RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Merasa Sangat Dicintai


__ADS_3

Darren memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan istrinya. Dia benar-benar cemas dan khawatir saat melihat keadaan istrinya tadi pagi. Rista terlihat begitu lemah karena terlalu banyak muntah.


"Jadi bagaimana keadaan istri saya?"


"Nona baik-baik saja, hal ini memang wajar di alami Ibu hamil saat trimester pertama. Jadi, anda tidak perlu khawatir. Untuk menghindari hal ini terjadi terlalu sering, bisa hindari bau-bau menyengat di sekitaran istri anda. Karena biasanya Ibu hamil selalu sensitif dengan bau-bau tertentu. Beri makanan yang sehat tapi tidak terlalu tercium bau rempah atau bumbu"


Darren mengangguk mendengar penjelasan Dokter. Setelah Dokter pergi, Darren naik ke atas tempat tidur dan menatap wajah pucat istrinya. Tangannya mengelus kepala Rista. Perasaannya campur aduk sekarang, penjelasan Dokter benar-benar membuatnya sedikit kasihan pada istrinya.


"Apa kau juga mengalami ini saat mengandung Duta? Aku benar-benar tidak tahu jika hamil sesulit ini. Sayang, maafkan aku karena telah menelantarkan kamu dan Duta saat itu"


Rasanya sebuah kata penyesalan sudah tidak sebanding lagi dengan perasaan Darren saat ini. Dia telah menyakiti istrinya dan membiarkan dia merawat anaknya seorang diri. Bagaimana bisa Darren melakukan hal yang begitu kejam pada istrinya.


"Maafkan aku Sayang"


Kata 'maaf' pun tidak akan cukup untuk segala kesalahannya di masa lalu. Darren telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Menyiksa Rista, bahkan bukan hanya hatinya yang dia lukai tapi juga tubuhnya. Tidak tahukan Darren, jika selama ini Rista sudah banyak melewati masa sulit dalam hidupnya.


Kedua mata yang sedari tadi terpejam itu, perlahan terbuka. Rista melihat suaminya yang menangis. Dia bingung kenapa Darren sampai seperti itu. Rista bangun terduduk di atas tempat tidur.


"Sayang, kenapa?"


Darren menoleh, dia mengusap ujung matanya yang masih berair. "Maaf"


Lagi-lagi Rista mendengar kata itu, dia tidak menjawab apapun dan hanya memeluk suaminya untuk memberikan sedikit ketenangan.

__ADS_1


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


Setiap hari hanya Rista lewati dengan kebahagiaan. Dia tidak pernah merasakan kesakitan yang dulu dia rasakan. Rista bahagia bisa bersama kembali dengan suaminya. Apapun yang terjadi dia akan tetap mencintai Darren.


Sebuah fakta yang baru saja Mami Alena dan Papi Rio ketahui saat Rista keceplosan saat mengingatkan Darren tentang kesehatannya apalagi dia hanya memiliki satu ginjal sekarang. Dan Mami Alena maupun Papi Rio yang sedang menyantap sarapannya langsung terkejut mendengar hal itu.


"Maksudnya apa Darren? Satu ginjal? Apa kau mendonorkan ginjalmu pada orang lain?" Tanya Rio dengan mata yang menyipit tajam pada anaknya itu.


Rista yang tidak tahu jika Darren masih menyembunyikan tentang hal ini dari kedua orang tuanya, hanya diam menunduk. Rista tidak tahu harus berbuat apa dan melakukan apa saat ini.


"Jawab Riko Darrendra! Apa maksud dari ucapan istrimu ini" Mami Alena sudah tidak sabar mendengar jawaban dari putra tunggalnya ini.


Darren menghela nafas, sepertinya memang sudah saatnya untuk kedua orang tuanya tahu tentang fakta ini. "Iya Mi, Pi. Aku telah mendonorkan satu ginjalku"


"Darren, ini adalah keputusan yang besar. Kenapa kamu tidak bicara dulu pada kami Hah?! Kamu tahu jika kami membesarkan kamu dengan sepenuh hati, terus saat ini kamu telah kehilangan satu ginjalmu tanpa kami ketahui" kata Mami Alena setengah berteriak


Rista yang sejak tadi hanya diam dan menunduk, langsung memberanikan diri untuk berbicara pada kedua mertuanya. Rista tidak bisa terus membiarkan Darren terpojok dengan kedua orang tuanya. Karena Darren melakukan ini juga demi menyelamatkan dirinya.


