RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Rista Yang Lelah, Darren Yang Puas


__ADS_3

Cinta Darren yang begitu besar, kadang selalu membuat Rista heran dengan sikap suaminya itu. Seperti sebelumnya, Darren mulai menunjukan sisi posesif dalam dirinya pada Rista. Kejadian kemarin membuat Rista sadar jika sikap posesif suaminya ini, harus menjadi waspada untuk dirinya. Kejadian kemarin saja berhasil membuat Rista terkulai lemas di atas tempat tidur. Suaminya selalu ingin menunjukan jika dirinya lebih kuasa atas Rista dan memiliki kekuatan yang lebih dari pria lain di luar sana dalam urusan ranjang. Memang Darren ini benar-benar ya.


Pagi ini Rista benar-benar tidak mau kemana-mana lagi. Tubuhnya terasa sangat lelah, bahkan untuk bangun saja Rista malas sekali. Jadi dia bergelung kembali di bawah selimut setelah mandi. Biarkan saja suaminya mau kemana pun, Rista hanya ingin berbaring saja di tempat tidur.


Gila. Tubuhkan lelah sekali. Darren benar-benar mewujudkan bulan madu yang dia maksud.


Darren masuk ke dalam kamar dengan membawakan sarapan untuk istrinya. Tersenyum saat istrinya masih saja bergelung di bawah selimut, padahal baru saja selesai mandi. Darren duduk di pinggir tempat tidur. Menyimpan nampan yang di bawanya di atas nakas. Darren memijat pelan kaki Rista. Gadis itu tidur dengan tengkurap. Benar-benar lelah sepertinya.


"Bangun dulu, sarapan dulu Sayang"


Rista mengangkat wajahnya yang sejak tadi dia benamkan di bantal. Menoleh pada suaminya. "Suapin, aku benar-benar tidak punya tenaga bahkan hanya untuk makan"


Lebay banget si gue. haha.


Darren terkekeh, segitu kejamnya ya dia sampai istrinya tidak berdaya begini setelah dia gempur semalaman. "Yaudah, ayo bangun dulu kamunya"


Darren membantu Rista bangun dan membenahi bantal agar istrinya nyaman bersandar di tempat tidur. Lalu Aiden mengambil makanan yang di bawanya dan mulai menyuapi istrinya dengan lembut. Rista hanya bertugas mengunyah makanan dan menelannya Bahkan untuk minum pun harus Darren yang memegangi gelasnya. Entah memang benar-benar lelah, atau dia sedang ingin di manja saja.


"Udah ahh, aku mau tidur lagi. Aku beneran cape Kak. Tega banget si kamu sampai buat aku kayak gini"


Darren mengecup bibir istrinya yang cemberut. "Yaudah istirahat saja, aku mau chek pekerjaan sebentar"


Rista semakin cemberut, menatap Darren. "Gak mau nemenin aku tidur nih?"


Darren terkekeh mendengarnya, katanya lelah tapi malah memancingnya dengan seperti ini. "Ayo, kamu mau aku temani tidur. Tapi tolong tidurkan dulu yang bangun di tubuhku"

__ADS_1


Rista langsung melotot mendengarnya, suaminya memang benar-benar telah berubah menjadi pria mesum. Rista langsung menjatuhkan tubunya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Tidur membelakangi suaminya yang mesum itu.


Darren terkekeh, dia mencium pipi istrinya lalu berjalan ke arah sofa. Duduk di sana dengan ipad di tangannya. Membuka beberapa file yang di kirimkan orang kepercayaan di perusahannya. Darren memakai kacamata bacanya dan mulai larut dengan pekerjaan. Meski sedang honeymoon, dia tetap bekerja di waktu senggangnya. Resikonya menjadi seorang pimpinan perusahaan.


Selesai dengan pekerjaan, Darren melepas kacamata baca yang di pakainya. Mengusap matanya yang sedikit lelah karena terus melihat layar menyala. Darren mengeluarkan ponsel dari dalam saku jaketnya, dia sudah merindukan anaknya dan berniat melakukan panggilan video dengan anaknya.


"Hallo Papa"


Suara ceria anaknya membuat Darren tersenyum. Wajah penuh senyuman Duta langsung memenuhi layar ponselnya. "Duta sedang apa?"


"Sedang main sama Oma, Papa Duta kangen Papa dan Bunda. Oh ya, dimana Bunda sekarang?"


