RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Istri Tiga?!


__ADS_3

Berpelukan di atas tempat tidur dengan tubuh yang sama-sama polos, hanya terbalut dengan selimut tebal. Darren tidak hentinya mencium puncak kepala Istrinya. Bahagia sekali bisa memiliki istri seperti Rista. Meski terkadang bar-bar tapi percayalah jika dia adalah wanita tersabar yang pernah Darren temui.


"Sayang, besok ada acara pesta di rekam bisnis ku. Kamu ikut ya, kita titipkan saja Duta sama Mami. Seharusnya Papi yang datang, tapi dia tidak enak badan gak tau emang malas saja datang ke acara ini. Tapi kalau tidak datang juga tidak enak, dia rekan bisnis yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan kita"


Rista mendongak dan menatap wajah suaminya. Dia seolah baru sadar jika mulai saat ini dia harus terbiasa dengan acara-acara seperti ini. "Yaudah, jam berapa?"


"Besok malam jam tujuh, kamu siap-siap ya"


Rista mengangguk, meski dia agak takut karena ini akan menjadi pengalaman pertamanya datang ke acara seperti itu. "Emangnya kalau kamu datang sendiri tanpa aku gak bisa ya Kak?"


Darren menggeleng, dia mengecup bibir istrinya. "Untuk apa aku punya istri kalau masih datang sendiri"


Benar juga si. Akhirnya Rista hanya mengangguk dan mengiyakan ajakan suaminya. Hingga pagi ini dia sudah sibuk memilih-milih pakaian yang harus dia pakai ke acara itu. Rista harus tampil elegan dan tidak membuat suaminya malu nanti saat di pesta.


Suara pintu yang di doronh membuat Rista langsung menoleh. Ternyata Mami Alena yang masuk ke dalam ruang ganti di kamarnya.


"Ris, lagi milih baju buat nanti malam ya"


"Iya Mi, Rista bingung haru pake baju yang kayak gimana. Bisa Mami tolong pilihin"


Alena tersenyum, dia berjalan mendekati menantunya itu dan membantunya memilih-milih gaun pesta untuk nanti malam. "Emm. Kayaknya yang ini cocok deh buat kamu"


Pilihan Mami jatuh pada dress berwarna coklat caramel dengan panjang di bawah lutut dan lengan panjang. Sepertinya Mami Alena sangat tahu selera anaknya yang tidak suka melihat istrinya memakai pakaian kurang bahan. Alena mencocokan dress itu di tubuh Rista sambil menimbang-nimbang.


"Udah ini aja Ris, Mami rasa cocok"


Rista mengangguk, dia percaya pada pilihan Mami mertuanya. Tentu saja Mai Alena lebih berpengalaman dan lebih mengerti soal beginian daripada Rista.


"Iya Mi, Rista pakai ini saja"

__ADS_1


"Emm. Sebentar biar Mami pilihkan jas yang cocok juga dengan gaun kamu ini untuk Darren"


Rista mengangguk, dia menurut saja apa yang akan di lakukan suaminya. Dia sangat percaya dengan pilihan mertuanya itu.


Setelah Mami Alena menemukan pilihan jas untuk Darren, akhirnya Rista bisa bernafas lega karena tidak perlu lagi pusing memikirkan baju seperti apa yang harus di pakainya nanti malam.


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


Dengan di bantu Mami Alena yang merias wajahnya, membuat malam ini Rista tampil sangat berbeda dari biasanya. Darren saja sampai tidak sadar jika itu adalah istrinya. Setelah berpamitan pada Mami dan Papi juga pada Duta, Rista dan Darren segera pergi menuju tempat acara.


Selama di perjalanan, Rista hanya memainkan jari jemari di atas pangkuannya. Dia benar-benar merasa gugup sekarang. Tangannya mulai dingin dan berkeringat. Rista takut akan membuat malu suaminya. Ini adalah momen pertamanya datang ke acara seperti ini.