"Papi, Mami.. Jangan salahkan Kakak, disini aku yang salah. Karena Kakak mendonorkan ginjalnya untuk aku"


Deg..


Alena maupun Rio langsung menatap ke arah Rista dengan terkejut. Hal yang baru saja mereka ketahui ini benar-benar membuat keduanya shock.

__ADS_1


"Jadi..." Mami Alena seolah tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi setelah mendengar pengakuan Rista barusan. Dia masih sangat terkejut dengan fakta yang baru saja dia dengar.


"Iya Mi, Rista mengalami gangguan pada ginjalnya sejak melahirkan Duta. Bahkan dia sudah berjuang selama bertahun-tahun untuk melawan sakitnya. Namun, saat aku datang menemuinya keadaannya adalah keadaan yang paling buruk. Ginjalnya sudah benar-benar rusak sampai tidak akan mempan hanya dengan melakuan cuci darah setiap minggu. Yang Rista butuhkan saat itu hanya donor ginjal yang cocok dengannya..."


Darren sejenak menjeda ucapannya, lidahnya sangat kelu untuk menceritakan apa yang terjadi saat itu. Ingatannya kembali pada saat itu, dimana dirinya benar-benar takut untuk kehilangan Rista. Wanita hebat dan kuat dalam hidupnya, namun dengan bodohnya telah dia sia-siakan.


"...Mami bayangkan saja, aku adalah pria berengsek yang telah menghancurkan hidup seorang gadis yang ternyata telah masuk ke relung hatiku tanpa aku sadari. Dan saat aku bertemu kembali dengannya, dia telah membesarkan anakku seorang diri. Dan saat itu juga, dia sedang berada di antara hidup dan mati. Aku tidak siap Mi, aku tidak siap melihat wanitaku kesakitan seperti itu. Aku tidak bisa melihatnya seperti itu..."


"...Rista adalah segalanya bagi Duta, dan anakku itu tidak akan siap kehilangan Ibunya di usia yang masih belia. Jadi, keputusan ini benar-benar aku ambil dengan keyakinan yang besar dalam diriku. Aku yakin dan siap menerima segala resikonya, asalkan Ibu dari anakku bisa sembuh"


Cerita panjang lebar itu, membuat Mami Alena tidak tahan untuk tidak meneteskan air matanya. Putranya telah benar melakukan semua ini. Setidaknya dia bisa sedikit menebus kesalahannya di masa lalu. Apa yang telah dia lakukan pada Ibu dari anaknya itu.


Rista menatap suaminya dengan tatapan penuh haru. Saat ini dia merasa sangat dicintai oleh Darren, mendengar setiap ungkapan kata dari Darren. Membuat Rista merasa jika dirinya benar-benar telah menjadi pemilik hati Darren seutuhnya.


Mami Alena berdiri dan menghampiri tempat duduk Rista yang berada di sebrangnya. Dia memeluk menantunya dengan tangisan yang pecah. Dia tidak menyangka jika Rista telah melewati banyak hal yang menyakitkan.


"Maafkan anak Mami Ris, dia telah menjadi sumber luka di hatimu. Maaf ya Nak, karena Mami tidak tahu tentang semua ini. Mami tidak tahu jika kamu sudah melewati banyak hal yang menyulitkan dalam hidup kamu"


Rista mengelus tangan mertuanya yang melingkar di dadanya. "Tidak papa Mi, aku sudab melupakan masa itu. Biarkan semuanya berlalu. Kita mulai lembaran baru mulai saat ini"


Darren tersenyum tipis melihat bagaimana istrinya yang begitu tulus padanya. Semuanya telah terjadi dan tidak mungkin bisa di ulang kembali. Jadi, saat ini Darren hanya perlu semakin memperbaiki semuanya. Membuat bahagia istri dan anaknya.


Bersambung

__ADS_1


Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5


__ADS_2