RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Akan Selalu Bahagia Selamanya


__ADS_3

Ruang perawatan ini di penuhi dengan beberapa keluarga yang datang. Semuanya terlihat begitu antusias melihat bayi mungil yang baru saja lahir. Bayi mungil yang sangat cantik dan menggemaskan. Mereka memang tidak pernah ingin tahu jenis kelamin anaknya. Mereka akan menerima apapun jenis kelamin anaknya ini. Dan ternyata mereka mendapat hadiah yang besar saat mengetahui jika anak mereka adalahs seorang perempuan.


Mami Alena dan Ibunya Rista benar-benar antusias dan saling berebut untuk memangku bayi mungil itu. Bayi yang sangat menggemaskan membuat mereka sangat ingin menggendong bayi mungil ini.


Rindi juga ikut-ikutan heboh saat melihat keponakan keduanya ini. "Ibu, Rindi juga ingin gendong"


"Sebentar Nak, Ibu juga belum puas menggendong cucu Ibu ini"


Dan pemandangan itu membuat Rista yang duduk menyandar di atas tempat tidur tersenyum bahagia. Disampingnya Darren duduk di pinggir tempat tidur dan menatap istrinya dengan tatapan yang tidak bisa dia tutupi, jika saat ini dia merasa bahagia dan sedih sekaligus. Tentu Darren merasa bahagia saat anak mereka telah lahir dan kebahagiaan yang menyelimuti keluarganya. Namun kesedihan tetap tidak bisa Darren hindari saat dirinya telah melihat bagaimana perjuangan istrinya untuk melahirkan anaknya. Perjuangan yang pasti sama saat Rista melahirkan Duta.


Rista menoleh ke arah suaminya saat dirinya merasa di perhatikan. Rista menatap suaminya dengan bingung, saat dia melihat tatapan sedih dari suaminya. "Kak, apa kamu tidak bahagia dengan kelahiran anak kita? Kenapa wajahmu sedih begitu?"


Tidak menjawab apapun, Darren langsung memeluk istrinya dengan erat. Dia hanya ingin menunjukan bagaimana dirinya sangat mencintai istrinya ini. Bagaimana Darren telah benar-benar berubah sejak bersama Rista.


"Sayang, maafkan aku karena saat melahirkan Duta kamu juga pasti merasakan hal yang sama. Kesakitan dan perjuangan yang sama. Maaf karena pada saat itu, aku tidak berada di sampingmu"


Rista mengelus punggung suaminya, sudah berapa kali dia mendengar kata maaf dari bibir suaminya ini. Tapi, Rista tetap saja tidak bisa melarang Darren untuk tidak terus merasa bersalah dan meminta maaf padanya. Meski Rista sudah melakukan itu. Darren tetap tidak bisa melupakan masa lalu dan segala penyesalannya.


"Kak, sudah berapa kali aku bilang jika kamu tidak perlu untuk terus minta maaf padaku. Semuanya sudah berlalu, jadi biarkan saja untuk kita tetap bersama dan melupakan segala masa lalu yang hanya akan membuat kamu sakit"


Darren melerai pelukannya, memegang kedua lengan Rista dan menatapnya dengan lekat. "Sayang, aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu sampai kapan pun. Maafkan aku jika selama ini telah menyakitimu dan membuat hidupmu hancur. Tapi percayalah, setelah ini kamu akan selalu bahagia bersamaku"


Rista mengangguk, dia percaya dengan ucapan suaminya itu. Rista sudah merasakan kebahagiaan yang telah Darren berikan padanya sejak mereka di persatukan kembali. Anggap saja semua ini adalah takdir dan jalan hidupnya. Rista hanya ingin hidup tenang tanpa di bayang-bayangi masa lalu. Biarkan semua itu menjadi sebuah cerita yang telah berlalu.

__ADS_1


"Sayang, mulai saat ini mari kita lewati semuanya dengan bahagia dan selalu bersama sampai maut memisahkan kita"


Darren mengangguk, dia mencium kening istrinya lalu memeluknya.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


"Ayo Sayang, kesini sama Bunda..." Rista berteriak di taman rumahnya saat melihat anaknya yang mulai belajar berjalan ke arahnya. Sesekali balita itu terjatuh, namun dia tetap gigih untuk bisa sampai pada Ibunya.


