Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 19


__ADS_3

Saat ini di kediaman Selir Mei Ran.


"Bagaimana dengan mereka?"


"Aman yang mulia bahkan hamba mendengar sendiri jika mereka menginginkan mati daripada membuka mulutnya."


Selir Mei Ran tersenyum puas dengan laporan orang tersebut.


Tanpa Pangeran Xiao Jinshi sadari ternyata tadi ada yang memantau pergerakan mereka di penjara bawah tanah. Itu semua mereka lakukan untuk memastikan agar mereka semua tidak membuka mulutnya.


Orang tersebut merupakan suruhan Selir Mei Ran yang dia perintahkan untuk memastikan bahwa mereka tidak akan membuka suara atau membocorkan rahasianya.


"Hahaha kerja bagus. Kamu buat dia tutup mulut kalau perlu habisi saja mereka supaya tidak menganggu rencana yang sudah aku susun selama bertahun-tahun ini," sahutnya.


"Izin bertanya. Kenapa yang mulia ingin mencelakai Putri Xiao Lin Mei padahal beliau juga anak yang mulia meskipun bukan darah daging yang mulia sendiri."


Sudah cukup lama orang tersebut penasaran dengan maksud dan tujuan Selir Mei Ran membunuh Putri Xiao Lin Mei namun dia tidak mempunyai keberanian yang besar. Entah keberanian darimana dia mengatakannya.


Namun pertanyaannya tersebut memancing amarah Selir Mei Ran, dengan tegas dia berkata. "Bukan urusanmu jangan ikut campur dengan urusan orang lain. Lakukanlah tugasmu dengan baik dan jangan melakukan kesalahan sedikitpun. Jika aku melihat ada kesalahan nyawamu yang akan menjadi taruhannya," tukasnya.


Selir Mei Ran tidak suka urusannya dicampuri oleh orang lain terlebih lagi jika itu menyangkut rencana besarnya dia tidak ingin mengambil resiko yang akan mengakibatkan rencananya hancur berantakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa!"


"Dasar b*doh kalau dia tahu perbuatan kalian bagaimana hah?"


Teriak seorang murka. Bagaimana tidak istri dan anaknya telah berbuat keb*d*han yang akan berakibat fatal bagi kerajaannya.


"Tapi, aku cinta dengannya ayah. Aku tidak rela jika jal*ng itu menjadi istrinya."


"Cinta cinta cinta apa kamu pernah berpikir jika perasaan cintamu yang salah itu akan membuat kerajaan kita hancur."


Raja Zhao Yun berteriak dengan frustasi bagaimana tidak dia bersama istrinya itu sudah berani menyinggung orang yang salah. Sekarang hanya tinggal menunggu waktu saja Raja Zhang Jiang Wu yang akan menghukum mereka karena keberanian istrinya itu.

__ADS_1


"Suamiku maafkanlah kesalahan putri kita, aku yakin dia berbuat seperti itu karena mencintai pemuda itu."


"Apakah dengan memaafkan putri manja mu itu kerajaan kita akan aman? Tidak sama sekali Wei Yuan," geramnya.


"Sekarang berkat kecerobohan putrimu itu kerajaan kita akan hancur, Wei Yuan. Kamu dengar apa kataku hancur!"


Ratu Wei Yuan tidak berani menatap suaminya yang tengah diliputi oleh amarah. Namun, hal tersebut tidaklah membuat dirinya mengakui kesalahannya dia merasa jika mereka ingin mendapatkan posisi di kerajaan kegelapan maka mereka harus berani ambil resikonya termasuk dengan menghilangkan penghalang tersebut.


Begitu juga dengan Putri Zhao Yuan dia menunduk tidak berani menghadapi kemarahan ayahnya. Tangannya mengepal erat dia bersumpah akan menghabisi jal*ng itu dengan tangannya sendiri.


"Karena kalian sudah melakukan kesalahan fatal kalian akan aku hukum tidak boleh keluar dari istana selama itu pula kalian akan tinggal di istana dingin tidak boleh satu orangpun yang boleh mengunjungi kalian."


Raja Zhao Yun melenggang begitu saja tanpa memperdulikan mereka lagi yang ingin memprotes keputusannya. Sekarang yang dia pikirkan saat ini ialah bagaimana caranya agar Raja Kegelapan itu mau memaafkan putrinya dan melepaskan mereka dari jerat hukum.


Semarah apapun Raja Zhao Yun dia masih berharap mendapatkan pengampunan dari mereka. Dirinya tidak mau kerajaannya hancur karena masalah ini.


