
Persiapan pernikahan Soni dan Xien sudah hampir selesai. Fitting baju pengantin pun sudah di lakukan. Toko kue terpaksa tutup untuk beberapa hari ini. Karena pernikahan Xien yang semakin dekat dan dia tidak bisa terus berada di kota yang berbeda dengan calon suaminya.
Siang ini Rista bersama Mami Alena dan juga Reina datang ke kediaman Xien untuk menemui gadis itu sebelum acara pernikahannya berlangsung. Rista dan Reina tidak menyangka jika seorang Xienar yang mereka kenal baik, sopan dan sederhana.
Ternyata dia terlahir dari keluarga yang cukup mapan. Rasanya ini adalah kejutan terbesar bagi mereka. Rumah Xien saja sama besarnya dengan rumah Elion dan Darren. Itu artinya Xien bukan terlahir dari kalangan biasa seperti mereka berdua.
Kedatang mereka tentu di sambut hangat oleh keluarga Xien. Ayah dan Ibunya juga sangat baik dan ramah. Pantas saja Xien sampai bisa di jodohkan dengan Soni, jik keluarganya bukan dari kalangan atas. Karena Rista tahu sendiri bagaiman keluarga Soni yang juga dari kalangan yang tidak biasa-biasa saja. Rista melihat bagaimana keluarga Soni saat dirinya datang ke acara perusahaan waktu itu bersama suaminya.
Saat ini, Xien membawa Rista dan Reina ke dalam kamarnya. Dia ingin berbicara dan mengobrol dengan kedua sahabatnya ini.
"Akhirnya Xie, kamu menikah juga dengan Soni. Selamat ya. Pokoknya aku do'ain kamu akan selalu bahagia bersama pria yang kamu cintai" kata Rista
Xien tersenyum bahagia saat kedua sahabatnya begitu memperhatikannya dan memberikan do'a yang begitu tulus untuknya. "Aminn. Terima kasih Kak, karena kalian sudah datang hari ini dan memberikan do'a terbaik untuk aku"
Reina memeluk Xien dengan hangat. "Iya Xie, sama-sama. Pokoknya do'a terbaik untuk pernikahan kamu. Kita akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kamu dan Soni"
"Makasih Kak, kalian emang bagaikan Kakak terbaik untuk aku"
"Oh ya Xie..." Rista menatap ke sekelilingnya. Suasana kamar yang luas dan mewah. "...Kamu kok gak pernah bilang kalau kamu ternyata anak orang kaya. Lihat kamar kamu saja mewah banget kayak gini"
"Iya Xie, kamu juga kok mau kerja di toko kue kita. Padahal kamu adalah orang berada. Rasanya kamu benar-benar tidak pantas untuk bekerja di toko kue kecil seperti itu"
Xien tersenyum, memang seharusnya dia tidak bekerja di toko kue. Tapi di perusahaan Ayahnya. Tapi saat itu Xien merasa jika dirinya belum siap untuk mengurus perusahaan Ayahnya untuk saat itu. Jadi Xien beralasan jika dirinya harua memiliki pengalaman terlebih dahulu dalam bekerja. Dan memang sebenarnya Xien pandai dalam membuat kue, semua itu karena dulu dia diam-diam bekerja di sebuah toko roti.
"Tidak papa Kak, aku hanya ingin mencari pengalaman saja sebelum aku mengurus perusahaan Ayah"
"Wihh, kamu akan menjadi Ibu CEO dong ya nanti" kekeh Rista dengan kalimatnya sendiri.
__ADS_1
"Bener banget, keren Xie. Kamu benar-benar akan menjadi Ibu CEO" Reina ikut menggoda Xien.
"Apaan si kalian ini. Ya kalau aku punya Kakak atau adik, mungkin aku juga tidak akan mau menerima tanggung jawab yang sangat besar ini. Tapi, kali ini aku benar-benar sudah harus membantu Ayah di perusahaan. Kasihan juga Ayah sudah terlalu tua"
"Iyalah, kamu harus lebih mementingkan orang tuamu mulai sekarang. Jadi, kamu harus menggantikan Ayah kamu di perusahaan. Kasihan juga"
"Iya Kak"
...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...
