Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part 3


__ADS_3

Kabar tentang Putri Xiao Lin Mei yang tersadar dari komanya sudah menyebar di seluruh kerajaan awan dan di sambut dengan bahagia seluruh rakyat kerajaan serta menjadi buah bibir seluruh masyarakat. Entah siapa yang menyebarkan berita tersebut yang pasti semua bergembira dengan berita tersebut.


Begitu juga dengan pelayan di dapur istana yang sedang membicarakan tentang kesembuhan Putri Xiao Lin Mei.


"Eh kamu tahu tidak, dengar-dengar Putri Xiao Lin Mei sudah sadar dari koma."


"Benarkah?! Syukurlah kalau begitu aku kasihan melihat Putri Xiao Lin Mei yang sudah di tinggal Permaisuri Shi An Mei dan mendapat ibu tiri yang jahat seperti Selir Mei Ran. Semoga tuhan memberi keadilan untuk Putri Xiao Lin Mei."


"Semoga saja tuhan mau berbaik hati untuk memberi kebahagiaan untuk Putri Xiao Lin Mei dan bisa terlepas dari selir jahat itu."


Semua penghuni istana sudah mengetahui bagaimana perlakuan Selir Mei Ran yang selalu menyiksa Putri Xiao Lin Mei. Akan tetapi, mereka memilih diam tidak berani mengadu kepada Raja Xiao Ren karena takut terkena amukan Selir Mei Ran seperti pelayan Putri Xiao Lin Mei.


Perbincangan mereka tersebut tidak luput dari pendengaran Selir Mei Ran yang saat itu sedang berjalan menuju dapur untuk memerintahkan pelayan di sana untuk menyiapkan makanan untuknya.


Mendengar pembicaraan kedua pelayan itu membuat Selir Mei Ran naik pitam. Dengan amarah yang memuncak selir pun membuka pintu dengan kasar, membuat kedua pelayan yang bergosip tadi terkejut.


"Lancang sekali kalian!! Berani membicarakan keluarga kerajaan. Aku akan mengadukan hal ini kepada Raja Xiao Ren," geram Selir Mei ran lantas menampar kedua payan tersebut.


Kedua pelayan tersebut hanya menunduk tidak berani menatap Selir Mei Ran yang saat ini tengah menatapnya tajam.


"Aku akan pastikan kalian akan mendapat hukuman dari yang mulia karena sudah melanggar peraturan kerajaan." tegas Selir Mei Ran.


"Ampuni kami selir, kami tidak akan mengulangi lagi. Kami mohon jangan beri tahu yang mulia."


Kedua pelayan itu bersujud memohon ampun. Namun, di abaikan oleh Selir Mei Ran dan di tinggalkan begitu saja.


Kedua pelayan itu memandang kepergian Selir Mei Ran dengan perasaan takut. Takut kalau ketahuan oleh Raja Xiao Ren dan di adili pengadilan istana.


"Kamu sih berbicara yang bukan-bukan. Sekarang bagaimana dengan nasib kita kalau yang mulia mengetahui hal ini."


"Semoga saja yang mulia mau mengampuni kesalahan kita."


"Iya, semoga saja begitu."


Kini tinggal lah kedua pelayan itu yang merutuki kebodohan nya sendiri.


Selir Mei Ran pergi dari tempat itu dengan amarah yang memuncak. Di sepanjang jalan tak henti hentinya dia memaki Putri Xiao Lin Mei.


"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menemui j*l*ng itu sebelum dia mengacaukan rencana yang sudah aku susun selama ini."


*****


Paviliun Mawar.


Di sinilah sekarang Selir Mei Ran membanting semua benda yang ada di kediaman nya untuk melampiaskan kekesalannya kepada Putri Xiao Lin Mei.


Suara pecahan dan juga teriakan menggema di kediamannya. Tak lupa dengan makian yang di tujukan pada Putri Xiao Lin Mei membuat pelayan di kediamannya ketakutan.


"Argh!! S*al, kenapa j*l*ng itu masih hidup."


"S*al*n rencanaku gagal. Argh!!!"


Prang!!! Prang!!!


Suara pecahan terdengar begitu nyaring dikediaman Selir Mei Ran. Ia seperti orang yang kes*t*n*n, menghancurkan semua benda yang berada di kamarnya untuk melampiaskan kekesalannya kepada Putri Xiao Lin Mei.


"Apa yang harus aku lakukan agar j*l*ng itu tidak mengadu ke Raja Xiao Ren," gumamnya sambil mondar mandir.


" Lebih baik aku pergi kesana untuk memastikan anak itu agar tidak mengadu. Awas saja kau bocah tengik aku akan membuatmu menderita, bila perlu aku akan langsung memb*n*hmu." ucap Selir Mei Ran.


" Pelayan!! Cepat bereskan kamarku."


"Awas kalau aku kembali kamar belum bersih, jangan salahkan aku jika aku akan menghukum kalian." perintah Selir Mei Ran.

__ADS_1


"Ba-baik selir." ucap pelayan itu terbata.


