
Beberapa hari kemudian.
Di sebuah lorong yang terletak tak jauh dari kediaman Selir Mei Ran ada seorang pelayan yang berteriak memanggil namanya.
"Selir!! Selir!!"
Terdengar suara pelayan berteriak memanggil Selir Mei Ran. Sambil tergopoh-gopoh pelayan tersebut terus berteriak memanggil Selir Mei Ran.
Selir Mei Ran yang saat itu tengah berpesta dengan antek-antek nya pun dibuat geram oleh perilaku pelayan yang menurutnya rendahan tersebut.
Brakk!!
Suara gebrakan meja mengejutkan semua orang di ruangan tersebut.
"Siapa yang berani mengganggu kesenangan ku!"
Selir Mei Ran sangat tidak suka jika ada seseorang yang mengganggunya ketika sedang bersenang-senang. Terlebih lagi jika pengganggunya adalah orang rendahan yang berbeda kasta dengannya.
"Kalian!!" Tunjuk Selir Mei Ran kepada prajurit yang ditugaskan untuk menjaga kediamannya.
Tanpa membantah kedua prajurit yang ditunjuk tadi berjalan menghampiri Selir Mei Ran dengan menundukkan kepalanya.
"Cepat seret orang itu kehadapan ku!"
"Baik yang mulia."
Prajurit tersebut keluar ruangan mencari keberadaan pelayan tersebut.
Selir Mei Ran tersenyum sinis memandang kepergian prajuritnya. Dia akan memberi orang tersebut pelajaran karena telah berani mengusik dirinya.
Kembali ke prajurit tadi saat ini mereka sedang mencari keberadaan pengacau itu. Mereka mengedarkan pandangannya ke segala arah hingga mereka melihat ada seseorang berbaju pelayan yang berteriak-teriak memanggil nama Selir Mei Ran.
Setelah beberapa saat kemudian datanglah dua orang pria berbadan kekar dengan pelayan tadi.
Selir Mei Ran berjalan menghampiri orang tersebut. Ditatapnya pelayan itu dengan tatapan nyalang, mendapatkan tatapan tidak bersahabat pelayan tersebut menunduk takut.
Plak!!
Selir Mei Ran menampar pelayan tersebut dengan amarah yang memuncak.
"Katakan! Apa yang membuatmu begitu lancang."
Sambil memegangi pipinya yang terasa panas pelayan itu mencoba memberanikan diri menatap Selir Mei Ran yang masih menatapnya tajam.
"Cepat katakan!! Jangan menguji kesabaran ku."
Karena sudah geram dengan pelayan tersebut Selir Mei Ran mengangkat tangannya berniat memberi pelayan tersebut pelajaran. Belum sempat menuntaskan niatnya terdengar suara yang mengintimidasi.
"Sepertinya istana dingin tidak mampu membuatmu jera ya Selir Mei Ran?" ujarnya tersenyum sinis.
Selir Mei Ran menoleh ke arah suara tersebut. Dan dibuat terkejut dengan orang tersebut.
"Kenapa dia masih hidup, bukankah seharusnya dia sudah m**i bersama j*l*ng itu," batinnya.
Selir Mei Ran masih tidak percaya dengan penglihatannya. Dengan terbata-bata dia berkata. "Ke–kenapa pangeran masih ada disini?"
Pangeran Xiao Jinshi hanya memandang wanita tersebut sinis, dia masih tidak percaya jika wanita itulah yang telah membuat dirinya dan adiknya hampir celaka kalau saja tidak ada Raja Zhang Jiang Wu yang merupakan sahabatnya mungkin mereka berdua akan benar-benar mati dalam peristiwa itu.
Sebelumnya pada saat tabib masih melakukan pengobatan kepada Raja Zhang Jiang Wu, Pangeran Xiao Jinshi mengajak Putri Xiao Lin Mei yang sedang bersedih keluar kamar tersebut supaya bisa menenangkan dirinya.
Pangeran Xiao Jinshi mengajak adiknya tersebut ke kamar yang satunya lagi supaya lebih leluasa untuk meluapkan isi hatinya. Pangeran Xiao Jinshi menuntunnya masuk ke dalam kamar dan memintanya untuk duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Mei mei boleh gege tanya sesuatu?"
