RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Wanita Hebat Dan Ibu Yang Kuat


__ADS_3

Semua aktifitas berjalan seperti biasanya setelah sepasang pengantin baru ini pulang dari honeymoon. Pagi ini Darren sedang di pasangkan dasi oleh istrinya. Hatinya berdebar senang saat dirinya merasa di perhatikan oleh istrinya. Mulai dari pakaian kerjanya yang sudah tersedia saat dia keluar dari kamar mandi, dan sekarang Rista yang sedang memasangkan dasi di lehernya. Darren merasa hidupnya sudah sangat sempurna saat ini.


Cup..Cup..


Rista berdecak kesal saat Darren terus mencium kening dan pipinya saat dia masih memasangkan dasi di leher pria itu. "Sudah selesai, sekarang ayo sarapan"


Saat Rista berbalik dan akan berjalan menuju pintu ruang ganti, namun tangan kekar suaminya malah menahannya dengan memeluk pinggang Rista dengan erat. Menyandarkan dagunya di bahu Rista. "Aku malas masuk kantor sebenarnya, ingin menghabiskan waktu sama kamu saja di dalam kamar"


Apasi? Meningan kerja saja, aku bisa mati kelelahan kalau kau benar-benar tidak masuk kerja hari ini.


"Sayang, kamu itu harus jadi suami dan Ayah yang bertanggung jawab. Masa kamu gak kerja si. Ya, emang si kalau kamu itu pemilik perusahaan. Tapi justru karena itu, kamu harus menunjukan sisi tanggung jawab kamu dalam bekerja"


Wahh... Bisa juga gue bicara sebijak itu. Keren keren.. Rasanya Rista ingin tertawa mendengar kalimatnya sendiri.


"Yaudah deh, tapi kamu tunggu aku di rumah ya. Jangan kemana-mana, kalau mau keluar juga harus izin sama aku"


Nah, ini adalah kesempatan Rista untuk meminta izin pada suaminya. "Emm. Sebenarnya aku pengen ke rumah Reina, mau kasih oleh-oleh untuknya"


Darren menatap istrinya, rasanya dia tidak rela membiarkan Rista pergi seorang diri tanpa dirinya. Takut jika istrinya akan ada yang mengganggu lagi seperti saat mereka berbulan madu kemarin. "Nanti saja kalau aku sudah pulang bekerja ya"


Rista cemberut, dia ingin pergi hari ini agar tidak bosan saja di rumah. Apalagi dia belum terbiasa dengan keadaan rumah, meski Mami Alena sangat baik padanya. Rista tetap masih merasa segan dan tidak enak padanya.


"Kan aku sama Duta Kak, kenapa gak boleh si? Aku cuma sebentar kok. Kasih oleh-oleh saja"


Darreb menghela nafas, dirinya tidak bisa melarang lagi jika istrinya sudah dalam mode kesal seperti ini. Apalagi wajah cemberut Rista selalu menggemaskan di matanya. "Yaudah, tapi di antar supir. Pulang sebelum sore"


Akhirnya Rista tersenyum senang, dia bisa pergi ke rumah sahabatnya itu. Rista mencium pipi suaminya sebagai rasa terimakasih padanya karena sudah memberi izin pada Rista. "Makasih Sayang, iya aku akan pulang sebelum sore"


"Hanya di rumah Reina ya, tidak pergi kemana-mana lagi!" Sebuah peringatan jika Rista berani melanggarnya, maka dia akan mendapat masalah besar.

__ADS_1


"Iya iya, aku hanya ke rumah Reina saja. Nanti kalau mau jalan-jalan aku kasih tahu kamu lagi" Rista terkekeh saat melihat kekesalan suaminya itu. Dia sengaja menggodanya saja. Lagian mana berani dia melanggar aturan suaminya, selain akan menjadi masalah untuk rumah tangganya, tapi juga akan membuat dirinya merasa bersalah pada Darren, karena tidak menjadi istri yang baik dan penurut.


"Berani ya..." Darren memeluk Rista dan mencium pipi dan leher istrinya itu sampai istrinya tertawa menahan geli. "...Awas saja jika kau berani pergi tanpa seizinku. Aku pastikan kau tidak akan bisa keluar rumah lagi!"