Setelah memerintahkan pelayan itu ia langsung pergi menuju kediaman Putri Xiao Lin Mei. Ia berjalan dengan tergesa gesa seolah olah ia sedang panik padahal dia sedang memikirkan cara untuk membuat Putri Xiao Lin Mei bungkam.


Di kejauhan Putri Xiao Yue Shi sedang memperhatikan gelagat ibundanya yang terlihat aneh. Karena penasaran ia pun langsung menghampiri ibundanya itu.


" Salam ibunda, apa yang terjadi kenapa ibunda terlihat panik. Apakah ini ada hubungan nya dengan Xiao Lin Mei?" tanya Putri Xiao Yue Shi.


Selir Mei Ran melihat keadaan sekitar memastikan bahwa tidak ada orang lain selain mereka berdua. Setelah dirasa cukup aman dia berkata.


"Aku tadi mendengar pelayan di dapur membicarakan bahwa j*l*ng itu masih hidup."


"Apa!!" teriak Putri Xiao Yue Shi.


Selir Mei Ran segera membekap mulut putrinya itu sambil melihat sekitar. Dirasa tidak ada orang lain yang melihat mereka dia pun lantas menurunkan tangannya.


"Sttt... pelankan suaramu. Kamu mau rencana kita berantakan," ujar Selir Mei Ran sambil menatap tajam putrinya tersebut.


Putri Xiao Yue Shi langsung menutup mulutnya rapat-rapat merutuki kebodohannya.


"Si*l*n awas saja kalau dia sampai mengadukan ke ayah." geram putri Xiao Yue Shi.


"Maka dari itu kita harus mencegah hal tersebut agar terjadi Shi' er. Sekarang kamu ikut ibunda ke paviliun anggrek." jawab Selir Mei Ran.


"Baiklah ibunda, aku ikut." ujar Putri Xiao Yue Shi.


Merekapun langsung bergegas pergi menuju paviliun anggrek untuk memastikan kebenaran berita itu. Dan juga untuk memastikan bahwa rencana mereka masih berjalan dengan mulus.


*****


Paviliun Anggrek.


Raja Xiao Ren dan Pangeran Xiao Jinshi sudah sampai di paviliun Putri Xiao Lin Mei kini mereka sedang menunggu tabib istana yang sedang memeriksa keadaan Putri Xiao Lin Mei.


" Ekhem mohon maaf sebelumnya kalian itu siapa ya kenapa kalian melihatku seperti itu? Aku tahu kalau wajahku itu cantik dan kalian pasti terpesona dengan kecantikanku yang sebelas dua belas dengan Selena Gemes eh maaf typo Selena Gomez maksudnya. Jadi... kalian biasa aja ngelihatin nya. Atau mungkin kalian mau menjadi pacarku," celoteh Alya dengan tidak tahu malunya tak lupa dengan kedipan mata genitnya.


Ya tuhan andai saja Alya tahu siapa yang sedang kau ajak bicara pasti dia tidak akan berani lagi berbicara begitu.


Siapa yang tidak mengenal Raja Xiao Ren dia adalah raja yang tidak kenal ampun dalam menghukum siapa saja yang melawannya, dia adalah orang yang tidak pernah main main dengan ucapan nya dan hal itulah yang membuat Raja Xiao Ren di segani rakyatnya.


Belum lagi dengan Pangeran Xiao Jinshi seorang pangeran mahkota yang kelak akan mewarisi tahta dari Raja Xiao Ren. Pangeran yang terkenal dengan sifat dingin yang mampu membekukan siapa saja yang berada di dekatnya.


Banyak putri yang berusaha mendekati dirinya namun harus menelan kepahitan karena sang pangeran sangat sulit untuk berdekatan dengan makhluk yang namanya perempuan.


Jujur saja Raja Xiao Ren cukup terkejut dengan perubahan putrinya saat ini dan bingung untuk menjawab apa sehingga Raja Xiao Ren memilih untuk mengabaikan perkataan putrinya itu dan bertanya kepada tabib istana yang tengah memeriksa keadaan Putri Xiao Lin Mei.


" Tabib bagaimana keadaan Putri Xiao Lin Mei. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Raja Xiao Ren.


" Ampun beribu ampun yang mulia. Putri Xiao Lin Mei kehilangan ingatannya karena benturan keras dikepalanya dan membutuhkan waktu lama untuk ingatannya kembali." ucap tabib.


" Kalau begitu kau boleh pergi." ujar Raja Xiao Ren.


" Baik yang mulia hamba undur diri."


Tabib istana tersebut berjalan keluar kamar dengan diikuti pelayan yang bernama Zhang Yue sekaligus untuk menanyakan tentang kesehatan Putri Xiao Lin Mei.


Sekarang di tempat itu hanya ada Pangeran Xiao Jinshi dan Raja Xiao Ren.Alya atau Putri Xiao Lin Mei yang di abaikan pun merasa malu dan pura pura menangis untuk menutupi rasa malunya itu.