Raja Zhao Yun cukup sadar diri bahwa kerajaannya ini merupakan kerajaan kecil yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerajaan kegelapan. Karena hal itu juga Raja Zhao Yun cukup ketar ketir jika Raja Zhang Jiang Wu murka dan ingin membumi hanguskan kerajaannya.


"Argh Wei Yuan Zhao Yuan s*alan!! Awas saja jika gara-gara kalian kerajaan ini hancur."


"Ibu bagaimana ini ayah pasti sangat murka dengan kita."


"Tenanglah nak biar ayahanda mu menjadi urusan ibunda kamu hanya perlu dekati pria itu sampai dia bertekuk lutut setelah itu kita kuasai kerajaannya."


Putri Zhao Yuan tersenyum mendengarkan rencana ibundanya, dia sudah tidak perduli lagi dengan pendapat ayahandanya yang terpenting baginya adalah dia bisa menjadi permaisuri di istana kegelapan. Membayangkan hal itu saja sudah membuat Putri Zhao Yuan pipinya merona dan itu tidak terlepas dari penglihatan sang ibunda yang tersenyum licik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Putri Xiao Lin Mei kembali ke tempatnya selama berada di tempat tersebut. Senyum di bibirnya tak pernah pudar sambil sesekali bersenandung untuk mengungkapkan kebahagiaannya hari ini.


Putri Xiao Lin Mei tidak pernah menyangka jika bisa melakukan hal tersebut karena di kehidupan sebelumnya dirinya tidak pernah bahkan untuk sekedar menatap pria pun dia tidak memiliki keberanian.


Saat sedang asik bersenandung Putri Xiao Lin Mei melihat ada seorang pelayan yang terlihat sedang menanam sebuah bunga. Karena penasaran dia pun menghampirinya.


"Selamat sore bibi," sapa nya kepada pelayan yang kebetulan sedang berada di sana.

__ADS_1


"Sore tuan putri."


Pelayan tersebut agak gugup mendapat sapaan dari Putri Xiao Lin Mei dia adalah Fei Xia. Fei Xia merupakan pelayan baru di istana ini dia merupakan seorang budak yang dibebaskan oleh Ratu Ming Xia.


Fei Xia sangat gugup bisa bertemu dengan Putri Xiao Lin Mei menurut para pekerja yang lain Putri Xiao Lin Mei tidak pernah menunjukkan raut muka masam ketika bertemu dengan pelayan yang dianggap sebagian orang di sana ialah pekerjaan rendahan. Fei Xia sangat mengagumi sosok Putri Xiao Lin Mei yang menurutnya langka dikarenakan jarang sekali ada seorang putri yang mau menyapa orang rendahan sepertinya.


"Bibi sedang apa?"


"Ah iya hamba diperintahkan oleh yang mulia ratu untuk menanam bunga kesukaan calon permaisuri." Sambil menunduk hormat.


Mata Putri Xiao Lin Mei berbinar melihat susunan bunga lili dan juga lavender tersebut.


"Apakah aku boleh membantu bibi?" tanyanya penuh harap.


"Tapi...."


"Apa yang kalian lakukan di sini."


Suara seseorang mengejutkan mereka. Putri Xiao Lin Mei menoleh ternyata orang yang membuat mereka terkejut adalah Ratu Ming Xia.


Melihat kedatangan Ratu Ming Xia Putri Xiao Lin Mei langsung memberondong dengan beberapa pertanyaan membuat sang ratu kewalahan dengan sikapnya. Dimulai dari keadaan hingga keberadaan sang ratu yang tidak diketahui keberadaannya ketika peristiwa tersebut.


Ratu Ming Xia sedikit tersentuh dengan perhatian calon menantunya itu dapat dirasakan betapa khawatirnya Putri Xiao Lin Mei kepadanya dengan sabar pula Ratu Ming Xia menjelaskan satu persatu pertanyaannya.


"Syukurlah jika bibi baik-baik saja," ujar Putri Xiao Lin Mei lega.


"Terimakasih, sekarang giliran bibi yang bertanya kepadamu."


"Tentang apa bibi?"


"Hubungan kalian."


Perkataan Ratu Ming Xia membuat Putri Xiao Lin Mei menunduk malu jangan lupakan dengan pipinya yang sudah seperti kepiting rebus itu. Dan itu tidak luput dari penglihatan Ratu Ming Xia membuatnya terkekeh geli.


Pelayan Fei Xia merasa tidak seharusnya berada di tempat itu segera pamit undur diri dengan alasan masih ada pekerjaan yang lainnya. Namun, sebelum itu Ratu Ming Xia memerintahkan Fei Xia untuk melayani Putri Xiao Lin Mei selama di sini tanpa ragu pelayan itu mengangguk setuju.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2