Darren meraih tangan istrinya dan menggenggamnya. "Tenang Sayang, tangan kamu sampai dingin banget kayak gini"


Rista menoleh pada suaminya, dia menatap suaminya dengan tatapan gelisah. "Aku takut Kak, takut akan membuat kamu malu nanti di acara pesta itu"


Darren mencium tangan Rista dengan lembut. "Ada aku, dan kamu tidak perlu takut lagi. Aku tidak akan pernah malu dengan membawa kamu. Aku justru bangga karena bisa menunjukan istriku tercinta pada setiap orang. Aku bangga punya kamu Sayang"


Rista mengangguk, mana berani dirinya jauh-jauh dari suaminya di acara seperti ini. Sampai di tempat acara, Rista semakin gugup. Dia berjalan di samping suaminya dengan menggenggam erat tangan suaminya. Darren bisa merasakan tangan istrinya yang sangat dingin.


"Jangan gugup, aku selalu ada disisimu. Kau harus tetap tenang dan gembira"


Rista menoleh dan sedikit mendongak untuk menatap wajah suaminya yang sedang menggandengnya itu. Darren yang terlihat sangat tampan dengan setelan jas yang dia gunakan. Tampan sekali suamiku ini. Gumamnya, namun segera menggeleng karena saat ini bukan itu yang penting, Rista harus mulai menyiapkan diri untuk tidak membuat suaminya malu.


Mulai masuk ke acara pesta, keramaian mulai menyambut mereka. Rista semakin erat menggenggam tangan suaminya, dia melihat banyaknya orang-orang yang sangat berbeda dalam bentuk sosial dengannya. Orang-orang dengan pakaian mewah dan cara berbicaranya pun sudah sangat berbeda dengan Rista yang santai dan sedikit bar-bar.


Orang-orang yang melihat Darren langsung menyapa mereka. Rista mulai memasang wajah full senyum, meski hatinya sudah berdebar kencang karena sangat gugup.


"Wahh. Ini rupanya istri Tuan Darren, sangat cantik ya" Seorang pria tua berkepala botak menyapanya. Dia menyalami Darren lalu Rista.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan" Rista hanya sedang mencoba bersikap sopan dan elegan agar dia tidak membuat suaminya malu di acara ini.


Beberapa saat kemudian, Rista melihat tiga orang perempuan datang menghampiri pria itu. Rista mengira jika itu adalah anak-anaknya, karena usia mereka yang masih sangat muda-muda.


"Ini adalah istri-istri saya"


Rista sampai melotot mendengarnya, usia mereka tidak akan jauh dengan Rista. Tapi malah menjadi istri dari pria tua itu. Bahkan mereka rela berbagi suami. Ini konsepnya gimana si? gumamnya.


Darren yang melihat wajah terkejut istrinya terkekeh kecil, lalu dia mengecup puncak kepala istrinya membuat Rista tersadar dari keterkejutannya. Dia menoleh ke arah suaminya yang mengangkat satu alis untuk menggodanya.


"Kami permisi Tuan"


Darren menggandeng istrinya dan membawanya menjauh dari pria itu. Rista langsung menggoyangkan jas suaminya, membuat Darren menoleh ke arahnya.


"Apa?"


"Awas ya kalau sampai kamu kayak pria itu, punya istri tiga udah gitu istrinya masih muda, mereka lebih pantas menjadi anaknya ketimbang istrinya"


Darren hanya tertawa, dia menoel pipi istrinya dengan gemas. Fikiran Rista kejauhan sampai berfikir jika dirinya akan menikah lagi dan memiliki istri selain dirinya. Memperjuangkan istrinya saja sudah sangat susah untuk bisa mendapatkannya. Tidak mungkin Darren akan menyia-nyiakan perjuangannya selama ini.


Darren sedikit merendahkan tubuhnya, mendekatkan bibirnya pada telinga Rista. "Aku tidak akan berani melakukan itu, kamu saja sangat susah untuk aku dapatkan. Mana mungkin aku berani melakukan itu setelah perjuanganku selama ini"


Rista sedikit menggeliat karena merasa geli dengan hembusan nafas Darren tepat mengenali daun telinganya. Darren kembali pada posisi awalnya, dia tersenyum melihat binar merah di wajah istrinya.


"Aku mencintaimu" Cup... Darren mengecup pipi Rista.


"Kak ihh.. Malu.."


Bersambung

__ADS_1


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5


__ADS_2