RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Malam Kedua Bagi Xien


__ADS_3

Xien masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang was-was. Meski mungkin malam ini bukan malam pertama baginya dan Soni. Namun, entah kenapa Xien masih saja merasa gugup. Mungkin karena sebelumnya Xien tidak pernah berfikir jika dirinya akan sampai di titik ini bersama pria itu.


Xien menghela nafas lega saat tidak menemukan suaminya di dalam kamar. Xien berjalan mendekati tempat tidur, namun tubuhnya langsung membeku saat merasakan pelukan seseorang di belakangnya.


"Sayang, lama banget mandinya" Soni mengecup bahu Xien dengan sedikit menggigitnya gemas.


"Iya maaf, tadi aku ngobrol dulu sama Ibu"


Xien memang mandi di kamar tamu, karena kamar mandi di kamarnya di pakai oleh Soni. Jadi Xien memilih memakai kamar mandi tamu untuk mandi.


"Emm. Aku lelah, kamu bisa untuk pijitin aku?" Soni sudah menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan tengkurap.


Xien menatap punggung suaminya yang ternyata memang tidak memakai baju. Punggung Soni terlihat mulus dan lebar, Xien jadi menelan air liurnya dengan sedikit susah payah saat melihat punggung Soni.


Soni memiringkan wajahnya dan menatap Xien yang masih berdiri diam di tempatnya. "Sayang cepat"


Xien mengerjap, dia segera naik ke atas tempat tidur dan mulai memijat punggung suaminya dengan tangan yang sedikit bergetar. Xien tidak seberani itu saat berdua dengan seorang pria di dalam kamar. Karena kejadian saat itu, Xien seolah di bawah alam sadarnya. Dia seolah sangat menginginkan itu hingga tidak bisa menahannya.


Soni tiba-tiba berbalik dan menarik tangan Xien yang sedang memijatnya namun gadis itu sembari melamun. Xien terkejut saat tiba-tiba tubuhnya sudah jatuh di atas dada bidang suaminya. Xien menatap wajah suaminya dari sangat dekat. Bahkan sampai hembusan nafas keduanya bisa saling merasakan. Xien merasa detak jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia ingin menjauhkan tubuhnya dari tubuh suaminya agar suaminya itu tidak mendengar detak jantungnya yang semakin cepat.


Namun tangan Soni langsung menahan pinggangnya. Dia menatap wajah istrinya yang memerah dengan senyuman nakal. "Sayang, apa kau sudah siap untuk menjalani malam pertama kita?"


Xien semakin berdebar saja, meski sebenarnya ini bukan malam pertama bagi mereka. Tapi entah kenapa, Xien masih saja merasa gugup saat saling menatap dalam jarak dekat seperti ini dengan Soni.


"Katanya mau aku pijat, ayo barbalik biar aku pijat lagi"

__ADS_1


Soni terkekeh saat melihat Xien yang semakin gugup dan berbicara dengan suara gemetar. "Pijat saja bagian depan tubuhku"


Xien semakin berusaha untuk menjauhkan tubuhnya dari tubuh Soni. Tapi dia tetap tidak bisa karena tangan Soni yang terus menahan pinggangnya.


"Sayang, ayo kita lakukan. Apa kau sudah siap?"


Xien merasa wajahnya semakin panas mendengar ucapan Soni barusan. Pria itu seolah telah berubah menjadi sosok suami yang mesum. "Tapi ini bukan yang pertama untuk kita. Jadi ini bukan malam pertama kita"


Soni tersenyum, dia mengecup bibir istrinya dengan gemas. "Iya, memang ini bukan malam pertama kita. Lalu, kenapa kamu masih malu-malu?"


Xien tidak menjawab, dia hanya menundukan wajahnya. Tentu dia malu dengan semua ini. Karena saat waktu itu dia melakukannya, dia seolah terkendali oleh gairah yang benar-benar membuat dirinya tidak bisa menahan untuk tidak melakukannya. Entah apa yang terjadi pada dirinya pada malam itu, sehingga Xien tanpa sadar melakukannya dengan Soni. Tapi dia di bawah alam sadar saat gairahnya benar-benar tidak bisa dia tahan lagi.


