Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 37


__ADS_3

Pagi hari.


Pagi ini Putri Xiao Lin Mei terbangun dengan ceria di paviliun nya. Dia senang bisa kembali ke tempat ini lagi, sebelumnya dia begitu takut jika sewaktu-waktu istana ini diambil alih dan keluarganya dipenjarakan atau dibunuh oleh musuh, namun ketakutan itu akhirnya tidak terjadi.


"Lin Mei ayo kita menemui ayah. Bukankah kamu sudah merindukannya," ujar Zhang Yue.


Kini gadis itu mulai membiasakan diri memanggil Putri Xiao Lin Mei dengan panggilan "Lin Mei" sama seperti yang lain meskipun masih agak kaku.


Mendengar perkataan dari Zhang Yue Putri Xiao Lin Mei pun setuju dan melangkahkan kakinya menuju kediaman sang ayah terlebih dahulu sebelum menemui gegenya nanti.


Sesaat setelah sampai dikediaman Raja Xiao Ren Putri Xiao Lin Mei terkejut melihat suasana yang tampak ramai dengan lalu lalang orang orang, dengan perasaan takut dia bersama Zhang Yue berjalan cepat menuju tempat sang ayah.


"Ayah!"


Putri Xiao Lin Mei berteriak memanggil-manggil Raja Xiao Ren, namun tidak ada sahutan. Pandangan matanya menelisik ke setiap sudut ruangan hingga sebuah suara yang selama ini dia tunggu mengejutkannya.


"Lin Mei," panggil Pangeran Xiao Jinshi terkejut.


Dia pun langsung memeluk erat sang adik dan dibalas tak kalah erat juga oleh Putri Xiao Lin Mei mereka menyalurkan perasaan rindu nya masing-masing. Pangeran Xiao Jinshi bersyukur adiknya tidak kenapa-kenapa, begitupula sebaliknya Putri Xiao Lin Mei bersyukur sang kakak kembali dengan selamat.


"Gege, ayah dimana? Kenapa aku panggil-panggil tidak menyahut." Putri Xiao Lin Mei berkata dengan perasaan campur aduk.


Pangeran Xiao Jinshi melepaskan pelukannya lalu menatap lekat manik mata adiknya. Perasaannya menjadi tidak karuan dengan menguatkan hatinya pangeran pun berkata.


"Lin Mei ikut gege sekarang." Pangeran Xiao Jinshi menarik lembut tangan sang adik


"Kemana?" tanya Putri Xiao Lin Mei penasaran.


"Ke kamar ayah. Mei mei bisa bertemu ayah di sana."


Kamar? Ada apa ini kenapa Gege seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Dia melirik gegenya yang sepertinya habis menangis. " Gege, ayah tidak kenapa-kenapa kan?"


"Nanti Mei Mei lihat sendiri."


Pangeran Xiao Jinshi tidak berani menatap wajah penasaran adiknya, sedari tadi dia memandang lurus dengan pikiran berkecamuk.

__ADS_1


Melihat keengganan sang kakak mau tidak mau Putri Xiao Lin Mei mengalah, tidak ingin memaksa untuk memberitahunya. Merekapun berjalan beriringan dengan Zhang Yue di sisi kiri serta Putri Xiao Lin Mei di sisi kanan Pangeran Xiao Jinshi.


Zhang Yue sedari tadi terdiam saja karena sudah bisa menebak jika ada sesuatu yang terjadi dan hanya menurut disaan Pangeran Xiao Jinshi ikut menariknya.


Perlahan tapi pasti saat ini mereka sudah sampai di depan kamar Raja Xiao Ren ruangan itu tampak ramai terlihat di sana ada kekasihnya Raja Zhang Jiang Wu, sahabatnya Pangeran Zhang Fei, ratu Ming Xia serta tabib. Eh tunggu dulu tabib? Ada apa ini Putri Xiao Lin Mei semakin kepikiran.


"Tabib bagaimana keadaannya?" tanya Raja Zhang Jiang Wu.


"Mohon ampun yang mulia saat ini keadaan Raja Xiao Ren tengah kritis. Luka yang dialami beliau cukup dalam serta kehilangan banyak darah hingga memerlukan waktu agar bisa kembali tersadar."


Putri Xiao Lin Mei mematung ditempat, dia menatap gegenya yang menahan air matanya.


"Ayah."


Panggilan itu sontak membuat mereka menoleh ke sumber suara, terlihat Putri Xiao Lin Mei berdiri kaku di ambang pintu bersama Pangeran Xiao Jinshi serta Zhang Yue. Sang tabib pun permisi tidak ingin mengganggu mereka.


