RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Perjuangan Soni


__ADS_3

"Untuk apa datang lagi?" Xien merasa jengah dengan pria yang masih saja datang menemuinya di saat dia sudah jelas memberikan penolakan pada Soni.


"Aku hanya ingin minta maaf dan mari kita mulai lagi semuanya dari awal"


Xien sedikit terkekeh sinis, memulai semuanya dari awal? Itu hanya sebuah kamuflase seorang pria yang ingin memilikinya kembali. Meski perasaannya tidak pernah berubah sedikit pun, tetap tidak mencintainya.


"Tidak! Aku sudah bahagia hidup sendiri sekarang. Jadi kamu tidak perlu capek-capek datang kesini hanya untuk menemuiku dan meminta kembali padamu. Aku jelas tidak akan pernah mau mencintai pria yang selama ini hanya berpura-pura mencintaiku saja. Itu terlalu menyakitkan"


Soni memegang lengan Xien, meski gadis itu berontak tapi Soni tetap menahannya. "Aku memang pernah berpura-pura mencintaimu, tapi sekarang kepura-puraan itu hilang seketika saat aku sadar jika kehadiranmu begitu berharga untukku. Aku mencintaimu tulus dari hatiku, Xienar"


Xien tertawa, dia tidak tersentuh sedikit pun dengan ucapan Soni. Jelas dia hanya menganggap ucapan Soni adalah lelucon biasa. "Semuanya tidak akan pernah terjadi jika kamu mencoba saja membuka hatimu dari dulu. Mencoba sedikit saja mencintaiku, maka aku tidak perlu tahu tentang kau yang awalnya hanya berpura-pura mencintaiku. Aku tidak akan sesakit ini jika tidak tahu tentang kamu yang menggoda Kak Rista, bahkan kamu juga tahu jika dia sudah menikah. Kamu hanya laki-laki berengsek"


Soni diam, dia memang laki-laki berengsek selama ini. Dia melepaskan cekalan tangannya pada Xien dan membuat gadis itu langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Soni masih mematung di tempatnya. Hatinya begitu terluka saat menyadari apa yang dia lakukan adalah luka bagi Xien. Dia menggoda Rista, disaat dirinnya berstatus punya pacar. Xien adalah wanita yang baik, dia bahkan begitu bersabar dan setia saat mereka berhubungan jarak jauh. Cintanya begitu besar untuknya, tapi bodohnya Soni malah menyia-nyiakan cinta itu.


Aku akan menunggu sampai kau mau kembali padaku Xien. Aku akan menunggumu seperti kau yang selalu sabar menungguku saat aku jauh darimu.


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


Di tempat yang berbeda, Darren sedang di buat heran seheran-herannya pada istrinya yang beberapa hari ini selalu bersikap sangat aneh. Mulai dari yang menginginkan sesuatu di tengah malam dan selalu melow dan menangis jika Darren tidak menuruti keinginannya. Saat Darren cerita dengan Mami Alena, dia malah tersenyum dan berkata nikmati saja. Ini ujian untukmu yang penuh dosa.


Rasanya Darren ingin memaki Ibunya yang seenaknya kalau bicara. Tapi ingat jika itu adalah wanita yang melahirkan dirinya, tentu Darren tidak seberani itu. Meski terkadang Ibunya memang selalu membuatnya kesal dengan ucapan asal ceplos nya. Tapi memang benar juga apa yang dikatakan Alena. Tapi apa maksudnya jika ini adalah ujian untuk Darren yang memang penuh dosa si.


Darren kembali masuk ke dalam kamar, dia melihat istrinya yang baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut di depan meja rias. Darren segera mengambil alih alat pengering rambut dan mulai mengeringkan rambut istrinya.

__ADS_1


"Kak, aku mau ikut ke kantor ya. Pengen jajan cilok yang ada di sebrang kantor kamu itu"


Darren menghela nafas, dia mulai mengerti jika keinginan istrinya ini tidak di turuti maka dia akan marah besar. Jadi Darren hanya mengangguk dan menuruti keinginannya itu. Meski dia masih merasa sangat heran kenapa istrinya jadi banyak maunya seperti ini.