Saat melihat istrinya yang terdiam dengan wajah menunduk, dengan cepat Soni memanfaatkan kesempatan ini untuk membalikan tubuh Xien. Kini dia berada di atas tubuh gadis itu yang terkejut dengan apa yang Soni lakukan barusan. Soni mengukung tubuh Xien dengan menatapnya lekat.


Ini sudah menjadi kewajibannya, Xien tidak mungkin menolaknya. Akhirnya Xien hanya bisa mengangguk dengan wajah yang memerah. Setelah mendapat persetujuan dari istrinya membuat Soni tersenyum. Dia pun memulai aksinya malam ini. Memulai dari kecupan di kening istrinya hingga kecupan-kecupan yang dia berikan di setiap inchi tubuh istrinya.


Malam ini adalah malam yang panjang bagi mereka berdua setelah melewati masa-masa sulit selama ini.


Xien akhirnya bisa melewati masa-masa sulit itu. Semua cobaan dan rintangan dalam hubungannya dengan Soni akhirnya bisa terselesaikan hingga saat ini mereka benar-benar bisa menyatukan cinta yang ada, selepas apa yang telah terjadi.


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


"Ahh.. Sudah dong Kak, kenapa tidak ada puasnya si" Rista mulai merengek di bawah kuasa tubuh suaminya. Sudah yang kedua kalinya Darren memberikan kenikmatan pada Rista. Tapi tetap saja Rista mulai merasa lelah. Apalagi saat ngantuk mulai mengerang.


"Sebentar lagi Sayang, kamu tahan ya. Aku sudah mau sampai" Darren sedikit mempercepat gerakannya dibagian bawah tubuh Rista agar segera menyelesaikan permainan malam ini.

__ADS_1


"Emmh.." Rista terus mengeluarkan suara-suara luncknut dari bibirnya. Dia tidak bisa menahan untuk tidak mengeluarkan suara desa*han saat suaminya sedang melakukannya. Hingga akhirnya suara erangan yang panjang dari bibir suaminya membuatnya menghela nafas lega, karena akhirnya permainan malam ini selesai dalam dua putaran.


Darren ambruk di samping istrinya dengan nafas yang terengah-engah. Dia memiringkan wajahnya di atas bantal dan menatap istrinya dengan senyuman senang. "Makasih Sayang, kamu selalu membuat aku puas"


Rista hanya bergumam pelan tanpa berniat menimpali ucapan Darren barusan. Dirinya sudah benar-benar lelah hingga untuk berbicara saja sudah tidak mampu. Darren beringsut mendekat pada istrinya. Memeluknya dengan erat.


"Aku mencintaimu Rista"


"Hmm" Rista benar-benar malas menjawab, dia hanya berbalik menghadap suaminya dan memeluknya dengan erat.


Darren tertawa kecil melihat istrinya yang sudah benar-benar tak berdaya di buatnya. Sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi. Darren mencium kening istrinya, lalu ikut terlelap dengan saling berpelukan.


Pagi ini Rista terbangun dengan rasa mual, dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Semenjak dia mengetahui kehamilan keduanya ini, hal ini baru pertama kali terjadi. Kemarin-kemarin semuanya terasa baik-baik saja. Bahkan dia bisa makan dengan normal. Tapi sepertinya pagi ini bayinya sedang manja, dia menginginkan Ibunya untuk istirahat dan hanya tiduran seharian di dalam kamar.


Darren yang terbangun dengan tangannya yang terasa hampa karena wanita yang selalu dia peluk dalam tidurnya tidak ada di sampingnya saat ini. Darren langsung mencari keberadaan Rista ke kamar mandi, karena dia melihat dari balik jendela jika ini masih terlalu pagi buta untuk Rista bangun dan pergi keluar kamar.


"Ya ampun Sayang..." Saat Darren menemukan istrinya yang terduduk lemas di dekat wastaffel dengan wajah yang pucat. Tentu dia sangat panik dan cemas. Darren langsung menggendong Rista dan membawanya kembali masuk ke dalam kamar. Merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Sayang aku panggilkan Dokter sekarang"


Rista tidak menjawab, dia sedang benar-benar lemah karena terlalu banyak muntah.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5

__ADS_1


__ADS_2