Reinkarnasi Putri Bar Bar

Reinkarnasi Putri Bar Bar
Part. 46


__ADS_3

"Ayah bagaimana? Kita lanjutkan saja atau menunggu mereka?"


"Kita tunggu saja mereka. Ayah tahu bagaimana kerasnya adikmu itu, pasti sebentar lagi dia akan memaksa datang."


Merekapun memutuskan untuk menunggu kehadiran Putri Xiao Lin Mei serta Raja Zhang Jiang Wu. Tadi Pangeran Xiao Jinshi sudah menberitahu keadaan adiknya yang tidak sehat kepada semua orang dan memakluminya.


Sebenarnya pangeran ingin meminta penundaan eksekusi sampai adiknya sembuh tapi tidak mungkin karena persiapan sudah matang dan tinggal menunggu waktu eksekusi saja.


...****************...


Tanpa menunggu waktu lama sampailah mereka berdua, sejenak Putri Xiao Lin Mei bingung karena semua orang senyap. Dia menatap pria disampingnya dan hanya dijawab dengan gelengan.


"Putri Xiao Lin Mei dan Raja Zhang Jiang Wu memasuki aula!"


"Astaga, kasim ini membuatku terkejut. Awas saja kamu jika membuatku tuli." Gerutu Putri Xiao Lin Mei.


Raja Zhang Jiang Wu hanya bisa menahan senyum dibalik wajah temboknya.


Semua orang menoleh ke sumber suara, mereka bisa melihat dua orang yang berjalan beriringan. Putri Xiao Lin Mei dan Raja Zhang Jiang Wu tampak serasi dengan raja yang menuntunnya.


Menghiraukan tatapan memuja semua orang mereka berdua berjalan dengan tenang menuju ke arah panggung utama.


"Jiang Wu, Kenapa mengajaknya kemari."


"Adikmu sendiri yang memaksa, dengan wajah imutnya itu bagaimana aku bisa menolaknya," jawab Raja Zhang Jiang Wu pasrah.


Mendengar jawaban pria itu sontak Putri Xiao Lin Mei mencubit lengan pria itu dengan keras tidak peduli wajahnya yang memerah menahan sakit.


"Awsss kenapa mencubitku," desisnya.


Pria itu mengusap lengannya yang terasa panas.


"Salah sendiri begitu menyebalkan," ketus Putri Xiao Lin Mei.


"Sudah, kalian duduklah kita akan memulainya sekarang."


Raja Xiao Ren melerai keduanya jika dibiarkan terus yang ada tidak akan ada selesainya perdebatan mereka.


Raja Xiao Ren pun memerintahkan prajurit istana untuk menjemput mereka di sel bawah tanah.


Tanpa menunggu waktu yang lama beberapa prajurit membawa para tahanan dengan keadaan yang cukup mengenaskan, bahkan Putri Xiao Lin Mei pun terkejut melihat keadaan mereka.


"Apa ini perbuatan kalian?" Putri Xiao Lin Mei menatap mereka satu persatu.


Merasa ditatap mereka berdua pun hanya menunjukkan senyum tanpa dosa membuat Putri Xiao Lin Mei menepuk dahinya.


"Ini sih beneran mau bikin anak orang mampus," gumam Putri Xiao Lin Mei.


Seingatnya dia hanya melukai Selir Mei Ran kemarin, namun siapa sangka jika ke dua pria monster nya itu menghajar semuanya.

__ADS_1


Raja Xiao Ren pun tidak peduli dengan keadaan mereka, langsung memerintahkan algojo untuk melaksanakan rangkaian hukuman seperti yang sudah dia katakan kemarin.


Pertama kali yang menerima hukumannya adalah ketua perampok dan juga beberapa anggota yang tertangkap. Merekapun diberi kesempatan untuk mengucapkan kata-kata terakhir dan mereka meminta maaf karena sudah berani mencelakakan Putri Xiao Lin Mei serta Pangeran Xiao Jinshi.


Setelah itu merekapun digiring menuju tiang gantungan, kepala mereka ditutup kain hitam lalu algojo yang bertugas pun menarik pijakannya dan tubuh mereka pun terjatuh dengan leher yang putus.


Selanjutnya giliran Huang Zhong, pria itu digiring menuju tengah-tengah dia dihadapkan kepada keluarga kerajaan.


"Apakah ada kata-kata terakhir?" Tanya algojo.


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf kepada Yang Mulia serta mendiang Permaisuri Shi An Mei. Karena keserakahan yang merasuki aku menjadi gelap mata dan memanfaatkan Mei Ran yang saat itu sedang mengandung benihku."


Jegerr


Bagaikan petir di siang bolong semua orang terpaku bahkan Putri Xiao Lin Mei sendiri masih terkejut padahal dia sudah tahu kebenarannya.


"Jadi itu bukan kebohongan," lirih Putri Xiao Lin Mei.


"Al, kamu tidak apa-apa? Atau kita kembali saja ke paviliun mu?" Tawar Raja Zhang Jiang Wu yang khawatir keadaanya semakin memburuk.


"Tidak apa-apa. Kita tunggu saja semuanya selesai," putus Putri Xiao Lin Mei.


