RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Bahagia Bersamamu


__ADS_3

Rista menatap hamparan pasir di depannya. Angin laut menerpa wajahnya hingga rambutnya pun tertiup angin. "Kita akan bulan madu disini?"


"Tentu, apa kau suka" Darren memeluknya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Rista.


"Tapi kok pantai nya agak sepi ya, cuma ada beberapa orang saja" Orang yang ada di pantai ini dapat di hitung dengan jari oleh Rista. Suasananya memang sangat nyaman, tapi terasa sangat sepi untuk sebuah pantai yang biasanya ramai oleh pengunjung.


"Karena yang menginap di pulau ini hanya orang-orang tertentu Sayang. Ini adalah pulau pribadi yang sering di sewakan dengan beberapa villa untuk menikmati liburan"


Rista langsung menoleh pada suaminya. Pulau pribadi? Rasanya Rista sangat tidak percaya dengan ini. Dirinya sekarang berada di sebuah pulau pribadi. Ini seperti orang miskin yang masuk istana. Rista sangat tidak percaya jika dirinya bisa berada di tempat seperti ini.


"Kak, ini beneran pulau pribadi. Punya siapa Kak? Pasti punya presiden ya"


Darren ingin sekali tertawa mendengar ucapan polos istrinya. Dalam fikirannya hanya seorang presiden saja yang memiliki pulau pribadi. Padahal sebenarnya pemimpin negara itu jarang memiliki pulau pribadi. Rista langsung melepas lingkaran tangan Darren dan berlari ke tengah hamparan pasir. Berputar dan bermain dengan pasir. Darren hanya menatapnya dengan senyuman kebahagiaan. Bahagia saat melihat istrinya yang bahagia.


"Kak, ayo kesini"


Darren yang sedang duduk di sebuah bangku di bawah pohon hanya tersenyum saja dan melambaikan tangannya pada Rista. Istrinya itu sedang bermain air di sisi pantai, menari dan berlari kesana kemari. Rista terlihat seperti anak kecil menggemaskan yang baru melihat pantai untuk pertama kalinya. Sampai..Bugh.. Dia tidak sengaja menabrak seseorang. Darren segera berlari ke arahnya. Takut Rista kenapa-napa.


"Maaf, saya tidak sengaja" kata Rista


"Don't worry Nona, mari aku bantu" Pria itu mengulurkan tangannya untuk membantu Rista yang terduduk di atas pasir.


Rista menatap tangan besar itu, lalu dia meraihnya dan berdiri. "Terimakasih, sekali lagi saya minta maaf. Saya benar-benar tidak sengaja"


"Is't okay cantik"


"Sayang.." Darren langsung merangkul istrinya, menatap tajam pada pria yang baru saja menggoda istrinya. Darren bisa melihat jika pria itu mempunyai ketertarikan pada istrinya. "...Maaf karena istri saya ceroboh sampai menabrak anda"

__ADS_1


Pria itu mencoba untuk biasa saja dengan tatapan tajam Darren. Dia malah balik menatapnya dengan santai. Tidak menunjukan rasa takut sedikitpun. "Tidak papa, lagian saya tahu jika istri anda ini tidak sengaja. Oh ya perkenalkan nama saya Soni"


Darren langsung menjabat tangan yang terulur itu. Tidak mau jika istrinya bersentuhan dengan pria seperti Soni. "Iya, kalau begitu kami permisi"


Darren segera membawa Rista pergi dari sana bahkan sebelum Rista sempat Berbicara apapun lagi. Rista melirik wajah kesal suaminya, dia langsung mengelus dada suaminya yang naik turun menahan kesal. "Sayang, tenang ya. Kamu kok sampai marah banget si. Kan aku juga gak ngapa-ngapain sama dia"


Darren berhenti di depan villa, dia menatap Rista. "Aku gak suka di godain kamu. Pake bilang kamu cantik segala"


"Ish kamu ini, masa istrinya di bilang cantik malah marah. Itu tuh sebuah pujian, harusnya kamu bangga dong punya istri yang cantik"


Darren semakin kesal saja mendengar itu, dia tahu tujuan pria itu mengucap kata cantik hanya untuk menggoda Rista. Terlalu kesal, Darran meraik tengkuk istrinya dan menciumnya dengan rakus. Rista sampai gelagapan menerima ciuman itu. Sampai dia lupa caranya bernafas karena saking terkejutnya.


