
"Jika kita hanya menghabisi salah satu diantara mereka bukankah itu akan berbahaya buat kita? Jadi, lebih baik kita habisi dua-duanya bila perlu kita habisi semua rombongannya dan kita jarah barang berharga mereka," jelas ketua sambil tersenyum mengerikan.
Melihat kereta kuda rombongan Pangeran Xiao Jinshi mendekat ke tempat persembunyian mereka, sang ketua tersenyum dan memerintahkan anak buahnya menyerang rombongan itu.
****
Merekapun bergerak untuk mengepung kereta kuda yang didalamnya ada Pangeran Xiao Jinshi dan Putri Xiao Lin Mei yang saat itu sedang tidak sadarkan diri.
Pangeran Xiao Jinshi masih belum menyadari bahaya didepan nya dan masih terus berusaha menyadarkan Putri Xiao Lin Mei, hingga ada sejumlah orang yang berpakaian serba hitam menghadang perjalanan mereka.
Ditangan mereka masing masing membawa sebuah pedang yang akan mereka gunakan untuk menyerang rombongan Putri Xiao Lin Mei.
Melihat kedatangan tamu tak diundang tersebut membuat
Pangeran Xiao Jinshi waspada, dia meminta kusir tadi bersama pengawal yang tersisa untuk membawa Putri Xiao Lin Mei terlebih dahulu ke sebuah penginapan yang tidak jauh dari tempat itu sementara dirinya melawan perampok itu sendirian.
Melihat kusir itu pergi sang ketua tidak tinggal diam dia menyuruh anak buahnya untuk mengejar mereka sementara dirinya mengurus Pangeran Xiao Jinshi sendirian. Bukan tanpa alasan ketua tersebut menyuruh anak buahnya mengejar Putri Xiao Lin Mei itu karena dia berpikir bahwa melawan Pangeran Xiao Jinshi adalah terlalu mudah dan juga agar bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat.
Pertarungan pun tak terelakan mereka saling menyerang satu sama lain sang ketua itu mengayunkan pedangnya kearah Pangeran Xiao Jinshi beruntung pangeran mempunyai reflek yang bagus sehingga tidak terkena sabetan pedang ketua tersebut.
Sekarang giliran Pangeran Xiao Jinshi yang berusaha menyerang kearah lengannya dan berhasil menggores lengan sang ketua, suara teriakan bergema dengan keras dijalanan yang sepi itu. Sang ketua itu tidak tinggal diam dia menyerang Pangeran Xiao Jinshi dengan membabi buta hingga membuatnya kewalahan.
Kondisi Pangeran Xiao Jinshi yang kelelahan dimanfaatkan dengan baik oleh sang ketua untuk menambah kecepatannya dalam menyerang agar bisa cepat usai dan dia bisa segera menyusul anak buahnya untuk menghabisi Putri Xiao Lin Mei.
Disaat Pangeran Xiao Jinshi sudah hampir menyerah dengan keadaan tiba tiba ada suara seseorang yang membuat mereka harus menghentikan sejenak pertarungan mereka.
"Berhenti!!"
Mereka berdua menoleh ke sumber suara melihat siapa yang datang Pangeran Xiao Jinshi tersenyum lega.
"Syukurlah yang mulia raja ada disini." ucapnya senang.
Orang yang menghentikan pertarungan mereka tadi adalah Raja Zhang Jiang Wu yang mendengar suara pertarungan dan mencoba mencari sumber suara hingga sesampainya disini dia terkejut melihat Pangeran Xiao Jinshi sedang berhadapan dengan perampok.
Raja Zhang Jiang Wu sendiri memliki hubungan yang cukup dekat dengan Pangeran Xiao Jinshi karena setiap Raja Xiao Ren berkunjung ke kerajaan kegelapan,
__ADS_1
pangeran Xiao Jinshi selalu diajak untuk mengenalkan pemerintahan kepada pangeran supaya kelak nanti jika sudah menjabat sebagai Raja kerajaan awan Pangeran Xiao Jinshi mampu memimpin dengan baik dan bertanggungjawab.
Raja Zhang Jiang Wu hanya menatap datar Pangeran Xiao Jinshi dia tidak suka jika orang terdekatnya memanggilnya secara formal. Ditatap seperti itu Pangeran Xiao Jinshi hanya terkekeh, dia sangat suka mengejek sahabatnya itu dengan memanggilnya yang mulia karena dirinya mengetahui dengan pasti bahwa Raja Zhang Jiang Wu paling tidak suka jika dipanggil yang mulia oleh orang terdekatnya.
"Siapa kamu, beraninya menghalangiku!" gertak sang ketua.
"Kamu tidak mengenal orang itu?" tanya Pangeran Xiao Jinshi terkejut.
"Dia adalah Raja Zhang Jiang Wu yang terkenal dengan kekejamannya. Apakah keberanian yang engkau miliki itu masih ada setelah mengetahui siapa dia." ucap Pangeran Xiao Jinshi.
