RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Sikap Aneh Rista


__ADS_3

Pagi ini semua mulai berjalan seperti biasanya. Toko kue juga mulai buka sejak 4 hari yang lalu tutup. Sejak pulang dari kota, baru hari ini toko kue mulai buka kembali. Xien kembali sibukan dengan adonan kue. Seril juga sibuk menata kue di dalam rak kaca. Satu jam lagi toko akan di buka. Tinggal beberapa adonan yang belum di oven. Xien mengusap peluh di keningnya. Dengan bekerja akhirnya dia bisa melupakan apa yang telah terjadi saat itu. Semuanya mulai normal kembali, Xien ingin mencoba menata hatinya kembali setelah ini.


"Kamu kenapa?"


"Ehh. Tidak"  Xien terkejut saat Seril yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dapur di saat dirinya sedang melamun.


"Sudah, jangan di pikirkan lagi. Kamu masih muda dan masa depanmu juga masih panjang"


"Iya Ril, aku juga sudah tidak terlalu memikirkan semuanya. Aku hanya ingin hidup tenang saat ini. Menjalani semuanya dengan bahagia"


Tok...tok..


Seril menoleh ke arah pintu utama saat suara ketukan pintu terdengar. "Siapa yang datang di pagi begini"


Xien mengangkat bahu acuh, membiarkan Seril berlalu untuk membukakan pintu pada tamu yang datang. Xien kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan apapun lagi.


"Xie..,Xien.." teriakan tergagap dari sahabatnya membuat Xien langsung menghampirinya. Dan dia mematung di tempatnya saat melihat siapa yang berada di depannya saat ini. Hatinya tidak baik melihat orang ini. Dia merasa debaran itu lagi, debaran jatuh cinta yang dia rasakan setiap dia melihat Soni.


"Aku sedang mengoven kue, takut gosong" Xien langsung berlalu kembali darisana, dia harus menghindari pria itu. Xien tidak bisa berlama-lama ada disana. Lagian untuk apa juga dia datang kesini? Gumamnya.


"Pliss.. Tolong izinkan aku untuk berbicara dengan Xien. Aku harus berbicara dengannya. Aku harus menemuinya"


"Tidak bisa, kau sudah menyakitinya. Jadi, jangan ganggu dia lagi. Xien adalah gadis baik-baik yang tidak pantas bersanding dengan pria sepertimu!" Seril menutup pintu dengan kasar hingga membuat Soni sedikit mengerjap kaget dengan itu.


Saat ini semuanya terasa semakin kacau, Soni datang padanya, tapi untuk apa? Xien merasa sangat heran dengan kedatangan pria itu. Dia mengangkat kue di dalam oven, lalu memindahkannya ke wadah yang sudah dia siapkan.


Setelah semuanya selesai, toko mulai di buka seperti biasa. Namun, tidak menyangka jika Soni masih berada disana. Padahal Seril sudah mengusirnya, ternyata pria itu tidak pergi juga. Soni menghampiri mereka yang berada di dalam toko.


"Xie, tolong dengarkan aku"


Soni menatap Xien yang sedang merapikan posisi kue dan roti di rak kaca, agar semakin terlihat menarik. Tapi dia sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Soni. Bahkan seolah menganggap pria itu tidak ada.

__ADS_1


"Xie, aku menyesal Xie. Aku benar-benar menyesali apa yang telah aku lakukan padamu. Maafkan aku"


Xien akhirnya berdiri dan menatap Soni dengan tatapan datar. Kedua tangannya dilipat di atas rak kaca. "Aku sudah tidak butuh penyesalanmu. Waktu 2 tahun ini tidak akan pernah aku lupakan, bagaimana aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Tapi hanya dengan satu hari, hatiku langsung hancur seketika saat aku mengetahui perasaanmu yang sebenarnya. Sekarang pergi dari sini dan lupakan aku dan semua tentang kita di masa lalu ataupun di masa depan nanti"


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


"Kenapa?" Rista memeluk suaminya yang baru saja kembali dari kantor. Tapi dengan wajah yang cemberut. Entah apa yang terjadi dalam pekerjaannya.


Darren mencium kening istrinya, lalu tangannya memeluk pinggang istrinya hingga tubuh mereka semakin rapat. Cup.. Kecupan yang berakhir luma*tan halus di bibir Rista. Sesaat mereka terbuai dengan ciuman masing-masing.


