
"Putri Xiao Lin Mei!! Apa yang telah kamu lakukan pada Selir Mei Ran?!"
"A-aku..."
Sumpah demi apapun sekarang yang Putri Xiao Lin Mei rasakan yaitu takut. Takut menatap mata tajam Raja Xiao Ren yang tengah dikuasai amarah.
Melihat kemarahan raja membuat Putri Xiao Yue Shi tersenyum licik.
"Aw sakit sekali. Ayahanda tolong Yue Yue pipiku sakit karena tamparan Jie Jie Xiao Lin Mei." ucapnya memelas.
Selir Mei Ran pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini sehingga dia pun ikut menghasut Raja Xiao Ren.
"Yang mulia tolong berikan keadilan kepada kami. Kami tidak bersalah justru Putri Xiao Lin Mei lah yang menampar kami terlebih dahulu." ujarnya manja.
****
"Putri Xiao Lin Mei ayah kecewa kepadamu, ayah tidak pernah mengajarkan anak anak ayah untuk berperilaku tidak sopan kepada yang lebih tua."
Putri Xiao Lin Mei hanya bisa tertunduk pasrah tidak berani menatap mata Raja Xiao Ren yang tengah mengajaknya berbicara.
Dalam hati Selir Mei Ran bersorak bahagia karena rencana mereka berhasil begitu juga Putri Xiao Yue Shi yang menyunggingkan senyum samar. Tidak ada yang melihat senyuman Putri Xiao Yue Shi karena semua orang sibuk memoerhatikan Putri Xiao Lin Mei yang tengah dimarahi oleh Raja Xiao Ren.
Melihat adiknya dimarahi ayahnya Pangeran Xiao Jinshi tidak tega dan berusaha meluruskan kesalahpahaman ini agar tidak semakin kacau.
"Mohon maaf ayahanda bukannya saya membela Putri Xiao Lin Mei akan tetapi memang Putri Xiao Lin Mei tidak bersalah dalam hal ini, justru merekalah yang terlebih dahulu menerobos masuk dan berkata tidak sopan kepada Putri Xiao Lin Mei," ucap Pangeran Xiao Jinshi sambil menunjuk kearah Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi.
"Ayahanda, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana mereka memberontak sambil mengeluarkan kalimat yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang bangsawan." jelas Pangeran Xiao Jinshi.
"Penjelasan mu bisa di terima pangeran akan tetapi Putri Xiao Lin Mei tetap harus dihukum supaya berpikir lagi sebelum bertindak." tegas Raja Xiao Ren.
Putri Xiao Lin Mei spontan mengangkat wajahnya, pandangannya bertemu dengan manik mata milik Raja Xiao Ren yang masih setia menatapnya tajam.
"T-tapi....
" Tidak ada tapi-tapian, kamu ayah hukum menyalin peraturan istana selama seminggu dan selama itu juga kamu tidak diperbolehkan keluar istana."
"T-tapi... ayah sudah berjanji mau mengizinkan aku pergi keluar istana jika sudah sembuh."
"Tadinya ayah berpikir akan mengizinkanmu pergi akan tetapi kamu harus menjalankan hukuman ini. Kalau tidak kamu tidak ayah beri izin untuk keluar."
Lemas sudah Putri Xiao Lin Mei sekarang, tadinya dia berencana ingin bersenang-senang dengan Pangeran Xiao Jinshi. Tapi semuanya kacau gara gara selir mental pohon pisang itu dan putri ular kadut.
__ADS_1
Sekarang dia hanya bisa pasrah menerima hukuman dari ayahnya walaupun harus m*ti kebosanan. Karena di kehidupannya dahulu Alya adalah seorang yang tidak bisa diam di satu tempat, setiap ada waktu luang pasti dia jalan jalan entah itu pergi liburan atau hanya sekedar jalan-jalan ke mall.
Tapi tidak semudah itu dia mengakui kekalahannya. Dia berencana untuk membalik keadaan dengan membuat Putri Xiao Yue Shi ikut dihukum juga.