Glekk.. Rista menelan air liurnya dengan susah payah saat melihat tatapan suaminya yang sangat dingin. Ini memang sosok Darren yang dia kenal dulu. Selalu memiliki tatapan dingin yang bisa mengintimidasi setiap lawan bicaranya. Ya, itulah Darren yang sebenarnya.


"I-iya Kak, aku tidak akan pergi kemana pun jika tidak mendapatkan izin darimu"


"Bagus" Tangan Darren mengelus puncak kepala istrinya, seolah memuji seorang anak yang menurut pada orang tuanya.


"Yaudah ayo kita keluar sekarang, Mami pasti sudah menunggu. Kamu kerja berangkat bareng sama Papi?"


Darren menggeleng, dia merangkul pinggang istrinya membuat tubuh mereka benar-benar sangat dekat. Bagian dada Rista menempel di dadanya. "Cium dulu"


Dih, gak nyambung banget si. Aku tanya apa, kok malah kesitu nyambungnya.


"Hahaha.. Iya iya Sayang, sini aku cium" Bisa berabe kalau dia benar-benar tidak berangkat bekerja.


Rista mencium kedua pipi Darren dan kecupan sekilas di bibirnya. Wajah laki-laki itu terlihat sangat berbinar setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Puas sekali kau menciumku, apa sesenang itu mencium aku ya"


Apasi, kan dia yang menyuruhku. Dasar aneh.


"Ngeselin deh, udah ahh ayo keluar"


Rista berjalan menuju pintu kamar, dia harus segera keluar dari kamar ini sebelum dia akan habis di makan harimau lagi. Lihatlah lehernya yang penuh dengan tanda kemerahan, itu sudah menunjukan betapa ganasnya harimau semalam.


Darren tertawa kecil, dia segera mengikuti istrinya yang sudah keluar kamar. Amunisi pagi ini cukup membuatnya bersemangat.

__ADS_1


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


"Mami ikut dong, Mami juga bosan berada di rumah terus"


Rista tersenyum saat dia izin mau ke rumah Reina. Mami Alena malah ingin ikut juga. "Yaudah Mam, kita pergi bareng aja"


"Oke, tunggu sebentar ya. Mami ganti baju dan ambil tas dulu"


Rsta mengangguk.


Beberapa saat kemudian Mami sudah siap. Mereka pun pergi bersama dengan supir yang sudah di tugaskan oleh Darren. Rista tersenyum bahagia saat melihat kedekatan Mami Alena dan Duta. Anak itu berada di pangkuannya dengan terus bercerita banyak hal. Menunjuk setiap apa yang di lewatinya dan menanyakan tempat apa atau benda apa pada Alena.


"Rista"


"Iya Mam?"


"Kamu jangan sungkan sama Mami, kamu bisa anggap Mami juga Ibu kandungmu, bukan hanya mertua kamu. Mami selalu menginginkan anak perempuan. Jadi saat ini Mami ingin lebih dekat dengan kamu, Nak. Jangn sungkan sungkan lagi sama Mami ya"


Rista merasa tersentuh mendengar ucapan Mami Alena. Betapa dia menerima kehadiran Rista dengan lapang dada. Tidak melihat dari status sosial mereka yang jelas sangat berbeda. Mami sangat baik dan menerima Rista apa adanya sebagai menantunya.


"Iya Mam, terimakasih sudah menerima Rista sebagai menantu Mami"


"Sayang, hey.." Mami menoleh dan menatap lekat menantunya itu. "...Kamu sudah sesabar ini menghadapi anak Mami. Bahkan kamu sudah merawat cucu Mami dengan baik hingga sebesar ini. Ucapan terimakasih pun tidak akan cukup untuk semua pengorbanan kamu selama ini. Jadi, jangan pernah merasa rendah diri. Kamu adalah menantu terhebat Mami. Kamu adalah istri terbaik untuk anak Mami. Kamu juga Ibu yang kuat untuk cucu Mami"


Benar, semuanya yang Alena adalah kebenaran. Rista adalah sosok yang hebat dan kuat untuk ukuran seorang Ibu dan istri. Dia bisa sesabar itu menghadapi Darren, sampai bisa memberikan kesempatan kembali pada pria yang telah menyakitinya itu. Rista juga Ibu yang kuat karena bisa menjaga dan membesarkan Duta seorang diri selama ini. Rista adalah wanita hebat.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5

__ADS_1


__ADS_2