
Sesampainya di paviliun Putri Xiao Lin Mei langsung merebahkan tubuhnya tanpa berniat membersihkan diri. Perkataan Raja Xiao Ren begitu mengganggu pikirannya.
Apakah dia benar benar akan dijodohkan. Dia lupa jika di zaman ini pernikahan tidak selalu atas dasar cinta melainkan politik. Putri Xiao Lin Mei menggeram frustasi.
"Arghh apa yang harus aku lakukan. Tidak mungkin aku mengkhianati pria itu."
Dia mengambil sapu tangan yang entah sejak kapan berada di meja riasnya seingatnya tadi masih dia bawa. Dipandanginya motif cantik buah tangan Ratu Ming Xia hingga sesaat dia tertegun ketika mendapati inisial "L" dan "J" yang berada di ujung kain itu. Entah apa yang dipikirkannya dia berharap sekali jika nama yang tertera itu adalah nama mereka. Sesaat Putri Xiao Lin Mei merasa bodoh berharap hal itu terjadi. Mungkin saja Ratu Ming Xia tidak sengaja menuliskan hal itu atau hanya sebagai tambahan agar sulaman itu terlihat cantik.
Tok tok tok
"Permisi, Nona. Di luar ada yang menunggu mu," ujar pelayan Zhang Yue.
"Siapa, Zhang Yue?"
"Raja Zhang Jiang Wu datang berkunjung," jawab Zhang Yue sopan.
"Baiklah, sebentar lagi aku akan keluar."
Putri Xiao Lin Mei bergegas ke kamar mandi membersihkan wajahnya agar tidak terlihat sembab dia tidak ingin membuat laki-laki itu khawatir. Setelah selesai dia menaburkan sedikit bedak lalu keluar menemuinya.
Didepan sana Zhang Jiang Wu sedang meminum teh yang disuguhkan oleh pelayannya. Saat mendengar suara langkah kaki laki-laki itu spontan menoleh ke sumber suara dan menemukan gadis yang akan menjadi istrinya itu berjalan menuju kearahnya.
"Maaf menunggu lama," ujarnya lalu duduk di kursi tak jauh dari Zhang Jiang Wu berada.
"Tidak apa-apa. Maaf jika aku mengganggu istirahat mu."
Putri Xiao Lin Mei menjawabnya dengan tersenyum memaklumi.
"Aku ingin mengajakmu pergi keluar malam ini. Berkeliling desa selama di sini."
"Baiklah, aku bersedia ikut dengan mu."
Merekapun pergi meninggalkan istana dengan menaiki satu kuda. Mereka mengitari beberapa desa yang cukup sepi maklum saja hari sudah petang para warga lebih memilih beristirahat di malam hari daripada berkeliaran keluar rumah.
Putri Xiao Lin Mei menikmati angin malam yang menerpa wajahnya, perjalanan ini membuatnya melupakan sejenak permasalahan tadi. Putri Xiao Lin Mei menutup matanya pemandangan itu tidak lepas dari penglihatan Raja Zhang Jiang Wu.
"Cantik," gumamnya.
"Aku memang cantik tidak usah terpesona seperti itu. Fokus saja dengan jalan di depan," ucap Putri Xiao Lin Mei yang tidak sengaja mendengar gumaman Raja Zhang Jiang Wu.
Putri Xiao Lin Mei berkata seperti itu untuk menutupi jantungnya yang tidak karuan. Sedangkan Raja Zhang Jiang Wu hanya tersenyum menanggapinya. Dia melajukan kudanya agar cepat sampai tujuan.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di tujuan. Tujuan Raja Zhang Jiang Wu kali ini adalah pasar malam, menurut Pangeran Xiao Jinshi putri sangat menginginkan berkeliling pasar akan tetapi keadaan belakangan ini yang tidak memungkinkan pangeran membawa adiknya berkeliling jadilah sekarang Raja Zhang Jiang Wu yang mengajak Putri Xiao Lin Mei berkeliling.
__ADS_1
"Jiang Wu, ini indah sekali."
Putri Xiao Lin Mei dibuat takjub oleh pemandangan di depannya. Ada beberapa orang berjualan menjajakan dagangannya serta ada beberapa anak kecil yang berlarian ke sana kemari dengan ruang seolah tanpa beban.
Raja Zhang Jiang Wu menitipkan kudanya kepada penjaga dan mengajak Putri Xiao Lin Mei memasuki pasar tersebut, kehadiran mereka sontak menjadi perhatian cantik dan tampan membuat siapa saja yang menatap mereka akan langsung terpesona.
"Kenapa mengajak ku kemari?"
"Tadi Gege mu berkata jika kamu ingin sekali ke pasar. Jadi, berhubung aku disini tidak ada salahnya mengajakmu berjalan-jalan."
"Ah iya, aku baru mengingatnya. Terimakasih, Jiang Wu."
"Sama-sama apapun demi kamu akan aku lakukan."
Mereka bergandengan tangan mengitari para pedagang yang menjajakan dagangannya. Putri Xiao Lin Mei terlihat kebingungan memilih karena terlalu banyak dan semuanya layak dicoba.
"Wow banyak sekali, aku jadi bingung memilihnya," ujarnya kebingungan. Sambil melirik kesana-kemari mencari yang sesuai dengan perutnya.