Rista tersenyum menatap suaminya yang memakai pakaian tidur dengan gambar unicorn, lebih parah lagi dengan warna pink. Dia baru saja membeli pakaian itu tadi siang saat pulang dari rumah Xien. Piyama tidur couple dengan warna dan motif yang sama.
Rista menarik selimut untuk menutupi wajahnya. Tubuhnya bergetar dengan tawa yang pecah. Dia tidak bisa menahan tawanya saat melihat penampilan suaminya yang unyu-unyu memakai pakaian tidur yang dia belikan. Rista memaksa suaminya dengan alasan jika ini adalah keinginan anak dalam kandungannya.
"Puas sekarang?!" Darren lompat ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh istrinya yang terbalut dengan selimut itu.
Tawa istrinya pecah begitu saja, dia sangat puas melihat penampilan Darren yang saat ini. "Sayang, kamu menggemaskan sekali, sungguh kamu tambah tampan dan unyu-unyu menggunakan pakaian itu"
Darren mencium gemas istrinya itu, jika bukan karena istrinya yang memohon dengan wajah memelasnya. Mungkin dia tidak akan menuruti, tapi tentu Darren tidak akan tega melihat wajah memelas istrinya. "Sudah ahh, sekarang buka bajumu"
Rista langsung membeku saat mendengar ucapan suaminya barusan. Membuka bajunya? Apa maksudnya? Saat ini 'kan mereka ingin tidur. Kenapa harus membuka baju segala. Perasaan Rista mulai tidak enak. "Aku ngantuk Sayang, jadi ayo kita tidur"
Rista langsung merebahkan tubuhnya dengan menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya. Rista sedang menghindari Darren yang menginginkannya malam ini. Dia sedang mencoba membangkang, tapi apa dia bisa? Karena selama ini Darren selalu bisa saja membujuknya agar mau menikmati malam bersama.
Darren menarik selimut tebal yang menutupi tubuh istrinya. Sedikit susah karena sepertinya Rista menahannya. Sampai akhirnya Darren bisa juga membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya. Melemparkan selimut itu ke sembarang arah.
Rista hanya memalingkan wajahnya dengan memejamkan mata. Dia sedang berpura-pura tidur, tapi tentu saja Darren tahu jika istrinya hanya sedang berpura-pura tidur saja.
__ADS_1
Cup..Cup..
Darren mencium pipi Rista dengan gemas membuat gadis itu tidak bisa lagi berpura-pura tidur. Dia tertawa apalagi saat Darren menggelitik pinggangnya.
"Ampun Kak, iya ampun..Hahaha.. Ampun"
Darren menghentikan aksinya itu, dia menatap istrinya yang sedang mengusap ujung matanya yang berair karena tertawa.
"Ayo buka baju kamu"
Rista cemberut, dia menatap suaminya dengan kesal. Sudah pasti dia tidak akan bisa menolak saat suaminya sudah mengingkannya malam ini.
"Sayang, kan ini baju baru banget. Jadi aku masih ingin memakainya"
"Tidak mau membukanya ya.." Darren mulai membuka kancing piyama yang di gunakan oleh istrinya. "...Biar aku saja yang membukakannya"
Eh.. Eh.. kok malah dia yang membukanya. Aku semakin malu saja.
Akhirnya Rista tidak bisa menolak lagi. Dia hanya bisa pasrah saat suaminya memulai aksinya dengan memberikan kecupan di setiap inchi tubuhnya. Memberikan beberapa kecupan berbekas di beberapa area. Rista tidak bisa menolak keinginan suaminya yang satu ini.
"Sayang siap ya, aku akan melakukannya dengan perlahan. Tenang saja, aku tahu jika di dalam perutmu ada caloj bayi kita yang harus kita jaga"
Rista hanya diam, dia tidak bisa berbicara lagi saat suaminya sudah mulai memberikan rangsangan pada dirinya. Dan malam panjang kali ini benar-benar terlewati dengan kenikmatan yang mereka alami.
Bersambung
Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5
__ADS_1