"Nda..Nda.." celotehnya sambil terus melangkah menuju Ibunya. Hingga akhirnya dia sampai juga di pelukan Ibunya. Gadis kecil itu terlihat sangat bahagia saat dia bisa sampai di pelukan Ibunya setelah susah payah berjalan dan beberapa kali terjatuh.


Rista mencium pipi putri kecilnya dengan gemas. Usia putrinya sudah satu tahun lebih, dan selama ini kehidupan Rista sangat bahagia. Dia membesarkan putra dan putrinya dengan bahagia. Ada sosok suami yang selalu mendampinginya selama ini. Delia, nama putri kecilnya. Nama yang sangat indah sesuai dengan panasnya.


"Kita masuk yuk, sudah mulai panas matahari paginya"


"Darimana Sayang? Anak Papa ini kok bah matahari ya" Darren mengambil alih Delina dari gendongan istrinya. Mencium pipinya dengan gemas, lalu membawanya duduk di pinggir tempat tidur.


"Sayang, jagain Delina dulu ya. Aku mau mandi dulu"


Darren mengangguk, memang seperti ini dirinya yang sekarang. Darren selalu menjadi sosok Ayah yang selalu menyempatkan waktunya bersama anak dan istrinya, meski sesibuk apapun dirinya di kantor.


Darren sedang menebus kesalahannya di masa lalu dengan membantu istrinya dalam mengurusΒ  anak keduanya ini dengan segala ketulusan dan kebahagiaan saat dia menjalani saat-saat seperti ini.


Darren ingin menikmati setiap hal yang tidak pernah dia rasakan di masa lalu. Setidaknya meski dia tidak mengalaminya saat seperti ini saat masa kelahiran Duta. Tapi saat ini dia bisa merasakannya saat Delina lahir. Darren bahagia dengan semua ini.

__ADS_1


Terima kasih Tuhan untuk semua ini. Aku bahagia bisa bersama anak istriku saat ini.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Kebahagiaan yang sama juga di rasakan oleh pasangan Xien dan Soni. Usia anak mereka dengan anak Darren dan Rista hanya berbeda beberapa bulan saja.


Xien melangkah masuk ke sebuah restaurant dengan do gandeng suaminya. Masuk ke dalam sebuah ruangan VVIP,Β  Xien merasa terkejut saat melihat tempat yang begitu mewah. Meja yang terhias dengan beberapa lilin aromaterapi di sekelilingnya. Dengan dua kursi yang saling barhadapan. Soni menarik kursi untuk istrinya duduk disana. Mereka duduk saling berhadapan. Anak mereka di titipkan pada Ibu dan Ayahnya Xien. Membuat malam ini mereka bisa merasakan tenang.


"Sayang, terima kasih karena sudah memberikan aku kebahagiaan ini. Mendampingiku selama ini dan memberikan anak yang sangat menggemaskan untukku. Hidupku benar-benar penuh warna sejak bersama kamu" Soni menggenggam tangab Xien di atas meja.


Xien tersenyum, dia mengelus punggung tangan Soni yang menggenggam sebelah tangannya. "Bersamamu juga kebahagiaan untukku. Terima kasih untuk semuanya, terima kasih karena kamu telah memilihku untuk menjadi pendamping hidupmu"


"Kamu bukan sebuah pilihan, kamu memang sudah di takdirkan oleh Tuhan untuk menemani diriku"


Seorang pelayan masuk ke dalam ruangan itu, sedikit menjeda obrolan mereka. Pelayan menata makanan di atas meja. Lalu dia kembali keluar dari ruangan itu.


"Happy Anniversary Sayang, semoga setelah hari ini kita akan tetap bisa merayakan anniversary ini setiap tahunnya dengan bahagia" ucap Soni


"Iya Sayang, kita akan selalu bahagia selamanya"


Cinta dalam luka yang di alami oleh Xien dan Rista kini telah berakhir bahagia. Semuanya karena ketulusan yang mereka berikan pada pasangan mereka. Hingga hati mereka luluh juga dan menjadi sangat mencintainya.


...End... ...

__ADS_1


Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5


__ADS_2