" Huaaaa... mama tolong Alya!!! Hiks... hiks...,"


"Baru kali ini Alya di cuekin sama laki laki. Gak ada lagi yang sayang sama Alya, sekarang Alya di pelototin mereka huaaa!!" tangis Putri Xiao Lin Mei atau Alya.


Demi memuluskan akting nya Alya berpura-pura mengusap air mata buayanya untuk menarik simpati.

__ADS_1


Semua orang yang berada di ruangan itu di buat tercengang dengan Putri Xiao Lin Mei yang tiba tiba menangis seperti itu.


Pangeran Xiao Jinshi pun langsung memeluk Putri Xiao Lin Mei dan menenangkan adik nya itu.


" Cup cup cup! mei mei jangan menangis lagi ya nanti cantik nya hilang. Sudah ya, jangan menangis lagi," bujuk Pangeran Xiao Jinshi sambil mengusap air mata buaya Putri Xiao Lin Mei.


Bukan nya mereda Alya malah semakin kencang menangis nya.


"Huaaaa mama!! Anakmu yang cantik jelita ini di katain jelek sama abang ganteng." teriak nya kencang.


Pangeran Xiao Jinshi dibuat kelabakan dia melirik ke arah Raja Xiao Ren bermaksud untuk meminta bantuan akan tetapi yang di lirik malah acuh tak acuh.


Pangeran Xiao Jinshi bingung untuk menghadapinya, baru pertama kali dia melihat Putri Xiao Lin Mei menangis seperti ini layaknya anak kecil yang permintaannya tidak dituruti oleh orang tua nya.


"Sttt... mei mei sayang berhenti ya menangisnya."


" Baiklah tapi ada syaratnya." ucap Putri Xiao Lin Mei.


" Apa syaratnya? Pasti akan gege lakukan demi tuan putri yang cantik jelita kesayangan gege ini," ujar Pangeran Xiao Jinshi sambil mencolek hidung Putri Xiao Lin Mei


" Aku pengen jalan jalan melihat kehidupan luar istana bersama gege boleh ya." pinta Putri Xiao Lin Mei.


"Tadi katanya tidak kenal... itu manggil gege."


"Kan tadi gege sendiri yang bilang. Aku cuma mengikuti." jawab Putri Xiao Lin Mei.


Baru saja Pangeran Xiao Jinshi bahagia karena dia mengira adik nya itu mengingatnya dan berpikir bahwa perkataan tabib itu tidak benar. Akan tetapi, ternyata pikirannya salah dan adik nya benar-benar tidak mengingat nya.


"Bagaimana boleh atau tidak?!" taya Putri Xiao Lin Mei.


Belum sempat Pangeran Xiao Jinshi menjawab sebuah suara menginterupsi pembicaraan mereka.


" Tidak boleh!! Ayah tidak akan mengijinkan." sela Raja Xiao Ren.


" Tapi kan aku pengen jalan jalan, sudah lama gege tidak mengajakku berjalan jalan bersama yah." ujar Putri Xiao Lin Mei.


" Ayah bilang tidak boleh ya tidak boleh!" tegas Raja Xiao Ren.


Putri Xiao Lin Mei pun hanya merengut mendengar ucapan Raja Xiao Ren. Raja Xiao Ren tidak tega melihat Putri Xiao Lin Mei yang tidak bersemangat. Dengan nada lemah ia pun berkata.


" Tolong mengertilah Mei'er, ayahanda melarangmu pergi bukan tanpa alasan. Ayahanda hanya tidak ingin kamu kenapa kenapa lagipula tubuhmu juga masih cukup lemah." tutur Raja Xiao Ren pelan.


" Baiklah tapi kalian harus janji! Kalau aku sudah sembuh nanti, kalian akan memperbolehkanku jalan jalan." ucap Putri Xiao Lin Mei.


" Iya kita beranji kalau sudah sembuh nanti kita jalan jalan." ucap Pangeran Xiao Jinshi.


Mendengar perkataan Pangeran Xiao Jinshi membuat Putri Xiao Lin Mei meloncat loncat kegirangan. Tak sungkan juga memeluk ayah dan juga gege nya itu.


Tingkah laku Putri Xiao Lin Mei membuat mereka kaget pasalnya Putri Xiao Lin Mei di kenal dengan gadis yang lemah lembut dan pemalu. Jika berbicara selalu menundukkan pandangannya.


Tetapi mereka tidak memperdulikan perubahan itu, yang terpenting bagi mereka Putri Xiao Lin Mei bisa sehat kembali.


****


Jauh di kediaman ada seorang laki laki yang mengenakan topeng


"Akhirnya setelah sekian lama kita berjumpa kembali." ucap seseorang.


Setelah berucap orang misterius tersebut langsung pergi dari tempat itu.


Bersambung.


Waduh siapa itu gaes. Kalo penasaran pantengin terus cerita ini.

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote, like, komen dan favorit. Terimakasih yang sudah berkenan mampir ke cerita ini. Semoga suka dengan cerita ini.


__ADS_2