Raja Zhang Jiang Wu pun mengalah, dia menyuruh gadis itu duduk saja dan beruntungnya Putri Xiao Lin Mei tidak keras kepala kali ini membuatnya lega.


Kembali ke Huang Zhong. Laki-laki itu mengakui semua perbuatannya yang bekerja sama dengan Xiao Han Shi dan mengakui jika Xiao Yue Shi memanglah putrinya.


Setelah tidak ada yang ingin dikatakan lagi, Algojo itu menyeret tubuh pria itu ke tempat yang sudah disediakan. Dengan sekali gerakan tubuh pria itu sudah terpisah dengan kepalanya membuat semua orang bergidik ngeri.


"Lepaskan kami!" Teriak Mei Ran.


"Diam!" Teriak Putri Xiao Lin Mei membungkam mereka.


"Apakah kalian akan mengakui perbuatan kalian?" Tanya Putri Xiao Lin Mei langsung.


Dia tidak mau membuang-buang tenaga dan waktunya untuk mendengar teriakan sampah mereka. Raja Zhang Jiang Wu yang berada disampingnya mencoba menenangkan gadis itu dan berhasil meskipun tidak banyak membantu.


Putri Xiao Lin Mei menarik nafas panjang dia tidak mau membuang-buang tenaga yang akan mengakibatkan kepalanya semakin sakit.


Beralih ke sisi tersangka saat ini mereka dengan kompak melihat ke arah keluarga kerajaan berada dan menatap tajam ke arah Putri Xiao Lin Mei. Mereka menggeram marah, gara-gara dia semua rencananya berantakan.


"Tidak akan, bahkan aku tidak pernah menyesal membunuh Permaisuri si*l an kalian. Dia memang pantas mendapatkannya dan kamu! Harusnya kamu menyusulnya kenapa masih hidup hah!"


"Dasar iblis," umpat Putri Xiao Lin Mei.


"Bahkan hukuman itu pun tidak akan pernah bisa membayar kejahatan mu kepada ibunda," teriak Putri Xiao Lin Mei.


"Sepertinya harta dan kekuasaan sudah membuatmu menjadi tidak tahu diri, Mei Ran."


"Ingatlah ini Mei Ran! Jika bukan karena kebaikan ibunda permaisuri kamu dan anak mu akan hidup menggelandang diluar sana. Ibunda ku bahkan rela memohon-mohon didepan ayahku untuk menikahi mu dan kamu menusuknya? Iblis macam apa yang merasuki mu hah."

__ADS_1


Putri Xiao Lin Mei menjadi tidak terkendali kepalanya semakin sakit. Dia masih mencoba mempertahankan kesadarannya dia tidak mau tumbang di sini.


"Aku bisa saja membunuhmu langsung saat itu, Mei Ran. Tapi, aku masih menghargai ayah dan memberikannya kesempatan. Sekarang nikmatilah kematian mu."


Putri Xiao Lin Mei terduduk kepalanya terasa berdenyut, Raja Zhang Jiang Wu mencoba membantu memijitnya pelan untuk meredakannya.


"Tenanglah, tahan emosimu."


"Terimakasih, Jiang Wu."


Raja Xiao Ren pun langsung memerintahkan pelayan untuk membawakan racun yang sudah di siapkan laku memerintahkannya untuk meminumkan kepada ke dua orang itu.


Awalnya mereka memberontak keras saat pelayan memaksa memasukkan racun itu. Tapi, sekeras apapun mereka menolak racun itu tetap masuk ke tubuhnya.


Beberapa saat kemudian tubuh mereka ambruk keringat dingin mengucur deras, tubuh mereka membiru, nafasnya terputus-putus. Organ dalamnya terasa diremas-remas.


Putri Xiao Lin Mei menutup matanya dia terbayang kembali bagaimana tubuh ini terkena racun itu, mengerikan sekaligus menyakitkan pastinya.


Sebelum mereka menghembuskan nafas terakhirnya para algojo menyeretnya ke tempat hukuman seharusnya, karena rasa sakit yang mereka terima membuatnya tidak sanggup untuk memberontak.


Dengan pasrah mereka dituntun ke tempat itu.


Crashhh


Crashhh


Merekapun mati tanpa bisa menyadari proses kematiannya.


Putri Xiao Lin Mei terdiam air matanya mengalir, kejam memang tapi inilah balasan untuk mereka. Dia tidak bisa mencegahnya. Sekilas ingatan ketika tubuh ini meregang nyawa kembali hadir.


"Akhirnya, kejahatan mereka telah dihentikan. Tugasku sudah benar-benar usai," gumamnya.


Setelah berkata seperti itu tubuhnya merosot Putri Xiao Lin Mei tidak sadarkan diri.


"Putri!"


Teriakan semua orang mengejutkan Raja Xiao Ren dan yang lainnya. Raja Zhang Jiang Wu menoleh ke tempat Putri Xiao Lin Mei berada dia terkejut melihatnya tidak sadarkan diri.


"Al, bangunlah. Alya ... Bangunlah jangan buat kita khawatir."


"Jiang Wu, bawa dia ke paviliunnya."


Tanpa berkata apa-apa pria itu langsung menggendong tubuh Putri Xiao Lin Mei menuju kediamannya diikuti oleh yang lain dibelakangnya.


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung ....


__ADS_2