"Maaf ayah Lin Mei ingin bertanya, kan ayah tadi bilang bahwa kita harus menghormati yang lebih tua. Jadi...."
"Benar terus apa yang ingin kamu tanyakan."
Dengan senyum merekah dia berkata, "jadi Putri Xiao Yue Shi harus di hukum juga."
Putri Xiao Yue Shi menggigil ketakutan akibat mendengar perkataan Pitri Xiao Lin Mei. Dengan cepat dia berkata,
"Apa maksud jie jie berkata seperti itu. Aku tidak melakukan kesalahan apapun." sela Putri Xiao Yue Shi.
Putri Xiao Lin Mei semakin melebarkan senyumannya, senang melihat adik tirinya itu ketakutan setelah tadi dengan berani dia menantang dirinya.
Dia masih ingin bermain-main dengan Putri Xiao Yue Shi yang ketakutan mendengar perkataannya barusan.
"Tidak mungkin mei mei lupa dengan identitasmu yang sebenarnya."
Selir Mei Ran dibuat geram oleh Putri Xiao Lin Mei yang terlalu bertele-tele.
"Jangan membuat kami penasaran Xiao Lin Mei. Cepat katakan apa keinginanmu sebenarnya?!!" geram Selir Mei Ran.
Puas sekali rasanya bisa membuat mereka emosi. Orang seperti mereka itu tidak perlu memakai otot untuk melawannya cukup dengan otak. Otak yang jahil supaya mereka darah tinggi.
"Baiklah baiklah sekarang saatnya serius. Kalian ingin aku mengungkapkan sekarang 'kan? Baiklah aku akan mengungkapkan kesalahan kalian, dengar baik baik."
Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi sudah gemetar ketakutan mengetahui bahwa Putri Xiao Lin Mei akan membongkar kejahatannya.
"Yang pertama tadi ayahanda berkata bahwa ayah tidak suka melihat anak-anaknya berperilaku tidak sopan terhadap yang lebih tua 'kan? Sekarang aku bertanya antara sama Putri Xiao Yue Shi siapa yang lahir terlebih dahulu?"
"Kamu/Putri Xiao Lin Mei." ucap mereka bersamaan.
"Pintar, lantas apakah yang di lakukan oleh saudari Putri Xiao Yue Shi tadi dapat dibenarkan? Bahkan dia telah berkata sangat sangat tidak sopan bukan hanya terhadapku, tapi juga dengan paman prajurit itu yang sudah jelas jelas usianya jauh di atas Putri Xiao Yue Shi."
Mereka semua yang ada di tempat itu terdiam mendengar perkataan Putri Xiao Lin Mei terlebih lagi Raja Xiao Ren yang merasa bahwa perkataan Putri Xiao Lin Mei itu ada benarnya.
"Yang kedua, Selir pohon pisang eh maaf maksudku Selir Mei Ran. Sebagai seorang ibu harusnya bisa mengarahkan anak-anaknya untuk berperilaku baik terhadap orang lain akan tetapi apa yang telah dia perbuat? Justru Selir Mei Ran sendiri yang mengajak Putri Xiao Yue Shi untuk berbuat seperti itu dan bahkan selir sendiri ikut berperan dalam keributan ini serta menambah kobaran apinya."
Sekali lagi Putri Xiao Lin Mei mampu membuat semua yang ada di sana takjub dengan perubahan sifat Putri Xiao Lin Mei yang menjadi lebih dewasa.
__ADS_1
Terlebih lagi Pangeran Xiao Jinshi yang masih tidak mempercayai bahwa orang yang sedang berdiri dihadapannya ini adalah adik kesayangannya Putri Xiao Lin Mei.
Dengan tidak sadar Pangeran Xiao Jinshi menghampiri adiknya itu dan menyentuh keningnya untuk memastikan sesuatu.
"Tidak panas tapi kenapa jadi begini ya." gumamnya.