Gadis itu berhambur memeluk sang ayah dengan tangisan yang pilu, dia mengguncang tubuh sang ayah supaya terbangun.


"Ayah bangun. Kenapa tertidur, bukankah ayah sudah janji akan kembali dengan selamat," ujarnya sesenggukan.


"Tenanglah sayang. Ayahmu baik-baik saja sebentar lagi akan tersadar," ujar Ratu Ming Xia pelan.


Ratu Ming Xia tahu bagaimana hancurnya perasaan calon menantunya itu, dia juga tidak menyangka jika orang sekuat Xiao Ren bisa tumbang. Ratu Ming Xia menangis dipelukan sang putra.


Pangeran Xiao Jinshi menghampiri sang adik lalu memeluknya erat, Putri Xiao Lin Mei menangis kencang di pelukan sang kakak.


"Gege, kenapa bisa seperti ini?"


"Maafkan Gege, jika saja ayah tidak melindungi ku mungkin tidak akan seperti ini kejadiannya. Waktu itu ayah berusaha melindungi ku dari serangan Xiao Han Shi dan berakhir seperti ini."


Karen terlalu terkejut Putri Xiao Lin Mei pingsan membuat Pangeran Xiao Jinshi yang memeluknya kaget.


Pria itu awalnya ingin membawa tubuh Putri Xiao Lin Mei ke kediamannya di paviliun anggrek, namun setelah dipikir-pikir akan memakan waktu akhirnya dengan usul Raja Zhang Jiang Wu dia meletakkan tubuh mungilnya di samping sang ayah yang belum ada tanda-tanda akan sadarkan diri.


"Lin Mei, maafkan Gege telah membuatmu seperti ini," sesalnya.


"Sudahlah, Jinshi adikmu hanya terkejut. Jangan memikirkan hal yang bukan bukan," tutur Ratu Ming Xia.

__ADS_1


"Lebih baik kalian istirahatlah, biar aku menjaga mereka di sini." Pinta Ratu Ming Xia.


"Tidak, biarlah aku yang menjaga mereka. Lebih baik ibunda serta yang lain beristirahat. Perjalanan kalian pasti melelahkan," sanggah Raja Zhang Jiang Wu.


Ratu Ming Xia menatap serius putranya. Mereka sama-sama lelahnya, dia tidak ingin putranya jatuh sakit dan terjadilah perdebatan diantara ibu dan anak itu. Dengan sedikit pemaksaan dari Raja Zhang Jiang Wu akhirnya mereka meninggalkan ruangan itu menyisakan dirinya sendirian.


Raja Zhang Jiang Wu mendundukan dirinya di kursi yang berada tidak jauh di sana lalu menatap tubuh pasangan ayah dan anak itu dengan seksama. Pria itu mengambil tangan gadisnya lalu mengecupnya, dia memerhatikan cincin yang tersemat di jari sang gadis kemudian tersenyum tipis.


Matanya saat ini beralih ke arah sang paman yang terbaring lemah tak berdaya.


"Paman, cepatlah bangun. Putri mu mencemaskan mu." Raja Zhang Jiang Wu berkata dengan lirih dengan tatapan sendu.


...****************...


Di penjara bawah tanah.


Jauh di dalam tempat menampung para penjahat kerajaan, saat ini ada orang yang mencoba menyusup ke dalam tanpa sepengetahuan penjaga.


Tepat di sel penjara yang paling dalam saat ini Selir Mei Ran bergetar ketakutan setelah mendengarkan kabar jika rencana dia gagal total.


"Arghh sialan! Bagaimana tua bangka itu bisa kalah."


Selir Mei Ran tidak menyangka jika Xiao Han Shi bisa dikalahkan dengan mudah, bahkan sampai mati mengenaskan. Jika saja tidak dalam belenggu sialan ini sudah pasti dia akan melarikan diri dari tempat terkutuk ini.


"Jangan marah. Setidaknya saat ini tua bangka yang satunya terluka dengan parah. Jadi, jangan khawatir dia akan mengeksekusi mu dalam waktu dekat," ujar pria itu lalu melenggang pergi meninggalkan Selir Mei Ran yang memasang mode singa.


Tepat seperti perkiraan setelah kepergian pria itu Selir Mei Ran berteriak kesetanan memakai siapapun. Bahkan banyak serentetan umpatan yang ditujukan kepada semua orang yang menyebabkan kesialannya.


*


*


*


*


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2