RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Malaikatku


__ADS_3

Rista terdiam saat merasakan pelukan dari suaminya. Dia masih belum terlelap di jam yang sudah larut. Entah kenapa fikirannya tiba-tiba saja gelisah. Dengan tiba-tiba bayangan di masa lalu bersama suaminya terlintas di fikirannya. Seolah masa itu masih berlangsung sampai hari ini. Bagaimana saat Darren memukulnya dan menendangnya dengan kasar hanya karena Rista yang membahas tentang dirinya dan Reina. Saking tidak sukanya Darren pada Rista yang membahas Reina, karena saat itu Darren hanya mencintai Reina. Bukan Rista.


Tapi waktu seolah memutar balikan semuanya, kini pria itu telah benar-benar mencintainya. Bahkan seolah tidak mau jauh darinya. Berbeda sekali dengan dulu. Rista bahagia? Tentu saja, ini yang dia inginkan. Meski tidak mudah, tapi Rista tetap bisa menjadikan pria yang dulu membencinya, menjadi mencintainya. Inilah takdir. Sejak awal Rista yakin jika Darren adalah takdir Tuhan untuknya.


Darren menggeliat, dia sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat wajah istrinya. Dan Darren mencium pipi Rista yang ternyata masih belum tidur. "Kok belum tidur Sayang? Ada apa?"


Rista menggeleng pelan, dia berbalik dan memeluk suaminya dengan erat. Perasaan bahagia tidak bisa lagi dia ungkapkan dengan kata-kata. Darren yang bingung, hanya membalas pelukan istrinya dan mencium keningnya.


"Kenapa Sayang?"


Rista menggeleng dalam pelukan Darren. "Tidak papa, aku hanya masih tidak menyangka sampai hari ini aku benar-benar bisa mendapatkanmu"


Darren tersenyum, dia mengangguk dan mencium keningnya. "Aku yang bodoh saat itu. Aku menyia-nyiakan kamu sampai kamu tidak lelah dan menyerah. Maafkan aku Sayang, bayangan masa lalu akan menjadi penyesalan terdalam di hidupku. Semuanya akan tetap menjadi penyesalan dalam hidupku"


Darren bahkan tidak bisa melupakan semuanya. Masa lalu selalu menghantuinya dan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku. Apalagi saat Darren melihat bekas luka di punggung istrinya. Darren selalu terbayang apa yang telah dia lakukan dulu pada istrinya sangat kejam dan tidak berhati.


Tangan Darren mengelus punggung istrinya, meraba setiap bekas luka di punggung itu. Semuanya masih terasa dan masih Darren ingat bagaimana dia menyiksa wanita ini bagaikan hewan liar.


Maafkan aku, tolong maafkan semuanya. Ya Tuhan, apa yang aku lakukan hingga membuat istriku terluka seperti ini.

__ADS_1


Sampai tidak sadar, Darren telah meneteskan air matanya. Menetes di puncak kepala Rista. Rasanya dia tidak bisa menahan semuanya. Darren terlalu terluka dengan penyesalannya sendiri. Isakan lirih yang Darren tahan keluar juga, dia selalu lemah menghadapi istrinya. Semua penyesalan dalam hatinya selalu membuat dirinya tersiksa.


"Kak" Rista mendongak dan menatap wajah suaminya saat dia mendengar suara isakan dari suaminya. Rista terkejut saat melihat wajah suaminya yang basah oleh air mata. "...Kamu kenapa Sayang?"


"Hiks.. Maafkan aku Sayang, maaf" Darren semakin erat memeluk istrinya, dia tidak bisa mengendalikan perasaannya saat ini. "...Maaf untuk semuanya"


"Sayang..." Rista sampai tidak bisa berkata-kata melihat tangisan suaminya. Darren benar-benar menyesali semuanya dan Rista sudah tahu tentang itu. "...Aku sudah memaafkanmu. Meski sebua bayangan itu tidak bisa hilang dari ingatanku. Tapi aku tidak akan membuat masa lalu kita menjadi sumber permasalahan dalam rumah tangga kita. Kamu tahu apa yang kamu lakukan dimasa lalu padaku, tapi lihatlah sampai saat ini aku tetap mencintaimu. Itu semua karena perasaan cintaku hanya untukmu. Jadi, berhenti menyesali semuanya. Oke"