Darren langsung meganti kamera depan dengan kamera belakang. Mengarahkannya pada Rista yang tertidur di atas tempat tidur. "Bunda masih tidur Sayang"


"Ya ampun Darren, apa yang kamu lakukan pada menantu Mami. Dia sampai kelelahan begitu?" Layar ponsel Darren langsung di penuhi dengan wajah Ibunya. Alena langsung merebut ponsel dari tangan Duta saat melihat keadaan menantunya yang mengenaskan.


"Kau ini, tidak melakukan apa-apa bagaimana. Rista sudah lelah begitu, sampai tidak berdaya"


Lagi-lagi Darren hanya terkekeh mendengar ocehan Ibunya. Cukup lama bercakap dengan Ibunya, Darren hanya mengangguk saja saat Alena terus mengatakan jika dirinya harus menjaga Rista dengan baik. Tentu saja Darren akan selalu menjaga wanitanya dengan baik. Wanita yang begitu berarti dalam hidupnya. Yang dia sia-siakan tapi tetap memberikan kesempatan dan melapangkan hatinya untuk kembali menerima Darren.


Rista menggeliat pelan di bawah selimut, tubuhnya sudah mulai merasa lebih bertenaga setelah tidur dan sarapan tadi. Rista melihat Darren yang duduk di sofa dengan kepala menyandar pada sandaran sofa. Matanya terpejam. Rista turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah suaminya. Duduk di samping Darren dan langsung memeluknya. Menyandarkan kepalanya dia dada suaminya.


Darren tersenyum, dia membuka matanya dan membalas pelukan istrinya. Darren mencium puncak kepala Istrinya dengan lembut. "Sudah bangun ya, barusan aku video call dengan Duta. Dia menanyakan kamu"


"Ishh.. Jahat banget hubungi Duta kok pas aku tidur si. Padahal aku kangen banget sama dia"

__ADS_1


Tangan Darren terus mengelus rambut istrinya dengan sesekali mencium puncak kepalanya. "Nanti kita telepon lagi, sekarang Duta mau tidur siang udah ngantuk katanya"


Rista mendongak, dia menatap wajah tampan suaminya. Pantas saja dirinya bisa jatuh cinta pada Darren, bahkan sampai tidak sadar jika dirinya hanya di manfaatkan saat itu. Tapi jika melihat wajah Darren memang sangat wajar jika Rista bisa jatuh cinta pada pria itu.


"Sekarang ayo kita keluar Kak, mau jalan-jalan sambil membeli oleh-oleh. Kita 'kan tidak akan lama tinggal disini"


"Aku malas keluar Sayang, malah aku sedang ingin di dalam kamar saja"


Rista cemberut, dia tidak akan tenang kalau hanya di dalam kamar saja. Suaminya tentu tidak akan membiarkannya begitu saja. Jadi lebih baik dia mengajaknya keluar saja hari ini. Rista berdiri dan menarik lengan suaminya yang duduk di sofa agar Darren bangun dari duduknya.


"Sayang ayo ihh, kita jalan-jalan saja. Aku mau beli oleh-oleh untuk Ibu, Rindi dan yang lainnya. Ayolah jangan hanya diam di kamar saja"


"Baiklah, baiklah"


Akhirnya Darren mengalah juga. Dia menuruti keinginan istrinya itu untuk pergi ke toko oleh-oleh. Rista sangat antusias saat membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarganya. Darren hanya melihatnya saja, terserah apa yang di pilih oleh istrinya itu. Darren hanya bertugas membayarnya saja.


"Wahh.. Ini lucu sekali"


Rista melihat-lihat gantungan kunci dengan tatapan berbinar. Rista sangat antusias memilih semuanya. Bahkan Darren saja sampai menggelengkan kepalanya, istrinya benar-benar sangat sederhana. Kebahagiaan istrinya sangat sederhana. Rista tidak pernah menginginkan yang lebih. Bahkan saat dia membelikan banyak barang untuk orang-orang yang dia sayangi. Tapi untuk dirinya sendiri dia hanya membeli sebuah gantungan kunci dan gantungan hp saja.


"Sayang beli baju ini satu, atau tas ini untuk kamu" kata Darren saat istrinya hanya terus sibuk menyebut beberapa barang untuk orang-orang tersayangnya.


"Emm. Gak usah deh Kak, aku beli gantungan kunci sama gantungan hp aja. Lucu ini"


Kan, Darren sudah menduganya. Jadi dia memilih membelikan saja tanpa menunggu persetujuan dari istrinya.

__ADS_1


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5


__ADS_2