"Apaan si Kak? Malu tahu" Rista langsung melihat ke sekelilingnya. Tentu ada beberapa orang yang ada di sekitar mereka. Termasuk pria yang tadi, yang berdiri tidak jauh disana juga menatap ke arah mereka.


"Kenapa? Aku hanya sedang menunjukan kepemilikan ku pada semua orang"


Ya, tapi gak gini juga caranya.


Dan kegilaan Darren tidak selesai sampai disini. Dengan tiba-tiba dia menggendong Rista dan membawanya masuk ke dalam villa. Rsita tentu terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya ini.


"Kak, apaan si" Rista refleks mengalungkan tangannya di leher Darren.


Cup...


Pertanyaan Rista tidak mendapat jawaban apapun. Hanya mendapatkan kecupan di bibirnya saja. Darren membawa Rista ke sebuah kamar. Menjatuhkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Tersenyum nakal saat istrinya mulai menatapnya dengan tatapan kesal.


"Mau apa?"

__ADS_1


Darren tertawa melihat tatapan melotot dari istrinya. Dia mulai membuka kancing kemeja yang di pakainya. "Mau apalagi? Honeymoon kita harus berjalan sempurna Sayang"


Rista ingin menolak tapi tidak akan pernah bisa. Darren sudah mulai melancarkan aksinya, dan pada akhirnya Rista menikmatinya juga. Keduanya beradu kenikmatan di dalam kamar ini.


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


Rista baru saja selesai mandi, dia berdiri di depan jendela kamarnya yang langsung mengarah ke lautan. Sangat indah, hari sudah mulai sore dan suaminya masih bergelung di bawah selimut setelah melakukan kegiatan tadi. Rista berjalan ke arah tempat tidur, duduk di pinggir tempat tidur dan menepuk bahu suaminya.


"Kak bangun ihh, ayo mandi kita lihat matahari tenggelam"


Darren menggeliat, dia mulai membuka kedua matanya. Tersenyum saat melihat istrinya yang sudah terlihat segar setelah mandi. "Udah mandi Sayang?"


"Udah, kamu cepetan mandi. Aku ingin lihat matahari tenggelam" Rista menarik tangan Darren agar segera bangun.


"Iya Sayang, iya" Darren segera bangun dan berjalan ke kamar mandi dengan tubuh telanjang. Benar-benar tidak malu sama sekali pada istrinya. Toh memang mereka sudah pada saling melihat satu sama lain. Pasangan ini memang bukan pasangan yang malu-malu meong.


Darren hanya tersenyum dan mengikuti istrinya yang menarik tangannya ke arah pantai. Rista terlihat begitu antusias untuk melihat keindahan Tuhan. Duduk di atas pasir dengan Darren yang berada di belakangnya. Tangan Rista tertumpu pada lutut Darren. Kedua tangan Darren berada di belakang tubuhnya dan tertumpu pada pasir.


"Sudah mulai tenggelam, wah indah sekali" Rista asyik memotret pemandangan yang dia dapatkan ini. Darren hanya tersenyum dengan sesekali mencium puncak kepala istrinya.


Rista menyandarkan kepalanya di dada Darren. Menatap matahari yang tenggelam. Pemandangan sangat indah. Rasanya sampai saat ini Rista masih tidak menyangka bisa berdua dengan Darren di tempat ini. Pria yang menjadi cinta pertamanya dan pria yang membuatnya terluka karena cinta juga. Tapi dia juga yang membuat Rista bahagia karena cinta dan tidak pernah menyesali apa yang telah terjadi saat ini. Tentang cintanya dan masa lalu di antara mereka. Semuanya Rista anggap sebagai takdir Tuhan.


"Aku bahagia bersamamu" ucap Rista dengan wajah mendongak dan menatap wajah suaminya.


Cup..


Darren langsung mengecup bibir istrinya. "Aku juga sangat bahagia bisa bersamamu"

__ADS_1


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5


__ADS_2