Sejenak Putri Xiao Lin Mei menghela nafas panjang sebelum mengangguk.
"Gege mohon mei mei jawab jujur, sebenarnya apa yang membuatmu menghindar dari kami?"
Putri Xiao Lin Mei terkejut dengan perkataan sang kakak. Dia menatap manik mata Pangeran Xiao Jinshi yang menuntut jawaban darinya, dengan menghela nafasnya dia pun berkata.
" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bukan masalah yang serius kok," jawabnya lirih.
"Jangan berbohong," tegasnya.
" Baiklah mei mei cerita. Sebenarnya waktu itu setelah pemakaman ibunda, selir itu datang menemui ku dia mengancam akan menghancurkan keluarga kita jika aku membocorkan rahasia mereka."
"Rahasia apa?"
"Bukan apa-apa, nanti kalau sudah waktunya mei mei akan memberitahu gege."
Putri Xiao Lin Mei merasa ragu untuk memberitahu rahasia tersebut sebelum dia mengumpulkan semua barang bukti untuk menguatkan semuanya.
Melihat keraguan dalam nada bicara adiknya Pangeran Xiao Jinshi ingin bertanya lebih lanjut lagi, akan tetapi dia menghargai keputusannya untuk tidak memberitahu rahasia tersebut.
" Baiklah gege tidak akan memaksa mu untuk bercerita. Melihat mei mei sembuh saja gege sudah senang," ujarnya sambil tersenyum.
"Terimakasih sudah mengerti, maaf mei mei belum bisa memberitahu gege."
" Yang pasti mereka sudah merencanakan ini semua untuk membungkam ku tetapi Zhang Jiang Wu yang terkena serangan mereka," ujarnya.
Mendengar perkataan Putri Xiao Lin Mei darah Pangeran Xiao Jinshi terasa mendidih, tangannya terkepal erat mereka terlalu berani untuk melakukan rencana jahat itu untuk adiknya. Rasanya ingin sekali dia menghabisi mereka yang berani mencelakai adiknya akan tetapi kesembuhan Raja Zhang Jiang Wu lebih penting daripada mengurusi itu semua.
...****************...
Disinilah dia sekarang di kerajaan awan tepatnya berada di kediaman Selir Mei Ran yang kebetulan sekali tengah berpesta atas rencana yang menurut mereka berhasil.
Pangeran Xiao Jinshi menatap wanita tersebut dengan sorot mata tajam membuat orang yang berada di sana menunduk ketakutan tak terkecuali Selir Mei Ran.
"Kenapa ibunda terkejut begitu atau jangan-jangan ibunda merupakan dalang dibalik itu semua?" sarkas Pangeran Xiao Jinshi.
Selir Mei Ran semakin terkejut dengan perkataan Pangeran Xiao Jinshi, keringat dingin mengucur dari pelipisnya dengan tergagap dia menjawab.
"Ti tidak mungkin ibunda tega memiliki rencana jahat itu. Ib–ibunda sangat menyayangi kalian."
"Hahahaha."
Pangeran Xiao Jinshi tertawa terbahak-bahak, dirinya merasa lucu sekaligus muak. Lucu karena ekspresi ketakutan mereka dan muak karena sandiwara mereka.
Mendengar bocah itu meremehkannya ketakutan Selir Mei Ran mendadak sirna, dengan berani dia berteriak.
"Berani sekali kamu bocah tengik!! Sepertinya aku selama ini terlalu baik hati denganmu sampai-sampai kamu jadi anak yang kurang ajar."
Selir Mei Ran sudah terlanjur geram hingga tidak sadar bersikap seperti saat sedang menindas Putri Xiao Lin Mei. Melihat perilaku Selir Mei Ran membuatnya meyakini jika dalang perampokan tempo hari adalah selir tersebut.
Banyak sumpah serapah dia tujukan kepada Pangeran Xiao Jinshi dan pangeran diam saja hingga sebuah kalimat dari Selir Mei Ran yang di tujukan kepada Putri Xiao Lin Mei mampu membuat darahnya mendidih.
