
Rista terdiam bingung saat suaminya tiba-tiba memeluknya dan terus mencium pipinya saat mereka baru saja sampai di dalam kamar.
Ini kenapa si? Sejak tadi di perjalanan diam saja, kenapa sekarang malah bersikap seperti ini.
Darren melepaskan pelukannya, dia pegang kedua lengan Rista dan menatapnya dengan lekat. Senyuman terbit di wajah tampannya. "Makasih karena sudah setia padaku dan mencintaiku sebesar itu"
Rista mengerutkan keningnya, semakin bingung dia dengan sikap suaminya ini. "Apasi kamu ini Kak? Aneh deh"
"Love You Sayang" Darren mengecup bibir Rista lalu dia pergi ke kamar mandi begitu saja.
Rista menggeleng heran dengan sikap suaminya ini. Dia berjalan ke arah tempat tidur dan duduk disana. "Aneh banget si"
Beberapa saat kemudian Darren keluar dari ruang ganti dan dia melihat istrinya sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil membaca sebuah majalah. Sebenarnya Rista tidak membacanya karena dia tidak mengerti dengan majalah bisnis seperti ini. Dia hanya membuka-buka saja dan melihat-lihat fotonya. Seperti anak kecil saja ya.
Cup..
Kecupan di keningnya membuat Rista sadar akan kehadiran suaminya. Dia mendongak dan menatap wajah segar suaminya yang baru saja selesai mandi. Rista tersenyum, dia menutup majalan dan menyimpan di sampingnya. Darren naik ke atas tempat tidur dan memeluk istrinya dari belakang.
"Aku mau mandi dulu Kak, bau ihh kamu malah peluk-peluk kayak gini" Rista menggoyangkan bahunya agar Darren melepaskan pelukannya. Namun, Darren malah semakin erat memeluknya. Mencium bahu dan leher bagian belakang Rista.
"Aku suka aromamu, jadi tidak perlu mandi saja"
"Dih, apaan si kamu ini. Ada-ada aja deh, masa suka aroma orang belum mandi. Dasar"
Rista melepaskan tangan suaminya yang melingkar di perutnya. Lalu dia segera pergi ke ruang ganti untuk mandi dan berganti pakaian. Sementara Darren merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tidur terlentang dengan menatap langit-langit kamar. Ucapan Rista tadi siang masih terngiang di telinganya. Hati Darren berdebar senang. Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan cinta sebesar ini dari istrinya. Wanita yang dia sakiti di masa lalu, tapi Darren berjanji akan memberikan kebahagiaan untuk istrinya mulai saat ini.
Malam ini setelah sepasang suami istri ini menjalani kegiatan malamnya. Mereka berpelukan di atas tempat tidur dengan tubuh yang sama-sama polos. Hanya tertutup dengan selimut tebal saja.
__ADS_1
"Jadi kau mendengar itu saat aku bicara padanya" Rista mengerti sekarang, kenapa suaminya berprilaku aneh sejak pulang dari mall. Ucapan Rista yang terakhir di dengar oleh suaminya.
Untung saja dia hanya mendengar itu, jika dia mendengar saat pria itu mengatakan jika aku dan dia adalah jodoh. Pasti suamiku ini akan murka di sana.
Saat ini Rista harus merasa terselamatkan dengan mulutnya yang bisa berkata manis seperti itu. Tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya saat itu, benar-benar mengalir begitu saja tanpa Rista rangkai sebelumnya. Mungkin karena memang itu yang Rista rasakan saat ini. Cintanya sebesar itu pada suaminya, sampai dia tidak bisa untuk sedikit saja membenci pria yang telah menghancurkan hidupnya di masa lalu. Semuanya hanya karena cinta tulus Rista pada Darren.
Darren mencium puncak kepala Istrinya, dia sangat bersyukur bisa mendapatkan kembali wanita hebat yang pernah dia sia-siakan. "Aku percaya jika kamu begitu setia padaku. Tapi, tetap aku tidak suka melihatmu berinteraksi terlalu dekat dengan pria mana pun"
Apa maksudnya ini? Apa itu artinya Rista sudah bisa bebas, dia tidak akan terkurung lagi hanya karena suaminya takut jika istrinya ini bertemu dengan pria lain dan berpaling darinya. Padahal semua itu hanya ketakutan dia saja, karena cinta Rista sangat besar untuknya membuat dia tidak akan bisa berpaling dari suaminya ini.
