Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 40


__ADS_3

Hari ini, aula kerajaan tampak lebih ramai dari sebelumnya. Banyak pejabat-pejabat istana yang memasuki aula dan juga ada beberapa rakyat biasa yang menunggu di depan.


Beberapa hari yang lalu, Raja Xiao Ren memerintahkan putranya Pangeran Xiao Jinshi untuk mengumpulkan seluruh Mentri kerajaan di aula secepat mungkin. Raja berniat menggelar sidang kasus yang melibatkan selirnya dan juga percobaan pembunuhan atas putrinya.


Di aula terdengar riuh mengenai sidang kali ini. Mereka semua masih tidak mempercayai jika selir kerajaan serta putrinya berani mencelakai seorang putri saja.


Tak lama suara itu menjadi hening tatkala terdengar suara Kasim menggema di aula mengumumkan anggota kerajaan satu persatu. Semua mata menatap kagum dengan kecantikan serta ketampanan para anggota kerajaan. Bukan hanya itu bahkan Raja Zhang Jiang Wu serta Pangeran Zhang Fei pun turut hadir di antara mereka membuat semua orang semakin bertanya-tanya.


"Raja Xiao Ren memasuki aula!"


Aula kembali hening, terdengar langkah kaki memasuki aula. Raja Xiao Ren memasuki aula dengan langkah yang tegas, aura kewibawaan seorang pemimpin menguar membuat semua orang menunduk hormat.


Raja Xiao Ren menduduki singgasana khusus untuknya. Matanya menatap mereka satu persatu, lalu mempersilahkan semuanya duduk kembali.


" Terimakasih semuanya. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya hari ini saya akan menggelar sidang mengenai kasus yang terjadi di kerajaan belakangan ini."


"Penasehat, silahkan."


Raja Xiao Ren membuka persidangan dan memerintahkan penasehatnya untuk memulainya.


"Terimakasih, Yang Mulia. Izin mengambil alih," ujar penasehat tersebut hormat.


Raja Xiao Ren mengangguk, lalu penasehat itu menatap seisi aula.


"Baiklah, saya akan memulai dengan kasus percobaan pembunuhan Putri Xiao Lin Mei beberapa bulan yang lalu."


"Prajurit, bawa para tersangka ke mari." Perintah Raja Xiao Ren.


Tak lama kemudian datanglah beberapa prajurit yang membawa tahanan kerajaan, diantara mereka ada Selir Mei Ran dan Putri Xiao Yue Shi membuat semua orang terkejut dan ada satu orang diantara mereka yang pucat pasi dan itu tidak luput dari penglihatan Putri Xiao Lin Mei.


"Kena kau tikus besar," batinnya tersenyum miring.


Kembali ke persidangan, penasehat pun membeberkan kasusnya secara rinci ditambah dengan bukti-bukti yang ditemukan dilapangan. Semuanya mengarah ke pasangan ibu dan anak itu.


Aula kembali riuh saat mendengarkan penjelasan penasehat kerajaan itu, banyak bisik-bisik bahkan ada yang terang-terangan menghina Selir Mei Ran serta Putri Xiao Yue Shi.


"Bagaimana dengan pembelaan mu?" tunjuk penasehat kepada sang ketua pembunuh bayaran.


Dengan tubuh yang mengenaskan itu prajurit itu mengangguk lemah, dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk melawan mereka. Tidak perduli bagaimana nanti nasibnya.


"Benar, Yang Mulia. Saya yang sudah melakukannya dan semua itu atas perintah Selir Mei Ran."


Putri Xiao Lin Mei dan yang lainnya mengangguk puas dengan kejujuran sang ketua. Tidak sia-sia usahanya membuka mulut pria itu.

__ADS_1


Raja Xiao Ren geram mendengar pengakuan ketua itu, dia ingin sekali memenggal secara langsung orang tersebut, namun Putri Xiao Lin Mei menyentuh tangan sang ayah untuk menenangkannya. Raja Xiao Ren menoleh ke arah sang putri yang menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Bisiknya.


"Tenanglah, Ayah. Jangan mengacaukan sidang ini jika ingin menangkap tikus besar," tutur Putri Xiao Lin Mei.


Raja Xiao Ren menarik nafas dalam-dalam mengusir amarah yang menderanya.


Di sisi Selir Mei Ran.


Saat ini Putri Xiao Yue Shi menunduk ketakutan, dia tidak mau berakhir di sini.


"Ibunda, bagaimana ini," lirih Putri Xiao Yue Shi.


"Sttt tenanglah, pasti si tua itu akan menolong kita," ujar Selir Mei Ran.


Dan pembicaraan mereka tak luput dari pendengaran Putri Xiao Lin Mei yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua. Dia tersenyum miring.


"Apakah maksudmu pak tua itu, Selir?" Menunjuk ke arah salah satu pejabat di depan sana.