Sampai di depan perusahaan, Rista menatap gedung pencakar langit itu dengan senyuman tipis. Dulu, dunia kerjanya sangat menyenangkan. Apalagi setelah Rista mulai mengenal yang namanya cinta. Waktu dimana dia mengejar Darren dengan segala usahanya. Mulai dari membuatkan kopi untuk dia dan berbagai cara lainnya hanya untuk mendapatkan sedikit saja perhatian darinya.


Namun, dari tempat ini juga awal kehancuran dalam hidup Rista di mulai. Dari awal Darren yang berpura-pura mencintainya hingga dia melakukan kesalahan pada sahabatnya sendiri karena termakan dengan hasutan Darren. Rista yang di manfaatkan, Rista yang di hancurkan hidupnya oleh Darren. Semuanya juga berawal dari sini.


Tapi saat ini Rista bahagia karena dirinya kini bisa bersama pria yang dia perjuangkan selama ini. Pria yang dia cintai, meski dia juga yang telah menghancurkan hidupnya.


"Sayang, ayo masuk"


Rista menoleh pada suaminya yang berdiri di sampingnya. Darren baru saja menyerahkan kunci mobil pada penjaga keamanan untuk memarkirkan mobilnya di parkiran kantor. Rista merangkul lengan suaminya, dia ingin sombong sedikit jika di perusahaan suaminya masih ada teman-temannya yang dulu.


"Ayo Kak"


"Rista, ini beneran lo anjir" teriakan antusias sedikit heboh itu mengagetkan Rista dan juga Darren. Sepertinya teman Rista ini tidak menyadari jika yang berada di samping Rista adalah bos besar.


Rista menoleh dan mereka langsung berpelukan dengan heboh. "Erna, lo masih betah aja kerja disini. Anjir.. Gue kangen"


Ya, beginilah Rista sebenarnya. Gadis bar-bar yang selalu ceria dan heboh jika bersama teman seprequensi. Darren sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang jauh berbeda jika sedang di rumah dan bersama dengannya. Rista selalu menjadi gadis yang lembut dan ceria.


"Sayang, ayo"

__ADS_1


Suara Darren membuat mereka langsung melepaskan pelukannya. Erna benar-benar baru menyadari jika ada bos besar disana. Dia langsung menunduk dan menatap Rista dengan heran. Tentu dia sangat heran karena Darren yang memanggil Rista dengan panggilan Sayang.


"Apa? Gue udah nikah dong sama Bos besar, udah punya anak lagi"


Sontak saja hal itu membuat Erna terkejut. Ini seperti mendapatkan undian besar dalam hidupnya. "Asli? Gila.. Lo akhirnya bisa nikah sama Bos Besar. Hebat hebat.. Gue salut sama perjuangan lo yang gak sia-sia"


Rista langsung mengibaskan rambutnya dengan sombong. "Iyalah, Rista"


Darren lagi-lagi hanya menggeleng melihat itu. Setelah Rista selesai temu kangen dengan teman kerjanya dulu, Darren segera membawa istrinya ke ruang kerjanya. Rista yang bar-bar telah berubah kembali menjadi Rista yang manis dan menggemaskan di mata Darren.


"Kamu panggil aku Bos besar? Kenapa?"


Ini adalah panggilan pertama yang Darren dengar. Bos besar? Aneh rasanya, karena biasanya semua karyawannya memanggil Darren cukup dengan Tuan Darrendra saja.


"Ya, aku memang yang membuat panggilan itu untuk kamu. Ehh gak nyangka yang lain jadi pada ikutan manggil kayak gitu"


Rista hanya cengengesan di akhir kalimatnya. Dia yang memberi panggilan bos besar saat dia sedang mengejar Darren, waktu dulu. Dia selalu mengatakan jika ada yang bertanya jika Rista sedang membuatkan kopi untuk siapa. Maka Rista menjawab untuk Bos besar. Jadi teman-teman kerja Rista ikut-ikutan memanggil Darren seperti itu.


"Dasar, kamu ini selalu ada-ada saja tingkahnya" Darren mengacak rambut Rista dengan gemas.


"Ishh, apaan si rusak nih nanti. Udah di sisir rapi juga"


Darren hanya tertawa, mereka masuk ke dalam ruangan Darren. Rista langsung antusias karena dulu dia sering masuk ke ruangan ini untuk mengantarkan kopi pada Darren, menggantikan office boy yang di tugaskan untuk itu. Semuanya Rista lakukan karena hanya dia yang ingin bertemu dengan Darren.

__ADS_1


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5


__ADS_2