Darren mengusap air matanya, dia menatap istrinya dengan begitu lembut. Bagaimana bisa Rista sesabar ini menghadapi Darren yang sudah menghancurkan hidupnya. Jika saja Darren sadar sejak lama, sejak wanita itu menyatakan cinta padanya. Mungkin Darren tidak akan pernah melukai wanitanya ini. Tapi, apa waktu bisa di putar kembali? Semuanya sudah terlanjur terjadi, dan Darren hanya bisa meratapi semua penyesalannya. Meaki Rista berkata seperti itu, tetap saja dirinya akan tetap merasakan penyesalan yang sama. Darren tetap tidak bisa melupakan begitu saja apa yang telah terjadi di masa lalu.


"Sekarang kita hanya perlu fokus pada kisah kita kedepannya. Bahagia dan selalu bahagia. Asalkan kamu setia padaku, maka aku akan bertahan denganmu, Kak"


Rista tersenyum, dia mengaminkan ucapan Darren dari dalam hati. Semoga saja apa uacapkan suaminya adalah benar. "Yaudah sekarang ayo kita tidur lagi, sudah larut. Aku ngantuk banget"


Pantas saja Rista mengantuk, karena dia belum tidur sama sekali. Berbeda dengan Darren yang tadi sempat tertidur meski hanya sebentar. Akhirnya keduanya tidur dengan berpelukan di bawah selimut tebal. Melupakan semua yang membuat hati dan fikiran mereka gelisah. Meski kisah masa lalu tetap akan menjadi cerita dalam hidup mereka. Tapi setidaknya tidak akan menjadi masalah besar dalam rumah tangga mereka kedepannya. Itu hanya masa lalu, dan biarkan tetap menjadi masa lalu.


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


Pagi ini Darren dan Rista jalan-jalan di pesisir pantai. Darren tidak mau kejadian kemarin terulang lagi. Dia harus menemani istrinya ini. Tahu jika pria seperti Soni tidak akan menyerah begitu saja. Jelas sekali dia tertarik pada istrinya. Memang siapa yang tidak akan tertarik pada wanita hebat seperti Rista? Wanita yang bisa menerima kembali pria yang telah menciptakan luka atas cinta. Hatinya yang terlalu sabar.

__ADS_1


Rista merangkul lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu lengan suaminya. "Kak, kalau aku hamil lagi gimana?"


"Loh kok tanya gimana? Ya bagus dong, aku senang kalau kamu bisa hamil lagi"


"Tapi aku takut..." Takut seperti saat hamil Duta. Hanya melahirkan seorang diri dan berjuang sendiri. Rista masih terlalu bodoh dalam mengurus anak pada saat itu. Sampai dirinya takut tidak bisa menjadi Ibu yang baik saat Duta lahir. Tapi, nyatanya dia telah menjadi Ibu yang bukan hanya baik, tapi juga kuat. Membesarkan Duta seorang diri dan berjuang sendiri.


Darren mencium puncak kepala Istrinya. "Saat ini akan berbeda Sayang, aku akan di sampingmu dan menemani masa-masa sulit kamu saat mengandung. Maaf, karena aku tidak ada saat Duta hadir dalam perurmu"


Rista menggeleng pelan, dia menghembuskan nafas pelan. "Aku saja tidak menyangaka dengan kehadiran Duta dalam hidupku. Awalnya juga aku tidak terima denga kehamilan ini. Tapi saat pertama kali mendengar detak jantungnya, aku merasakan debaran aneh dalam hatiku. Aku menyayanginya dan menginginkannya"


Darren tidak marah jika Rista benar tidak menginginkan anaknya. Semuanya wajar saja karena Duta hadir dari benih pria yang menyakitinya. Bisa merawat Duta dengan kasih sayang saja sudah sangat bersyukur untuk Darren. Bagaimana dia menerima darah daging dari pria yang menghancurkan hidupnya ini.


"Terimakasih karena telah menerimaku dan merawat Duta dengan baik, malaikatku"


Rista sudah bagaikan malaikan tak bersayap untuk Darren. Hadir dengan segala cinta dan ketulusan. Bahkan kesabarannya sampai dia bisa menerimanya kembali, setelah apa yang dia lakukan di masa lalu.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5

__ADS_1


__ADS_2