Seketika pandangannya tercerahkan ketika menangkap pedagang tanghulu tak jauh di depan mereka dengan semangat Putri Xiao Lin Mei menarik tangan Raja Zhang Jiang Wu mengajaknya ke pedagang itu dan berniat membelinya. Zhang Jiang Wu yang tidak siap dengan tarikan itu hanya bisa pasrah tangannya ditarik kesana kemari. Karena bukan hanya itu setelah mendapatkan tanghulu dia ditarik kembali untuk mencari jajanan lain.
Putri Xiao Lin Mei mengajak Raja Zhang Jiang Wu ke arah pedagang perhiasan dia begitu penasaran dengan perhiasan zaman ini. Sesaat pandangannya terpaku dengan cincin giok yang begitu cantik.
"Kamu mau giok itu?" tawar Raja Zhang Jiang Wu.
"Apakah boleh?" tanyanya ragu.
Putri Xiao Lin Mei mengambil cincin tersebut dan menyematkan dijari manis nya. Terlihat pas di jari halusnya.
"Kebetulan sekali saya masih ada stok yang seperti itu."
"Benarkah bibi?"
"Saya tidak berbohong, Nona. Kemarin ada yang menjual cincin itu sepasang dan berhubung nona yang mengambilnya saya memberikannya gratis."
Penjual tersebut mengeluarkan lagi cincin giok berwarna putih persis seperti yang dikenakan oleh Putri Xiao Lin Mei hanya saja tidak ada permatanya hanya ada ukiran yang membuatnya semakin cantik.
Putri Xiao Lin Mei mengambil cincin tersebut dan memeriksanya, benar-benar cantik. Dia memegang tangan Zhang Jiang Wu lalu menyematkan cincin tersebut ke jarinya. Raja Zhang Jiang Wu terpaku melihat cincin yang tersemat di jarinya.
"Sebagai hadiah. Terimakasih atas waktunya selama ini," ujarnya tulus.
"Meskipun kamu yang membayarnya." Setelah berkata seperti itu Putri Xiao Lin Mei berlari meninggalkan Raja Zhang Jiang Wu yang terpaku.
Setelah tersadar dia langsung berteriak memanggil Putri Xiao Lin Mei yang sudah berlari dengan terburu-buru dia memberikan beberapa keping emas kepada penjual tadi lalu berlari mengejar Putri Xiao Lin Mei tanpa mendengar teriakan pedagang tadi yang ingin memberinya kembalian.
__ADS_1
Penjual itu tersenyum melihat kepergian kedua orang yang tengah dimabuk asmara.
"Hah anak muda jaman sekarang," gumamnya.
Perbuatan mereka itu sontak menarik perhatian pengunjung yang lain tidak ada yang berani menegurnya mereka hanya menggeleng geleng melihat perbuatan dua manusia berbeda jenis itu.
...****************...
Putri Xiao Lin Mei terengah-engah dia bisa mendengar teriakan pria itu namun dia abaikan, melihat bangku yang kosong dia pun duduk sambil menunggu Raja Zhang Jiang Wu yang tengah berlari mengejarnya.
Beberapa saat kemudian datanglah pria itu dengan nafas tersengal-sengal karena lelah mengejar Putri Xiao Lin Mei. Perempuan itu menoleh dan mendapati pria itu sedang mengatur nafasnya.
"Kemari lah," ajak Putri Xiao Lin Mei.
Raja Zhang Jiang Wu mendekatinya lalu mengambil tempat disampingnya. Mereka memandangi langit malam, Raja Zhang Jiang Wu merangkul dari samping dan dibalas Putri Xiao Lin Mei.
Malam yang begitu sempurna dengan ditemani oleh pria yang telah mencuri hatinya. Putri Xiao Lin Mei menatap mata tajam Raja Zhang Jiang Wu, dia memperhatikan dengan teliti wajah tampannya.
"Terimakasih untuk hari ini." Putri Xiao Lin Mei berkata dengan lembut.
"Sama-sama. Terimakasih juga cincin yang kamu kasih dengan uang ku," Jawabnya setengah menyindir.
Mendengar itu Putri Xiao Lin Mei bukannya marah malah tertawa terbahak-bahak dan dibalas dengan cubitan di hidung oleh Raja Zhang Jiang Wu karena gemas.
"Baru pertama kali ada orang yang berani mengerjai seorang Raja Zhang Jiang Wu. Apakah aku harus berterimakasih kepada mu karena ini?"
Putri Xiao Lin Mei semakin tertawa mendengar keluhan itu.
"Yah sepertinya begitu. Sangat menyenangkan sekali menjadi yang pertama."
"Dan kamu akan selalu menjadi yang pertama di hatiku begitupula denganmu," timpal Raja Zhang Jiang Wu.
"Ku harap juga seperti itu," batinnya.
Putri Xiao Lin Mei menutup matanya rasa sesak itu kembali hadir ketika perkataan ayahnya kembali terngiang.
"Aku mencintaimu," ucap Putri Xiao Lin Mei dengan suara serak. Lantas memeluk Raja Zhang Jiang Wu untuk mengurangi sesak di dadanya.
*
*
*
__ADS_1
*
Bersambung ….