"Ampun, Putri. Hamba tidak tahu apa-apa," ujar pejabat itu terbata-bata.


"Oh benarkah? Jika tidak mengetahui, kenapa wajahmu pucat?"


Putri Xiao Lin Mei menatap Raja Xiao Ren, "Ayah.


Raja Xiao Ren yang mengerti arah pembicaraan putri nya pun mengangguk memberi izin. Setelah mendapat izin dari ayahnya Putri Xiao Lin Mei turun dari kursinya lalu berjalan mendekati penasehat dan berdiri di sisinya.


Semua orang bertanya-tanya melihat Putri Xiao Lin Mei yang berdiri dari tempatnya.


"Di sini saya, Putri Xiao Lin Mei dengan izin ayahku, Raja Xiao Ren akan membantu persidangan ini agar semakin jelas," ucap Putri Xiao Lin Mei lantang.


"Prajurit! Seret Mentri keuangan ke hadapan ku," perintah Putri Xiao Lin Mei.


Tanpa banyak kata prajurit itu menyeret Mentri keuangan, Huang Zhong dengan kasar. Mereka tidak mempedulikan teriakan amarah pejabat itu. Menteri Huang meronta-ronta saat diseret.


"Apa salahku, jangan asal menyeret kalau tidak mau ku tuntut kalian," teriak Menteri Huang Zhong.


Putri Xiao Lin Mei tersenyum miring mendengar teriakan menteri sampah itu. Dia bertepuk tangan beberapa kali lalu datanglah beberapa prajurit dengan membawa beberapa berkas serta sebuah kotak. Sesaat setelah barang bukti itu sudah berada didepan mata penasehat pun memaparkan kesalahan menteri Huang Zhong.


"Menteri Huang Zhong, anda dituduh telah menggelapkan dana dan membantu Selir Mei Ran dalan melakukan kejahatannya," jelas penasehat.


"Dan jangan lupa, Penasehat. Menteri Huang sudah bekerja sama dengan ibu Selir dan saudari Xiao Yue Shi untuk menghabisi ibunda dan nyawaku."

__ADS_1


"Benar bukan, Ayah."


Mereka semua menatap ke arah Raja Xiao Ren, merasa ditatap seperti itu beliau menghembuskan nafas berat lalu membenarkannya.


Pembenaran dari Raja Xiao Ren itu sontak membuat semua orang geram dan memaki maki menteri Huang serta tersangka yang lainnya.


"Tidak Yang Mulia! Semuanya bohong. Hamba tidak melakukan itu semua."


Menteri Huang menyangkal semua tuduhan yang ada. Dia bahkan dengan lancang berteriak di depan Raja Xiao Ren serta Putri Xiao Lin Mei bahkan membalikkan tuduhan itu kepada Selir Mei Ran dan juga Putri Xiao Yue Shi mereka yang tidak terima di tuduh pun saling menyalahkan hingga terjadilah perdebatan sengit.


Putri Xiao Lin Mei sudah merasa jengah dengan perilaku mereka pun akhirnya membungkam mereka dengan kenyataan yang mengejutkan semua orang, namun tidak dengan Raja Xiao Ren.


"Sepertinya kalian masih kekeuh dengan pendirian kalian. Kalian sungguh pasangan yang serasi bukankah begitu, Ayah?"


"Apa maksudmu jal*ng!"


"Wow, jal*ng teriak jal*ng." Putri Xiao Lin Mei bertepuk tangan mendengar perkataan Selir Mei Ran.


Ingin sekali rasanya membongkar kebusukan mereka selama ini.


Putri Xiao Lin Mei melirik wajah ayahnya dan mempersiapkan diri untuk mengungkapkan kejutan besar yang sudah dipersiapkan olehnya. Kejutan yang mungkin akan membuat semua orang tidak menyangka.


"Ayah, maafkan aku jika yang akan aku katakan ini akan mengecewakanmu."


Raja Xiao Ren menatap putrinya penuh tanda tanya. Lain halnya dengan Pangeran Xiao Jinshi yang menahan amarahnya.


"Gege, tenangkan dirimu jangan mengacaukan suasana. Sebentar lagi aku akan membongkar kejahatan terbesar mereka," ujarnya melirik Pangeran Xiao Jinshi.


"Apa maksudmu *******. Cepat katakan jangan bertele-tele!"


Selir Mei Ran dibuat geram dengan Putri Xiao Lin Mei dia ingin sekali mencakar habis wajah sok polosnya. Wajahnya itu mengingatkannya kepada Shi An Mei sialan itu.


Putri Xiao Lin Mei melirik sinis wajah mereka.


"Baiklah, sepertinya kamu sudah tidak sabar sekali. Tapi sebelum itu, Zhang Yue masuklah dan bawakan barang itu kepada ayah." Perintah Putri Xiao Lin Mei.


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2