"Apa aku sudah boleh keluar tanpa harus bersamamu?"
"Kau boleh keluar jika benar-benar ada kepentingan mendadak. Selainnya kau tetap harus keluar bersamaku. Tapi, aku tidak melarangmu jika kau hanya pergi ke super market bersama Mami atau Reina"
Akhirnya Rista menemukan kembali kebebasan ini. Meski tidak benar-benar bebas. Setidaknya dis tidak lagi harus menghadapi sikap suaminya yang selalu paranoid dan takut jika dia akan bertemu dengan pria lain dan berpaling darinya, jika Rista hanya sekedar izin pergi mengantar Reina saja atau bahkan pergi dengan Mami Alena.
"Tapi tetap harus jaga jarak dengan pria manapun. Apalagi pria sialan tadi"
Malam ini Rista dan Darren tidur dengan saling berpelukan. Rista bisa merasa lega sekarang, karena dia sudah bisa sedikit mempunyai kebebasan.
Darren memutuskan untuk lebih percaya pada istrinya. Melihat bagaimana Rista yang menolak Soni. Membuat Darren yakin jika istrinya sangat setia padanya.
Pagi ini Rista dan Darren bangun dengan suasana hati yang lebih baik. Apalagi saat semalam Rista mendapat telepon jika Xien dan Seril akan datang ke kota untuk menemuinya sekalian memberikan laporan penjualan di toko kue.
"Nanti siang Xien dan Seril akan datang kesini, mereka ingin mengantarkan laporan penjualan toko kue"
Rista sedang memasangkan dasi di leher suaminya. Memasang dasi yang tidak bisa cepat selesai karena suaminya yang terus mengganggu dengan kecup sana dan kecup sini. Hampir semua bagian wajah Rista tidak terlewat oleh bibirnya. Bahkan sampai ke bahunya juga.
__ADS_1
"Iya, ajak mereka makan siang disini"
"Oke"
Siang harinya, Xien dan Seril benar-benar datang ke rumah Rista. Tentu Rista sangat bahagia saat bisa berkumpul kembali dengan mereka. Tidak lupa, dia juga menghubungi Reina dan menyuruhnya untuk datang kesini. Suasana semakin ramai saja, apalagi saat Mami Alena ikut bergabung dengan mereka.
Perbincangan para perempuan yang selalu menjadi keramaian tersendiri. Sampai sore hari Reina yang lebih dulu pamit pulang. Dia sudah si jemput oleh suaminya dan harus segera pergi. Sebenarnya Rion juga masih sangat betah bermain dengan sahabatnya. Dia sedikit cemberut saat Ibunya mengajaknya pulang.
"Kalian nginep aja disini, gak usah pulang dulu. Kan jauh juga"
"Aku si kayaknya nginep disini Kak, kalau Xien mau di jemput pacarnya"
"Wahh.. Xien udah punya pacar ya, selamat ya" Rista langsung antusias mendengar itu.
"Sebenarnya kita emang udah lama pacaran jarak jauh Kak, dan sekarang kebetulan dia pulang ke sini. Jadi sekalian temu kangen gitu"
Rista tersenyum, dia memang sempat mendengar tentang pacar Xien yang berada di luar negara. Tapi dia tidak menyangka jika hubungan mereka masih bertahan sampai saat ini. Karena selama Xien tinggal dan kerja bersama Rista, dia tidak pernah banyak cerita apapun tentang kekasihnya itu.
Seorang pelayan datang menghampiri mereka yang masih asyik mengobrol. "Maaf Nona, ada tamu yang ingin bertemu dengan Nona Xien"
"Ohh iya Mbak, suruh masuk saja" kata Rista
"Baik Nona"
Beberapa saat kemudian seseorang datang dengan di antar oleh pelayan yang tadi. Xien langsung gembira, dia berdiri dan memeluk kekasihnya itu. Tapi Rista malah terdiam dengan sangat terkejut saat tahu siapa kekasih Xien.
Soni?
__ADS_1
Bersambung
Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5