"Aku kesal dengan rekan kerjaku, dia tidak datang di saat jadwal meeting hari ini sudah di tentukan sejak awal"


Rista mengelus dada suaminya, dia mencoba menenangkan pria itu. "Yasudah, dia mungkin sedang ada urusan mendadak"


Darren menghembuskan nafas kasar, dia merapikan anak rambut Rista yang berantakan. "Ya, kalau orang lain aku akan memakluminya. Tapi ini si pria sialan itu"


Pria sialan? Soni?


Rista tahu jika suaminya selalu memanggil seperti itu pada Soni. Ya, karena dia yang pernah menggoda istrinya. "Memangnya dia kenapa gak datang? Apa tidak ada konfirmasi dari sekretarisnya mungkin"


Deg..


Rista sepertinya tahu kemana Soni pergi, keluar kota hanya karena untuk mengejar kekasihnya. Itu pasti mengejar Xien, mengingat beberapa hari yang lalu Soni datang ke rumahnya dan menanyakan keberadaan Xien dengan memohon-mohon pada Rista. Tapi darimana dia tahu ya? Gumamnya.


"Sepertinya dia menyusul Xien deh, Kak. Mungkin saja dia sudah menyesali semuanya"


Darren mengangkat bahu acuh tak acuh, dia berjalan ke arah sofa dan duduk di sana. Rista mengikutinya, sambil terus memikirkan darimana Soni tahu dimana keberadaan Xien dan bagaimana keadaan Xien saat ini jika dia sudah bertemu kembali dengan Soni.


"Sini.."


Rista mengerjap saat tangannya tiba-tiba di tarik oleh Darren hingga jatuh terduduk di pangkuan suaminya. "Ihh Kak, ngagetin aja"

__ADS_1


"Lagian kamu melamun terus dari tadi"


Rista menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. "Aku sedang memikirkan Xien Kak, kalau benar Soni menemui Xien. Bagaimana ya reaksi Xien, kasihan dia. Xien sudah benar-benar kecewa sekali"


Darren mengecup kening istrinya, mengelus lengannya dengan lembut. "Tidak usah terlalu di fikirkan, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri. Aku yakin pasti akan ada jalan keluar untuk hubungan mereka berdua"


Rista mengangguk, semoga saja memang begitu. Xien bisa menyelesaikan masalahnya dengan Soni. Rista mengalungkan lengannya di leher suaminya. Dia menghirup aroma tubuh Darren yang menurutnya sangat menyegarkan.


"Sayang apaan si cium-cium kayak gitu"


"Kamu wangi, pake parfum apa?"


Darren mencoba menjauhkan kepala Rista yang menyusup di ketiaknya. Dia merasa risih dengan yang di lakukan istrinya ini. "Wangi gimana si, aku belum mandi loh. Awas ahh aku mau mandi dulu"


"Gak usah mandi saja, sudah wangi banget kok"


"Sayang, apaan si. Wangi gimana, aku ini belum mandi. Lagian aku gerah banget pengen mandi. Kamu turun dulu" Darren mengangkat pelan pinggang Rista agar turun dari atas pangkuannya.


"Yaudah deh, aku siapin dulu peralatan mandi kamu" Meski dengan wajah cemberut, tapi Rista tetap menyiapkan semua perlengkapan mandi dan pakaian ganti untuk suaminya.


Darren menggelengkan kepala heran melihat tingkah istrinya. Dia berjalan ke arah ruang ganti. Aneh, masa belum mandi di bilang wangi. Dasar istriku ini selalu saja menggemaskan.


Beberapa saat kemudian Darren telah selesai mandi dan berganti pakaian. Dia memeluk istrinya di atas tempat tidur. Namun istrinya malah merasa risih ssat di peluk olehnya. Padahal sekarang Darren sudah mandi dan benar-benar wangi.


"Kesana ihh, kamu bau"


"Sayang jangan aneh-aneh deh, aku sudah mandi di bilang bau. Masa tadi aku belum mandi kamu bilang wangi"


Rista tidur dengan membelakangi suaminya. "Memang kamu bau sekarang"


Dia ini kenapa si?

__ADS_1


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5


__ADS_2