Sedangkan ketua tadi gemetar ketakutan setelah mengetahui siapa orang yang telah berani menghentikannya. Dia tidak bodoh, dia sangat mengetahui siapa orang yang menghentikannya tadi dari berita yang didengar nya hanya saja dia tidak pernah berjumpa dengan Raja Zhang Jiang Wu.
Setelah mengumpulkan keberaniannya dengan angkuhnya sang ketua itu berkata.
"Siapapun dia itu tidak ada urusannya denganku yang terpenting gadis itu harus segera dilenyapkan!" tegas ketua itu.
"Beraninya kalian!!" geram Pangeran Xiao Jinshi.
Pangeran Xiao Jinshi ingin menghajar sang ketua akan tetapi suara Raja Zhang Jiang Wu menginterupsi nya.
Pangeran Xiao Jinshi menghela napas panjang untuk meredakan emosinya.
"Gadis yang dia maksudkan ialah Putri Xiao Lin Mei dan dia dengan anak buahnya bermaksud ingin melenyapkan mei mei." ucapnya.
Kini giliran Raja Zhang Jiang Wu yang meradang dirinya tidak terima jika ada yang menyakiti gadis kecilnya. Putri Xiao Lin Mei adalah satu-satunya perempuan yang dekat dengannya dan mampu membuatnya merasakan sesuatu yang berbeda dari dirinya.
Jujur dia tidak merasakan perasaan risih dan muak ketika Putri Xiao Lin Mei berada didekatnya tidak seperti ketika dia didekati dengan perempuan lain yang selalu memperlihatkan ketertarikan padanya.
"Berani sekali kamu menyakitinya." geram Raja Zhang Jiang Wu.
Kini Raja Zhang Jiang Wu yang menyerang ketua itu dengan tanpa belas kasihan. Saat melihat ketua itu terkapar di tanah Raja Zhang Jiang Wu ingin mengh*n**kan pedangnya kearah ketua itu tapi suara Pangeran Xiao Jinshi menghentikannya.
"Tunggu, jika kamu menghabisinya kita tidak akan pernah mengetahui siapa orang yang menyuruhnya."
Mendengar perkataan Pangeran Xiao Jinshi yang menurutnya benar Raja Zhang Jiang Wu pun hanya membuat ketua tadi tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Akan tetapi sebelum itu Raja Zhang Jiang Wu memerintahkan Liu Yaoshan yang selalu bersamanya untuk membawa ketua itu ke kerajaan awan dan menceritakan apa yang dia lihat kepada Raja Xiao Ren tentang peristiwa ini.
"Sekarang lebih baik kita mencari Putri Xiao Lin Mei sebelum mereka berhasil mencelakainya."
Akhirnya mereka pun pergi mencari keberadaan Putri Xiao Lin Mei yang tengah dalam bahaya.
*****
Di kediaman Selir Mei Ran
Saat ini Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi tengah berpesta, mereka sangat bahagia karena sebentar lagi rencana mereka akan berhasil. Mereka begitu tidak sabar menanti kabar bahwa Putri Xiao Lin Mei ditemukan tidak bernyawa dalam peristiwa perampokan.
"Akhirnya sebentar lagi rencana kita berhasil ibunda besok kita akan mendengar bahwa j****g itu sudah m**i ditangan perampok sewaan kita. Hahaha...."
"Benar putriku akhirnya kita berhasil menyingkirkan mereka satu persatu."
Mereka terlihat sangat bahagia, dapat dilihat dari wajah mereka yang sumringah. Mereka berpesta sambil meminum arak yang disediakan oleh pelayannya sambil sesekali tertawa bahagia tidak lupa juga mereka memaki Putri Xiao Lin Mei.
*****
Putri Xiao Lin Mei telah membuka matanya dan dibuat terkejut karena banyaknya orang disekitarnya. Dan lebih terkejutnya lagi dia melihat mereka semua membawa senjata.
Melihat Putri Xiao Lin Mei keluar dari dalam kereta salah satu perampok tadi menyerang Putri Xiao Lin Mei. Dengan tubuh yang masih lemah Putri Xiao Lin Mei ikut bertarung melawan mereka semua.
Putri Xiao Lin Mei mencabut pedang salah satu dari mereka yang sudah terkapar dan menyerang mereka secara bersamaan.
Meski dirinya dibantu oleh pengawalnya akan tetapi mereka masih kalah jumlah. Dengan tubuh yang masih lemah fokus Putri Xiao Lin Mei terbagi dan karena itulah dirinya hampir saja terkena serangan salah satu dari mereka saat Putri Xiao Lin Mei sudah pasrah dengan keadaan justru dia mendengar teriakan seseorang.
"Putri/Mei mei!!"
Srattt ... Argh...
Bersambung....
Thanks sudah mampir di karya author jangan lupa tinggalkan jejak.
__ADS_1