RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Mendapat Petunjuk


__ADS_3

Darren masih memikirkan tentang mimpi yang menghampirinya. Seorang anak kecil dan Rista. Apa artinya itu? Darren masij terus memikirkan nya sampai dia tidak fokus bekerja. Siang ini Elion datang ke perusahaan untuk mengecek beberapa laporan.


Darren tahu jika Pmannya itu telah kembali bersama dengan Reina. Tapi hatinya tidak merasakan apapun. Dia malah ikut bahagia saat mendengar kabar itu. Setidaknya semua kesalahannya di masa lalu tetap membuat mereka bersama kembali. Darren merasa senang karena tidak perlu lagi dia merasa bersalah karena hal itu. Keegoisannya di masa lalu dan obsesinya pada Reina membuatnya buta dan tidak bisa melihat ada sosok gadis yang mencintainya dengan sangat tulus.


Darren berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruangan menuju ruangan Pamannya. Dia mengetuk pintu dan setelah di izinkan barulah dia membuka pintu ruangan Elion.


"Om"


Darren masuk ke dalam ruangan Elion, dia tahu jika Elion akan datang hari ini. Elion menatap datar pada keponakannya itu. Darren melangkah menuju meja kerja Pamannya. Menaruh sebuah berkas disana. "Ini laporan dari pihak keuangan untuk bulan ini"


"Hmm"


Jika biasanya Darren langsung pergi setelah menyerahkan berkas yang harus dia serahkan pada Elion ini. Namun, kali ini Darren malah duduk di kursi depan meja kerja Elion. Membuat Elion langsung mendongakan wajahnya saat dirinya sedang fokus pada sebuah berkas di tangannya.


"Om, apa Om bisa bantu aku menemukan Rista?"


Elion terdiam, dia tidak bisa menjelaskan apapun karena Rista sendiri yang memohon agar dirinya tidak memberi tahukan tentang keberadaan nya dan Duta pada Darren. Elion tidak mungkin mengingkari janjinya itu.


"Kau bertanya Rista dimana padaku? Aku jelas tidak tahu, aku saja di bingungkan dengan mencari Reina saat itu. Beruntung nya dia tetap aku temukan kembali"


"Om, aku belum benar-benar minta maaf soal kejadian yang telah berlalu..."Darren menundukan wajahnya merasa bersalah. "..Tolong maafkan aku, aku benar-benar sudah menerima hukumannya sekarang. Aku telah kehilangan gadis yang selama ini benar-benar mencintaiku dengan tulus. Tapi aku malah menyia-nyiakan nya. Om, tolong ampuni aku. Aku benar-benar bersalah. Aku sadar itu"


Elion menatap keponakannya, dia melihat betapa Darren tersiksa dengan keadaannya sekarang. "Sudahlah, aku sudah memaafkanmu sejak lama. Tapi, tolong jangan mengulangi kesalahan yang sama. Cukup sekali saja kau melakukan kesalahan ini hingga kau sendiri yang merasakan penyesalan yang begitu menyiksa hatimu"


Ya, penyesalan itu telah membuat Darren tersiksa dengan penyesalan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan rasa sesal. Rista, dia wanita yang mencintainya dengan tulus. Tapi dia juga wanita yang dia hancurkan segala tujuan hidupnya. Lalu, jika Darren bisa kembali bertemu dengan Rista. Apa mungkin gadis itu masih mau menerimanya? Jangankan menerimanya, memberikan maaf padanya saja sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


"Carilah Rista jika kau benar-benar mencintainya. Jangan sampai penyesalanmu membunuh mu secara perlahan"


Darren mengangguk, dia memang harus bisa menemukan gadis itu. Hidup selama 5 tahun lebih, tidak mudah baginya dengan penyesalan yang terus menghantuinya. Mengejarnya tanpa henti, terus menggerogoti hatinya sampai Darren hanya bisa merasakan sakit dan hancur dalam hidupnya.


Darren mengangguk dengan lesu, lalu dia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar ruangan Elion. Hidupnya seolah tidak ada harapan.


"Carilah dia diluar kota, karena aku menemukan Reina pun di luar kota"


Darren mengerti sekarang kenapa tidak juga dia menemukan Rista. Karena selama ini dia hanya mencarinya di ibu kota hingga sampai penjuru kota dan pinggiran kota. Mungkin benar apa yang di katakan Elion. Tapi ke kota mana dia harus mencari.


