakukan kepada Putri Xiao Lin Mei (yang asli) dan Permaisuri Shi An Mei dahulu yang begitu keterlaluan. Mereka tanpa ampun menyiksa Putri Xiao Lin Mei (yang asli) tanpa rasa belas kasih.


Perbuatannya itu sontak membuat semua orang yang berada di sana terkejut. Selir Mei Ran memegangi pipinya yang terasa panas dia menatap Putri Xiao Lin Mei dengan amarah yang memuncak.


"Apa yang kamu lakukan hah?!!"


"Membungkam mulut sampah kalian." jawab Putri Xiao Lin Mei enteng.


"Putri Xiao Lin Mei!! Apa yang telah kamu lakukan pada Selir Mei Ran?!"


"A-aku..."


Sumpah demi apapun sekarang yang Putri Xiao Lin Mei rasakan yaitu takut. Takut menatap mata tajam Raja Xiao Ren yang tengah dikuasai amarah.


Melihat kemarahan raja membuat Putri Xiao Yue Shi tersenyum licik.


"Aw sakit sekali. Ayahanda tolong Yue Yue pipiku sakit karena tamparan Jie Jie Xiao Lin Mei." ucapnya memelas.


Selir Mei Ran pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini sehingga dia pun ikut menghasut Raja Xiao Ren.


"Yang mulia tolong berikan keadilan kepada kami. Kami tidak bersalah justru Putri Xiao Lin Mei lah yang menampar kami terlebih dahulu." ujarnya manja.


Bersambung....

__ADS_1


Waduh kok jadi Putri Xiao Lin Mei yang kena sasaran. Kira kira Raja Xiao Ren mau ngapain ya?


Kalo penasaran pantengin terus ceritanya. Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa vote, komen, like dan favorit. Author pamit dulu see u dada babay.


__ADS_2