Putri Xiao Lin Mei merasa risih dengan apa yang dilakukan oleh Pangeran Xiao Jinshi. Dengan kasar dia menepis tangan Pangeran Xiao Jinshi.
"Ck apaan sih? Aku masih sehat." decaknya.
Pangeran Xiao Jinshi hanya menyunggingkan senyum jenaka. Senyum yang tidak pernah dia perlihatkan kepada siapapun selain kepada keluarga inti nya selain Selir Mei Ran dan juga adik tirinya Putri Xiao Yue Shi.
Melihat senyuman yang tersungging dari bibir Pangeran Xiao Jinshi yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya. Putri Xiao Yue Shi bertekad akan membuat senyuman itu menjadi sebuah kebencian kepada Putri Xiao Lin Mei.
Selama dia hidup Putri Xiao Yue Shi tidak pernah mendapat perlakuan hangat dari Pangeran Xiao Jinshi seperti yang dia berikan kepada Putri Xiao Lin Mei. Yang dia dapatkan selama ini adalah tatapan kebencian yang tidak pernah dia ketahui apa penyebabnya.
Begitu juga dengan Raja Xiao Ren. Dia lebih memperdulikan Putri Xiao Lin Mei daripada dirinya. Putri Xiao Yue Shi merasa sangat kesepian, dia merasa tidak pernah memiliki keluarga yang utuh, yang saling melengkapi satu sama lain seperti keluarga lainnya.
Rasa kesepian yang di rasakan oleh Putri Xiao Yue Shi itu lantas dimanfaatkan oleh Selir Mei Ran dengan menghasutnya supaya membenci saudaranya sendiri.
****
"Sebenarnya ada kesalahan kalian lakukan yang lebih fatal akan tetapi aku tidak ingin membongkarnya sekarang karena sudah pasti tidak akan ada yang percaya jika aku mengungkapnya tanpa bukti yang kuat." tegas Putri Xiao Lin Mei.
Mendengar perkataan Putri Xiao Lin Mei yang tidak jadi membongkar kejahatan mereka Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi bisa bernafas lega untuk sementara waktu.
"Baiklah setelah mendengar penuturan Putri Xiao Lin Mei tadi saya memutuskan bahwa Selir Mei Ran saya hukum dikurung di istana dingin selama seminggu dan menyalin peraturan istana, begitu juga dengan Putri Xiao Yue Shi kamu ayah hukum tidak boleh keluar istana selama seminggu serta menyalin peraturan istana."
Putri Xiao Lin Mei cukup puas dengan keputusan Raja Xiao Ren atas hukuman yang dia berikan kepada mereka berdua. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena dia juga mendapatkan hukuman yang sama dengan Putri Xiao Yue Shi.
Putri Xiao Lin Mei memprotes keputusan ayahnya itu akan tetapi dengan tegas Raja Xiao Ren menolak dan pergi meninggalkan mereka.
Putri Xiao Lin Mei menoleh kearah Putri Xiao Yue Shi yang tengah mengejek nya dengan senyum meremehkan. Dengan kesal Putri Xiao Lin Mei mengacungkan jari tengahnya kearah Putri Xiao Yue Shi, putri yang tidak mengerti maksud jari tengah itu hanya menganggap angin lalu dan pergi meninggalkan tempat itu.
****
Semua orang telah pergi begitu pula dengan Pangeran Xiao Jinshi yang memutuskan untuk kembali ke kediamannya setelah diusir Putri Xiao Lin Mei dengan alasan ingin beristirahat.
"Argh!!! Kenapa jadi aku ikutan di hukum sih." kesal nya.
"Baiklah kalau aku tidak mendapat izin aku akan pergi sendirian hitung-hitung sambil mencari bukti keterlibatan mereka." ujarnya.
__ADS_1
Bersambung....
Makasih sudah mampir mohon maaf author up nya ngaret. Selamat membaca jangan lupa like, coment, vote serta favoritnya biar author makin semangat up nya 🤗