"Seharusnya kamu dan adik ja***g sia***n mu itu mati menyusul Shi An Mei ibu tersayang mu ke neraka!!"
Plakk Plakk
Pangeran Xiao Jinshi sudah kehilangan kesabaran dia menampar bolak-balik Selir Mei Ran hingga membuatnya tersungkur.
Putri Xiao Yue Shi yang saat itu baru saja datang ke kediaman Selir Mei Ran dibuat terkejut dengan kondisi sang ibunda yang tersungkur dilantai dengan pipi memerah seperti tamparan.
__ADS_1
"Ibunda!!" teriaknya berlari menghampiri sang ibunda.
Pangeran Xiao yue Shi hanya memandang mereka berdua dengan tajam sambil bersedekap.
"Gege kenapa melakukan ini kepada ibunda!!" teriak Putri Xiao Yue Shi.
"Cih," Pangeran Xiao Jinshi hanya berdecih.
Dia berjalan mendekati mereka berdua dengan tatapan mengintimidasi yang tidak pernah lepas dari pandangannya.
"Aku peringatkan kalian berdua. Jangan pernah coba-coba bermain-main dengan ku. Aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi kalian jika kalian berani mengganggu keluargaku," tegasnya.
"Jangan kalian pikir aku bodoh. Aku tahu kalian lah penyebab peristiwa tempo hari."
Selir Mei Ran terkejut dengan perkataan Pangeran Xiao Jinshi dia tidak menyangka jika bocah ingusan itu mengetahui rencananya.
"Jika kalian masih sayang nyawa lebih baik kalian mengakuinya di depan ayahanda sebelum kami menyeret kalian ke penjara," ujar Pangeran Xiao Jinshi.
"Dan kalian!"
"Aku akan pastikan kalian semua yang ikut andil dalam rencana mereka berdua akan dihukum seberat-beratnya. Cam kan itu!"
Setelah mengatakan hal tersebut Pangeran Xiao Jinshi pergi dari tempat itu. Kini tinggal antek-antek Selir Mei Ran yang bergidik ngeri membayangkan hukuman yang menanti mereka.
Selir Mei Ran tampak frustasi mengetahui rencananya gagal total ditambah lagi bocah ingusan itu mengetahui rencananya. Dia menatap pelayan yang tadi.
"Hamba ingin memberikan kabar jika orang suruhan selir tertangkap dan saat ini mereka berada di penjara bawah tanah dengan penjagaan yang ketat."
"Arghhhh sialan! Rencana ku berantakan."
Selir Mei Ran membanting semua yang ada disana membuat semuanya ketakutan. Putri Xiao Yue Shi mencoba menenangkan sang ibunda yang tengah dikuasai amarah.
"Tenang ibunda aku punya rencana," ujar Putri Xiao Yue Shi.
"Apa itu?"
Putri Xiao Yue Shi membisikkan rencananya kepada Selir Mei Ran. Mereka berdua terlihat serius sambil sesekali tersenyum jahat.
Setelah selesai mereka berdua sama-sama tertawa puas, para antek-antek itu hanya bisa berharap semoga rencana Selir Mei Ran berhasil agar bisa selamat dari hukuman raja.
"Baiklah malam hari ini kita bergerak. Ingat jangan sampai gagal!" tegas Selir Mei Ran.
"Kalian kembali ke tempat masing-masing!" perintah Selir Mei Ran.
Selang beberapa saat Selir Mei Ran mengingatkan antek-antek nya. "Oh iya jangan lupa nanti malam kita akan beraksi," ujar Selir Mei Ran.
Mereka semua menganggukkan kepala serta membubarkan diri kembali ke tempat masing-masing.
*
*
*
*
*
Bersambung....
Hallo hai semuanya maap keun othor ye udah gantungin ceritanya kaya jemuran. Jangan bosen ya nungguin kepastian dari othor yang demen ghosting ini.
__ADS_1
Yang mau limpahin kata-kata mutiara gak apa-apa kok author terima dengan senang hati. Yang penting habis itu sawerannya jangan lupa, dah ah othor mau bertapa dulu cari edi sama ilham. See u dada babay👋 jangan kangen ye😉