Darren berbalik, dia menatap Pamannya dengan serius. "Di kota mana Reina di temukan Om?"


Elion menyebutkan salah satu nama kota yang memang cukup jauh dari Ibu kota. Darren mengangguk dan langsung pergi ke ruangannya. Sementara Elion sekarang sedang bingung. Dia merasa telah mengkhianati Rista karena telah memberi petunjuk pada Darren.


"Aku tidak memberitahunya, hanya sedikit memberikan saja petunjuk. Aku hanya kasihan melihat keadaan Darren sekarang. Mau bagaimana pun dia tetap keponakannya"


Tidak semudah itu, karena kota yang di sebutkan oleh Elion waktu itu juga bukan kota kecil. Dia tetap harus mengarahkan beberapa orang. Tapi sampai hari ini tetap tidak di temukan keberadaan Rista. Darren semakin frustasi dengan itu. Akhirnya hari ini dia memilih kembali ke rumah. Namun saat datang ke rumahnya, Darren melihat orang-orang yang ramai di ruang tengah. Elion dan Reina datang. Begitu juga dengan anak mereka yang baru Darren melihatnya. Darren segera menghampiri mereka.


Tatapan tidak suka Reina, Darren abaikan. Karena sangat wajar jika Reina membencinya setelah apa yang dia lalukan pada hubungannya dengan Elion di masa lalu.


"Rein, apa kau tahu dimana Rista?"


Reina memalingkan wajahnya, jika tidak menahannya Reina sudah sangat ingin mencekik Darren yang sudah menghancurkan hidup sahabatnya selama ini.


"Tidak. Aku tidak tahu dimana Rista. Lagian untuk apa kau mencarinya, bukannya kalian sudah sekongkol untuk menghancurkan hubunganku dan Mas El"

__ADS_1


Darren diam dan tak lagi bisa berkata-kata. Memang benar apa yang di katakan Reina. Tapi, Darren telah mendapatkan balasannya sekarang. Dia harus hidup dalam penyesalan selama bertahun-tahun.


Saat ini Darren sedang duduk di bangku taman belakang rumahnya. Dia sudah hampir putus asa untuk mencari Rista. Sudah ke beberapa tempat dia menyuruh orang untuk mencarinya. Tapi keberadaan Rista masih belum juga di temukan. Apa takdir telah menghalanginya untuk bisa bertemu dengan wanita itu. Mungkin karena Tuhan terlalu benci dengan keberadaan Darren yang telah menyia-nyiakan cinta yang tulus. Hingga takdir pun seolah sangat sulit untuk memepertemukan dirinya dan Rista


Seseorang yang tiba-tiba duduk di sampingnya membuat Darren menoleh. Reina duduk disana, dia menatap lurus ke arah hamparan rumput taman yang hijau.


"Apa kau benar-benar menyesal dengan perbuatan mu di masa lalu?" tanya Reina, nada suaranya sangat dingin dan datar. Tidak seperti dulu yang selalu terdengar ceria ketika berbicara dengannya.


Darren mengangguk dengan pasrah. "Sangat menyesal Rein, aku menyesal karena telah terpedaya oleh Zayna saat itu. Maafkan aku Rein, jangan buat aku semakin tersiksa karena tidak mendapatkan maaf darimu"


"Aku tahu itu, aku tahu jika kau hanya terpedaya dengan omongan dan bujuk rayu Nenek sihir itu..." kesal juga Reina jika mengingat Zayna, wanita yang menginginkan suaminya dan yang menjadikan Darren sebagai kambing hitam. "....Tidak semudah itu untuk bisa menemukannya, tapi kau bisa cari di toko roti ini"


Akhirnya Reina melanggar janjinya pada Rista. Reina melakukan itu karena dia juga tahu bagaimana perasaan Rista pada Darren masih menyisakan cinta yang sangat besar. Tapi traumanya dan fikiran Rista yang selalu berfikir jika Darren telah bahagia karena kepergian dirinya dari hidupnya. Nyatanya tidak seperti itu.


Darren menerima sebuah merek toko kue lengkap dengan nomor telepon pemesanan. Dari nama toko kuenya, Darren sudah mengira jika itu adalah toko kue Reina dan Rista.


"Ini toko kalian?"


Reina hanya mengangguk sebagai jawaban.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga.. kasih bintang rate 5 ya..


Yuk mampir di karya temanku.. Ceritanya bagus..

__ADS_1



__ADS_2